Sistem Pencernaan Manusia Beserta Fungsi dan Penjelasannya

Sistem Pencernaan Manusia – Makanan yang kita makan setiap hari akan mengalami berbagai proses agar bisa dirubah dan diserap zat gizinya oleh tubuh kita. Proses tersebut adalah proses pencernaan. Ada banyak organ pencernaan yang terlibat dalam hal ini.

Selain karena sistem pencernaan memiliki posisi yang sangat penting bagi manusia. Ternyata sistem pencernaan manusia juga amat begitu rumit. Membuktikan bahwa ia merupakan karya tuhan yang luar biasa. Ia bisa bekerja secara auto.

Menariknya, sendainya kita tak pernah punya pencernaan, mungkin setengah kejahatan di dunia ini tidak akan pernah ada. Sebab diakui atau tidak, banyak kejahatan bersumber dari urusan perut. Perut adalah bagian dari sistem pencernaan. Tetapi perlu diingat, memenuhi kebutuhan perut tidak sama artinya dengan memenuhi kejahatan manusia.

Pengertian Sistem Pencernaan Manusia

Sistem Pencernaan Manusia

Setiap hari kita makan dan minum untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Tapi pernahkah anda memikirkan bagaimana proses dan cara kerja tubuh manusia dalam mengolah makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh sehingga menghasilkan energi buat aktifitas dan pertumbuhan kita?

Sistem pencernaan manusia atau juga dikenal gastrointestinal system adalah suatu rangkaian pengolahan makanan dan minuman yang dimulai dari mulut dan berakhir di anus atau rectum.

 

Urutan Proses Sistem Pencernaan Manusia Antara Lain

Mulut · Fаrіng · Eѕоfаguѕ (Kеrоngkоngаn)· Lаmbung · Pаnkrеаѕ · Kаntung еmреdu · Hаtі · Uѕuѕ hаluѕ (uѕuѕ duа bеlаѕ jari, uѕuѕ kosong, uѕuѕ реnуеrараn) · Usus besar · Uѕuѕ buntu · Umbai Cасіng · Rеktum ·Anuѕ

 

Alat Alat Pencernaan Manusia beserta dengan fungsinya

Secara garis besar, ada dua jenis dari sistem pencernaan manusia yang memiliki peran dasar dalam mencerna makanan. Pertama adalah organ atau bagian fisik yang menjadi tempat terjadinya proses pencernaan, dan yang kedua adalah kelenjar pencernaan atau zat yang terlibat dalam membantu proses pencernaan.

Mari kita ulas keduanya:

#1. Organ pencernaan

Organ pencernaan adalah ogan yang berfungsi mencerna makanan di setiap segmennya. Organ yang berbentuk wadah, tempat atau saluran ini dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan terakhir di rectum. Kesemuanya adalah satu kesatuan organ pencernaan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainya.

Organ pencernaan makanan pada manusia diantaranya.

  • Mulut
  • Kerongkongan
  • Lambung
  • Usus Halus
  • Usus Besar
  • Anus

1. Mulut

Mulut adalah pintu masuk pertama makanan yang dimakan oleh manusia. Dalam mulut ini ada tiga buah organ yang membantu proses awal pencernaan makanan, yaitu:

  • Gigi. Dengan proses mekanik, gigi yang berfungsi menggigit, merobek, memotong, mengunyah dan menghaluskan makanan agar bisa melewati organ selanjutnya yaitu kerongkongan.
  • Air ludah dan kelenjar ludah (Glandula Saliva). Dengan proses kimiawi, enzim ptyalin atau amilase yang terdapat dalam air ludah berfungsi menguraikan polisakarida atau amilum menjadi disakarida atau maltose. Ludah menghasilkan tiga buah kelenjar ludah yaitu kelenjar parotis yang terdapat di bawah telinga, submaksiliaris di rahang bawah dan sublingualis yang berada tepat di bawah lidah.
  • Lidah. Lidah juga merupakan bagian dalam mulut sebagai organ pencernaan. Lidah sendiri memiliki beberapa fungsi utama. Diantaranya sebagai Indera pengecap, Membantu proses menelan makanan agar bisa masuk ke rongga kerongkongan, Membantu proses pencampuran makanan dengan air ludah agar tetap basah dan tidak kering dan Membantu pengaturan posisi makanan dalam mulut.

2. Kerongkongan atau esophagus

Organ pencernaan manusia berikutnya adalah Kerongkongan atau esophagus, yakni sebuah lumen yang memiliki diameter sekitar 2 cm dan panjang 25 cm. Dalam saluran ini tidak terjadi pengolahan makanan, karena makanan hanya melewatinya. Kira-kira selama 6 detik saja sebelum masuk ke dalam rongga lambung setelah terlebih dahulu melalui pintu masuk yang dinamakan spinter esophageal.

