Materi Permainan Sepak Bola : Teknik Dasar, Pengertian, Sejarah, Tujuan, dan Peraturan

Sepak bola adalah permainan universal yang dicintai masyarakat dunia. Tak hanya kaun adam, penggemarnya juga datang dari kaum hawa. Setiap kali ada pertandingan yang mempertemukan tim besar, stadion pasti penuh oleh para fans. Di Indonesia pun begitu, meski akhir-akhir ini isu pengaturan skor mencoreng sepakbola.

Selain isu tersebut, masalah sepak bola juga datang dari fans. Banyak pekelahian antar suporter berujung dengan pengkrusakan dan bahkan maut. Terkadang pertikaian ini terjadi karena antar suporter tersebut tidak memahami materi sepakbola. Keduanya bertengkar terkait keputusan wasit dan saling membela tim kesayangnya sebagai yang benar.

Apa Itu Sepak bola?

Apa Itu Sepak bola

Pertanyaan yang terdengar sangat sederhana, tetapi tidak mudah dijawab. Apalagi bagi yang sama sekali tidak tertarik dengan sepakbola. Pengertian sepak bola bisa jadi hal yang rumit.

Pengertian sepak bola yang dalam bahasa inggris disebut Football atau Soccer adalah salah satu cabang olahraga yang menggunakan bola. Permainan ini dimainkan oleh dua tim dimana masing-masing tim terdiri dari 11 orang dengan posisi yang berbeda.

Dalam satu tim ada beberapa pemain cadangan. Jumlah pemain cadangan bisa beragam, tetapi pada pertandingan resmi jumlah pergantian yang bisa dilakukan tiap satu tim adalah 3 kali.

Sejak abad ke-21, sepak bola menjadi olahraga yang paling populer di dunia. Lebih dari 250 juta orang di 200 negara memainkan permainan ini. Tak salah bila kemudian ajang pertandingan sepakbola tidak hanya sebatas permainan yang mempertemukan dua tim, tetapi menjadi ajang promosi sebuah negara.

Sayangnya, pamor sepak bola yang begitu besar juga menjadi ladang permainan judi. Hingga akhirnya kompetisi sepakbola di tanah air tersangkut masalah pengaturan skor.

Tujuan permainan ini adalah untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya melebihi jumlah gol yang dicetak oleh tim lawan agar keluar sebagai pemenang. Permainan ini dimainkan pada sebuah lapangan berbentuk persegi panjang dengan berbagai ketentuan.

Setiap negara memiliki induk organisasi yang menaungi kompetisi atau penyelenggaraan sepakbola di negara tersebut. Di Indonesia, induk olahraga sepakbola adalah PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Sedangkan induk organisasi sepak bola internasional adalah FIFA. FIFA menaungi seluruh induk sepakbola di berbagai negara.

Sejarah Sepak bola

Bagaimana sejarah sepak bola hingga bisa berkembang sepopuler ini? Sejarah sepakbola dimulai pada abad ke-2 sebelum Masehi. Banyak yang menyebut asalnya dari Tiongkok.

Tepatnya pada masa Dinasti Han. Pada saat itu, masyarakat Tiongkok bermain olahraga menggiring bola yang terbuat dari kulit lalu menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa sebenarnya juga ditemukan di Jepang dengan sebutan Kemari.

Di Eropa, Itali menjadi negara pertama yang masyarakatnya menggemari sepak bola. Tepatnya pada abad ke-16, masyarakat Itali mulai gemar menendang dan membawa bola.

Selang beberapa tahun, Inggris menjadi negara dengan perkembangan sepakbola modern yang digemari banyak kalangan. Pada saat itu, Inggris menetapkan sejumlah peraturan dalam permainan sepak bola. Sayangnya, pada beberapa kompetisi di dunia, permainan sepakbola malah menimbulkan berbagai konflik kekerasan.

Sampai akhirnya pada tahun 1365 Raja Edward III melarang permainan sepakbola. Larangan ini didukung pula oleh Raja James I dari Skotlandia.

