Senam Lantai: Pengertian, Sejarah, Teknik, Gerakan, Manfaat dan Jenis-Jenisnya

Senam lantai – sesuai namanya, salah satu cabang olahraga senam ini dilakukan di atas lantai. Baik dalam ruangan ataupun lapangan, dengan menggunakan matras. Senam lantai termasuk dalam kategori latihan bebas, karena tidak memerlukan alat apapun pada saat mempraktekkan senam ini.

Hanya perlu memanfaatkan lantai dan dinding saja. Pada kejuaraan, standar luas lantai yang digunakan adalah 12 x 12 meter persegi, serta tambahan 1 meter di setiap sisinya untuk alasan keamanan. Pada artikel kali ini, kita akan bahas lebih dalam soal pengertian, teknik hingga manfaat senam lantai.

Pengertian Senam Lantai

Senam lantai atau floor exercise atau disebut pula gymnastics merupakan bagian atau jenis dari senam. Kita bisa mengetahui apa itu senam lantai dari kosa kata yang membentuknya, yakni senam dan lantai. Artinya pengertian senam lantai adalah senam yang dilakukan di atas lantai, biasanya menggunakan alas bernama mantras atau permadani.

Bagian dari senam yang satu ini bisa disebut pula sebagai senam bebas. Sebab gerakanya bisa dilakukan dengan ataupun tanpa membawa alat. Terserah atletnya mau melakukanya seperti apa.

Untuk melakukan senam lantai dibutuhkan area seluas 12 x 12 meter. Bisa pula ditambah 1 meter untuk alasan keamanan. Terutama untuk yag baru melakukan rangkaian gerakan.

Pada senam lantai, unsur-unsurnya terdiri dari mengguling, menumpu dengan dua tangan atau kaki dengan tujuan mempertahankan sikap seimbang baik pada saat melompat ke depan ataupun ke belakang, dan melompat berputar di udara.

Bentuk gerakan senam lantai merupakan gerakan dasar senam perkakas. Baik putera ataupun puteri, bentuk gerakan dasar senam lantai adalah sama. Hanya saja kalau yang puteri kental sekali dengan unsur-unsur gerakan balet.

Sejarah Senam Lantai

Dari manakah senam lantai berasal? Untuk menjawabnya kita perlu mempelajari sejarah senam. Senam berasal dari Yunani, tetapi untuk senam lantai berasal dari China. Diperkirakan, dasar-dasar senam lantai telah ada di China Kuno sejak 2700 sebelum masehi. Saat itu dilakukan oleh para biara China Kuno.

Awalya gerakan-gerakan tersebut tidak dikenal sebagai senam lantai oleh para biara China Kuno, melainkan sebagai seni gerakan bela diri dan pengobatan. Bukti catatan sejarah gerakan sederhana senam lantai bisa kita temukan pada kita warisan kong hu cu dan muridnya.

Dalam kitab tersebut, ada banyak cerita soal bagaimana gerakan-gerakan sederhana dasar senam lantai yang digunakan untuk tujuan pengobatan.

Selain dari China, ada pula yang mengatakan bahwa senam lantai berasal dari India. Terutama karena India sudah sejak lama dikenal sebagai negara yang memiliki gerakan khusus untuk pengobatan dan latihan pernafasan. Salah satu contohnya adalah teknik pengobatan yoga yang kerap dihubungkan dengan senam lantai.

Jika diperhatikan antara Yoga dengan senam lantai memang memiliki kemiripan. Misalnya sikap atau gerakan kayang yang ada di senam lantai juga Yoga. Yoga menuntut adanya kelenturan tubuh dengan sikap pernafasan yang dinamis, pada senam lantai modern seperti sekarang ini juga banyak kita temukan.

Bagi orang India, Yoga adalah gerakan yang dipercaya dapat menyembuhkan rasa sakit. Selain itu juga digunakan sebagai cara untuk memuja pada dewa sebagai bagian dari kepercayaan yang dianut.