Tabung esophagus ini selalu basah oleh lendir dari kelenjar mukosa. Esophagus memiliki otot-otot yang selalu melakukan gerakan mengembang dan mengempis secara bergantian atau yang dikenal dengan gerakan peristaltic yang berfungsi mendorong makanan ke dalam lambung.

Sementara fungsi dari spinter esophageal adalah membuka pada saat makanan hendak masuk ke dalam lambung, dan otomatis tertutup kembali untuk mencegah makanan kembali naik ke atas dari dalam lambung.

3. Lambung

Dari kerongkongan, makanan akan masuk ke dalam lambung. Lambung juga dikenal di dunia medis dengan istilah ventriculus, terletak di sebelah kiri bawah diafragma. Lambung adalah tempat penyimpanan makanan secara sementara saja.

Lambung terdiri dari empat buah segmen yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah (fundus), korpus atau bagian pusat organ lambung, dan bagian bawah (pylorus).

Anatomis lambung dibatasi oleh dua buah spinter: Spinter atas dan Spinter bawah. Spinter atas yaitu spinter esophageal yang berfungsi menjaga makanan untuk tidak kembali naik ke kerongkongan, dan mengijinkan makanan dari kerongkongan untuk turun ke lambung.

Sementara spinter bawah yang berhubungan dengan usus halus atau usus dua belas jari disebut spinter pyloric, yang berfungsi untuk melepaskan massa makanan yang telah berubah menjadi berbentuk bubur yang disebut chyme ke dalam usus dua belas jari secara sedikit demi sedikit dan bertahap.

Fungsi utama lambung adalah:

  • Menyimpan makanan dan minuman sementara. Makanan dan minuman yang berasal dari kerongkongan atau esophagus didorong oleh gerakan peristaltic menuju ke arah lambung dan disimpan untuk sementara waktu
  • Mencampur makanan dengan cairan dan getah lambung. Getah lambung ini menghasilkan beberapa enzim, antara lain:
      • Air
      • Asam klorida (HCL) – membunuh berbagai macam kuman yang turut serta makanan
      • Pepsin – mengkonversi molekul protein menjadi peptide dan partikel-partikel kecil
      • Renin – mengubah kaseinogen menjadi kasein
      • Lipase – menghidrolisis triglicerida menjadi asam lemak dan gliserol
      • Musin – melicinkan makanan sehingga mudah untuk dicerna lambung
      • Kelenjar buntu – menghasilkan hormone gastrin
  • Mengeluarkan hasil proses makanan yang telah berbentuk bubur (chyme) ke dalam usus halus

4. Usus halus

Bagian selanjutnya dari organ pencernaan pada tubuh manusia adalah usus halus. Usus halus ini terbagi dalam tiga segmen utama, yaitu usus dua belas jari (duodenum), bagian tengah melingkar (jejenum) dan bagian akhir (ileum).

Usus halus adalah usus yang terletak antara lambung dan usus besar. Memiliki panjang sekitar 8,5 meter – apabila dibentangkan. Bentuknya yang berbelit-belit dan memiliki kotak-kotak membuatnya mampu berfungsi maksimal dalam proses pencernaan.

Doudenum ini memiliki panjang sekitar 25 cm sampai dengan 35 cm. Memiliki tingkat keasaman hanya sebatas pH 9, yang bisa dikatakan semua makanan yang masuk ke dalamnya akan berasa basa semua.

Fungsi dari usus halus:

1. Membantu proses pencernaan dan penyerapan makanan

Makanan akan dicerna dan diolah menjadi bagian-bagian halus yang kemudian diserap sari patinya. Bagian makanan yang lebih besar akan diteruskan ke dalam usus besar, yang mana apabila telah tidak dapat diambil sari patinya maka akan dilanjutkan ke rectum untuk dilakukan proses defekasi atau pembuangan feses.

2. Penyerapan zat gizi dan nutrisi esensial tubuh

Makanan selain dicerna, namun juga diserap zat-zat gizinya di dalam organ usus duabelas jari ini. Contohnya, asam amino yang terdapat dalam telur, menjadi protein, begitupun dengan nasi, sayuran, buah-buahan dan makanan lainnya, diserap dan diambil zat gizi yang berguna untuk proses pertumbuhan dan perkembangan sel tubuh secara keseluruhan.

3. Penghasil enzim dalam proses penguraian zat-zat gizi makanan

Dengan tingkat kebasaan yang mencapai level 9, maka usus duodenum ini sangat optimal menghasilkan berbagai jenis enzim yang memang hanya cocok bekerja pada tingkat basa saja. Contoh enzim yang dihasilkan disini antara lain enterokinase, maltase, lactase, sucrose, peptidase, lipase usus, erepsin (dipeptidase), disakrase, dan nuclease.

4. Penghubung lambung dan usus besar

Sebagai pintu masuk pertama makanan dari lambung yang mengolah makanan dalam kondisi asam, maka tugas usus halus adalah menstabilkan makanan yang bersifat asam tadi menjadi basa agar dapat diproses dalam kondisi basa dimana hanya enzim yang terdapat dalam usus duabelas jari saja yang mampu bekerja dengan tingkat pH 9.