Meski demikian bukan berarti permainan sepakbola berhenti berkembang. Bahkan pada tahun 1815, perkembangan besar terjadi pada olahraga sepakbola. Sepakbola menjadi semakin terkenal seiring dengan terkenalnya permainan ini di lingkungan universitas dan sekolah.

Pada tahun 1863, sepakbola yang lebih modern lahir. Pada saat itu, di Freemasons Tavern 11 sekolah dan klub berkumpul lalu merumuskan aturan baku untuk permainan sepakbola. Saat itu terjadi pula pemisahan antara rugby dengan sepakbola (soccer).

Tahun 1869, aturan permainan sepakbola menetapkan  bahwa membawa bola dengan tangan dilarang. Kecuali untuk penjaga gawang. Beberapa aturan baku dalam permainan sepakbola juga semakin berkembang seiring semakin populernya permainan sepakbola.

Pada 1904 organisasi yang menaungi permainan sepak bola tertinggi dibentuk dengan nama FIFA (Federation of International Football Association). Sejak saat itu, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara. Termasuk juga di Indonesia.

Tujuan Bermain Sepak bola

Tujuan Bermain Sepakbola

Jika dilihat sekilas, sepak bola adalah permainan  memperebutkan bola. Satu bola dalam lapangan diperebutkan oleh kedua tim demi mencetak gol. Yang jadi pertanyaanya, sebenarnya apa sih tujuan bermain sepakbola itu?

Tujuan utama bermain sepak bola adalah untuk memasukkan bola ke dalam gawang lawan (gol) lebih banyak dari jumlah gol yang diciptakan pemain lawan. Kalau tim B bisa memasukkan bola sebanyak dua kali, maka agar Tim A bisa menang harus bisa memasukkan bola lebih dari 2 ke gawang Tim B.

Selain itu, ada beberapa tujuan lain dalam bermain sepak bola, yaitu:

  • Menghalau atau mencegah bola supaya tidak masuk ke gawang sendiri.
  • Membangun kerjasama tim yang solid agar pemain lawan tidak mudah merebut bola.
  • Membangun dan menjaga sportifitas antar pemain.
  • Meraih prestasi dalam dunia olah raga, terkhusus dalam permainan sepakbola.
  • Meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh.
  • Untuk bersenang-senang dengan sesama pemain sepakbola yang sama-sama mencintai sepakbola.
  • Untuk mempererat persaudaraan antar pemain.

Selain itu, masih ada banyak tujuan bermain sepakbola sesuai dengan tujuan diadakanya pertandingan. Misalnya sebagai laga amal dan lainya.

Teknik Dasar Sepak bola

Banyak orang yang antusias dan ingin untuk belajar mengenai teknik dasar sepakbola yang baik. Sepak bola memang merupakan olahraga yang mengandalkan kemampuan teknis, kecepatan, dan strategi. Untuk bisa bermain sepak bola dengan lebih baik, alangkah baiknya jika mempelajari teknis dasarnya terlebih dahulu.

1. Teknik Menggiring Bola

Teknik menggiring bola atau dribbling dalam permainan sepak bola merupakan teknik yang menggunakan kaki untuk menggiring bola. Tujuannya adalah membawa sekaligus mengontrol lajunya bola.

Dalam sepak bola, bergantung kepada situasinya, ada dua jenis dribbling yaitu speed dribbling dan closed dribbling. Teknik closed dribbling dilakukan dengan mengontrol bola secara penuh saat kondisi tidak aman dari pemain lawan, biasanya jarak bola selalu dekat dengan kaki. Sedangan teknik speed dribbling dilakukan dengan cara menendang bola agak jauh ke depan kemudian dikejar.

