Zaman Neozoikum : Pengertian, Ciri-ciri, Pembagian, dan Peninggalan-LENGKAP

Zaman Neozoikum

Bumi yang kita tempati ini, bila berdasarkan penanggalan radiometri  meteroit  atau batuan yang ada di bumi dan sample batu murni tua dari meteroit yang jatuh, sudah mencapai usia kira-kira 4,5 miliar tahun. Usia ini sama dengan usia terbentuknya sistem tata surya kita.

Dengan usianya yang begitu tua, ternyata bumi mengalami beragam fase zaman. Salah satu fase zaman tersebut adalah zaman Neozoikum yang terjadi setelah zaman mesozoikum.

Pengertian Zaman Neozoikum

Secara etimologi, zaman neozoikum atau dinamakan juga sebagai zaman kenozoikum oleh ahli geologi Inggris, John Philips, diambil dari bahasa Yunani, ‘kainos’ bermakna “baru”, dan ‘zoe’ yang bermakna “kehidupan”.

Zaman neozoikum atau kenozoikum ini adalah zaman  kehidupan baru dengan perkiraan usia kurang lebih 65 juta tahun yang lalu setelah berakhirnya zaman mesozoikum.

Awal dari zaman ini ditandai dengan sudah mulai punahnya binatang-binatang reptil  berukuran besar pada akhir periode kapur dan mulai berkembangnya binatang menyusui.

Pada jaman inilah kemudian menjadi awal munculnya manusia dengan segala perkembangan hidup dan peradabannya.

Ciri-Ciri Zaman Neozoikum atau Kenozoikum

Untuk membedakan zaman neozoikum dengan priode zaman sebelumnya, ada beberapa ciri ciri zaman neozoikum yang sangat melekat. Diantaranya:

1. Berkembangnya binatang menyusui (mamalia) dengan pesat

Perkembangan hewan mamalia yang begitu pesat ini dikarenakan perkembangbiakan reptil besar karnivora raksasa yang sudah tidak ada lagi.

Keadaan bumi saat itu sudah mulai agak membaik, iklim sudah sedikit teratur dan pergerakan lempeng antar benua tidak mengalami pergeseran yang ekstrim.

2. Tidak adanya Binatang reptil besar

Pada masa neozoikum ini juga ditandai oleh punahnya binatang reptil besar seperti dinosaurus, brontosaurus, tyrannosaurus dan pterosaurus (yang bisa terbang).

Punahnya binatang-binatang ini adalah disebabkan hantaman meteor yang super dahsyat di semenanjung Yucatan, Mexico, di tepi laut Karibia, yang kala itu memusnahkan komunitas binatang raksasa ini secara masal.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Gallup dan Michael J. Frederick juga ditemukan bahwa dinosaurus ini mati karena memakan tumbuhan bersifat racun pada zaman itu. Hal ini diperkuat dengan temuan kandungan zat tumbuhan beracun dalam fosil dinosaurus tersebut.

Selain itu dinyatakan pula oleh Katarina Milijkovic dari Institute of earth Physics, Paris, Prancis, dalam sebuah studinya yang menunjukkan bahwa dinosaurus musnah bukan hanya dari satu hantaman asteroid saja, namun ada asteroid kedua yang melenyapkan dinosaurus, yaitu asteroid di daerah Chicxulub, di Mexico.

3. Kehidupan manusia dimulai

Bersamaan dengan keberadaan binatang mamalia yang berkembang pesat di zaman neozoikum ini, maka mulailah muncul manusia purba. Iklim dan kondisi alam yang tidak se-ekstrim masa sebelumnya (mesozoikum)  menyebabkan manusia hidup dengan lebih baik.

Meskipun mereka masih ada tantangan alam berupa jaman es yang terjadi silih berganti hingga akhirnya mereka juga mengalami masa sulit untuk bertahan.

4. Terdiri dari zaman Tersier dan Kuarter

Pada zama neozoikum juga terbagi atas dua zaman yaitu zaman Tersier dan Kuarter. Zaman tersier terdiri dari 2 fase yaitu paleogen dan neogen, ditandai dengan makin berkembangnya hewan mamalia seperti kera. Kondisi bumi yang mengalami gerakan endogen dari dalam bumi, sehingga terbentuklah gunung-gunung.

Sementara pada zaman kuarter, manusia purba sudah mulai bermunculan (pada masa pleistosen) dan kondisi bumi saat itu mengalami penurunan suhu yang sangat ekstrim dan meluas sehingga dikenal dengan jaman es, lalu permukaan air laut menurun dan kemudian terbentuklah pulau-pulau.