5. Mukosa otot

Mukosa otot ini berfungsi memaksimalkan proses pencernaan makanan agar lebih baik dan halus untuk proses selanjutnya.

6. Terdapat lendir pelicin

Dihasilkan oleh kelenjar Brunner, lendir yang terdapat dalam usus duabelas jari ini membantu proses pencernaan makanan yang telah melewati spinter pylorus dengan cara melumasi makanan agar makanan lebih mudah dicerna dan memaksimalkan pengeluaran kandungan nutrisi dan gizi yang terdapat didalamnya.

7. Penyerapan protein

Usus duabelas jari memiliki jonjot-jonjot yang didalamnya terdapat sel kripta lieberkuhn. Sel ini mampu menghasilkan enzim enterokinase, enzim enterokinase dengan keberadaannya mampu mengaktifkan enzim tripsin yang berfungsi mengubah protein menjadi asam amino.

8. Penyerapan karbohidrat dan gula

Usus duabelas jari memiliki sel sekretosi mukosa usus halus. Yang mana sel tersebut mampu memecah zat gula menjadi disakaride. Lalu kemudian disakaride ini dipecah bisa berbentuk maltose, sukrosa ataupun laktosa. Pada akhirnya apabila masih dapat dipecah lagi maka dapat berupa dua buah glukosa yaitu glokusa dan fruktosa serta glukosa dan galaktosa.

9. Penyerapan asam lemak

Dibutuhkan enzim lipase untuk dapat mengolah asam lemak atau gliserol. Yang mampu mengaktifkan enzim lipase ini bekerja adalah sel mukosa usus halus yang terdapat di duodenum ini.

10. Penguat sistem kekebalan tubuh

Fungsi lain dari jonjot-jonjot duodenum adalah penghasil kelenjar limfa atau nodus limfatikus yang berfungsi untuk membantu pertahanan tubuh.

11. Tempat berkumpulnya saluran-saluran penting tubuh

Terdapat cairan yang dihasilkan oleh kantung empedu yang berguna untuk pembuangan kolesterol dan bilirubin. Selain itu juga terdapat saluran pancreas yang menghasilkan insulin suatu zat penstabil kadar gula dalam darah untuk mencegah dan mengatasi penyakit diabetes.

5. Usus besar

Sistem pencernaan manusia berikutnya adalah Usus besar yang terdiri dari tiga bagian utama yaitu sekum, kolon dan rectum. Panjang usus besar kurang lebih 5 sampai 6 meter.

  • Sekum merupakan bagian awal dari usus besar yang memungkinkan makanan yang berasal dari usus halus menuju proses akhir pembuangan.
  • Kolon adalah bagian tengah dari usus besar. Kolon terdiri dari kolon asenden, kolon transenden, kolon desenden, dan kolon sigmoid.
  • Rectum adalah bagian akhir dari rangkaian usus besar tempat penyimpanan feses yang mampu melakukan gerakan konstraksi yang menyebabkan terjadinya defekasi atau pembuangan limbah makanan akhir oleh anus.

#2. Kelenjar Pencernaan

Selain memiliki organ pencernaan, sistem pencernaan manusia juga memiliki kelenjar pencernaan. Keduanya menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Kelenjar pencernaan adalah serangkaian kelenjar yang membantu proses pencernaan makanan yang terjadi dalam tiap-tiap organ pencernaan yang telah diterangkan di atas.

Kelenjar pencernaan ini terdiri dari beberapa kelenjar, yaitu:

  • Kelenjar ludah. Kelenjar ludah atau glandula saliva. Kelenjar ini menghasilkan air liur yang berfungsi membasahi makanan, membunuh mikroorganisme dan mencegah mulut menjadi kering atau dehidrasi.
  • Kelenjar pancreas. Pancreas menghasilkan enzim pencernaan, hormon insulin dan glucagon.
  • Hati. Kelenjar ini adalah kelenjar terbesar dalam tubuh manusia. Fungsi dari kelenjar hati adalah Memproduksi empedu sebagai kelenjar eksokrine, Tempat penyimpanan cadangan lemak, vitamin A, B12, D, glikogen dan albumin dan Pendetoksifikasian zat-zat beracun dalam makanan
  • Kelenjar empedu. Fungsi kelenjar empedu adalah sebagai zat pengemulsi lemak.

Itulah pembahasan lengkap tentang sistem pencernaan manusia beserta fungsi dan penjelasannya yang bisa saya katakan. Sungguh kalau kita benar-benar memikirkannya, sistem pencernaan manusia adalah sesuatu yang rumit. Sebuah hasil karya tuhan yang tidak bisa ditandingi oleh manusia. Semoga kita menjadi manusia yang sadar.

0 Replies to “Sistem Pencernaan Manusia Beserta Fungsi dan Penjelasannya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.