Pengertian Sistem Informasi: Komponen & Contoh Penerapannya

Sistem informasi merupakan kumpulan elemen yang saling terhubung dan bekerja bersama mengumpulkan, menyimpan, mengolah dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi atau entitas.

Sistem ini memainkan peranan penting dalam mendukung pengambilan keputusan, pengelolaan data dan operasi sehari-hari.

Berikut ini adalah pemahaman yang lebih detail tentang pengertian sistem informasi, komponen-komponen dalam sistem informasi beserta contohnya.

Pengertian Sistem Informasi

Definisi sistem informasi adalah struktur terorganisir yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak, data, proses dan pengguna/manusia.

Yang tujuannya adalah untuk mengumpulkan, memproses dan menyebarkan informasi kepada pemangku kepentingan dalam organisasi agar dapat diambil keputusan yang lebih baik.

Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli

Untuk menjelaskan pengertian sistem informasi, kita bisa lakukan dengan menjelaskan kata penyusunnya. Sistem informasi disusun dari kata sistem dan informasi.

Secara umum, sistem di definisikan sebagai sekumpulan prosedur yang saling berkaitan atau saling terhubung satu sama lain untuk melakukan suatu tugas secara bersama-sama. Sedangkan, informasi merupakan hasil pengelolaan data dari satu atau berbagai sumber yang kemudian diolah, sehingga mempunyai arti, nilai serta manfaat.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan sekumpulan komponen yang terdiri dari software, hardware, dan brainware yang saling berkaitan dan memiliki fungsi masing-masing untuk menghasilkan sebuah informasi.

Adapun pengertian sistem informasi menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

1. Leitch Rosses

Menurut Leitch Rosses dalam (Jogianto, 2005:11) mengatakan bahwa sistem informasi merupakan suatu sistem pada organisasi yang diolah guna mendukung kebutuhan harian baik yang bersifat manajerial, operasional, ataupun kegiatan strategi yang digunakan untuk menyediakan informasi tertentu bagi pihak luar yang membutuhkan.

2. Lani Sidharta

Sistem informasi sebagai sistem informasi buatan yang berisi komponen-kompenen yang saling terintegrasi, baik dari yang manual hingga ke komputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, mengolah data, memproses data, sehigga menghasilkan sebuah informasi bagi para pengguna dan penerima (Lani Sidharta, 1995:1).

3. Gordon B. Davis

Gordon B. Davis (1991:91) mengatakan bahwa sistem informasi adalah sistem yang menerima masukan berupa data dan intruksi, serta mengolah data tersebut sesuai dengan intruksi yang di berikan, sehingga menghasilkan informasi.

Dari ketiga definisi sistem informasi menurut para ahli di atas, dapat kita simpulkan bahwa sisten informasi sebagai suatu sistem yang berisi data-data, yang kemudian diolah, diproses, sehingga menghasilkan informasi yang berguna bagi pengguna ataupun penerima informasi tersebut.

Komponen Sistem Informasi

Menurut Sarma Fuad dalam Pratama (2014:11-14) dalam papernya yang berjudul information system definition and component, menyebutkan bahwa terdapat tujuh komponen dalam sistem informasi antara lain:

  1. masukan
  2. keluaran
  3. perangkat lunak
  4. perangkat keras
  5. basis data
  6. kontrol dan prosedur
  7. teknologi dan jaringan komputer

Berikut penjelasan singkat dari komponen-komponen dalam sistem informasi diatas:

Pertama, masukan berfungsi untuk menerima semua masukan dari pengguna yang diterima dalam bentuk data (data internal ataupun eksternal).

Kedua, keluaran berfungsi untuk menyajikan hasil akhir ke pengguna sistem informasi.

Ketiga, perangkat lunak yakni meliputi semua perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan proses pengolahan data, penyajian informasi, penghitungan data, dan lain-lain seperti sistem operasi, aplikasi dan driver.

Keempat, perangkat keras mencakup semua perangkat keras komputer yang digunakan secara fisik di dalam sistem informasi, baik di komputer server maupun di komputer client.

Kelima, basis data berfungsi untuk menyimpan semua data dan informasi ke dalam satu atau beberapa tabel.

Keenam, Kontrol dan prosedur berfungsi untuk mencegah terjadinya beragam gangguan dan ancaman terhadap data dan informasi yang ada dalam sistem informasi, termasuk juga sistem informasi itu sendiri beserta fisiknya (dalam hal ini komputer server). Sedangkan prosedur dan aturan harus dilakukan dan wajib ditaati bersama, guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Ketujuh, teknologi jaringan komputer yaitu berperan di dalam menghubungkan sistem informasi dengan sebanyak mungkin pengguna, baik melalui jaringan (wired), maupun tanpa kabel (wireless). Jaringan komputer dapat berupa jaringan lokal (private) hingga jaringan internet (public). Hal ini bergantung pada kebutuhan, biaya, kebijakan, situasi, dan kondisi yang ada.

Cara Kerja Sistem Informasi

Dalam era digital moderen, sistem informasi menjadi kunci dalam menjalankan bisnis dan organisasi. Dengan penggunaan SI yang efektif dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas untuk bersaing dalam lingkungan bisnis yang kompetitif.

Berikut ini adalah cara kerja sistem informasi:

  1. Mengumpulkan Data: Sistem informasi mengumpulkan data dari berbagai sumber yang dapat berupa manusia, perangkat atau sensor.
  2. Memproses Data: Data yang dikumpulkan kemudian diolah menjadi informasi yang lebih bermakna melalui proses analisis dan transformasi.
  3. Menyimpan Informasi: Informasi yang telah diolah disimpan dalam basis data atau sistem penyimpanan untuk diakses saat diperlukan.
  4. Distribusi Informasi: Informasi yang relevan disebarkan kepada pemangku kepentingan yang membutuhkannya.
  5. Feedback: Selanjutnya pengguna perlu memberi umpan balik, terkait keputusan yang didasarkan pada informasi tersebut. Apakah cukup puas dengan hasilnya, atau menginginkan perubahan dan perbaikan pada sistem.

Manfaat Sistem Informasi

Sistem informasi memberikan berbagai manfaat bagi manusia, Berikut ini adalah beberapa manfaat sistem informasi (SI) bagi manusia:

1. Mempermudah Akses Informasi

SI memungkinkan manusia dengan mudah mengakses berbagai jenis informasi dari berbagai sumber, termasuk internet. Ini membuka pintu pengetahuan yang luas dan pemahaman yang lebih baik.

2. Pengambilan Keputusan yang Terinformasi

SI menyediakan data dan analisis yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik, baik dalam konteks bisnis, pendidikan atau kehidupan pribadi. Keputusan yang berdasarkan data cenderung lebih akurat.

3. Meningkatkan Efisiensi & Produktivitas

Si mengotomatisasi banyak tugas-tugas rutin, mengurangi pekerjaan manual dan membuat manusia lebih produktif dalam pekerjaan mereka.

4. Mempermudah Komunikasi

SI memfasilitasi komunikasi yang mudah melalui email, pesan instan, media sosial, dan berbagai platform lain. Hal ini membuat kita lebih mudah terhubung dengan rekan kerja, teman, dan keluarga di seluruh dunia dengan cepat.

5. Peningkatan Kualitas Hidup

SI digunakan dalam berbagai aplikasi bidang kesehatan, seperti sistem informasi medis yang dapat meningkatkan pengobatan dan pemantauan kondisi kesehatan individu.

6. Pelayananan Pelanggan yang Lebih Baik

Dalam bidang bisnis SI membantu perusahaan memberikan layanan pelanggan yang lebih baik, dengan respon cepat dan pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan pelanggan.

7. Mempermudah Transaksi Keuangan

Si mendukung sistem perbankan online, pembayaran digital dan e-commerce yang memudahkan transaksi pembayaran secara online.

Contoh Sistem Informasi

Seperti yang telah saya jelaskan tadi, bahwa sistem informasi telah merambah ke seluruh kegiatan manusia. Untuk memperjelasnya, berikut ini contoh penerapan sistem informasi yang memiliki peranan penting bagi organisasi, yaitu:

1. Knowledge Work System

Seperti namanya yaitu knowledge, yakni sistem informasi yang memuat ilmu pengetahuan. Informasi ini dapat diakses oleh semua penggunanya untuk memecahkan masalah.

2. Transaction Processing System

Jenis sistem informasi ini banyak digunakan pada organisasi yang melakukan kegiatan operasional secara rutin, misalnya melakukan kegiatan transaksi keuangan, dan lain sebagainya.

3. Office Automation System

Sistem informasi ini berfungsi untuk menggabungkan peralatan IT dengan sjaringan yang dipusatkan pada suatu server. Hal ini dilakukan untuk mempermudah serta menjadikan hubungan komunikasi antara para anggota semakin efektif dan efisien.

Keberadaan sistem informasi yang begitu penting, membuatnya sampai dengan saat ini masih terus berkembang. Perkembanganya bahkan jauh lebih pesat jika dibanding dengan awal-awal kemunculanya. Semoga kedepanya, sistem informasi terus memberikan dampak yang makin baik untuk kehidupan manusia.

Apakah artikel ini membantu?

Terima kasih telah memberi tahu kami!
PERHATIAN
Jika ingin mengcopy-paste referensi dari Jurnalponsel.com, pastikan untuk menambahkan sumber rujukan di daftar pustaka dengan format berikut:
Litalia. (). Pengertian Sistem Informasi: Komponen & Contoh Penerapannya. Diakses pada , dari https://www.jurnalponsel.com/pengertian-sistem-informasi/

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.