Kemudian pada zaman Kuarter, manusia purba punah dikarenakan kondisi alam yan ekstrim dan suhu bumi mengalami peningkatan yang menyebabkan lapisan es di kutup mencair dan pulau-pulau yang terbentuk banyak yang tenggelam. Pada masa ini juga diawali munculnya homo sapiens atau manusia cerdas.

5. Dimulai pada 65 juta tahun yang lalu

Menurut kalender masa, dalam sudut padang geologi, zaman neozoikum ini dimulai sejak berakhirnya zaman mesozoikum, yaitu kurang lebih 65 tahun yang lalu.

6. Migrasi hewan karena iklim

Naluri hewan untuk beradaptasi dengan lingkungannya sudah terbentuk pada zaman tersier, misalnya saja gajah purba yang berbulu tebal akan menempati daerah kutub yang dingin dan berhamparan es.

7. Kondisi alam masih liar

Walaupun keadaan bumi sudah lebih stabil dari zaman sebelumnya, namun tetap saja bumi masih dalam proses perubahan. Munculnya pergerakan lempeng bumi menimbulkan gempa dan permukaan bumi yang tidak rata sehingga terbentuklah gunung, pegunungan dan lembah.

Pembagian Zaman Neozoikum

Seperti pada tiap fase zaman, pada zaman neozoikum juga terdiri dari tahapan fase zaman, yaitu kuarter dan tersier.

Neozoikum Zaman Tersier

Periode pada zaman tersier ini terbagi menjadi 2 fase yaitu Paleogen dan Neogen.

1. Fase Paleogen

Diperkirakan terjadi pada 23 hingga 65 juta tahun yang lalu, dan periode paleogen ini juga terbagi menjadi 3 fase yaitu paleosen, eosen, dan oligosen.

  • Paleosen (23-65 juta tahun yang lalu) ditandai musnahnya hewan reptil raksasa
  • Eosen(33-56 juta tahun yang lalu) ditandai kemunculan mamalia.
  • Oligosen (23- 33,9 juta tahun yang lalu) ditandai adanya perluasan tanaman rumput, sehingga makin berkembang dan berevolusinya spesies baru seperti gajah (mammoth), kucing, anjing, marsupial, dan masih banyak lagi.

2. Fase Neogen

Fase ini terjadi antara 2,58 -23 juta tahun yang lalu. Periode ini juga terbagi menjadi 2 fase zaman yaitu miosen dan pliosen.

  • Miosen ( 23-5,3 juta tahun yang lalu) ditandai adanya populasi invertebrata laut modern dan evolusi hutan rumput laut yang mendorong terbentuknya spesies baru.
  • Pliosen ( 2,58-5,3 tahun yang lalu) ditandai dengan perubahan iklim kering yang menyebabkan laut mediterania kering selama jutaan tahun sehingga membentuk sabana yang luas.

Neozoikum Zaman Kuarter

Penetapan periode kuarter, pada tahun 2009 sudah diakui Komisi Internasional mengenai stratigrafi untuk membantu para paleontolog mengklasifiksikan peristiwa penting pada masa lampau.

Periode ini berlangsung kira-kira ( 2,58 juta tahun yang lalu), yang juga dibagi menjadi 2 fase, yaitu  pleitosen dan holosen.

1. Pleitosen ( awal, tengah, akhir)

Pada masa ini keadaan alam masih sangat labil karena ada dua zaman yang silih berganti yatu zaman interglasial dan zaman glasial. Di masa glasial terjadi penurunan suhu bumi yang meluas sehingga daratan banyak tertutup es (jaman es), sementara wilayah yang jauh dari kutub mengalami fenomena hujan lebat dalam waktu yang lama.

Pada masa ini pula terjadi pergeseran lempeng bumi dan tenaga endogen bumi yang mendesak sehingga terbentuklah gunung-gunung.  Periode ini sudah muncul adanya manusia purba yang hidup dengan berburu dan memakai alat untuk menunjang hidupnya dengan tanduk, kayu, tulang, batu, dan sebagainya.

2. Holosen

Saat periode Holosen, suhu bumi yanag kian meningkat menyebabkan es mencair di kutup dan menggenangi daratan yang menjadi laut dangkal.

Seiring dengan adanya pergeseran lempeng bumi, dataran menjadi meninggi dan membentuk dataran-dataran. Cikal bakal munculnya manusia cerdas (homo sapiens) juga terdapat pada jaman ini.

Kehidupan Flora dan Fauna pada Zaman Neozoikum

1. Flora Zaman Neozoikum

Pada periode tersier, kehidupan flora di zaman neozoikum mengalami evolusi yang lumayan pesat. Seperti telah dijelaskan bahwa pada  periode tersier dibagi menjadi 2 fase :  Paleogen dan  Neogen.

