Pengertian Politik Menurut Para Ahli dan Secara Umum [Lengkap]

Politik merupakan hal sudah tak asing lagi di kehidupan sehari-hari kita. Kata politik diambil dari bahasa Yunani yakni politikos yang berarti dari, untuk, atau yang seluruhnya berkaitan dengan warna negara. Secara singkat dan sederhana, politik merupakan teori, metode, atau teknik untuk mempengaruhi individu.

Politik juga dapat dikatakan sebagai tingkatan suatu kelompok atau individu yang membicarakan tentang hal-hal yang terjadi di dalam masyarakat hingga negara. Jika membicarakan mengenai politik, memang tidak akan jauh-jauh dari negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, dsb. Padahal sebenarnya politik jauh lebih luas dari itu semua.

Pengertian Politik Menurut Para Ahli

Para ahli serta pakar politik memiliki pendapat dan pandangan berbeda-beda dalam menerangkan pengertian politik yang sebenarnya. Berikut sejumlah pengertian politik menurut para ahli:

1. Aristoteles

Filsuf asal Yunani dan juga merupakan murid dari Plato ini mengemukakan bahwa politik adalah upaya atau cara untuk mendapatkan sesuatu yang dikehendaki. Jadi apapun upaya atau cara yang dilakukan untuk mendapatkan sesuatu disebut politik.

2. Prof. Miriam Budhiarjo

Menurut pakar ilmu politik sekaligus dekan Universitas Indonesia di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini, politik merupakan sebuah sistem yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu serta melaksanakan tujuan-tujuan itu.

Ringkasnya, politik dapat dikatakan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan negara maupun dalam proses pengambilan keputusan seputar ketatanegaraan.

3. Johan Kaspar Blunchli

Politik merupakan ilmu yang memperhatikan mengenai masalah kenegaraan dengan memperjuangkan pengertian serta pemahaman tentang negara dan keadaaannya. Hal ini juga mencakup tentang sifat-sifat dasarnya dalam bermacam bentuk atau manifestasi pembangunannya.

Politik menurut Johan Kaspar juga berarti membuat konsep-konsep pokok tentang sebuah negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijaksanaan, pembagian, hingga alokasi.

4. Roger F. Soltau

Roger F.Soltau berpendapat bahwa politik merupakan ilmu yang digunakan untuk mempelajari negara beserta tujuan-tujuannya dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan tersebut.

5. W.A Robson

Politik merupakan ilmu yang berguna untuk mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. Ilmu tersebut mencakup sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup, hingga hasil-hasil.

6. Robert

Robert memandang politik sebagai seni dalam memerintah serta mengatur masyarakat.

7. Hans Kelsen

Dua pengertian politik dijelaskan oleh Hans Kelsen, yakni:

  • Politik berperan sebagai etik. Maksudnya berkenaan dengan tujuan manusia atau individu agar secara sempurna tetap hidup.
  • Politik berperan sebagai teknik. Yakni berkenaan dengan cara manusia atau sebuah individu untuk mencapai tujuan.

8. Paul Janet

Politik menurut Paul Janet merupakan ilmu yang mengatur tentang perkembangan negara. Begitu juga perihal prinsip-prinsip pemerintahan.

9. Ibnu Aqil

Pendapat Ibnu Aqil berpendapat bahwa politik merupakan berbagai hal yang sifatnya praktis yang mendekati kemaslahatan bagi manusia dengan tujuan menjauhkan dari kerusakan meskipun tak digariskan oleh Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam.

10. Andrew Heywood

Andrew Heywood membagi pengertian politik menjadi empat macam asumsi, yakni:

  • Politik sebagai seni pemerintahan – Yakni penerapan kendali dalam masyarakat melalui pembuatan serta pemberdayaan keputusan kolektif. Asumsi ini berkembang sejak masa Yunani Kuno dan yang paling tua dijalankan.
  • Politik sebagai hubungan publik – Hal ini berdasarkan buku Politics karya Aristoteles. Dalam bukunya, Aristoteles menyebutkan bahwa manusia adalah binatang politik. Maknanya, manusia secara kodrati hanya bisa mendapat kehidupan yang baik melalui sebuah komunitas politik.Kemudian akan muncul pembedaan antara lingkup publik dan privat.
  • Politik sebagai komponen kompromi dan konsensus – Kompromi serta konsensus dilawan dengan pertumpahan darah, brutalitas, serta kekerasan. Dan dalam politik, tiada pihak yang kepentingannya terpenuhi sampai 100%. Masing-masing memoderasi tuntutan agar tercapai persetujuan dengan pihak lainnya.

Politik sebuah negara baiknya mampu menyelesaikan sebuah masalah pergesekan kepentingan melalui kompromi serta konsensus di atas meja, bukan melalui kekerasan atau perang.

11. Litre

Litre mengemukakan bahwa politik merupakan ilmu dalam mengatur serta memerintah suatu negara.

12. Franz Magnis Suseno

Politik merupakan segala kegiatan manusia yang orientasinya untuk masyarakat secara menyeluruh. Orientasi tersebut juga dapat diperuntukkan kepada negara. Sebuah keputusan yang dapat disebut keputusan politik diambil apabila memperhatikan kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Sedangkan suatu tindakan dapat disebut politis jika menyangkut keseluruhan masyarakat.

13. Sri Sumantri

Politik menurut Sri Sumantri merupakan pelembagaan dari hubungan antar manusia yang dilembagakan ke dalam berbagai macam badan politik. Baik berupa suprastruktur politik hingga infrastruktus politik.

14. Kartini Kartolo

Politik adalah aktivitas perilaku atau sebuah proses untuk menegakkan peraturan dan keputusan-keputusan yang sah berlaku di tengah masyarakat dengan kekuasaan.

15. Gabriel A. Almond

Politik menurut Gabriel A.Almond merupakan kegiatan yang ada hubungannya dengan kendali pembuatan keputusan publik dalam masyarakat tertentu serta di wilayah tertentu. Kendali ini kemudian disokong melalui instrumen yang sifatnya otoritatif dan koersif.

16. Cheppy H.Cahyono

Bahwa politik merupakan kegiatan yang bermacam-macam dalam sistem negara yang menyangkut proses menentukan serta melaksanakan tujuan-tujuan dari sistem tersebut.

17. Max Weber

Max Weber mengungkapkan bahwa politik sebagai sarana perjuangan untuk bersama-sama melaksanakan politik atau perjuangan. Tujuannya mempengaruhi pendistribusian kekuasaan. Baik diantara negara-negara maupun hukum dalam suatu negara.

18. Rod Hague

Rod Hague mengungkapkan bahwa politik merupakan kegiatan untuk mencapai keputusan yang sifatnya kolektif pada kelompok-kelompok. Caranya dengan mengikat melalui usaha untuk berdamai dengan segala perbedaan yang terjadi diantara para anggotanya.

19. Adolf Grabowsky

Adolf Grabowsky mengemukakan bahwa politik merupakan kegiatan menyelidiki negara dalam keadaan yang bergerak.

20. Seely dan Stephen Leacock

Bahwa politik merupakan ilmu yang serasi dan ditujukan untuk menangani pemerintahan.

21. Ossip K. Flechteim

Ossip K. Flechteim mengungkapkan bahwa politik merupakan ilmu sosial yang secara khusus mempelajari sifat serta tujuan dari negara sejauh sebuah negara merupakan organisasi kekuasaan. Hal tersebut juga termasuk sifat dan tujuan gejala-gejala kekuasaan lain yang tidak resmi dan dapat mempengaruhi negara.

22. Wilbur White

Arti politik menurutnya adalah ilmu yang mempelajari asal muasal, proses-proses dan bentuk-bentuk negara serta pemerintah.

23. Maurice Duverger

Menurut Maurice Duverger, politik merupakan sebuah kekuasaan, kekuatan seluruh lembaga dan jarigan yang ada kaitannya dengan otoritas. Dalam hal ini suasana didominasi beberapa orang diatas orang lainnya.

24. Carl Schmidt

Menurut Carl Schmidt, politik dikatakan sebagai suatu dunia dimana didalamnya orang-orang lebih membuat keputusan daripada lembaga-lembaga abstrak.

25. F.Isjwara

Bahwa politik adalah perjuangan untuk mendapatkan kekuasaan atau sebagai cara untuk menjalankan kekuasaan.

26. Harold Laswell

Pengertian politik menurut Harold Laswell merupakan sebuah ilmu yang digunakan untuk mempelajari pembagian serta pembentukan kekuasaan.

27. Ramlan Surbakti

Politik merupakan sebuah proses interaksi diantara pemerintah serta masyarakat untuk menentukan kebaikan bersama bagi masyarakat yang berada dalam suatu wilayah tertentu.

28. Hamid

Di masa modern, politik memiliki cakupan pada pemerintah suatu negara dan organisasi yang didirikan manusia lainnya. Pemerintah di dalamnya merupakan otoritas yang terorganisir serta menekankan pelembagaan kepemimpinan dan pengalokasian nilai-nilai secara otoritatif.

Pengertian Politik Secara Umum

1. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), dirangkum pengertian politik terbagi menjadi tiga macam, yakni:

  • Tentang pengetahuan mengenai kenegaraan atau tata negara. Misalnya tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan.
  • Merupakan segala urusan serta tindakan yang mencakup kebijakan, siasat, dsb mengenai pemerintahan dalam satu negara atau terhadap negara lain.
  • Bisa berarti cara bertindak dalam menangani suatu masalah dengan kebijaksanaan.

2. Secara Etimologi

Politik berasal dari bahasa Yunani, politikos. Kata tersebut berasal dari kata Polis yang berarti kota atau negara. Dari kata Polis, akan tercipta beberapa turunan kata sebagai berikut:

  • Polites yang berarti warga negara
  • Politikos yang definisinya kewarganegaraan
  • Politike tehne atau kemahiran dalam politik
  • Politike episteme atau ilmu politik

Kata-kata tersebut pun pengaruhnya sampai ke kawasan Romawi sehingga bangsa Romawi pun memiliki istilah ars politica yang berarti kehamilan mengenai masalah-masalah kenegaraan.

Dalam bahasa Arab, politik dikenal dengan sebutan siyasah. Artinya adalah mengurus kepentingan seseorang.

Kata politik juga berasal dari bahasa Belanda, yakni politiek serta bahasa Inggris yaitu politics. Baik dari bahasa Indonesia, Belanda, hingga Inggris, semuanya berasal dari bahasa Yunani Kuno, yakni Politika dengan akar kata polites dan polis

3. Pengertian Secara Umum

Dalam pengertian politik secara umum, definisinya mencakup sebuah tahapan untuk membangun posisi-posisi kekuasaan di masyarakat. Gunanya sebagai sarana sebagai sarana pengambil keputusan dengan kaitannya yang erat pada masyarakat. Bisa juga dikatakan politik sebagai tindakan suatu kelompok maupun individu mengenai sebuah masalah dari masyarakat atau negara.

Tindakan atau pengambilan keputusan dari pengertian politik secara umum tersebut mencakup apa yang menjadi tujuan dari sistem politik itu sendiri. Yakni menyangkut seleksi antara beberapa alternatif serta penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih.

Jika ditinjau dari kepentingan penggunanya, terbagi menjadi dua pengertian umum, yaitu

  • Pengertian politik dalam arti kepentingan umum. Yakni segala usaha demi kepentingan umum, baik yang ada di bawah kekuasaan daerah maupun negara.
  • Pengertian politik dalam artian kebijaksanaan. 

Dari beberapa paparan diatas, bisa disimpulkan secara singkat bahwa politik merupakan sebuah perilaku atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan segala macam kebijakan yang ada dalam tatanan sebuah negara.

Segala macam tatanan negara yang dimaksud bertujuan untuk merealisasikan cita-cita dan tujuan negara yang sesungguhnya. Alhasil nantinya diharapkan dapat membangun dan membentuk negara sesuai dengan aturan agar mencapai kebahagiaan bersama masyarakat dalam sebuah negara.

4. Secara Terminologi

Dapat diartikan menjadi tiga definisi jika memandang politik secara terminologis, yaitu:

  • Menunjuk kepada segi kehidupan manusia dengan masyarakat. Politik dalam definisi ini lebih megarah pada usaha untuk memperoleh kekuasaan, memperluas, hingga mempertahankan kekuasaan. Misalnya, kegiatan politik, kejahatan politik, dan hak-hak politik.
  • Satu rangkaian yang hendak dicapai atau cara-cara tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Hal ini lebih mengarah pada kebijakan. Misalnya seperti politik dalam negeri, politik luar negeri, hingga keuangan.
  • Pengaturan urusan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Pemerintah bertugas mengatur urusan rakyat, dan masyarakat bertugas mengoreksi pemerintah selama menjalankan tugasnya.

Diantara ketiga pengertian secara terminologi diatas, definisi pertama memiliki konotasi yang lebih negatif jika dibandingkan dengan dua definisi lainnya. Sebab, orientasi yang pertama merupakan politik kekuasaan.

Orientasi kekuasaan biasanya ditujukan hanya untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan saja. Untuk meraihnya pun dapat dijalankan dengan berbagai cara. Baik itu baik maupun sebaliknya.

Sedangkan dua definisi lainnya lebih berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Posisi pemimpin dalam dua definisi lainnya ini merupakan pelayan masyarakat. Bukan semata sebagai penguasa aset-aset strategis.

Tentunya dengan mengenali dan memahami bagaimana definisi politik baik secara umum maupun menurut pendapat para ahli akan membantu kita mengenal lebih lanjut bagaimana sistem di negeri ini berjalan.

Satu pemikiran pada “Pengertian Politik Menurut Para Ahli dan Secara Umum [Lengkap]”

Tinggalkan komentar