Teknik Dasar Bola Basket dan Penjelasannya!

Siapa yang tidak kenal salah satu olahraga paling populer di dunia ini? Diperkenalkan oleh James Naismith bola basket terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Sama seperti olahraga lainnya, bola basket juga memiliki teknik dasar dalam permainan. Berikut ulasan lengkapnya.

Teknik Dasar Bola Basket

1. Teknik Memegang Bola

Teknik memegang bola adalah teknik paling dasar yang wajib diketahui oleh setiap pemain basket. Dikatakan teknik paling dasar, karena memiliki pengaruh dan peran besar terhadap teknik dasar lainnya. Pada dasarnya teknik ini cukup mudah untuk dipraktekkan.

Secara praktek yang harus diperhatikan adalah posisi tangan ketika memegang bola. Pertama-tama bola harus berada di antara kedua telapak tangan dalam kondisi diam. Sikap tangan harus memiliki bentuk menyerupai mangkuk dan letaknya cenderung ke belakang.

Selain itu kondisi jari-jari saat memegang bola harus terentang dan melekat. Ibu jari berada di bagian belakang bola yang mengarah ke depan. Sementara itu kedua kaki mengambil posisi kuda-kuda dan tubuh sedikit condong ke depan dengan tatapan yang lurus.

2. Pasing atau Teknik Mengoper dan Mengumpan Bola

Teknik mengoper bola adalah teknik dasar yang sangat dibutuhkan ketika permainan dilakukan secara tim, karena menjadi dasar dalam membangun kerjasama dengan rekan lainnya. Passing dapat dilakukan menggunakan dua tangan sekaligus atau hanya satu tangan saja. Adapun teknik ini terbagi ke dalam beberapa cara yaitu:

Chest Pass

Teknik mengumpan bola ini juga biasa disebut umpan setinggi dada, dilakukan dengan meletakkan bola tepat di depan dada. Chest Pass merupakan teknik paling sederhana dalam passing. Dalam prakteknya teknik ini biasa menggunakan dua tangan untuk mengoper bola.

Ketika mengoper bola menggunakan teknik ini dalam suatu pertandingan biasanya pemain tidak menatap mata rekannya. Hal ini bertujuan agar tim lawan tidak membaca gerakan tersebut atau juga disebut sebagai gerakan tipuan. Bola yang dioper menggunakan teknik ini harus bergerak lurus ke depan, artinya tidak membumbung tinggi atau bergerak ke bawah.

Bounce Pass

Bounce pass juga disebut teknik pantul. Teknik ini dilakukan dengan memantulkan bola ke lantai menggunakan satu atau dua tangan untuk diterima rekan bermain. Biasanya teknik ini menjadi alternatif jika berada dalam posisi block oleh anggota tim lawan. Bola yang dioper menggunakan teknik ini dapat memantul sekitar dua pertiga jarak penerima

Overhead Pass

Overhead pass merupakan umpan yang dilakukan di atas kepala. Tujuan dari teknik passing ini adalah counter attack yang dilakukan dengan cara melempar bola hingga daerah pertahanan lawan. Teknik ini biasanya dilakukan jika posisi terdesar oleh tim lawan, sementara untuk menerima operan overhead pass tangan penerima harus berada di atas.

Baseball Pass

Teknik ini menyerupai lemparan baseball. Cara melakukan lemparan adalah menggunakan satu tangan dengan tenaga yang sangat kuat. Posisi awal bola sejajar dengan kepala, tetapi sedikit ke belakang demi mendapat kekuatan yang besar.

Back Pass

Teknik ini dilakukan dengan mengoper bola dari arah punggung dengan satu tangan. Untuk melakukan back pass pengoper harus memastikan bahwa penerima berada dekat dengannya.

Under Pass

Under pass dilakukan dengan mengoper bole menggunakan satu tangan ke penerima melalui posisi sepinggang. Teknik passing ini bagusnya dilakukan jika penerima berada dekat dengan pengoper bola.

Hook Pass

Hook pass merupakan teknik mengumpan dimana tangan menyerupai bentuk pancing. Teknik ini dilakukan dengan melekukkan tangan ke arah atas melewati bahu. Bola dilepaskan ketika berada di depan wajah untuk operan datar.

Jump Hand Pass

Jump hand pass dilakukan dengan cara mengoper bola kepada rekan setim dalam keadaan melompat. Artinya pengoper melompat sambil mengoper bola kepada penerima.