Selain itu, catatan soal sejarah senam lantai juga bisa kita temukan pada piramida di mesir. Pada piramida tersebut kita bisa lihat soal bagaimana senam lantai dilakukan para nenek moyang. Pada gambar di piramida tersebut juga terlihat danya gerakan yang mirip dengan gerakan yoga yang ada di India dan juga Gymnastic Jerman kuno.

Dari berbagai catatan sejarah di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa sejarah senam lantai telah ada sejak jaman dahulu. Jauh sebelum abad 20. Hanya belum terlalu banyak dikenal oleh masyarakat.

Sejarah Senam di Indonesia

Lalu bagaimana sejarah senam lantai di Indonesia? Di Indonesia sendiri senam lantai mulai dikenal pada 1912 ketika masa penjajahan Belanda. Masuknya bersamaan dengan diajarkanya pendidikan jasmani di sekolahan, dimana di dalamnya juga turut diajarkan tentang senam.

Senam versi Jerman adalah senam pertama kali yang diperkenalkan. Pada versi ini, gerak-gerak yang kaya dijadikan sebagai alat pendidikan. Kemudian pada 1916 diganti dengan sistem Swedia yang lebih menekankan pada manfaat gerak. Adalah angkatan laut Belanda Dr. H. F. Minkema yang memperkenalkan pertama kali.

Oleh Minkema, senam di Indonesia menyebar ke berbagai daerah. Bahkan pada 1918 Minkema membuka kursus senam di kota Malang yang ditujukan untuk pada tentara dan guru.

Meski demikian, awal mulapenyebaran senam dianggap ada di Bandung. Hal ini karena sekolah pertama yang memiliki keterkaitan dengan senam didirikan di Bandung, tepatnya pada 1922 ketika dibuka MGSS (Militaire Gymnastiek en Sporschool).

Mereka yang lulus MGSS akan menjadi instruktur senam di sekolah-sekolahan. Baru sesudah dari bandung, MGSS membuka cabang di beberapa daerah antara lain di Malang, Surakarta, Bogor, Medan, dan Probolinggo.

Akhir olahraga senam terjadi ketika Jepang masuk ke Indonesia 1942. Jepang membuat kebijakan dengan melarang semua aktivitas senam baik di lingkungan masyarakat maupun sekolahan. Digantilah dengan “Taiso”.

Taiso wajib dilakukan di sekolah-sekolah sebelum pelajaran dimulai. Acara yang mirip seperti senam pagi ini dilakukan dengan iringan radio yang disiarkan secara serentak.

Sebelum taiso dilakukan, para murid diharuskan untuk memberi hormat kepada Kaisar Jepang. Ketika aba-aba yang berbunyi “sei kei rei” dikumandangkan, semua murid wajib membungkuk badan menghadap ke utara (Tokyo) yang dianggap sebagai tempat dimana Kaisar Tenno Heika berada.

Taiso tak berlangsung lama. Banyak rakyat yang menentang keberadaanya. Suatu ketika terjadilah penolakan besar-besaran, sejak saat itu akhirnya senam kembali diajarkan di sekolah-sekolah sebagaimana yang diajarkan pada waktu masa penjajahan Belanda.

Senam kembali terkenal di tanah air. Maka didirikanlah Organisasi PERSANI (Persatuan Senam Indonesia) pada tanggal 14 Juli 1963 untuk membina atlet-atlet berbakat. Inisiatifnya adalah para tokoh tokoh-tokoh olahraga senam dan ketua persani pertama adalah R. Suhadi.

Maka pada 1964 untuk pertama kali, Indonesia mengikuti perlombaan senam lantai bertaraf Internasional yang diselenggarakan di Beijing.

