Pengertian UPS, Jenis UPS, Fungsi UPS Dan Cara Kerja UPS

Pengertian UPS, Fungsi UPS, Jenis dan Tipe UPS serta Cara Kerja UPS – Listrik masih menjadi masalah klasik di negara tercinta kita ini. Pemadaman bergilir tanpa pemberitahuan, aliran listrik yang tidak stabil adalah sebagian kecil masalah yang biasa kita hadapi. Fatalnya untuk beberapa alat elektronik, listrik yang tidak stabil bisa menyebabkan kerusakan. Salah satunya pada komputer atau laptop.

Listrik yang tidak stabil bisa menyebabkan kerusakan atau kehilangan data. Pada tahap yang lebih parah, bisa pula menyebabkan kerusakan pada motherboard. Untuk itu, kita butuh yang namanya UPS untuk menstabilkan listrik. UPS juga bisa menjadi solusi bila tiba-tiba listrik padam. Lantas apa itu UPS?

Pengertian UPS

pengertian UPS

Sumber gambar: Tokopedia.com

Sebagian dari kamu mungkin sudah tak asing lagi dengan perangkat elektronik satu ini. Karena biasanya perangkat elektronik di rumah menggunakan perangkat sederhana ini.

  1. Pengertian UPS Menurut Bahasa. Secara bahasa UPS adalah akronim dari kata Uninterruptible Power Suply yang berarti sebuah alat tambahan pada rangkaian computer yang biasanya dipasang pada peralatan listrik dan elektronik dirumah seperti TV, kulkas, komputer dan lain sebagainya.
  2. Pengertian UPS Menurut Ahli. UPS menurut ahli didefinisikan sebagai sebuah peralatan listrik yang memiliki fungsi utama untuk menyediakan listrik tambahan dan penstabil listrik pada bagian tertentu pada komputer dan alat elektronik lain. khusus pada komputer, biasanya akan menyuplai listrik pada bgaian seperti monitor, CPU, server atau bagian lain agar mendapatkan asupan listrik secara terus menerus.
  3. Pengertian UPS Menurut Wikipedia. Sedangkan menurut Wikipedia bahasa Indonesia UPS adalah perangkat yang biasanya menggunakan baterai backup sebagai catuan daya alternative untuk dapat memberikan suplay daya yang tidak terganggu untuk perangkat elektronik yang terpasang.

Jadi pengertian UPS secara umum merupakan sistem peralatan elektronik yang digunakan sebagai penyedia sekaligus penstabil daya listrik yang sangat penting dan diperlukan sekaligus sebagai benteng dari kegagalan daya serta kerusakan sistem dan hardware. Sebagai sebuah sistem, UPS terdiri dari beberapa komponen dipenyusun di dalamnya. UPS sendiri memiliki beberapa fungsi.

Fungsi UPS

fungsi UPS

Sumber gambar: Tokopedia.com

Pentingnya penggunaan UPS seperti yang telah dijelaskan diatas, membuat kita juga harus tahu sebenarnya apasih fungsi dari UPS itu sendiri. Berikut beberapa fungsi UPS yang biasa kita lihat, walau terkadang tidak kita sadari.

  1. UPS melindungi peralatan elektronik dari kondisi arus listrik yang tidak stabil. Khususnya untuk daerah yang sering terjadi pemadaman sebaiknya menggunakan UPS ini agar usia penggunaan perangkat elektronik lebih tahan lama.
  2. Selanjutnya bagi kamu yang menggunakan sumber arus kurang stabil seperti genset atau diesel sebaiknya juga dilengkapi dengan UPS. Karena akan sangat berbahaya apabila arus tiba-tiba naik turun tanpa terkontrol.
  3. UPS mampu memberikan arus cadangan apabila tiba-tiba sumber arus mati mendadak. Maka peralatan elektronik bisa dimatikan secara perlahan dan tidak mati secara tiba-tiba karena akan membahayakan kondisi peralatan elektronik kita.
  4. Khusus untuk pengguna computer dan server, perangkat UPS sangatlah dibutuhkan. Karena UPS mempunyai fungsi back up yang membantu para pengguna computer dan server agar tidak kehilangan data-datanya.

Itulah beberapa fungsi dan manfaat UPS yang bisa kita dapatkan. Tentu saja selain itu masih ada beberapa manfaat lainya.

Jenis dan Tipe UPS

jenis dan tipe UPS

Sumber gambar: Tokopedia.com

Nah, ternyata di pasaran sudah ada beberapa jenis dan tipe UPS yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan lho. Berikut penjelasan beberapa jenis dan tipe UPS lengkap dengan kegunaanya.

1. UPS standby

UPS standby merupakan jenis UPS rumahan yang paling banyak digunakan. Keunggulannya adalah biayanya ringan, efisiensi tinggi, desainnya kompak. Sedangkan kekurangannya adalah baterai akan tetap terpakai selama listrik padam, tidak cocok untuk pemakaian diatas 2kVA. Paling cocok untuk pengguna personal.

2. UPS Line Interactive

UPS line interactive merupakan jenis UPS yang dipakai untuk perusahaan kecil namun sudah membutuhkan arus listrik yang lumayan besar. Keunggulannya adalah reliabilitas tinggi, efisiensinya pun tinggi, serta penyesuaian voltasenya baik.

Sedangkan kekurangannya adalah tidak cocok untuk pemakaian diatas 5kVA. Paling cocok untuk tipe ini adalah digunakan dalam kondisi listrik yang tidak menentu.

3. UPS Double Conversion Online

UPS double conversion online merupakan jenis UPS dengan daya lebih dari 10kVA dan mirip dengan tipe UPS standby. Kelebihannya adalah penyesuaian voltase sangat baik, mudah disambungkan secara paralel.

Sedangkan kekurangannya adalah efisiensinya rendah, harganya mahal, dan tidak bisa digunakan dengan daya dibawah 5kVA.  UPS double conversion online telah mendekati gambaran ideal suatu perangkat UPS, namun UPS ini menghasilkan panas yang cukup tinggi.

4. Delta Conversion Online

UPS delta conversion online merupakan bentuk teknologi konversi ganda yang telah diperbarui dengan daya 5kVA hingga 1.6 MW. Keunggulannya adalah penyesuan voltase yang sangat baik, serta efisiensinya tinggi. Sedangkan kekurangannya adalah tidak cocok utnuk penggunaan dibawah 5kVA. Efisiensi tinggi ini dapat memperpanjang daur hidup perangkat saat digunakan pada system yang besar.

Sedangkan kalau untuk beberapa merk UPS yang bisa jadi pilihan kamu karena terkenal dengan bandel dan harga murah adalah 1. APC; 2. Laplace; 3. ICA; 4. Prolink; 5. Kenika atau 6. Ersys.

Cara Kerja UPS

cara kerja UPS

Sumber gambar: Tokopedia.com

Sebagai sebuah sistem, UPS memiliki cara kerja tersendiri. Cara kerja UPS ini berdasarkan kepekaan tegangan. UPS mulai bekerja dengan cara akan mencari dan menemukan penyimpanan yang ada pada jalur voltase misalnya kenaikan tajam, gelombang, kerendahan, serta penyimpanan yang disebabkan oleh pemakaian pembangkit listrik yang murah.

Karena listrik yang tidak stabil atau bahkan gagal, maka UPS akan berpindah ke operasi on-battery. Hal ini sebagai reaksi UPS pada penyimpanan demi melindungi bebannya. Kemudian UPS juga bekerja pada kegagalan listrik yang terjadi akibat terputusnya aliran listrik, UPS akan meningkatkan arus satu daya dan mematikan suplay arus listrik direct current yang menuju motherboard komputer.

Nah kegagalan ini nantinya juga mempengaruhi kinerja perangkat komputer baik software ataupun hardwarenya saat pengolahan data. Gangguan hardware yang bisa diderita akibat tidak stabilnya listrik misalnya motherboard cepat rusak, turunya performance hardware, atau berkurangnya performance sistem. Sedangkan contoh gangguan software misalnya data lost, operating system corrupt, dan lain-lain.

Ada pertanyaan atau komentar?