Masa ini adalah awal zaman neozoikum, dan merupakan masa transisi  dari kepunahan masal binatang reptil raksasa.

Masa tumbuh dan kembangnya flora memuncak pada periode Pleogen, tepatnya pada fase oligisen dan miosen, dimana terjadi perluasan rumput dan hutan secara luas, dan kemudian memicu adanya spesies-spesies baru.

2. Fauna Zaman Neozoikum

Fauna pada zaman neozoikum mengalami fase yang sangat silih berganti. Dimulai dari periode tersier dan dalam beberapa fase, yaitu :

  • Paleosen : Kepunahan masal binatang reptil raksasa.
  • Eosen  : Kemunculan mamalia modern pertama, sesuai namanya dari bahasa Yunanai eos (fajar), dan kainos ( baru), yang mengacu pada kemunculan mamalia modern. Namun pada akhir fase/masa Eosen  ini, ada istilah Gande Coupure (kepunahan masal) hewan mamalia besar  dengan ditandai ditemukannya bekas tumbukan dahsyat meteor ke bumi di Siberia dan Cheapeake.
  • Oligosen : Munculnya jenis mamalia baru seperti gajah pertama (mammoth), kucing, anjing, marsupial, dan lainnya.

Pada masa Neogen, ada namanya fase  miosen terdapat 18 % perkembangan populasi invertebrata laut modern. Pada fase pliosen terjadi perkembangbiakan fauna laut secara besar-besaran, seperti molusca yang relatif modern juga.

Peninggalan Zaman Neozoikum

Temuan fosil, alat-alat, contoh batuan dan artefak-artefak kuno, membuat para arkeolog dapat mengklasifikasikan peninggalan purba tersebut dari usia fosil, jenis artefak dan penelitian mendalam lainnya.

Adapaun peninggalan zaman neozoikum yang dapat dijadikan bukti adanya pembagian periode terbentuknya bumi, adalah sebagai berikut.

  1. Ditemukan fosil dari fase pliosen yaitu gigantrophus (kera manusia raksasa) di bukit Siwalik di kaki Himalaya dan di dekat Simla (India Utara),
  2. Ditemukan fosil Austrealopithecus (kera manusia dari selatan), ditemukan di Afrika Selatan dan Afrika Timur
  3. Di masa Eosen, ditemukan fosil hewan vertebrata Choeromous (sebangsa babi purba)
  4. Ditemukan fosil Mammouth (gajah raksasa berbulu tebal)
  5. Ditemukan fosil  Sinatrophus Pekinensis di Peking, Cina, yang menandai perpindahan manusia purba  dari asia ke Indonesia pada jaman es. Ditemukan juga Pithecantrophus Erectus di desa Trinil, Ngawi, Jawa Tengah.
  6. Ditemukannya Homo Wajakensis yang menjadi nenek moyang bangsa Australoid pada periode Pleistosen.
  7. Ditemukan fosil homo sapiens di wilayah nusantara.
  8. Batu-batu gumpal, disebut juga kerakal atau serpihan batu besar, yang ditemukan di sekitar gunung dan sungai. Fungsi alat ini biasanya untuk menumbuk makanan atau benda sehingga dikenal dengan sebutan core tools.
  9. Alat-alat bantu yang berupa batu, kayu, tulang, atau tanduk. Untuk mendapatkan bentuk yag diinginkan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan, alat-alat ini dibuat dengan cara dipukul dengan sisi yang dibuat tajam  untuk mengiris binatang hasil buruan mereka. Alat berburu ini tergolong pada alat kapak batu. Contohnya : Kapak perimbas monofasial.
  10. Alat  dari gumpalan batu atau kerakal. Tidak sepert core tools, alat batu yang satu ini bentuknya lebih sempurna, lebih kecil dan digunakana untuk pekerjaan yang lebih ringan. Misalnya saja untuk memotong atau membelah daging atau tulang. Alat ini terbuat dari batu yang ditempa oleh alat semacam martil sementara di satu sisi batu tersebut dipangkas dengan menggunakan pahat tulang.
  11. Ditemukan gerabah, perhiasan, dan peralatan spiritual.

Itulah kehidupan zaman Neozoikum. Bumi ini sudah mengalami naik turun, pasang surut dan pergantian periode dalam pembentukannya. Seyogyanya kita bisa belajar dari masa sebelumnya dan menarik beragam pebelajaran untuk mengetahui perubahan demi perubahan fase bumi kita. Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian bumi kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.