Perbedaan Jalan dan Lari Dalam Atletik +Pengertian

Kita semua tentu sepakat kalau yang namanya lari itu beda dengan jalan. Jalan itu tak sama dengan lari. Tapi tahukah kamu apa perbedaan antara lari dan jalan, utamanya dalam dunia atletik? Untuk menjawabnya, tentu harus diuraikan terlebih dahulu pengertian lari dan jalan dalam atletik.

Pengertian Jalan dan Lari dalam Atletik

Perbedaan jalan dan lari

Dalam olahraga atletik terdapat jalan dan lari. Dua jenis cabang atletik ini sangat mudah diakukan. Akan tetapi, belum banyak orang yang mengetahui definisi serta perbedaan antara jalan dan lari.

Jalan adalah gerak berpindah tempat dengan melangkahkan kaki dari satu titik ke titik yang lain atau kesemua arah, baik itu kanan, kiri, depan, belakang, maupun samping. Sedangkan lari adalah tubuh bergerak dimana pada suatu waktu semua kaki tidak menginjak tanah dengan frekuensi langkah kaki yang cepat.

Menurut para ahli, lari dapat didefinisikan sebagai:

  1. Menurut Bahagia (2000:11), lari adalah gerakan tubuh dimana ada saat kedua kaki secara bersamaan melayang diudara. Lari berbeda dengan jalan yang telapak kaki selalu kontak dengan tanah.
  2. Menurut Juminar (2004:13), lari adalah frekuensi langkah kaki yang dipercepat, hingga suatu waktu mengalami kecenderungan badan melayang atau sekurang-kurangnya kaki tetap menyentuh tanah.
  3. Menurut Wikipedia, lari adalah gerakan tubuh yang suatu waktu kedua kaki tidak menginjak tanah.

Perbedaan Jalan dan Lari dalam Atletik

perbedaan lari dan jalan

Setelah kita mencermati pengertian jalan dan lari di atas, kita bisa menyimpulkan beberapa perbedaan jalan dan lari dalam atletik:

1. Kontak Kaki dengan Tanah

Perbedaan pertama antara jalan dan lari bisa dilihat dari kontak kaki dengan tanah. Maksudnya apakah telapak kaki menyentuh tanah atau tidak.

  • Pada olahraga atletik jalan, ada kontak langsung antara kaki dengan tanah yang terasa jelas.
  • Sedangkan pada saat berlari tidak terasa kontak dengan tanah dengan jelas. Hal ini disebabkan karena saat berlari tubuh akan melayang tiap sepersekian detik dan kemudian jatuh lagi menginjak tanah.

2. Gerak Anggota Badan

Perbedaan berikutnya bisa dinilai dari gerak anggota badan.

  • Saat berjalan hanya dibutuhkan gerakan kaki dan tubuh akan tetap diam. Jadi seolah-olah yang bergerak hanya kakinya saja.
  • Saat berlari kaki dan seluruh anggota tubuh akan bergerak. Hal ini karena saat berlari, tubuh melakukan gerakan dengan sangat cepat.

3. Tumpuan

Ada perbedaan tumpulan pula antara saat lari dengan saat berjalan. Lebih tepatnya:

  • Jalan menggunakan tumpuan kaki.
  • Lari menggunakan ujung jari kaki depan sebagai tumpuan.

4. Sudut Lutut

Perbedaan berikutnya juga terlihat pada sudut lulut, kamu bisa menilainya dengan melihat:

  • Saat berjalan lutut tidak akan banyak menekuk. Bahkan seolah-olah lutut tidak menekuk.
  • Saat lari lutut akan banyak menekuk. Beban lutut saat berlari lebih besar dibandingkan saat berjalan. Otot quadriceps juga akan bekerja saat berlari. Hal ini mengakibatkan orang akan mudah letih saat berlari dari pada berjalan.

5. Kecepatan

Jelas antara jalan dan lari memiliki kecepatan yang berbeda. Rasanya hampir mustahil jalan menyamai kecepatan berlari. Sebab:

  • Rata-rata kecepatan berjalan 5 km/jam, untuk jalam cepat sekitar 8 km/jam.
  • Sedangkan berlari memiliki kecepatan dua kali lipat daripada berjalan. Kecepatan berlari sekitar 10 km/jam. Bahkan lari cepat dapat mecapai 44 km/jam.

6. Cidera

Karena memiliki kecepatan yang berbeda, maka pada lari dan jalan juga memiliki resiko cidera yang berbeda.

  • Jalan merupakan olahraga yang memiliki resiko cidera paling minim. Untuk orang yang memiliki masalah kelebihan berat badan dapat rutin melakukan olahraga jalan.
  • Berbeda dengan lari, orang akan mudah cidera ketika kaki terbebani, terutama beban berat badan.

7. Gerakan Dasar

Dalam cabang atletik jalan, ada 3 gerakan dasar. Yaitu Berajalan Ke Arah Depan, Berjalan ke Arah Samping dan Berjalam Mengarah pada Jalan Cepat. Sedangkan pada lari, gerakan dasar dapat dilakukan dengan lari ditempat, lari kesamping, lari ke depan, atau lari ke belakang.

Nah itulah perbedaan antara jalan dan lari dalam dunia altetik. Sudah bisa kamu pahami dengan baik bukan? Selain memiliki perbedaan, jalan dan lari juga memiliki perbedaan macam dan jenisnya.

Macam Macam Jalan dan Lari dalam Atletik

1. Macam-macam Jalan dalam Atletik

Dalam cabang olahraga dan atletik, jalan yang diperlombakan dalam olimpiade adalah jalan cepat. Racewalking atau jalan cepat adalah berjalan dengan gerak maju dan melangkah tanpa adanya hubungan yang terputus antara kaki dengan tanah.

2. Macam-macam Lari dalam Atletik

Macam-macam lari yang diperlombakan dalam olimpiade nasional maupun internasional antara lain:

  • Lari Sprint. Lari sprint adalah lari yang berjarak 100 meter. Meskipun memiliki jarak hampir sama dengan lari jarak pendek, namun kedua cabang lari ini memiliki perbedaan.
  • Lari Jarak Pendek. Lari jarak pendek adalah lari yang panjang lintasannya antara 50 meter hingga 400 meter. Nomor lari pada lari jarak pendek, antara lain sekitar 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.
  • Lari Jarak Menengah. Lari jarak menengah adalah lari yang panjang lintasan antara 800 meter hingga 1500 meter.
  • Lari Jarak Jauh. Lari jarak jauh adalah lari yang memiliki panjang lintasan sekitar 3000 meter.
  • Lari Estafet. Berbeda dengan jenis lari lainnya, estafet terdiri dari satu team yang beranggotakan 4 orang. Lari estafet adalah lari dengan memberikan tongkat estafet kepada setiap pelari yang dilakukan secara sambung menyambung.

Itulah perbedaan jalan dan lari beserta macam-macamnya, semoga dengan begini saat menonton pertandingan atletik kamu bisa membedakanya dengan mudah.

Tinggalkan komentar