PENGERTIAN GURU : Arti, Definisi, Tugas dan Peran Guru Dalam Pendidikan

Menurut kamu siapa itu guru? Ada beragam definisi muncul dari pertanyaan ini. Tetapi yang paling menarik barang kali apa yang diungkapkan oleh Ali Bin Abi Tholib, salah seorang pemimpin islam masa khulafaurrosidin.

Beliau rela memberikan apa saja bagi seseorang yang mengajarkan ilmu sekalipun hanya satu huruf. Dalam ajaran Islam guru adalah syarat yang harus ada bila seseorang hendak menuntut ilmu.

Pengertian Guru

Guru adalah seseorang yang telah membuat kita menaiki level yang lebih tinggi dalam kehidupan dimana yang tidak tahu menjadi tahu serta yang buruk menjadi baik. Guru tidak harus mengajarkan pendidikan formal, segala macam ilmu dan adab yang bermanfaat juga dapat diajarkan.

Seorang guru memiliki tugas dan peran guru tidak mudah. Menghadapi manusia secara langsung tentu memiliki berbagai kendala yang jauh lebih sulit dibandingkan berhadapan dengan angka-angka atau benda mati lainnya.

Inilah yang membuat guru memilliki arti yang sangat penting dalam menentukan masa depan sebuah bangsa. Sayangnya polemik soal kesejahteraan pahlawan tanpa tanda jasa ini masih menjadi persoalan yang belum ketemu solusinya.

Pengertian Guru Menurut Para Ahli

1. Dri Atmaka

Guru adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab dalam menyalurkan bantuan pada para siswa untuk mengembangkan kemampuan fisik dan spiritual.

2. Husnul Khotimah

Guru adalah orang yang mampu memberikan fasilitas dalam proses penyaluran ilmu pengetahuan dari sumber ilmu kepada para murid.

3. Ngalim Purwanto

Guru adalah seseorang yang memiliki jasa dalam memberikan suatu kepintaran atau keahlian kepada orang lain.

4. Mulyasa

Guru adalah orang yang diakui memiliki kemampuan akademik dan kompetensi sebagai seorang pengajar dimana ia juga memenuhi standar kesehatan jasmani maupun rohani, serta memiliki tujuan dalam meningkatkan pendidikan nasional.

5. Drs. M. Uzer Usman

Guru adalah orang yang memiliki hak dan kewenangan untuk bertugas sebagai pengajar di lembaga pendidikan formal.

6. Ahmadi

Guru adalah orang yang membimbing dalam sebuah proses pengajaran pada murid dimana ia wajib menciptakan suasana pendidikan yang nyaman.  Guru juga harus memberikan penghargaan kepada murid yang telah berhasil agar murid merasa ilmu yang didapatkan adalah ilmu yang berharga.

7. UU No. 14 Tahun 2005

Guru adalah tenaga pengajar profesional yang bertugas untuk mengajar, mendidik, mengarahkan, membimbing, menilai, melatih, dan mengevaluasi murid melalui lembaga pendidikan formal pada tingkat dasar dan menengah.

Guru Menurut Falsafah Jawa

Dalam pandangan masyarakat Jawa, terutama yang masih menganut nilai-nilai budaya Jawa kuno yang kuat, guru adalah sosok yang sangat dihormati dalam lingkungan masyarakat.

Kata guru ternyata berasal dari bahasa Jawa, yakni ‘digugu lan ditiru’ yang artinya dianut atau dicontoh. Guru dipandang sebagai orang yang sangat penting dalam membentuk  pribadi seseorang untuk menjadi lebih baik.

Falsafah Jawa melihat sosok guru sebagai orang yang harus mampu membawa perubahan yang positif di masyarakat. Maka dari itu, guru dituntut untuk memiliki berbagai keahlian dan kecakapan dalam berbagai bidang karena guru tidak hanya orang yang mengajar di dalam sebuah ruangan, namun dalam berbagai aspek kehidupan.

Tugas Guru

Melihat beberapa definisi mengenai guru sebelumnya, maka dapat disimpulkan beberapa tugas guru adalah sebagai berikut:

1. Mengajar peserta didik

Tugas pertama yang harus ditunaikan seorang guru adalah mengajar peserta didik. Kegiatan mengajar adalah kegiatan dimana seorang guru akan memberikan sebuah ilmu yang belum pernah dipelajari oleh para peserta didik.

Maka dari itu, seorang guru diwajibkan untuk menguasai betul ilmu yang ia ajarkan agar tidak terjadi kesalahpahaman atau bahkan penyimpangan dalam proses pengajaran.

2. Mendidik peserta didik

Banyak orang yang mengira mengajar dan mendidik adalah hal yang sama. Mendidik berbeda dengan mengajar. Jika mengajar adalah memberikan ilmu pengetahuan yang belum diketahui sebelumnya, maka mendidik adalah membuat peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam mendidik, poin penting yang diberikan adalah nilai-nilai moral yang beredar di masyarakat. Diharapkan peserta didik mampu meningkatkan kualitas diri mereka tak hanya lewat ilmu pengetahuan, namun juga adab dan moral yang dimiliki.

3. Membimbing peserta didik

Tugas guru lainnya adalah membimbing peserta didik agar selalu berada di jalur yang tepat selama dan setelah proses pembelajaran. Tidak mudah untuk membimbing peserta didik yang mana telah memilki karakter masing-masing.

Namun disinilah seorang guru harus memiliki kemampuan atau ilmu psikologis yang dapat digunakan untuk membimbing peserta didik tanpa merasa didikte.

4. Melatih peserta didik

Selain mengajar dan mendidik, seorang guru juga harus melatih peserta didik agar mampu menggunakan ilmu yang mereka pelajari di kehidupan sehari-hari.

Ilmu yang diberikan kepada peserta didik diharapkan dapat digunakan dengan baik dan membantu banyak pekerjaan dalam kehidupan nyata. Pelatihan yang diberikan tentunya harus dilakukan dengan pengaplikasian dan contoh nyata dari seorang guru.

Dengan memberikan praktek langsung, maka tugas guru untuk melatih para murid tentu akan jadi lebih mudah.

5. Memberikan dorongan

Seorang guru tidak boleh memaksakan apa yang ia ajarkan pada murid didikannya. Sebagai seorang guru, ia wajib untuk memberikan motivasi atau dorongan agar para peserta didik semakin bersemangat dalam menuntut ilmu.

Memberikan reward atau penghargaan pada murid yang berprestasi merupakan salah satu bentuk dorongan yang dapat meningkatkan minat belajar.

Peran Guru Dalam Pendidikan

Sebagai tenaga pendidik, guru memiliki banyak peran dalam dunia pendidikan. Berikut ini adalah beberapa peran guru dalam pendidikan:

  1. Sebagai pengajar, merupakan orang yang memberikan ilmu pengetahuan baru atau yang belum diketahui kepada para peserta didik.
  2. Sebagai pendidik, merupakan orang yang membentuk kepribadian peserta didik agar sesuai dengan nilai-nilai norma yang berlaku di masyarakat.
  3. Sebagai pembimbing, merupakan orang yang memastikan para peserta didik berada dalam jalur yang benar selama proses pembelajaran maupun setelahnya.
  4. Sebagai motivator, merupakan orang yang akan selalu memberikan semangat kepada para peserta didik agar selalu bersemangat dalam belajar.
  5. Sebagai teladan, merupakan orang yang menjadi panutan dan contoh yang baik dan akan diikuti oleh para peserta didiknya.
  6. Sebagai administrator, merupakan orang yang selalu mencatat setiap perkembangan yang terjadi pada peserta didik.
  7. Sebagai evaluator, merupakan orang yang memeriksa hasil dari pembelajaran para peserta didik
  8. Sebagai inspirator, merupakan orang yang menjadi pemicu ide baru bagi para peserta didik.

Peran Guru Dalam Pembelajaran

Tak hanya memiliki peran dalam dunia pendidikan, guru juga memiliki beberapa peran dalam pembelajaran seperti di bawah ini:

1. Sebagai pendidiik

Peran guru selama pembelajaran tentu adalah sebagai pendidik. Seorang guru akan memberikan edukasi pada para peserta didik sesuai dengan yang dikuasainya.

Maka dari itu, seorang guru diwajibkan memenuhi standar yang telah ditentukan agar didikannya tpepat.

2. Sebagai sumber ilmu

Peran guru dalam pembelajaran sebagai sumber ilmu menuntut seorang guru wajib menguasai ilmu yang ia bawa.

Jika ia tidak dapat menguasainya, maka ia akan kehilangan perannya sebagai sumber ilmu yang akan dipertanyakan para peserta didik nantinya.

3. Sebagai fasilitator

Dalam proses pembelajaran, seorang guru wajib menyediakan segala jenis fasilitas yang diperlukan selama porse pembelajaran. Fasilitas yang lengkap akan memudahkan guru untuk menjelaskan dan memudahkan para peserta didik juga untuk memahaminya.

4. Sebagai demonstrator

Guru diwajibkan mampu memberikan contoh mengenai iilmu yang ia berikan dengan gerakan atau praktek secara kangsung. Seorang guru harus memberikaan contoh kepada anak tentang cara yang satu ini.

Ciri atau Karakteristik yang Melekat pada Guru

Guru memiliki ciri atau karakteristik khusus yang melekat pada diri mereka seperti di bawah ini:

1. Sabar

Seorang guru harus memiliki rasa sabar yang sangat besar agar bisa mendidik dengan baik. Menghadapi berbagai sifat manusia dari peserta didik yang beraneka ragam tentu membutuhkan kesabaran yang ekstra.

Ciri utama yang selalu terlihat dari seorang guru adalah kesabarannya dalam menghadapi tingkah laku murid. Jika guru tidak sabar, maka ia tentu telah gagal menjadi seorang guru.

2. Selalu berminat pada ilmu yang diajarkan

Seorang guru yang baik adalah yang mencintai profesinya. Biasanya hal ini terlihat dari antusiasme ketika ia membicarakan tentang ilmu yang ia ajarkan.

Minat yang dimiliki seorang guru biasanya juga akan diiringi dengan sikap selalu haus akan ilmu sehingga selalu mencari tahu sendiri tahu sendiri.

3. Ramah

Ciri lain dari seorang guru adalah ramah. Guru adalah contoh bagi para muridnya sehingga ia harus selalu menunjukkan sikap yang positif di depan murid lain. Salah satunya adalah dengan bersikap ramah.

Sikap ramah juga akan membuat murid menjadi lebih nyaman dalam berkomunikasi dengan guru.

4. Memenuhi kualifikasi

Untuk bisa menjadi guru yang baik, maka diharuskan memenuhi standar yang ditentukan oleh pemerintah. Kualifikasi guru digunakan sebagai alat ukur baik tidaknya seorang guru dalam pembelajaran. Kualifikasi dapat dipenuhi dengan mengikuti pendidikan khusus guru.

5. Peka

Selain memenuhi standar dalam proses pembelajaran, seorang guru juga wajib peka terhadap apa yang terjadi pada murid didikannya. Ia harus mampu mengetahui apa saja kebutuhan dari para peserta didiknya.

6. Penuh kasih sayang

Seorang guru juga harus memiliki rasa kasih sayang yang tinggi terhadap peserta didiknya. Guru yang memiliki rasa kasih sayang yang tinggi akan lebih mudah mendekati peserta didik sehingga proses pembelajaran juga akan jadi lebih lancar.

7. Menjaga martabat

Guru yang berkarakteristik adalah guru yang menjaga martabatnya dimana saja. ia tidak akan menunjukkan sikap yang tidak sesuai dengan apa yang ia ajarkan. Misalnya saja ia tidak akan merokok di depan orang lain atau tidak membuang sampah sembarangan.

Hal ini dikarenakan ia adalah panutan bagi para muridnya sehingga harus benar-benar menjaga martabatnya sebagai seorang guru yang dihormati.

8. Memberikan kebebasan

Guru yang baik juga akan memberikan kesempatan bagi para muridnya untuk memilih apa yang disukai. Memberikan kebebasan dalam berpendapat selama proses pembelajaran juga akan meningkatkan minat dan rasa saling menghargai diantara para peserta didik.

Perbedaan Guru Honorer dan PNS

Di Indonesia, tenaga pendidik atau guru terdiri dari dua macam, yakni tenaga honorer dan PNS (Pegawai Negeri Sipil). Kedua macam guru ini memiliki perbedaan yang cukup jauh, meskipun keduaya sama-sama guru.

Salah satu hal yang paling mencolok adalah masalah gaji. Jika guru PNS mendapatkan bayaran hingga 4 juta per bulan, maka guru honorer justru hanya mendapatkan sekitar 400 ribu rupiah yang dibayarkan setiap 3 atau 2 bulan sekali.

Begitu pula dengan jaminan kenyamanan lainnya seperti jaminan pensiun, rumah, kendaraan, atau kesehatan. Guru PNS mendapatkan seluruh kenyamanna tersebut, namun tidak dengan guru honorer. Disinilah letak perbedaan yang paling mencolok.

Jika membicarakan masalah beban kerja, keduanya justru memiliki beban kerja yang sama. Bahkan sering kali guru PNS justru lebih santai dalam menjalankan tugas dibandingkan honorer yang dibayar murah oleh pemerintah.

Guru di Indonesia terbilang masih sangat kurang, namun kita harap jumlah tenaga pendidik guru dapat bertambah setiap tahunnya. Begitu pula dengan kesejahteraan para guru yang diharapkan akan terus ditingkatkan oleh pemerintah, terutama guru honorer.

Tinggalkan komentar