Berdasarkan posisi bola terhadap kaki, ada tiga jenis teknik menggiring bola yaitu menggiring menggunakan punggung kaki, kaki bagian dalam, dan kaki bagian luar.

a. Teknik Menggiring Bola Menggunakan Punggung Kaki

  • Bagian depan kaki ditaruh di ujung bola
  • Dorong bola menggunakan punggung kaki
  • Jika ingin menghentikan bola bisa menggunakan telapak kaki

b. Teknik Menggiring Bola Menggunakan Kaki Bagian Dalam

  • Putar pergelangan kaki ke arah luar sehingga bagian dalam kaki menghadap ke ujung bola
  • Dorong bola menggunakan kaki bagian dalam
  • Jika ingin menghentikan bola bisa menggunakan telapak kaki

c. Teknik Menggiring Bola Menggunakan Kaki Bagian Luar

  • Putar pergelangan kaki ke arah dalam sehingga bagian luar kaki menghadap ke ujung bola
  • Dorong bola menggunakan kaki bagian luar
  • Jika ingin menghentikan bola bisa menggunakan telapak kaki

2. Teknik Menendang Bola

Teknik menendang bola merupakan teknik yang sangat penting di permainan sepak bola. Teknik ini berguna untuk memindahkan bola baik untuk dioper ke pemain lain maupun untuk memasukkan bola ke gawang lawan. Secara umum, ada banyak teknik berbeda untuk menendang bola. Meskipun begitu, tiga teknik yang paling populer yaitu menendang menggunakan bagian luar kaki, menggunakan bagian dalam kaki, dan menggunakan punggung kaki.

  • Menendang bola menggunakan bagian luar kaki
  • Menendang bola menggunakan bagian dalam kaki
  • Menendang bola menggunakan punggung kaki
  • Menendang bola menggunakan punggung sisi dalam kaki
  • Menendang bola menggunakan tumit
  • Menendang bola menggunakan ujung jari kaki atau ujung sepatu

3. Teknik Mengoper Bola

Teknik mengoper atau mengumpan bola atau passing merupakan metode untuk memindahkan bola ke pemain lain dengan metode yang lebih aman dan efektif dibandingkan dengan cara menggiring bola. Ada dua jenis operan atau passing yaitu passing pendek dan juga passing panjang atau through pass atau disebut juga umpan lambung.

Teknik untuk mengoper bola bisa dilakukan dengan cara berikut:

  • Posisikan badan menghadap ke bola
  • Fokus kepada pemain yang akan dituju
  • Tendang bola menggunakan kaki ke pemain yang dituju dengan memperkirakan jarak dan tenaga yang dibutuhkan

4. Teknik Menghentikan Bola

Teknik menghentikan bola diperlukan terutama setelah menerima operan bola dari pemain lain. Teknik ini bertujuan agar pemain dapat mengatur jalannya bola atau mempermudah untuk mengoper bola. Ada beberapa teknik yang bisa digunakan untuk menghentikan bola:

  • Menghentikan bola menggunakan kaki, baik punggung kaki, telapak kaki, kaki bagian dalam, maupun kaki bagian luar
  • Menghentikan bola menggunakan dada
  • Menghentikan bola dengan paha
  • Menghentikan bola dengan perut

5. Teknik Menyundul Bola

Teknik menyundul bola atau heading memanfaatkan anggota tubuh bagian kepala. Teknik ini digunakan apabila bola terlalu tinggi dan sulit digapai menggunakan kaki. Teknik ini bisa digunakan untuk mengoper bola, mencetak gol ke gawang, ataupun menghalangi serangan dari pemain lawan.

Menyundul bola bisa digunakan sambil berdiri atau sambil loncat. Bagian kepala yang digunakan hendaknya bagian dahi, bukan ubun-ubun agar pemain dapat mengarahkan bola sesuai dengan keinginannya.

6. Teknik Merebut Bola

Teknik merebut bola disebut juga dengan intercepting. Teknik ini bertujuan agar bisa merebut bola dari kaki pemain lawan. Supaya teknik ini bisa berhasil dilakukan, sebelumnya perlu untuk membaca gerakan lawan dan pergerakan bola.

Teknik ini sering salah dilakukan, dimana pemain seperti ingin merebut kaki lawan, bukan ingin merebut bola. Cara termudah untuk bisa merebut bola yaitu saat adanya long pass oleh pemain lawan.