3. Teknik Menangkap Bola

Teknik menangkap bola juga disebut catching ball yang terbagi menjadi dua jenis. Pertama menangkap bola tepat di depan dadan dan kedua menangkat di atas kepala. Caranya cukup mudah jari-jari kedua telapak tangan terentang dalam kondisi rileks. Ketika bola datang segera lekatkan tangan pada bola dan sedikit tarik ke belakang sesuai arah datangnya.

4. Dribbling atau Teknik Menggiring Bola

Teknik menggiring bola bertujuan untuk membawa bola agar terhindar dari lawan. Caranya menggiringnya yaitu dengan memantulkan bola ke lantai menggunakan satu tangan dan jangan sampai tangan terkepal saat memantulkan. Ada dua jenis teknik menggiring bola yaitu dribble tinggi dan dribble rendah.

Teknik dribble tinggi dilakukan dengan menggiring bola secara cepat atau berlari menuju area pertahanan lawan. Sementara teknik dribble rendah dilakukan untuk mencari celah ketika lawan menghadang untuk merebut bola.

Harus diingat bahwa saat dribbling, bola harus dipantulkan ketika langkah pergerakan. Jika lebih dari itu akan dianggap sebagai suatu pelanggaran. Selain itu beberapa hal yang harus diperhatikan saat dribbling adalah kontrol pada jari-jari tangan, pertahankan tubuh agar tetap rendah, kepala berada dalam posisi tegak, kombinasi kedua tangan, serta harus melindungi bola.

Dribbling terdiri atas tujuh macam teknik:

  • Pertama disebut sebagai dribble change of pace dribble dilakukan secara bergantian antara kedua tangan.
  • Kedua adalah dribble low atau control dribble dilakukan dengan cara mengatur penguasaan bola serta tempo permainan.
  • Ketiga yaitu dribble high atau speed dribble yang dilakukan saat melakukan serangan balik.
  • Teknik keempat disebut dribble crossover yang dilakukan secara menyilang.
  • Kelima adalah behind the back dribble dengan cara meletakkan bola di belakang tubuh.
  • Keenam adalah between the legs dribble dengan memposisikan bola di depan kaki.
  • Teknik terakhir adalah spin dribble yang merupakan teknik tersulit dan membutuhkan keahlian khusus, karena teknik ini dapat membuat bola bergerak secara liar.

5. Shooting atau Teknik Menembak Bola ke dalam Ring

Shooting dilakukan untuk melemparkan bola ke dalam keranjang atau ring. Ketika melakukan shooting yang perlu diperhatikan adalah penggunaan kuda-kuda, teknik memegang bola, serta cara melakukan shoot. Pada dasarnya teknik ini merupakan tujuan utama dari dribble serta usaha untuk mempertahankan bola dari serangan lawan.

Ada tujuh macam teknik menembak bola ke dalam keranjang. Ketujuh jenis shooting ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan terhadap kondisi dan situasi permainan. Adapun ketujuh jenis teknik tersebut adalah:

One hand set shoot atau tembakan dengan satu tangan

Tembakan satu tangan merupakan perpaduan antara gerakan meloncat, menembak, serta melepaskan bola dalam waktu yang tepat. Teknik termasuk sulit. Hal yang perlu diperhatikan saat melakukan one hand set shoot adalah persiapkan bola di tangan dan tatap posisi target dalam keadaan fokus.

Sementara itu jangan lupa untuk merentangkan kaki serta usahakan punggung dan bahu berada dalam kondisi rileks. Terakhir adalah lenturkan jari-jari dan pergelangan tangan ke arah depan.

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan teknik ini adalah rendahnya lompatan, posisi bola kurang baik, ketidakseimbangan tubuh, serta menembak sebelum mencapai titik lompatan tertinggi.

Free throw atau lemparan bebas

Disebut lemparan bebas karena biasanya diperoleh akibat pelanggaran yang dilakukan oleh tim lawan dan juga dilakukan pada jarak yang telah ditentukan. Free throw juga biasa disebut sebagai lemparan hukuman.

Ketika melakukan lemparan bebas beberapa hal yang harus dilakukan adalah posisi kaki harus sejajar dengan bahu dengan lukuk sedikit ditekuk serta pastikan tubuh rileks.

Sambil mengumpulkan tenaga fokuskan perhatian dan pikiran pada keranjang. Bola basket dilepaskan dengan jari-jari terarah ke depan, lalu pendaratan dilakukan secara rileks dengan tatap tetap menuju bola.

Jump shoot atau tembakan melompat

Jump shoot biasanya dilakukan ketika pemain lawan tidak bisa mendekati keranjang, sehingga posisi penembak cukup dekat dari ring. Tembakan ini cukup sulit dilakukan, karena shoot sambil melompat, tetapi juga sulit untuk menghalaginya. Hal itu dikarenakan bola ditembakkan tepat pada posisi tertinggi lompatan penembak.

Cara melakukan jump shoot adalah memposisikan kaki secara sejajar atau bisa juga salah satunya berada di depan. Angkat bola ke atas tepat pada saat melompat dan ketika mencapat titik paling tinggi tembakkan bola ke arah ring dengan jari-jari menghadap ke depan. Pendaratan dilakukan secara rileks dan tetap menatap bola.

Three point shoot

disebut three point shoot karena dilakukan pada jarak yang cukup jauh atau posisi penembak berada di luar garis three point. Teknik ini juga cukup sulit, karena jarak yang jauh, sehingga dibutuhkan latihan yang lama. Cara menembakkan bola dengan teknik sama dengan jump shoot.

Hot shoot

Hot shoot juga disebut sebagai tembakan mengait. Jenis tembakan ini dilakukan di dekat keranjang tepatnya sekitar 3 sampai 4 meter. Caranya yaitu bola diangkat dan diposisikan tepat di samping telinga menggunakan dua tangan. Usahakan bola ditembakkan dengan tubuh berirama seimbang menuju target.

Lay up

Lay up merupakan tembakan yang dilakukan setelah berlari menuju ring lawan. Caranya yaitu menembakkan bola dari sisi kiri atau kanan papan. Kaki menjadi hal paling penting dalam melakukan teknik lay up, karena dibutuhkan irama dan gerakan yang tepat.

Cara melakukannya yaitu pemain terlebih dahulu berada dalam posisi diam sambil memegang bola dengan kedua tangan di depan tubuh. Kaki yang menjadi tumpuan berada di depan, sementara kaki belakang diarahkan ke depan dengan gerakan melompat.

Kaki tumpuan kembali bergerak ke depan, tetapi dalam jarak yang pendek lalu diikuti lomcatan setinggi mungkin sambil menembakkan bola ke dalam ring.

6. Pivot atau Teknik Berputar

Disebut pivot karena teknik ini menitikberatkan pada tumpuan. Cara melakukan gerekan ini adalah dengan bertumpu pada salah satu kaki, kemudian berputar sambil memegang bola. Hal yang harus dicatat baik-baik ketika berputar adalah posisi kaki yang berfungsi sebagai tumpuan tidak boleh bergeser.

Pivot biasanya dilakukan setelah menerima bola dari rekan se-tim. Tujuan dari pivot adalah untuk mengecoh dan menghindari serangan lawan. Selanjutnya ada tiga hal yang dapat dilakukan setelah pivot yaitu menggiring bola atau dribble, melempar bola atau passing, dan menembakkan bola atau shooting.

7. Teknik Rebound

Teknik rebound adalah teknik dasar yang dilakukan dengan cara mengabil bola dari teman yang gagal memasukkannya ke dalam ring.

Rebound juga dapat memberikan tambahan poin dan menjadi salah satu hal pendukung dalam memperoleh kemenangan. Jika bukan kemenangan setidaknya teknik rebound dapat memberikan posession ball yang baik.

Ada dua jenis teknik rebound yang biasa dilakukan yaitu rebound ofensif dan rebound defensif. Rebound ofensif adalah mengambil bola dari rekan tim yang gagal masuk ring dan kembali mencoba shoot. Jika bola berhasil masuk ke dalam ring, maka poin yang didapat berjumlah 2 poin.

Sementara itu rebound defensif adalah teknik yang bertolak belakang dengan rebound ofensif. Langkah awal teknik ini sama yaitu mengambil bola dari rekan tim yang gagal masuk ring, tetapi tidak mencoba shoot kembali.

Pemain yang dapat menguasai teknik ini dapat menyelamatkan tim dari kekalahan bahkan memberikan peluang untuk counter attack.

8. Teknik Slam Dunk

Teknik ini merupakan dasar permainan basket yang balik populer dan dianggap berkelas. Cara melakukan teknik ini sebenarnya mudah saja terutama untuk pemain yang memiliki tubuh tinggi serta titik loncatan yang juga tinggi.

Hal ini dimaksudkan agar ketika melakukan shoot pemain lawan tidak dapat menghalangi. Slam dunk dilakukan untuk memasukkan bola ke dalam ring dengan cara melayang di udara tepat setelah melompat.

Itulah beberapa teknik dasar dalam bola basket serta penjelasannya yang wajib diketahui sebelum memutuskan jadi pemain profesional. Sebelum mencoba melakukan teknik-teknik tersebut pastikan bahwa kamu sudah melakukan pemanasan untuk menghindari cedera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *