Pengertian ROM Dan Fungsinya Beserta Cara Kerjanya

Pengertian ROM Dan Fungsinya Beserta Cara Kerjanya – Saat pertama kali kamu menyalakan komputer atau laptop, jam dan kalender secara otomatis tersinkronisasi. Nah, pernahkah kamu membayangkan, mengapa semua itu bisa terjadi? Padahal komputer tersebut tidak terkoneksi dengan internet. Uniknya lagi, kamu bahkan bisa melihatnya sistem jam yang sama pada sistem BIOS.

Komputer adalah perangkat yang tersusun dari banyak perangkat. Ada VGA, CPU, power, Mouse, USB, ODD dan lain-lain. Menariknya, semua perangkat tersebut saling terhubung.

Bahkan satu perangkat dengan perangkat yang lainya saling mengenali sehingga bisa tersingkronisasi. Menurut kamu, bagaimana semua itu bisa terjadi? Satu-satunya alasan mengapa semua itu bisa terjadi adalah karena adanya ROM (Read-Only Memory).

Pengertian ROM 

pengertian ROM

contoh ROM

ROM adalah hardware (perangkat keras) pada komputer yang berupa chip memori semikonduktor. Isinya hanya bisa dibaca saja. Tentu ini berbeda dengan RAM (Random Access Memory).

Antara ROM dan RAM, keduanya bisa digunakan untuk menyimpan. Tetapi menyimpan data di ROM tidak semudah menyimpan data di RAM. Data yang disimpan di dalam ROM sifatnya permanen dan tidak mudah hilang.

Bahkan ketika listrik mati sekalipun, data di dalam ROM tetap tersimpan rapi. Begitu juga ketika kamu mematikan komputer, data di dalam ROM tetap utuh. Walau menyimpan data sulit dilakukan, tapi membaca data di ROM sangat mudah sekali.

Isi data di dalam ROM, biasanya dilakukan oleh pabrik yang membuatnya. Oleh karena itu biasanya digunakan untuk menyipan data firmware. Atau perangkat lunak yang berupa chip dan memiliki hubungan erat dengan perangkat keras.

Data firmware ini diisi oleh pabrik dengan kode-kode program yang digunakan untuk menjalankan perangkat keras di dalam komputer. Sehingga ROM sangat penting keberadaanya dimulai sejak booting.

Data di dalam ROM itu tidak dalap di ubah. Melainkan hanya bisa dibaca, sebagaimana namanya: read only. Alasan mengapa data tidak dapat diubah adalah kerena data di dalam ROM itu berisi kode yang membuat komputer bisa berjalan sebagai mana mestinya.

Meski secara umum datanya tidak bisa di ubah, ada beberapa varian ROM yang nyatanya datanya bisa diubah atau yang disebut dengan istilah Programmable ROM. Misalnya saja: Programmable Read-Only Memory (PROM), atau Electrically Alterable Read-Only Memory (EAROM).

Fungsi ROM

fungsi ROM

Secara umum, ROM memiliki 3 fungsi utama. Yaitu 1) sebagai alat pendistribusian software, 2) sebagai tempat eksekusi kode booting dan 3) sebagai media penyimpanan yang punya keamanan tinggi.

1. Sebagai alat pendistribusian software komersial

Sebenarnya ini bukan fungsi utama ROM pada komputer, melainkan fungsi utama ROM untuk bisnis. Biasanya ROM digunakan oleh banyak perusahaan untuk mendistribusikan software komersial.

Lebih jelasnya, kamu bisa lihat ketika kamu membeli sebuah sofware. Pasti yang kamu dapatkan adalah sebuah CD yang disertai dengan key-nya. Alasan utama mengapa dipilih media ROM untuk pendistribusian software adalah karena tingkat keamanannya yang baik. Selain itu, bisa untuk berulang kali instal.

ROM akan membuat data-data untuk instalasi jadi tidak mudah rusak. Lebih dari itu, ketika kamu coba copy file yang ada di dalam CD ROM berisi software, pasti hasil copynya akan error ketika kamu gunakan untuk instal. Mengapa? Sebab ROM telah diprogram untuk hanya untuk proses instal bukan copy.

2. Sebagai tempat eksekusi kode booting

Inilah fungsi utama ROM untuk sebuah komputer atau laptop. Yaitu tempat menyimpan kode-kode booting komputer atau laptop. Buktinya, ketika kamu menghidupkan komputer untuk pertama kali, maka akan ada tampilan “Press … to enter BIOS”. Bios inilah bukti penggunaan ROM yang paling jelas di komputer.

BIOS itu berisi banyak kode yang memuat informasi pengecekan hardware yang telah diinstall. Selain itu juga berisi informasi yang berhubungan dengan hardware itu sendiri.

Jika BIOS gagal dalam membaca informasi hardware, maka juga akan menyebabkan komputer tidak berjalan secara normal. Bahkan yang lebih parah, komputer bisa saja sama sekali tak bisa dijalankan. Misalnya saja saat BIOS tidak mendeteksi adanya aktivitas kipas CPU. Tipe yang digunakan untuk booting biasanya EEPROM.

3. Sebagai media penyimpanan

Berikutnya, ROM juga bisa berfungsi sebagai media penyimpan dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi. sebenarnya, fungsi ketiga ini hampir mirip dengan fungsi ROM yang pertama.

Hanya saja, pada fungsi ketiga ini lebih fokus pada penyimpanan untuk data pribadi. Tentu kamu pernah mengalami sebuah data rusak ketika kamu simpan di flashdisk, entah itu karena virus, error, atau pun karena terlalu lama tak diakses.

Tapi beda cerita bila kamu simpan di ROM. Hasilnya akan jauh lebih aman. Jenis ROM yang biasanya kamu gunakan ada CD-R atau CD-RD. Keduanya merupakan salah satu jenis ROM.

Perbedaan ROM dan RAM

Perbedaan ROM dan RAM

Di atas telah saya singgung sedikit mengenai ROM dan RAM. Tepatnya pada point pengertian ROM. Orang awam bisa jadi tak memahami perbedaan keduanya. Untuk itu, mari kita bahas perbedaan antara ROM dan RAM.

  • ROM itu kepanjangannya “Read-Only Memory”, sedangkan RAM kepanjangannya adalah “Random Access Memory”.
  • ROM berisi kode-kode yang tak bisa diubah dengan mudah. walaupun memang ada beberapa jenis ROM yang tersedia masih kosong dan bisa diisi oleh pengguna komputer. RAM adalah tempat penyimpanan sementara yang bekerja saat kita menjalankan sebuah proses. Datanya bisa diakses dan hanya ada ketika kita menjalankan program.
  • Data pada ROM sifatnya read-only dan non-volatile (hanya bisa dibaca dan tak bisa diubah). Kode-kodenya diintegrasikan dengan baterai, sehingga tetap utuh sekalipun komputer mati. Misalnya sistem jam pada sistem BIOS. Beda dengan RAM yang datanya sesuai dengan program yang kita jalankan dan sifatnya sementara. Ia akan hilang ketika komputer atau laptop dimatikan.

Hal-hal yang berkaitan dengan RAM, telah saya bahas ditulisan: Pengertian dan Fungsi RAM Pada Komputer dan HP yang Perlu Kamu Ketahui

Pada intinya, ROM adalah chip yang berisi kode-kode. Jika diterapkan pada komputer, maka ia berfungsi untuk membaca kode booting hardware. Sementara jika digunakan untuk bisnis dan pribadi, ia berguna untuk menyimpan data yang tingkat keamananya sangat tinggi.

Ada pertanyaan atau komentar?