Senam Irama: Pengertian, Gerakan, Manfaat, Contoh, Unsur-unsur dan Sejarahnya

Pernah belajar senam irama? Senam irama atau disebut juga senam ritmik, merupakan salah satu cabang olahraga senam yang dalam setiap gerakannya menggunakan iringan irama atau musik.

Setiap gerakan senam yang dilakukan pun dibuat sedemikian rupa sehingga sesuai dengan musik pengiringnya. Dalam pelaksanaannya, senam irama  menekankan pada ketepatan musik, fleksibilitas, serta kontinuitas gerakan senam.

Pengertian Senam Irama

Pengertian Senam Irama

Yang menjadi pertanyaan, apakah setiap senam yang diiringi dengan musik masuk dalam kategori senam irama atau senam ritmik?

Ternyata tidak. Pengertian senam irama tidak hanya sebatas senam yang diiringi dengan musik saja. Melaikan sebuah senam yang dipertunjukkan oleh seorang atau sekelompok atlet senam dengan koreografi yang kental sekali dengan nuansa tari, akrobatik, balet.

Senam ini bisa dilakukan baik dengan atau tanpa alat bantu senam semisal bola (ball), tali (rope), gada (club), pita (ribbon), dan simpai (hoop). Olahraga senam ini juga masuk ke dalam salah satu cabang yang dipertandingkan dalam olimpiade maupun pertandingan internasional lainya.

Jadi berbeda dengan senam SKJ, senam aerobik, senam ibu hamil, senam manula ataupun lainya yang hanya sebatas dilakukan dengan tujuan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh saja. Dalam senam-senam tersebut juga umumnya ada seorang pemandu senam yang tidak kita temukan dalam senam irama.

Kesamaanya, senam-senam tersebut dengan senam irama adalah sama-sama dilakukan dengan iringan musik.

Kalaui dilihat dari segi pelakunya, senam irama tidak jauh berbeda dengan senam lainya. Semuanya di dominasi oleh kaum hawa. Walaupun ada beberapa negara yang mulai memperuntukkan senam untuk kaum adam, misalnya yang dilakukan di Jepang.

Gerakan Senam Irama

Gerakan Senam Irama

Gerakan pada senam irama sendiri cukup beragam, mulai dari gerak langkah kaki, ayunan tangan, atau kombinasi keduanya.

1. Jalan di Tempat

Gerakan senam irama ini menyerupai gerakan kaki ketika berjalan, namun posisi tubuh tetap. Contoh pelaksanaannya: jalan ditempat sebanyak 3 hitungan, kemudian melangkah ke samping, dan dilanjutkan dengan jalan ditempat kembali sebanyak 3 hitungan.

Lakukan gerakan ini berulang ulang. Kita dapat melakukan variasi, apakah melangkah kembali ke posisi semula (melangkah ke kiri) atau melangkah kebelakang, kedepan, atau juga menyerong sebelum jalan ditempat kembali.

2. Langkah Biasa

Pada gerakan langkah biasa senam irama, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua lengan di pinggang. Langkahkan kaki kiri ke depan kaki kanan, dengan menjadikan ujung kaki sebagai tumpuan.

Lakukan hal ini sebanyak dua hitungan. Kemudian pada hitungan ketiga dan keempat, berganti kaki kanan yang melangkah kedepan. Dalam gerakan ini kita perlu melakukan pemindahan berat badan  dan gerakan mengeper.

3. Langkah Depan (Galoppas)

Pada senam irama gerakan langkah depan, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua lengan di pinggang. Pada hitungan ke-1 langkahkan kaki kanan ke depan, pada hitungan ke-2 langkahkan kaki kiri kedepan, pada hitungan selanjutnya langkahkan kedua kaki bersama-sama ke depan.

Lakukan gerakan ini secara berulang. Kita juga bisa melakukan variasi langkah ke belakang.

4. Langkah Rapat (Bijtrekpas)

Pada gerakan senam irama langkah rapat, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua lengan di pinggang. Pada hitungan ke-1 langkahkan kaki kanan kedepan, pada hitungan ke-2 langkahkan kaki kiri ke depan, pada hitungan ketiga rapatkan kedua kaki.

Lakukan gerakan ini secara berulang.

5. Langkah Samping (Zijpas)

Pada gerakan langkah samping atau zijpas, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua lengan di pinggang. Pada hitungan ke-1 langkahkan kaki kanan ke arah samping kanan, pada hitungan ke-2 langkahkan kaki kiri ke arah samping kanan, rapatkan dengan kaki kanan.

