Teks Tri Satya Pramuka Beserta Makna, Contoh, dan Penjelasannya

Istilah pramuka yang merupakan singkatan dari Praja Muda Karana pasti sudah tidak asing lagi di telinga, apalagi di kalangan anak sekolah. Sebagai anggota pramuka, salah satu hal yang wajib diterapkan adalah Tri Satya. Lalu sebenarnya apa itu Tri Satya? Berikut ulasan tentang makna, contoh, dan penjelasan dari Teks Tri Satya.

Pengertian Tri Satya

Tri Satya dapat diartikan secara kata per kata dimana kata ‘tri’ mempunyai arti ‘tiga’ dan kata ‘satya’ mempunyai arti ‘kesetiaan’. Jadi ketika disambungkan, kedua kata tersebut berarti tiga kesetiaan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota praja muda karana atau pramuka.

Teks Tri Satya

Sesuai dengan namanya, teks Tri Satya mengandung tiga poin utama yang harus diikrarkan oleh para anggota pramuka. Ketiga poin inilah yang nantinya akan tercermin dalam setiap perilaku yang dimiliki para pramuka. Adapun bunyi dari teks Tri Satya adalah sebagai berikut.

Tri Satya

Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indinesia dan menjalankan Pancasila.
  2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.
  3. Menepati Dasa Dharma.

Kewajiban Tri Satya

Adapun kewajiban para praja muda karana yang semestinya dilaksanakan terdiri atas enam hal yaitu:

  • Kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Pancasila
  • Sesama hidup
  • Masyarakat
  • Dasa Darma

Makna Teks Tri Satya

Berdasarkan ketiga poin utama dari teks Tri Satya tersebut terdapat makna tersirat yang dapat dipahami.

Berangkat dari keenam kewajiban utama yang harus dipenuhi oleh anggota pramuka itulah kemudian ketiga poin Tri Satya dapat dimaknai. Adapun makna dari isi teks Tri Satya adalah sebagai berikut.

1. Poin Pertama

Ada beberapa hal yang dapat dimaknai dari poin pertama teks Tri Satya yang berbunyi, “Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indinesia dan menjalankan Pancasila.”. Secara sederhana poin ini memiliki makna yang berakaitan erat dengan ketuhanan, negara, dan pancasila.

Lebih jauh, menjalankan kewajiban terhadap Tuhan artinya setiap anggota pramuka harus mempercayai keberadaan Tuhan atau memeluk satu agama, sehingga ia bisa memenuhi kewajiban sebagai makhluk ber-Tuhan dengan menjalankan perintah dan menghindari apa yang dilarang oleh agama.

Selanjutnya adalah kewajiban terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI berarti setiap anggota pramuka harus berusaha untuk menjunjung kehormatan negara tercinta dengan mematuhi aturan perundang-undangan yang berlaku serta berbagai hal terkait negara seperti dasar negara, lambang, bendera, pemerintahan, sampai lagu nasional.

Kewajiban terhadap Pancasila juga menjadi hal yang harus dipenuhi oleh para pramuka sejati. Adapun kewajiban ini memuat upaya untuk mengamalkan seluruh sila-sila yang tertuang di dalam isi Pancasila, karena sila tersebut memang dibutuhkan untuk membentung karakter pribadi seorang bangsa Indonesia.  

2. Poin Kedua

Bunyi poin kedua dari Tri Satya adalah, “Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.”. Poin ini berbeda dengan poin pertama, karena sudah menyangkut urusan kehidupan sosial dimana setiap anggota pramuka pada dasarnya juga membutuhkan orang lain.

Makna dari poin kedua ini yaitu menerapkan sikap baik salah satunya saling tolong menolong antar sesama makhluk hidup. Selain itu anggota pramukan juga dituntut untuk melaksanakan kewajiban terhadap masyarakat dengan turut berpartisipasi dalam upaya untuk membangun masyarakat yang lebih baik ke depannya.

3. Poin Ketiga

Selain Tri Satya, ada satu lagi hal yang juga harus dipatuhi dan diterapkan oleh setiap anggota pramuka. Hal tersebut tidak lain adalah Dasa Darma juga termaktub di dalam teks Tri Satya tepatnya pada poin ketiga. Dasa Darma sendiri berisi 10 poin yang menunjukkan sikap-sikap yang harus dimiliki oleh para pramuka yang sesungguhnya.

Kesepuluh poin yang harus ditepati itu memuat nilai luhur seperti bertakwa kepada Tuhan YME, mencintai alam dan mengasihi antar sesama, patriot sejati, patuh dan suka musyawarah, gemar menolong dan tabah, bersikap rajin dan gembira, hidup hemat dan bersahaja, selalu disiplin berani dan setia, bertanggung jawab, serta mempunyai pikiran, perkataan, dan perbuatan yang suci.

Contoh Penerapan Teks Tri Satya dalam Kehidupan

Ada banyak sekali contoh penerapan isi Tri Satya dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi ketiga poin Tri Satya sebenarnya mengandung makna yang cukup luas, sehingga bentuk penerapannya juga semakin besar. berikut beberapa contohnya.

  1. Menjalankan ibadah sesuai keyakinan yang dianut dan meramaikan acara kemerdekaan Indonesia merupakan contoh penerapan dari poin pertama Tri Satya.
  2. Menolong teman atau keluarga yang sedang memerlukan bantuan baik dalam bentuk kecil ataupun besar, serta turut berpartisipasi ketika kegiatan sosial dalam masyarakat dilaksanakan seperti kerja bakti, merupakan contoh penerapan dari poin ketiga Tri Satya.
  3. Bertanggung jawab ketika diberikan amanah untuk menjalankan suatu tugas, sehingga pemberi amanah dapat terus mempercayai adalah bentuk penerapan dari poin ketiga Tri Satya yang memuat tentang ketaatan terhadap Dasa Darma.

Tri Satya Pramuka memiliki makna yang begitu luhur. Tak salah bila ia diajarkan dan dihafalkan oleh anak-anak pramuka. Semoga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.