7. Teknik Menyapu Bola

Teknik menyapu bola disebut juga dengan sliding tackle. Teknik ini dilakukan dengan tujuan untuk bisa bertahan dari serangan lawan. Pemain harus berhati-hati saat melakukan teknik ini agar tidak terjadi pelanggaran.

Pada saat yang tepat, pemain perlu untuk menyesuaikan kecepatannya dengan lawan lalu menjatuhkan badan sambil meluruskan satu kaki agar bisa menahan laju bola.

8. Teknik Lemparan ke Dalam

Teknik lemparan ke dalam dilakukan apabila pada saat permainan berlangsung, bola keluar lewat sisi dari lapangan. Lemparan ini dilakukan agar bola bisa masuk kembali ke lapangan dan permainan bisa dilanjutkan. Lemparan ini dilakukan oleh pemain tim yang bukan menyentuh bola terakhir kali sebelum keluar dari lapangan.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat melakukan teknik lemparan ke dalam, yaitu:

  • Bola dilempar menggunakan kedua tangan pemain
  • Bola dilempat melewati bagian atas kepala pemain
  • Kedua kaki pemain tetap menempel tanah atau berjinjit saat melempar bola
  • Posisi kaki pemain bisa sejajar rapat, dibuka lebar, atau salah satu kaki ada di depan kaki lainnya

9. Teknik Menangkap Bola

Teknik menangkap bola perlu untuk dikuasai pemain yang berperan sebagai penjaga gawang. Teknik ini disebut juga dengan istilah goal keeping. Penjaga gawang perlu untuk berlatih menangkap bola menggunakan kaki atau terutama menggunakan tangan agar memiliki refleks yang bagus.

Peraturan Sepak bola

Peraturan Sepakbola

Tiap olahraga memiliki peraturan termasuk dalam sepakbola. Peraturan sepak bola mencakup atas sejumlah hal. Sebelum memainkan olahraga sejuta umat ini, ada baiknya untuk mengetahui apa saja peraturan yang berlaku.

Tujuannya agar permainan berjalan lancar dan meminimalisir terjadinya pelanggaran. Di bawah ini akan diulas lebih lanjut untuk sejumlah peraturan dalam sepakbola.

Jumlah dan Posisi Pemain

Dalam permainan sepakbola, tiap timnya memiliki jumlah pemain sebanyak 11 orang. Tiap pemain menempati posisi dan tugasnya masing-masing. Antara lain:

1. Penjaga Gawang (Goal-Keeper)

Penjaga gawang merupakan satu-satunya pemain dalam lapangan yang boleh menyentuh bola dengan tangan. Namun keistimewaan tersebut hanya boleh dilakukan di dalam kotak pinalti. Penjaga gawang juga berperan sebagai orang pertama dalam sebuah serangan.

Maka idealnya untuk posisi tersebut diduduki oleh pemain berbadan besar, tinggi, dan memiliki insting serta refleks sempruan dalam menangkap bola. Tugas penjaga gawang terdiri atas empat peranan. Yakni menyelamatkan, mengarahkan pertahanan, membersihkan, serta mendistribusikan bola.

2. Bek/Pemain Bertahan

Bek atau pemain bertahan menduduki posisi di daerah belakang. Peran utamanya membantu penjaga gawang dalam mencegah terjadinya gol. Bek juga bertugas mencegah serangan lawan hingga mem-blok tembakan dari pemain lawan. Agar pertahanan dapat dimaksimalkan, posisi bek pun terdiri atas empat jenis.

  • Bek Tengah (Center-Back)
  • Bek Sayap Kanan
  • Bek Sayap Kiri
  • Penyapu (Sweeper)

3. Gelandang (Midfielder)

Gelandang atau pemain tengah berada di posisi antara bek dan penyerang. Tugas utama gelandang adalah menghubungkan antara penyerang dan bek. Tujuan dari menghubungkan tersebut untuk mencegah agar serangan lawan tidak sampai ke jantung pertahanan.

Selain itu, gelandang juga bertugas mengatur jalannya pertandingan dan menggiring bola ke depan agar bisa sampai ke penyerang. Midfielder juga merupakan posisi yang paling banyak menguras tenaga. Sebab ruang gerak mereka dalam permainan cukup jauh.

Dalam tugasnya pun ada gelandang yang lebih condong bertahan dan ada yang kedudukannya hampir sama seperti penyerang. Sama seperti bek, gelandang pun terbagi menjadi beberapa jenis, yakni:

  • Gelandang Bertahan (Defending-Midfielder)
  • Gelandang Tengah (Center-Midfielder)
  • Gelandang Serang (Attacking-Midfielder)
  • Gelandang Sayap (Winger)

4. Penyerang (Foward)

Penyerang merupakan pemain yang posisinya paling dengan dengan gawang lawan serta memiliki tugas utama mencetak gol. Pemain penyerang memerlukan tiga hal utama untuk menjalankan tugasnya. Yakni teknik, bakat, dan kecepatan.

Jika salah satu dari hal tersebut kurang mendukung maka seorang penyerang akan kesulitan dalam menjalankan tugasnya.

Naluri dan konsentrasi yang tajam juga amat diperlukan oleh penyerang. Fowarder tidak mesti melakukan banyak pergerakan seperti halnya bek atau gelandang. Namun jika rekan se-timnya memberikan bola, maka dia mesti mengubahnya menjadi gol. Pemain penyerang memiliki sejumlah jenis, yakni:

  • Penyerang Tengah (Center-Foward)
  • Penyerang Sayap (Wing-Foward)

Pemain Pengganti

Selain terdiri atas sebelas pemain inti, terdapat pula pemain cadangan dalam sebuah tim. Fungsi pemain cadangan sebagai pengganti pemain inti jika mengalami cedera atau kelelahan saat pertandingan. Pergantian pemain juga bisa berguna untuk perbaikan strategi permainan dan posisi pemain.

Bahkan dalam pergantian pemain juga kerap dilakukan sebagai upaya untuk mengulur waktu di akhir pertandingan. Pemain yang telah diganti tidak diizinkan terlibat lebih lanjut lagi dalam pertandingan. Jumlah maksimum pemain pengganti dalam pertandingan resmi seperti ajang internasional FIFA dan liga domestik adalah tiga orang.

Lapangan Sepak bola

Lapangan sepakbola berbentuk persegi panjang yang ditatami rumput. Selain menggunakan rumput alami, sejumlah lapangan di beberapa stadion juga menggunakan rumput sintetis untuk alasan kepraktisan. Bentuk dan ukuran lapangan sepakbola telah diatur oleh LOTG pada pasal pertamanya.

Dan pada awal tahun 2008, IFAB membuat standarisasi tentang ukuran lapangan sepakbola sebagai berikut:

  • Ukuran panjang lapangan sepakbola minimal 90 meter, maksimal 120 meter.
  • Sementara ukuran lebarnya minimal 45 meter, maksimal 90 meter.
  • Garis tengah lapangan yang menjadi pemisah area tim minimal 45 meter, maksimal 90 meter.
  • Ukuran lingkaran tengah diameternya 9,15-9,5 meter. Di titik tengah lingkaran terdapat titik yang menjadi tempat kick-off.
  • Ukuran kotak pinalti besar sepanjang 40-45 meter dengan lebar 16-19 meter.
  • Ukuran kotak pinalti kecil sepanjang 18 meter dengan lebar 5,5 meter.

Gawang

Tujuan dari sepakbola adalah mencetak gol sebanyak mungkin ke gawang. Maka gawang merupakan salah satu komponen penting dalam lawangan. Ukuran lebar gawang menurut standar FIFA adalah 7,32 meter. Sedangkan tinggi gawang adalah 2,44 meter.

Gawang terdiri atas dua buah tiang yang menjadi patokan tingginya serta satu buah mistar yang menjadi patokan lebarnya. Terdapat jaring/net yang berfungsi mempermudah penilaian gol. Gol dianggap sah jika bola berhasil melampaui garis gawang yang membentang antara dua tiang gawang.

Offside

Offside merupakan situasi yang terjadi ketika seorang pemain diberikan bola pada saat lebih dekat dengan garis gawang lawan dibandingkan posisi pemain lawan. Bisa juga offside diartikan jika ada pemain berdiri sendiri di daerah lawan ketika menerima umpan dari rekannya.

Pemain akan dikenai offside jika tidak sengaja menendang maupun mengenai bola hasil sepakan rekannya. Gol yang terjadi di posisi offside pun akan dianulir wasit karena dianggap tidak sah.

Dalam sejarahnya, terjadi perubahan aturan offside karena kurang jelasnya aturan tersebut. Perubahan tersebut diantaranya:

  • Aturan tiga pemain di belakang. Di dalam peraturan ini, pemain penyerang dinyatakan terkena offside meskipun di depannya masih ada tiga pemain belakang termasuk kiper.
  • Aturan dua pemain di belakang. Aturan ini pertama kali diusulkan oleh Asosiasi sepakbola Skotlandia tahun 1904. Pemain dikatakan offside jika ada dua pemain belakang lawan. Dua pemain tersebut adalah satu bek dan seorang kiper.
  • Aturan satu pemain di belakang. Dalam aturan ini, posisi offside ditentukan ketika menerima umpan hanya tinggal satu pemain belakang lawan di depannya. Satu pemain terakhir ini adalah penjaga gawang.

Durasi Permainan

Dalam pertandingan resmi, total durasi permainan selama 90 menit. Waktu tersebut dibagi menjadi dua babak dengan masing-masing durasi 45 menit. Perhitungan waktu tidak dihentikan ketika bola keluar atau pada saat terjadi pelanggaran. Dalam pergantian babak, diberikan waktu 15 menit untuk istirahat.

Tambahan waktu diberikan dengan memperhitungkan penyisihan waktu yang hilang pada saat pergantian, perawatan pemain yang terkapar, atau penghentian permainan lainnya. Tambahan waktu diberikan di penghujung waktu. Lamanya durasi perpanjangan merupakan kebijaksanaan wasit.

Pelanggaran

Pelanggaran juga kerap disebut dengan istilah Foul. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut pelanggaran secara umum. Secara khusus, pelanggaran terbagi menjadi sejumlah jenis berikut dengan sanksinya.

1. Tendangan Bebas Langsung

Tendangan bebas langsung diberikan wasit kepada tim lawan karena adanya pelanggaran seperti handsball, menghalang-halangi pemain tim lawan, dll. Tim lawan merupakan pihak paling diuntungkan dalam tendangan bebas langsung. Sebab dalam situasi ini, kesempatan mencetak gol cukup besar.

2. Tendangan Bebas Tidak Langsung

Penyebab sanksi satu ini karena adanya offside, pemain yang membahayakan pemain lainnya, menghalang-halangi penjaga gawang, dll.

3. Tendangan Pinalti

Penyebab terjadinya tendangan pinalti karena adanya pelanggaran dari pemain bertahan. Seperti handsball, permainan kasar, dll. Biasanya tendangan pinalti dilakukan jika pelanggaran terjadi di area kotak pinalti lawan.

Agar dalam eksekusi tendangan pinalti sukses, diperlukan teknik menembak yang benar sehingga peluang terciptanya gol lebih maksimal.

4. Handsball

Handsball merupakan pelanggaran yang terjadi karena pemain menyentuh bola dengan tangan. Menyentuh bola dengan tangan bisa dikenai hukuman handsball meskipun terjadi karena ketidaksengajaan. Kiper pun bisa terkena pelanggaran handsball jika menyentuh bola dengan tangan di luar area pinalti.

Pelanggaran handsball ditetapkan jika bola menyentuh lengan atas ketika bola dimainkan, pergelangan, hingga lengan tangan. Jika handsball terjadi di area kotak pinalti, maka hukumannya adalah tendangan pinalti. Sedangkan di luar kotak pinalti maka dikenai sanksi tendangan bebas langsung untuk tim lawan.

5. Kartu Kuning

Kartu kuning diberikan kepada pemain yang melakukan pelanggaran ringan. Seperti menjatuhkan pemain lawan dengan tackle yang dilarang. Tiap pemain hanya boleh menerima satu saja kartu kuning. Jika menerima lebih dari satu kartu kuning selama pertandingan, maka akan dikenai kartu merah dan wajib keluar dari lapangan.