Pada hitungan ke-3 langkahkan kaki kiri ke arah samping kiri, selanjutnya langkahkan kaki kanan ke arah samping kiri dan rapatkan dengan kaki kiri. Begitu seterusnya, lakukan gerakan secara berulang.

6. Langkah Keseimbangan

Pada gerakan langkah keseimbangan, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua lengan di pinggang. Pada hitungan ke-1 langkahkan kaki kiri kedepan.

Pada hitungan ke-2 langkahkan kaki kanan kedepan, namun sebelum kaki kanan menepak lantai (atau dalam posisi jinjit), segera lakukan gerakan mundur kebelakang. Langkahkan kaki kiri kebelakang diikuti oleh kaki kanan.

7. Lompat ke Depan

Pada gerakan lompat kedepan, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua lengan di pinggang. Pada hitungan ke-1 lakukan gerakan lomptakan kaki kanan sambil mengayunkan kaki kiri untuk mengimbanginya.

Pada hitungan ke-2 berganti lakukan gerrakan lompatan kaki kiri, dengan mengayunkan kaki kanan untuk mengimbangi. Begitu seterusnya, lakukan kedua gerakan ini secara berulang.

8. Lompat dengan Membuka dan Menutup Kaki

Pada gerakan senam irama lompat dengan membuka dan menutup kaki, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua lengan di pinggang. Pada hitungan ke-1 lakukan gerakan lompat untuk membuka kedua kaki lebar ke arah samping secara bersamaan.

Pada hitungan ke-2 lalukan gerakan lompat untuk menutup rapat kembali kedua kaki secara bersamaan. Begitu seterusnya, lakukan gerakan ini secara berulang.

9. Mengayun Satu Lengan  tangan ke atas

Pada gerakan mengayun satu lengan ke atas, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua lengan di pinggang. Pada hitungan ke-1 dan 2 ayunkan tangan ke atas kemudian kembali ke sikap semula.

Pada hitungan ke-3 dan 4, ayunkan tangan kiri keatas kemudian kembali ke sikap semula. Begitu seterusnya, lakukan gerakan ini sebanyak 2×8 hitungan.

10. Mengayun Satu Lengan tangan ke samping

Pada gerakan mengayun satu lengan tangan kesamping, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, dan kedua tangan ditekuk di depan dada.

Pada hitungan ke-1 dan 2 ayunkan tangan kiri ke kiri, kemudian pada hitungan 3-4 kembali ke sikap semula.

Pada hitungan ke-5 dan 6 ayunkan tangan kanan ke kanan, kemudian pada hitungan ke7 dan 8 kembali ke sikap semula. Ulangi kembali gerakan dari awal sebanyak 2×8 hitungan.

11. Mengayun kedua lengan ke atas

Pada gerakan senam irama mengayun kedua lengan keatas, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, dan kedua tangan disamping badan.

Pada hitungan 1-3 ayunkan kedua lengan keatas, pada hitungan ke-4 kembali ke sikap semula. Ulangi kembali gerakan dari awal sebanyak 2×8 hitungan.

12. Mengayun kedua lengan ke samping

Pada gerakan mengayun kedua lengan kesamping, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua kedua tangan diluruskan kedepan. Pada hitungan 1-3 ayunkan kedua tangan ke samping kiri, kemudian kembali ke sikap semula pada hitungan 4.

Pada hitungan 5-7 ayunkan kedua tangan ke samping kanan, pada hitungan 8 kembali ke posisi semula. Ulangi kembali gerakan dari awal sebanyak 2×8 hitungan.

13. Mengayun Lengan Setinggi Bahu

Pada gerakan mengayun lengan setinggi bahu, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua kaki melakukan gerakan jalan ditempat, dan kedua tangan dirapatkan di samping badan.

Pada hitungan 1 dan 2 ayunkan lengan kanan setinggi bahu, lalu kembali ke sikap semula. Pada hitungan ke 3 dan 4 ayunkan lengan kiri setinggi bahu, lalu kembali ke posisi semula. Begitu seterusnya, lakukan gerakan ini secara bergantian.

14. Rentangan Tangan

Pada gerakan rentangan tangan, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua kaki melakukan gerakan jalan ditempat, dan kedua tangan dirapatkan di samping badan.