Teknik, Gerakan dan Jenis-Jenis Senam Lantai

Gerakan senam lantai meliputi berguling, melompat, meloncat, berputar di udara, serta bertumbu pada tangan atau kaki. Untuk lebih spesifik lagi, berikut teknik, gerakan dan jenis-jenis senam lantai:

1. Guling Ke Depan (Forward Roll atau Roll Depan)

Guling depan atau roll depan adalah salah satu jenis senam lantai yang dilakukan dengan gerakan berguling ke depan. Gerakan ini dapat dilakukan dengan posisi awal berdiri atau jongkok. Untuk posisi awal berdiri, lakukan langkah berikut:

  • Berdirilah tegak dengan posisi kedua tangan lurus di samping badan.
  • Angkat kedua tangan anda ke depan lalu bungkukkan badan
  • Kemudian letakkan kedua telapak tangan anda di atas
  • Posisikan kepala di antara dua tangan, dengan siku melebar kesamping.
  • Posisikan bahu agar menyentuh matras.
  • Selanjutnya bergulinglah ke depan dengan posisi kedua lutut terlipat.
  • Lutut dan dagu ditarik ke arah dada dan tangan merangkul lutut.
  • Akhiri roll depan dengan sikap jongkok lalu berdiri tegak.

2. Guling Ke Belakang (Backward Roll atau Roll Belakang)

Guling ke belakang atau roll back atau roll belakang adalah gerakan berguling kearah belakang. Berikut langkah gerakan roll back:

  • Mulai gerakan dalam posisi jongkok dengan kedua kaki rapat dan tumit diangkat.
  • Tundukkan kepala dengan dagu merapat ke dada.
  • Posisikan kedua tangan disamping telinga dengan telapak tangan menghadap ke atas.
  • Kemudian jatuhkan pantat ke belakang, usahakan badan tetap bulat.
  • Lekas tarik kedua lutut ke belakang kepala, ketika punggung menyentuh matras.
  • Setelah kedua ujung kaki menyentuh matras yang berada di belakang kepala, segera posisikan kedua telapak tangan untuk menekan matras. Tekan matras hingga tangan lurus dan kepala terangkat.
  • Sikap akhir adalah jongkok dengan posisi tangan lurus ke depan sejajar dengan bahu, kemudian berdiri tegak.

Pembahasan lebih lengkap soal cara melakukan roll depan dan roll belakang, bisa kamu baca di tulisan: Cara Melakukan Roll Depan dan Roll Belakang Senam Lantai

3. Lompat Harimau (Tiger Sprong)

Gerakan lompat harimau menyerupai gerakan lompatan harimau ketika menerkam. Gerakan ini tidak jauh berbeda dengan gerakan roll depan, perbedannanya terletak pada awalannya saja.

Gerakan loncat harimau diawali dengan loncatan membusur dengan posisi kedua tangan lurus kedepan ketika melayang. Kemudian dilanjutkan dengan gerakan mengguling kedepan, dan diakhiri dengan sikap jongkok.

4. Lenting Tangan (Hands Stand Overslag)

Gerakan lenting tangan dimulai dengan posisi berdiri tegak dengan salah satu kaki sedikit maju. Kemudian bungkukkan badan dengan tangan menumpu pada matras dan pantat didorong setinggi mungkin.

Posisi tungkai depan bengkok dan tungkai belakang lurus. Selanjutnya ayunkan tungkai belakang keatas. Usahakan kedua tungkai rapat dan luru, segaris dengan badan dan lengan. Gerakan ini membutuhkan keseimbangan tinggi.

5. Meroda (Cart Wheel)

Meroda adalah gerakan memutar tubuh dengan tumpuan pada kedia kaki dan tangan. Gerakan ini diawali dengan posisi berdiri tegak menyamping dan kedua tangan lurus keatas menyerupai huruf V.

Selanjutnya jatuhkan tubuh ke samping kiri, letakkan telapak tangan di samping kiri dan kaki kanan terangkat lurus keatas. Kemudian ayunkan kaki kanan dan tolak kaki kiri pada lantai.