6. Kartu Merah

Kesalahan dalam kategori berat mendapatkan sanksi kartu merah. Misalnya berkata-kata kasar, tindakan tidak sopan terhadap wasit, terlalu berlebihan dalam menyangkal keputusan wasit, bermain curang, hingga sengaja mencederai pemain lain.

Kartu merah juga diberikan jika pemain sudah mendapatkan satu kartu kuning sebelumnya. Selain keluar dari lapangan, pemain yang mendapatkan kartu merah juga tidak dibolehkan mengikuti pertandingan berikutnya.

7. Mengulur-ulur Waktu Permainan

Mengulur-ulur waktu permainan atau delay of game merupakan tindakan yang dilakukan agar waktu permainan lebih lambat. Biasanya tindakan tersebut dilakukan untuk mempertahankan skor sampai peluit akhir pertandingan. Tindakan sengaja tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran dan akan mendapat peringatan keras dari wasit.

8. Diving

Diving merupakan istilah untuk menyebut tindakan pemain yang berpura-pura terjatuh, diserang, hingga disakiti oleh tim lawan.

Tindakan berpura-pura tersebut bertujuan untuk mengulur waktu, mendapatkan hadiah tendangan bebas atau hal lainnya yang menguntungkan timnya. Wasit tidak akan segan memberikan sanksi kartu kuning untuk pelanggaran satu ini.

Wasit dan Petugas Pertandingan

Wasit dan Petugas Pertandingan

Penengah serta pengontrol jalannya pertandingan dipegang oleh wasit. Dalam menjalankan tugasnya, wasit juga dibantu oleh sejumlah petugas pertandingan yang memegang peranan tersendiri.

1. Wasit

Wasit merupakan pengontrol jalannya pertandingan yang memiliki hak penuh selama pertandingan atas seluruh pemain, pelatih, dan seluruh official tim. Wasit pun memiliki perlindungan penuh dari FIFA sehingga keberadaannya begitu vital dalam lapangan. Peran wasit juga begitu penting agar jalannya pertandingan tetap teratur.

Wasit menggunakan peluit sebagai tanda isyarat untuk memulai, menghentikan, dan memberi aba-aba dalam pertandingan. Hukuman berupa kartu kuning, kartu merah, tendangan pinalti, hingga tendangan sudut juga menjadi wewenang wasit dalam menentukannya.

2. Hakim Garis

Petugas pertandingan yang mendampingi wasit berjumlah dua orang. Keduanya juga kerap disebut sebagai hakim garis. Dua asisten wasit ini berdiri di pinggir garis lapangan. Hakim garis bertanggungjawab mengawasi setengah bagian lapangan. Tujuannya untuk mengawasi adanya pelanggaran seperti bola keluar atau offside.

Dalam menjalankan tugasnya, hakim garis akan mengikuti posisi pemain belakang terakhir sehingga mudah dalam menentukan posisi offside. Hakim garis tidak memiliki hak penuh menentukan keputusan pertandingan. Kedua petugas tersebut hanya sebagai pemberi saran pada wasit atas apa yang mereka nilai.

3. Petugas Terakhir

Selain wasit dan hakim garis, ada juga petugas terakhir yang berperan mencatat semua waktu yang sempat terhenti ketika pertandingan berlangsung. Kemudian dari catatan tersebut akan dihitung tambahan waktu di akhir babak. Petugas ini juga berperan memeriksa pergantian pemain serta menjadi penghubung manajer dengan wasit.

Teknologi penggunaan video mulai digunakan untuk memaksimalkan ketepatan keputusan wasit. Misalnya membantu menentukan apakah suatu bola telah melewati garis gawang, hingga menentukan secara akurat keberadaan posisi offiside pemain.

Itulah sejumlah materi dalam permainan sepak bola, diharapkan kita bisa semakin mengerti dan bisa memainkan sepak bola dengan baik dan lancar.