Kemudian kepal kedua tangan di depan dada, dengan posisi siku sejajar dengan bahu. Pada hitungan ke-1 dan 2 luruskan lengan kanan ke samping kanan, kemudian tekuk kembali lengan di depan dada.

Pada hitungan ke-3 dan 4 luruskan lengan kiri ke samping kiri, kemudian kembali ke posisi semula.  Begitu seterusnya, lakukan gerakan ini secara bergantian.

15. Dorongan Tangan ke Atas

Pada gerakan rentangan tangan, pesenam mengambil sikap berdiri tegak dengan kedua kaki melakukan gerakan jalan ditempat, dan kedua tangan dirapatkan di samping badan.

Kemudian kepalkan kedua tangan menghadap ke atas, dengan posisi di kepalan tangan di pinggang dan siku tertekuk. Selanjutnya dorong tangan kanan keatas, sambil memutar pergelangan tangan agar telapak tangan menghadap kedepan.

Pada hitungan selanjutnya, berganti dorong tangan kiri keatas dan putah pergelangan hingga telapak tangan menghadap kedepan. Begitu seterusnya, lakukan gerakan ini secara bergantian.

Manfaat Senam Irama

Manfaat Senam Irama

Setiap gerakan dalam senam ini didesain sedemikian rupa sesuai dengan irama musik pengiringnya, tertata rapi dan indah dilihat. Senam irama memberikan banyak manfaat, baik secara fisik, mental, sosial juga secara intelektual.

1. Membakar Kalori

Semua jenis olahraga, termasuk juga senam irama sangat efektif untuk membakar kalori atau lemak tubuh. Senam irama memerlukan kelincahan, gerakan senam irama yang satu ke gerakan yang lain nyaris tidak terputus, sehingga akan membakar banyak kalori.

Dengan terbakarnya lemak tubuh yang berlebih, banyak manfaat yang bisa kita dapat. Misalnya mengurangi berat badan, terhindar dari penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan oleh penyumbatan lemak, terhindar dan mengurangi obesitas, dan sebagainya.

2. Menurunkan Berat Badan

Berat badan yang terlalu berlebih atau obesitas akan membuat kita merasa tidak percaya diri. Selain itu, semua orang – terutama wanita juga tentu ingin memiliki tubuh yang langsing.

Sama seperti olahraga lainnya, senam irama efektif membakar kalori, dan dengan demikian secara bertahap akan menurunkan berat badan. Pada dasarnya manfaat senam irama tak jauh berbeda dengan manfaat olahraga lain untuk menjaga berat badan.

3. Membentuk Tubuh Ideal

Seperti yang bisa kita lihat, para pesenam biasanya memiliki tubuh yang indah dan langsing. Seperti yang disebutkan sebelumnya, melakukan senam irama akan membakar lemak berlebih yang ada pada tubuh kita, sehingga dapat membuat kita menjadi langsing.

Selain itu senam irama juga akan mengencangkan dan mengembangkan otot-otot pada tiap bagian tubuh kita, serta memperbaiki postur tubuh. Dengan demikian tubuh ideal akan didapat jika melakukan senam irama secara rutin.

4. Menyehatkan Jantung

Dalam senam irama, setiap gerakan senam dibuat sedemikia rupa sehingga mengikuti irama lagu yang mengiringinya. Ketika tempo lagu pelan, gerakan senam pun akan pelan dan gerakannya cenderung memiliki tingkat keluwesan dan keseimbangan tubuh yang tinggi.

Sedangkan ketika tempo lagu cepat, maka gerakan senam yang dilakukan juga akan cepat, dan memerkukan kelincahan. Keseimbangan gerakan pelan dan cepat pada senam irama sangat baik untuk kesehatan jantung.

Ketika gerakan senam cepat, maka jantung akan memompa darah dengan cepat pula, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian kinerja jantung akan meningkat.

5. Menyehatkan Paru-paru

Gerakan senam irama dibuat beragam mengikuti irama musiknya yang kadang cepat kadang lambat, sehingga terkadang memerlukan kelincahan yang tinggi dan terkadang memerlukan keluwesan dan keseimbangan tubuh yang tinggi.

Hal ini melatih kinerja paru-paru, membuat kinerjanya meningkat. Selain itu stamina serta kekuatan paru-paru pun akan meningkat jika kita melakukan senam irama secara rutin.

6. Memperbaiki Koordinasi Tubuh

Gerakan – gerakan senam irama yang kadang lambat dan kadang cepat, terkandang sangat lincah atau sebaliknya membantu kita, terutama para pesenam yang berusia renta melatih dan memperbaiki koordinasi gerak tubuh.

Sinkronisasi antara gerak tubuh agar sesuai dengan irama juga melatih konsentrasi dan meningkatkan koordinasi tubuh

7. Meningkatkan Sistem Imun

Semua jenis olah ragam termasuk juga senam irama akan membantu meningkatkan stamina dan sistem imun atau kekebalan tubuh. Dengan demikian kita tidak mudah terserang penyakit dan menjadi lebih sehat.

8. Mencegah Serangan Penyakit

Lemak berlebih pada tubuh dapat menumpuk pada pembuluh darah dan membuat penyumbatan. Hal ini sangat berbahaya, kita bisa saja terserang stroke atau bahkan penyakit jantung.

Senam irama dapat membakar kalori secara efektif, sehingga dengan melakukan senam irama secara teratur, lemak tubuh berlebih pada tubuh akan terus berkurang, sehingga terhindar dari resiko penyumbatan darah. Selain itu kita juga akan terhindar dari bahaya obesitas.

9. Menjaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh

Melakukan senam irama dapat membakar kalori berlebih dalam tubuh, melancarkan peredaran darah, memperkuat stamina dan kekebalan tubuh, menguatkan otot-otot tubuh, memperbaiki koordinasi tubuhm serta banyak hal lainnya.

Semua manfaat tersebut akan membentuk tubuh yang sehat dan bugar. Dengan melakukan senam irama secara teratur, maka kebugaran serta kesehatan tubuh akan senantiasa terjaga.

10. Gaya Hidup Sehat

Melakukan senam irama secara rutin akan mendorong kita memiliki gaya hidup sehat. Sebab selain membuat tubuh bergerak aktif, kita juga memerlukan asupan makanan bergizi untuk mengimbanginya. Jadi imbangi olahraga senam irama yang kamu lakukan dengan pola atau gaya hidup yang sehat ya.

11. Percaya diri dan harga diri

Senam irama dapat membentuk otot tubut, juga menguatkan dan mengencangkannya. Selain itu dengan melakukan senam ritmit secara teratur, juga dapat mengurangi berat badan berlebih sehingga menjadi langsing.

Postur tubuh juga akan diperbaiki secara perlahan, sehingga membuat postur tubuh kembali tegak dan indah dipandang. Selain semua hal fisik tersebut, juga akan mendapatkan manfaat secara mental dan intelektual. Semua hal ini tentu akan meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri.

12. Mengembangkan Keterampilan sosial

Senam irama atau senam ritmik biasanya dilakukan secara berkelompok, dimana anggota senam mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh pemimpin senam.

Dalam prakteknya, senam irama akan melatih kita untuk melakukan interaksi sosial dan dinamika kelompok dalam melakukan gerakan senam yang berurutan. Secara tidak lanfsung, hal tersebut akan membantu mengembangkan keterampilan sosial.

13. Menyehatkan Mental

Untuk dapat mengikuti setiap gerakan senam irama yang berkelnajutan dengan baik, pesenam juga harus menghayati irama lagu yang mengiringi senam irama tersebut. Dengan demikian gerakan senam yang dilakukan akan luwes dan seimbang.

Hal inilah yang membedakan senam irama dengan jenis senam lainnya. Lagu yang mengiringi senam irama akan membuat kita merasa rileks, berpikiran positif dan bahagia. Dengan demikian, melakukan senam irama secara teratur akan menyehatkan metal kita.

14. Meningkatkan Mood

Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa melakukan senam irama selama 20 menit akan memberi efek suasana hati pesenam terasa lebih baik selama 12 jam.

Senam irama mampu meningkatkan hormon endorfin atau hormon kebahagiaan, dan mengurangi hormon kortisol yang memicu sdrenalin dan rasa stress.

Dengan  demikian, dengan melakukan senam irama, mood akan meningkat, melawan depresi, serta menjadikan kita merasa bahagia dan bersemangat dalam menjalani hari.

15. Perkembangan otak

Untuk dapat melakukan setiap urutan gerakan senam irama dengan baik, kita dituntut untuk memiliki koordinasi yang baik antara pikiran dengan tubuh dan juga pendengaran.

Sehingga senam irama merupakan stimulus sensori yang sangat baik untuk melibatkan tubuh dalam pembelajaran aktif, dan mengembangkan kemampuan berfikir dengan baik.

Contoh Senam Irama

Contoh senam irama bisa kita lihat apa yang dilakukan oleh seorang pesenam asal Rusia, Anna Bessonova pada kejuaraan dunia di Benidorm 2008. Ia melakukanya dengan menggunakan pita.

  1. Anna memulai senam irama dengan posisi siap. Ia berdiri, sementara tangan kanannya memegang stik pita yang ia posisikan mengacung ke atas. Kepala dililit pita dengan satu lilitan. Sedang tangan kirinya memagang pita sambil tetap menyisakan sisanya di lantai.
  2. Jika dicermati lebih detail lagi, posisi tangan kanan, ditambah lilitan pita di kepala dan pita yang dia pegang di tangan kiri adalah posisi sejajar miring. Untuk kedua kakinya diposisikan tegak lurus, jinjit layaknya gestur yang ditampilkan balerina. Begitu musik menyala, Anna Bessonova mulai bergerak.
  3. Gerakan pertama yang Anna tunjukkan begitu musik menyala adalah memutar tangan kanannya. Ia ingin melepaskan lilitan pita yang ada di kepalanya. Langsung segera ia putar tubuh yang diawali dengan gerakan memutar dari tangan kanan sambil dibantu tolakan kaki kanan ke arah kanan. Terlihat kaki kiri masih berjinjit yang ia gunakan sebagai tumpuan.
  4. Selama menujukkan gerakan tersebut, Anna tak henti-hentinya melakukan putaran-putaran kecil pada pitanya. Terlihat tubuhnya berputar dengan satu kaki sedang pitanya bergerak-gerak membentuk suatu pola tertentu yang apik.
  5. Gerakan lain yang Anna Bessonova tunjukkan selama melakukan senam irama adalah membuat lingkaran besar. Ia menggunakan pita yang diikuti dengan gerakan meroda sambil beberapa kali memindahkan tubuhnya ke tengah arena. Ia juga terlihat membuat beberapa gerakan melangkah sambil membuat putaran pita. Dengan begitu pita tampak berkeliling mengitari kakinya.
  6. Ia melakukanya dengan mengangkat salah satu kaki hingga lurus ke atas lalu menurunkannya ke depan secara bergantian. Diantara gerakan-gerakan tersebut, Anna terus memutar pita di sela-sela dimensi gestur yang ia buat ketika melangkah.
  7. Gerakan roll pita yang dilakukan oleh Anna Bessonova ketika ia melemparkan stik pita juga terlihat apik. Anna melempar stik pita ke depan dan bergegas ia mengejarnya sambil melakukan gerakan roll depan beberapa kali. Anna kemudian menangkap stik pita dan langsung menggerakan pita agar membentuk pola-pola tertentu.

Itulah contoh gerakan senam irama yang Anna Bessonova tunjukkan pada kejuaraan dunia tahun 2008.

Unsur-Unsur Senam Irama

Sebagaimana olahraga senam lainya yang diperlombakan dalam kejuaraan internasional, ada beberapa unsur senam irama yang harus dikuasai sekaligus juga menjadi bahan pernilaian.

1. Kelenturan

Pertama unsur kelenturan. Jelas unsur senam irama yang satu ini menjadi menu utama sehari-hari dalam berlatih senam irama. Sebab bagaimanapun juga senam irama itu sangat kental dengan nuansa akrobatik dan juga balet.

Sehingga sangat menonjolkan kelenturan yang ditampilkan dalam gestur dan gerakan untuk membuat lekukan tubuh dan persendian ekstrim.

2. Kekuatan

Berikutnya adalah unsur kekuatan. Kekuatan merupakan pondasi utama seorang atlet senam, tak terkecuali juga senam irama. Tanpa adanya kekuatan, rasanya mustahil atlet senam irama bisa membuat gerakan yang sulit. Bahkan gerakan cepat saja mungkin akan kesulitan dilakukan tanpa kekuatan.

3. Ketrampilan

Berikutnya adalah keterampilan. Unsur yang satu ini adalah nilai dari senam irama. Semakin bagus kreativitas atau daya seni seorang atlet senam irama, maka semakin bagus pula gerakan yang diciptakanya.

Dalam kompetisi, semakin banyak variasi yang ditunjukkan semakin banyak pula poin yang di dapatkan. Apalagi kalau atlet tersebut bisa menciptakan gerakan baru yang memiliki keindahan tetapi secara teknis sulit dilakukan oleh atlet lain.

4. Keseimbangan

Dalam melakukan senam irama, keseimbangan adalah unsur yang sangat penting. Gerakan-gerakan memutar atau berjinjit sangat membutuhkan keseimbangan seorang atlet. Keseimbangan penting untuk membuat koreografi gerak yang tepat. Untuk beberapa gerakan sulit bahkan membutuhkan keseimabangan yang luar biasa bagusnya.

5. Keluwesan

Keluwesan gerak juga merupakan unsur yang harus dikuasai seorang pemain. Makin luwes gerakanya, makin menunjukkan adanya kedalaman latihan yang dilakukan seorang atlet. Sebab hanya dengan latihan yang tekun keluwesan bisa di dapat dan tersusun dengan rapi.

Keluwesan juga diperlukan seorang atlet bila sewaktu-waktu ia perlu melakukan improvisasi selama melangsungkan performa. Luwes bukan hanya soal tubuh, melainkan juga respon spontan yang ditujukkan oleh tubuh.

6. Ketepatan

Senam irama mengikuti alunan musik sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga seorang atlet harus bisa membuat gerakan yang tepat. Tidka hanya menghitung pola langkah, tidak hanya menghitung detik per detik, kapan menangkan lemparan dan lainya. Tetapi juga harus tepat dan seirama dengan alunan musik.

7. Keindahan

Unsur senam irama terakhir adalah keindahan. Pada dasarnya selain sebagai olah tubuh, senam irama adalah senam yang mempertontonkan keindahan setiap gerak. Apalagi senam irama lahir dari wilayah seni. Dalam perlombaan pun, keindahan setiap gerak yang ditampilkan merupakan pernilaian tertinggi yang diberikan juri.

Sejarah Senam Irama

Rasanya tak akan lengkap bicara panjang lebar soal senam irama tanpa bicara soal sejarahnya. Jadi sebagai sub judul tulisan ini, kita akan bahas sejarah senam irama.

Sejarah senam irama dimulai dari beberapa orang. Waktu itu ada Jean-Georges Noverre (1727-1810) bersama  dengan Francois Delsarte (1811-1871), dan juga Rudolf Bode (1881-1970). Mereka adalah orang-orang yang memiliki pandangan kuat.

Ketiganya percaya bahwa setiap gerak memiliki ekspresi. Merekapercaya bahwa seseorang menggunakan tubuhnya melalui rangkaian gerak untuk mencipta keindahan.

Dari gagasan itulah kemudian Peter Henry Ling pada abad ke 19 mengembangkanya melalui suatu sistem latihan yang disebut sebagai Swedish system (sistem Swedia). Ia mempromosikan gerakan bebas sebagai “gymnastik estetis” dimana seorang atlet bisa mengekspresikan dirinya, emosinya serta perasaannya melalui pergerakan tubuh.

Ide Peter Henry Ling kemudian dikembangkan lagi oleh Catharine Beecher yang tinggal di Amerika Serikat dengan mendirikan program latihan Western Female Institute di Ohio pada tahun 1837.

Program latihan tersebut melahirkan istilah “grace without dancing”. Dimana di dalamnya pesenam perempuan berlatih memanfaatkan alunan musik baik dari gerakan sederhana hingga gerakan yang kompleks.

Sejak saat itulah, banyak pelopor gagasan mengenai tubuh, gerak dan musik dalam berbagai jenis gaya. Hingga kemudian pada 1900, gagasan – gagasan tersebut dikombinasikan di sekolah Gymnastics Rhytmic Swedia. Baru setelah itu banyak sekolah-sekolah gymnastik melakukan hal serupa.

Untuk senam irama menggunakan alat bantu, dimulai ketika tahun 1929, Hinrich Medau membangun sekolah di Berlin. Ia menciptakan gagasan gymnastik modern dengan menggunakan alat (tali, gada, bola, pita, dan simpai). Sehingga terlihat berbeda bila dibandingkan dengan balet kontemporer, tari atau akrobat.

Kompetisi senam irama pertama adalah di Rusia pada tahun 1940. Tatapi baru tahun 1961, FIG memasukkan senam irama sebagai salah satu cabang senam.

Pertama kali senam irama masuk olimpiade adalah pada 1984 di Los Angles untuk kelas individu, sedang untuk pertandingan kelompok baru diadakan pada tahun 1996 di Olimpiade Atlanta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *