10 Perbedaan Candi Hindu dan Budha dalam Corak, Ciri, Bentuk, dan Fungsinya

Perbedaan Candi Hindu dan Budha

Dalam sejarah Indonesia, kerajaan Hindu dan Budha pernah menjadi penguasa hampir di seluruh wilayah Nusantara. Kejayaan kerajaan-kerajaan tersebut bahkan masih tampak terlihat pada peninggalan mereka hingga saat ini. Salah satu peninggalan yang masih menunjukkan kemegahannya adalah candi.

Meskipun sama-sama memiliki candi, namun candi dari kerajaan Hindu memiliki perbedaan dengan candi pada masa kejayaan Budha. Begitu juga sebaliknya.

Perbedaan Candi Hindu dan Budha

Untuk lebih mudah memahaminya, berikut ini adalah beberapa perbedaan candi tersebut:

1. Corak

Pada candi Hindu, corak yang digunakan pada umumnya adalah kisah tentang tiga dewa yang utama dalam kepercayaan Hindu, yakni dewa Wisnu, Siwa, dan Brahma. Sedangkan pada candi Budha, corak yang mendominasi adalah corak Dyani Bodhisatwa dan Dyani Budha.

2. Ciri

Ciri yang dimiliki oleh candi Hindu dan Budha juga berbeda. Pada candi peninggalan kerajaan Hindu, pada umumnya memilkiki tekstur yang lebih halus dan tidak terlalu menonjol. Gambar relief yang terdapat pada dinding candi lebih mirip seperti gambaran wayang.

Berbeda dengan candi Budha yang memiliki relief lebih menonjol sehingga tampak seperti pahatan patung. Tampilan yang menonjol ini membuat relief menjadi lebih hidup.

3. Bentuk

Bentuk bangunan yang dimiliki oleh candi Hindu kebanyakan berbentuk ramping. Misalnya saja Candi Prambanan. Hal ini sangat berbeda dengan candi Budha yang kebanyakan berbentuk tambun atau lebar seperti yang diperlihatkan pada Candi Borobudur.

Sedangkan pada bagian puncaknya, candi Hindu memiliki bentuk Dagoba yang dibentuk seperti tabung yang biasa disebut dengan Ratna, sedangkan candi Budha justru memiliki puncak dengan bentuk kubus yang disebut dengan stupa.

4. Struktur

Kedua peninggalan bersejarah ini juga memiliki perbedaan dalam struktur bangunannya. Setiap struktur bangunan sendiri memiliki filosofi yang berbeda pula. Pada candi Hindu, struktur bangunan candi terdiri dari 3 bagian, yakni bhurloka, bhurvaloka, dan svarloka.

Bhurloka terletak pada bagian dasar dan memiliki arti dunia yang semu, bhurvaloka merupakan bagian badan candi yang melambangkan dunia pemurnian, dan svarloka pada bagian atap candi yang melambangkan dunia para dewa.

Sedangkan pada candi Budha, juga terdapat 3 struktur bangunan utama yakni kamadhatu, rupadhatu, dan arupadathu. Kamadhatu menunjukkan manusia yang penuh dengan dosa sehingga berada di bagian bawah.

Lalu rupadhatu yang berada di tengah struktur candi melambangkan manusia yang penuh dengan nafsu dunia, dan arupadhatu yang menjadi bagian puncak memiliki arti manusia yang telah berada di nirwana.

5. Tata letak

Komplek kedua candi juga memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Pada candi Hindu, bangunan candi utama biasanya berada di belakang dan jaraknya cukup jauh dari pintu masuk dan ada di dataran yang paling tinggi dibandingkan bangunan lain. Pada bagian depan candi juga terdapat patung pewayangan yang disimbolkan sebagai penjaga.

Hal ini justru berbeda dengan candi Budha dimana bangunan utama candi bersifat mandala konsentris atau berada di tengah komplek candi. Bangunan utama candi dikelilingi oleh candi-candi kecil dengan letak yang tetap simetris dari berbagai arah.

6. Hiasan

Hiasan pada candi Hindu berada pada bagian atas pintu. Hiasan ini berbentuk kepala Kala yang menyeringai lebar dengan bagian rahang bawah yang lengkap. Pada bagian pintu candi juga tidak ditemukan Makara.

Sedangkan pada candi Budha, hiasan yang digunakan juga berupa kepala Kala dengan seringai yang lebar, hanya saja tidak terdapat rahang bagian bawah. Selain itu, terdapat Makara pada pintu candi.

7. Bahan baku

Pada bangunan candi Hindu, pada umumnya digunakan batu bata merah yang tidak melewati proses pembakaran, bahkan beberapa diantaranya juga menggunakan batu bata biasa. Hal inilah yang menyebabkan banyak bangunan candi mulai rusak terkena korosi air hujan.

Pada bangunan candi Budha, bahan utama yang digunakan adalah batu andesit yang telah dipotong dengan sangat rapi. Selain lebih tahan lama, bentuk bangunan juga lebih rapi.

8. Arah pintu

Ternyata letak arah pintu utama kedua candi ini juga berbeda. Pada candi Hindu, pintu utama candi biasanya menghadap ke arah barat. Sedangkan pada bangunan candi Budha, pintu utama biasanya mengarah ke arah timur.

9. Fungsi

Meskipun sama-sama candi, namun fungsi keduanya sangat berbeda. Candi Hindu dibangun sebagai makam para raja. Abu dari para raja dan keturunannya dimakamkan di dalam bangunan candi sehingga saat itu candi hanya dapat dimasuki oleh keluarga kerajaan dan mereka yang ingin melakukan doa pada sang raja.

Ritual yang dilakukan di candi kebanyakan adalah ritual yang berhubungan dengan pemakaman atau pemujaan pada roh nenek moyang  dan biasanya dilakukan dengan berbagai upacara adat seperti tarian.

Sedangkan candi Budha kala itu dibangun sebagai tempat ibadah menyembah para dewa bagi masyarakat sekitar sehingga candi dapat dimasuki oleh siapa saja. Ritual yang dilakukan di candi Budha juga tidak sebanyak ritual pada candi Hindu karena fungsi utama candi sendiri hanyalah sebagai tempat berdoa.

10. Penggambaran kisah

Baik candi Hindu maupun candi Budha, keduanya memiliki penggambaran kisah yang berbeda. Pada candi Hindu, relief yang terdapat pada candi menggambarkan kisah Ramayana dan Krisnayana. Sedangkan pada candi Budha, relief pada candi menggambarkan Lelitavistara dan Avadana atau Jataka.

Itulah perbedaan candi Hindu dan Budha yang dapat kita amati secara langsung. Meskipun keduanya berbeda, namun baik candi hindu maupun budha tetap menjadi warisan budaya Indonesia yang wajib kita lestarikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.