Setelah itu letakkan kembali kaki kanan ke samping tangan kanan, dan tangan kiri terangkat. Lalu letakkan kaki kiri di samping kaki kanan, dan posisi kembali seperti semula,

6. Lompat Kangkang

Jenis senam lantai berikutnya adalah lompat kangkang. Gerakan lompat kangkang merupakan gerakan lompatan dengan posisi panggul ditekuk. Sikap kangkang  tanpa meluruskan badan terlebih dahulu.

7. Kayang (Brug)

Kayang merupakan gerakan senam lantai yang cukup mudah dilakukan. Gerakan dimulai dengan sikap berdiri dengan kedua tangan bertumpu pada pinggul.

Kemudian tekuk kedua kaki dan siku tangan, serta kepala dilipat ke arah belakang. Selanjutnya putar tangan kebelakang, hingga menyentuh dan menumpu pada matras. Tahan posisi badan melengkung seperti busur selama beberapa saat.

Pembahasan lebih lengkap soal kayang, bisa kamu baca pada tulisan: Kayang: Pengertian, Sejarah, Cara Kayang, Sikap dan Manfaatnya

8. Sikap Lilin

Gerakan sikap lilin diawali dengan sikap tidur terlentang dengan kedua tangan lurus disaping badan. Selanjutnya angkat kedua kaki keatas, usahakan tetap rapat. Jadikan pundak sebagai landasan, dan tangan membantu menopang pinggang. Tahan sikap ini selama beberapa waktu.

9. Salto Kedepan (Summer Vault)

Salto merupakan gerakan senam lantai yang paling sulit untuk dilakukan. Sebab pada gerakan ini tubuh akan berputar 360 derajat ketika dalam posisi melayang. Pada salto kedepan, gerakan salto dilakukan kearah depan.

Posisi awal berdiri tegak, kemudian melangkah/ berlari sebelum melakukan tolakan. Tolakkan kaki sekuat tenaga, ayunkan tangan kebawah untuk memberikan dorongan tambahan.

Ketika tubuh melayang, lipat tangan kearah lutut, tundukkan kepala, dan lakukan putaran 360 derajat. Lalu luruskan tungkai untuk pendaratan. Posisi akhir adalah berdiri tegak kembali.

10. Salto Kebelakang (back summer vault)

Gerakan salto kebelakang lebih sulit dan beresiko untuk dilakukan dibanding gerakan salto kebelakang. Gerakan diawali dengan sikap setengah jongkok, dan tangan menggantung disamping badan dengan rilex.

Ayunkan tangan tangan kebelakang, kemudian ayunkan tangan dan kepala dalam waktu bersamaan ke depan, lurus, atas dan lakukan lompatan.

11. Guling Lenting (Roll Kiep)

Berikutny ada gerakan senam lantai bernama guling lenting. Guling lenting diawali dengan gerakan roll depan. Ketika tubuh berada diatas kepala, lanjutkan dengan melecutkan kedua kaki lurus kedepan, sehingga badan melenting kedepan.  Sikap akhir gerakan ini adalah berdiri tegak.

12. Lompat Jongkok

Jenis senam lantai berikutnya adalah lompat jongkok. Lompat jongkok merupakan gerakan melompat dimana posisi badan jongkok ketika melayang atau melewati peti lompat. Teknik senam lantai ini diawali dengan lari cepat dengan badan condong kedepan.

13. Handstand

Handstand adalah gerakan bediri tegak dengan bertumpu pada kedua tangan. Jenis senam lantai ini cukup populer, meskipun cukup sulit dilakukan.

Gerakan diawali dengan berdiri tegak, kemudian bungkukkan badan dengan kedua tangan bertumpu pada matras. Perlahan angkat tungkai kaki satu persatu keatas, hingga posisi 180 derajat. Pertahankan sikap ini.

14. Headstand

Headstand atau disebut juga kopstand merupakan gerakan berdiri tegak dengan bertumpu pada kepala, dan ditopang oleh kedua tangan. Berbeda dengan handstand, jenis senam lantai headstands ini diwali dengan gerakan beridiri tegak, kemudian membungkuk dengan bertumpu pada dahi serta tangan.

Perlahan angkat tungkai kaki satu persatu keatas, hingga posisi 180 derajat. Posisikan panggul kedepan dan punggung membusur agar anda tidak mengguling kedepan. Pertahankan sikap ini.

15. Round Off

Round off merupakan gerakan senam lantai yang cukup sulit untuk dilakukan dan memerlukan latihan berulang untuk menguasainya. untuk dapat menguasai gerakan ini, anda harus menguasai teknik hand stands terlebih dahulu.

Jenis senam lantai ini dimulai dengan melakukan hand stand, kemudian berputar pada sumbu tegak, dan diakhiri dengan gerakan menolak dengan kedua tangan ketika kaki akan mendarat di lantai.

Itulah beberapa gerakan, teknik dan jenis senam lantai. Yang pasti untuk melakukan senam lantai itu tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Harus ada aturan dan peralatan.

Peralatan Senam Lantai

Meski bisa dilakukan hanya dengan menggunakan mantras saja sebagai alas, tetapi kalau sebagai olahraga untuk kejuaraan ada beberapa peralatan yang harus disiapkan. Peralatan itu terdiri dari:

Untuk atlet Putra

  • Lantai dengan ukuran 12 x 12 m
  • Kuda-kuda pelana panjang 1,6 m dan tinggi 1,1 m.
  • Gelang-gelang tinggi 2,55 m dan jarak 0,50 m.
  • Kuda-kuda lompat panjang 1,6 m dan tinggi 1,35 m.
  • Palang sejajar panjang 3,5 m, dan jarak 0,48 sampai dengan 0,52 m serta tinggi 1,75 m.
  • Palang tunggal panjangnya 2,4 m dan tinggi 2,55 m.

Untuk atlet Putri

  • Lantai dengan ukuran 12 x 12 m
  • Kuda-kuda lompat panjang 1,6 m dan tinggi 1,2 m.
  • Palang bertingkat panjang 2,4 m, serta tinggi 1,5 m dan 2,3 m.
  • Balok keseimbangan panjang 5 m dan tinggi 1,2 m.

Bagi yang terbiasa melakukan senam lantai, baik menekuninya sebagai olahraga profesional ataupun sebagai hobi sehari-hari saja. Senam lantai memiliki segudang manfaat dari segi kesehatan.

Manfaat Senam Lantai

Senam lantai memerlukan tingkat kekuatan, keseimbangan, kelincahan, koordinasi, serta kesadaran tubuh yang tinggi. Unsur dalam gerakan senam lantai meliputi gerakan melompat, berguling, bertumpu dengan atang atau kaki, hingga berputar diudara.

Tiap gerakan senam lantai dilakukan dalam waktu 70 detik untuk wanita, atau 90 detik untuk pria. Diperlukan keahlian khusus untuk melakukan berbagai gerakan dalam senam ini, untuk itu sebaiknya lakukan senam lantai dibawah pengawasan ahli agar terhindar dari resiko cedera.

Beruntung, jenis senam ini memiliki banyak sekali manfaat. Berikut beberapa diantaranya:

1. Menjaga dan Memelihara Kebugaran Tubuh

Tubuh yang bugar tentu akan membut kita merasa lebih sehat dan bersemangat menjalani hari. Salah satu cara untuk menjaga dan memelihara kebugaran tubuh adalah dengan melakukan olah raga, salah satunya olah raga senam lantai.

Tubuh yang bugar juga membuat metabolisme tubuh kita berjalan dengan baik, sehingga dengan demikian meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita terhadap serangan berbagai penyakit.

2. Menjaga dan Memelihara Kesehatan Tubuh

Seperti dijelaskan sebelumnya, melakukan olahraga senam lantai secara teratur dapat meningkatkan kebugaran tubuh, membantu melancarkan metabolisme tubuh serta meningkatkan sistem imun.

Dengan demikian kesehatan tubuh kita tetap terjaga, dan tidak mudah terserang penyakit. Selain itu dengan melakukan senam lantai secara teratur dapat meningkatkan pembakaran lemak tubuh berlebih, terutama bagi penderita obesitas.

Lemak tubuh yang berlebih atau obesitas dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya seperti diabetes, jantung, atau stroke yang dapat mengakibatkan kematian.

Selain dapat membakar lemak tubuh, melakukan senam lantai juga akan menjaga kesehatan jantung serta paru-paru anda. Namun perlu diingat, untuk mendapatkan hasil yang maksimal anda juga memerlukan asupan makanan yang bergizi.

3. Membentuk Tubuh yang Ideal

Senam lantai dapat membantu memperbaiki postur tubuh anda yang kurang proporsional. Misalkan anda memiliki tulang belakang yang melengkung, sehingga terlihat membungkuk, maka senam lantai dapat membantu membuat tulang punggung anda menjadi tegak kembali.

Selain itu, senam lantai dapat membakar lemak tubuh serta membentuk otot tubuh anda. Dengan demikian, dengan melakukan senam lantai secara teratur dapat membuat postur tubuh anda terlihat indah, dan memiliki bentuk tubuh yang ideal.

4. Menurunkan berat badan

Senam lantai yang dilakukan secara teratur akan membantu anda menurunkan berat badan. Senam lantai, seperti juga olah raga lainnya akan membakar lemak tubuh sehingga berat tubuh anda akan semakin berkurang setiap kali berolahraga.

Anda juga dapat mengatur bagian tubuh mana yang ingin anda kurangi atau tambah bobotnya, dengan memilih jenis gerakan senam lantai yang perlu anda lakukan.

Secara bertahap, anda akan mendapatkan bentuk tubuh langsing yang ideal. Satu hal yang pasti, hampir tidak ada atlet senam lantai profesional yang bertubuh gemuk.

5. Melenturkan Tubuh

Tubuh yang terasa kaku tentu tidak menyenangkan. Selain membuat gerakan tubuh tidak fleksibel, tubuh yang kaku juga rentan terkena cedera, nyeri otot, dan juga mudah lelah.

Dengan melakukan senam lantai secara teratur anda bisa mendapatkan tubuh yang lentur, sehingga terhindar dari berbagai resiko akibat tubuh yang kaku diatas. Selain itu, gerak tubuh dari pemilik tubuh lentur juga terlihat lebih menarik, terutama pada wanita.

Hal tersebut akan sangat terlihat ketika melakukan gerakan tari. Untuk mendapatkan tubuh lentur, anda dapat melakukan gerakan senam lantai seperti: cop roll, roll back, ataupun roll depan.

6. Membentuk, Mengembangkan, dan Menguatkan Otot Tubuh

Bagi pria, memiliki otot tubuh yang terlihat kekar, dan kuat akan meningkatkan kepercayaan diri. Sedangkan pada wanita, memiliki otot yang kencang , serta indah juga akan meningkatkan rasa percaya diri.

Gerakan senam lantai melibatkan hampir semua otot tubuh, dengan demikian akan membantu membentuk, mengembangkan, serta menguatkan seluruh bagian otot tubuh.

Namun, anda juga dapat memilih gerakan mana  yang anda perlukan, untuk mengembangkan dan membentuk otot pada bagian tubuh tertentu. Misalnya gerakan push-up atau sit-up untuk membentuk otot dada, gerakan kayang atau lilin untuk mengencangkan otot paha, dan lain sebagainya.

7. Menambah Tinggi Badan

Tinggi  badan ideal bagi pria maupun wanita pada setiap daerah memang berbeda, namun memiliki tubuh yang tinggi adalah idaman semua orang. Olah raga senam lantai dapat membantu anda meningkatkan tinggi badan anda.

Pada beberapa gerakan senam lantai, misalnya pada gerakan back roll atau roll depan, akan terjadi penarikan tulang dalam tubuh ketika kita mempraktekkannya.

Dengan demikian akan membantu menambah tinggi badan. Dengan melakukan senam ini secara teratur, secara bertahap akan membantu anda menambanh tinggi badan anda.

8. Menguatkan dan menyehatkan tulang

Gerakan senam lantai melatih kekuatan otot inti tubuh anda dalam menahan beban tubuh. Secara tidak langsung, ini akan membantu menjaga kesehatan serta kekuatan tulang tubuh anda.

Senam lantai juga dapat memperlambat proses pelapukan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis atau kerapuhan tulang. Sebaiknya lakukan senam ini sejak dini, sebab kepadatan tulang seseorang terbentuk hingga kapasitas maksimal ketika masa remaja.

9. Detoksifikasi

Manfaat senam lantai berikutnya adalah sebagai detoktifikasi. Detoksifikasi adalah proses mengeluarkan racun dalam tubuh. Racun tersebut keluar melalui beberapa cara, misalnya melalui keringat atau air seni.

Melakukan olah raga senam lantai tentu akan membuat anda berkeringat. Dengan demikian, proses detokfisikasi tubuh pun terjadi.

10. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Seperti telh dijabarkan sebelumnya, terdapat berbagai manfaat yang bisa anada dapatkan dengan melakukan senam lantai secara rutin, seperti membentuk otot tubuh, memperbaiki ponrtus tubuh, menurunkan berat badan, melenturkan tubuh, juga meninggikan badan.

Semua ini membantu anda memiliki bentuk tubuh yang ideal, indah dan menarik dipandang mata. Tentunya semua hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri yang kita miliki.

11. Mencukupi Kebutuhan Olahraga Harian

Baik orang dewasa maupun anak-anak perlu berolah raga setiap hari. Orang dewasa, yaitu yang berusia 18 tahun keatas harus mencukupi kebutuhan berolahraga minimal selama 30 menit dalam sehari.

Sedangkan bagi anak-anak, minimal berolahraga atau melakukan kegiatan fisik selama 60 menit dalam satu hari. Senam lantai bisa menjadi solusi cara yang mudah dan murah untuk memenuhi kebutuhan harian berolah raga anda.

12. Melancarkan sirkulasi darah

Dengan melakukan senam lantai secara teratur, maka koresterol jahat dalam tubuh akan terbakar. Dengan demikian anda akan terhindar dari penyumbatan aliran darah yang disebabkan oleh koresterol yang menumpuk pada pembuluh darah.

13. Meningkatkan daya tahan jantung

Melakukan senam atau olah raga lainnya secara teratur terbukti akan meningkatkan daya tahan jantung anda, dengan demikian anda akan terhindar dari resiko penyakit jantung. Manfaat semacam ini juga bisa didapatkan bila kita berolahraga senam lantai secara teratur.

14. Melatih fokus dan keseimbangan

Melakukan senam lantai memerlukan tingkat keseimbangan dserta kesadaran atau fokus yang tinggi. Melakukan senam lantai secara rutin akan melatih keseimbangan serta fokus anda, bukan hanya pada gerakan seman, namun tsecara bertahap juga akan membantu fokus ada pada bidang lainnya.

15. Mengembangkan kualitas fisik

Senam lantai membentuk dan menguatakan otot tubuh kita, dengan demikian secara tidak langsung juga akan meningkatkan ketahanan serta kekuatan fisik kita. Melakukan senam lantai secara teratur akan membantu kita mengembangkan kualitas fisik tubuh kita.

Itulah manfaat senam lantai yang bisa kita dapatkan bila kita melakukanya secara teratur. Jadi kalau memang tidak kita tekuni senam lantai sebagai olahraga profesional, tidak ada salahnya melakukanya sebagai bagian dari olahraga untuk kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *