Pengertian gempa Bumi, Penyebab, Jenis, Dampak & Proses Terjadinya

5 min read

Bencana alam merupakan suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak kerusakan bagi kehidupan manusia. Peristiwa alam yang dimaksud dapat berupa banjir, gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, tanah longsor, tornado, dan lain sebagainya. Pada bahasan kali ini akan dijelaskan mengenai gempa bumi.

Pengertian Gempa Bumi

Pengertian Gempa Bumi

Apa itu gempa bumi? Pengertian gempa bumi adalah getaran atau guncangan permukaan bumi yang terjadi secara tiba-tiba dan disebabkan oleh adanya pelepasan energi.

Guncangan ini dapat mengakibatkan kerusakan permukaan bumi, termasuk rusaknya pepohonan, jalan, bahkan bangunan. Gempa bumi biasanya disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi atau letusan gunung berapi.

Guncangan yang dirasakan saat gempa bumi dapat diukur menggunakan alat yang disebut Seismometer. Skala yang digunakan untuk mengukur besarnya gempa bumi disebut juga dengan skala Richter.

Gempa yang berukuran di bawah atau sekitar 3 skala Richter biasanya tidak terasa dan tidak menimbulkan kerusakan masif. Sedangkan gempa yang berukuran di atas 7 skala Richter biasanya menimbulkan kerusakan yang cukup parah dan terasa sampai di wilayah sekitar pusat gempa.

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Secara umum, gempa bumi disebabkan oleh adanya pergerakan lempeng bumi atau letusan gunung berapi. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab terjadinya gempa bumi:

1. Adanya pergerakan atau pergeseran lempeng bumi

Penyebab gempa bumi yang paling umum terjadi yaitu adanya pergerakan atau pergeseran lempeng bumi. Lempeng bumi yang padat dan seperti mengambang di atas cairan di inti bumi.

Seperti kayu yang mengambang di atas air, lempeng bumi dapat bergeser akibat adanya aktivitas cairan panas di inti bumi. Pergeseran lempeng bumi ini mengakibatkan adanya pelepasan energi dalam bentuk tekanan. Energi yang menekan permukaan bumi menyebabkan adanya getaran yang menjadi gempa bumi.

Energi yang dilepaskan dapat ditahan oleh lempeng bumi. Namun jika lempeng bumi menahan terlalu banyak energi, energi ini dapat lepas dan menimbulkan getaran.

2. Pergerakan lempeng bumi yang saling menjauh

Dua atau lebih lempeng bumi yang bergerak saling menjauh juga dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi. Di antara lempeng yang saling menjauh ini akan terbentuk sebuah lempeng baru.

Lempeng baru menerima tekanan dari lempeng lama di sekitarnya. Akibatnya lempeng baru ini bergerak ke bawah dan melepaskan energi. Lepasnya energi ini di permukaan bumi terasa sebagai gempa bumi.

3. Pergerakan lempeng bumi yang saling mendekat

Gempa bumi juga dapat diakibatkan oleh adanya dua atau lebih lempeng bumi yang bergerak saling mendekat. Dua atau lebih lempeng yang saling mendekat suatu saat akan bertubrukan.

Tubrukan ini menyebabkan permukaan bumi terdorong ke atas dan menyebabkan getaran hebat.

4. Adanya pergeseran magma atau aktivitas gunung berapi

Di seluruh dunia tersebar berbagai gunung berapi dengan tingkat aktivitas yang berbeda-beda. Gunung api yang masih aktif mengandung magma yang sewaktu-waktu dapat naik melintasi kerak bumi dan muncul di atas permukaan bumi.

Tekanan gas yang sangat besar pada bagian bawah gunung berapi menyebabkan magma dapat bergeser. Pergeseran magma ini menyebabkan adanya getaran yang terasa di permukaan bumi.

Gempa di sekitar gunung berapi juga dapat dijadikan tanda-tanda gunung tersebut dapat meletus tidak lama lagi.

5. Gempa bumi akibat perbuatan manusia

Gempa bumi atau getaran yang terasa di permukaan bumi rupanya juga dapat terjadi akibat ulah manusia. Contohnya adalah penggunaan bahan peledak. Saat bahan ini meledak akan timbul getaran yang terasa di permukaan bumi.

Apabila ledakan ini kecil, maka getaran yang ditimbulkannya juga akan kecil. Namun untuk ledakan berskala besar, misalnya ledakan akibat nuklir atau bom atom maka akan menyebabkan getaran yang cukup besar pula.

Contoh lainnya adalah getaran yang diakibatkan oleh injeksi cairan ke dalam bumi. Hal ini pernah terjadi di pegunungan Rocky Arsenal. Injeksi cairan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi ini menimbulkan getaran yang terasa seperti gempa bumi pada wilayah sekitarnya.

Jenis-jenis Gempa Bumi

Jenis-jenis Gempa Bumi

Jenis dari gempa bumi dapat dibedakan berdasarkan berbagai faktor, yaitu berdasarkan penyebabnya, berdasarkan kedalamannya, dan berdasarkan tipe gelombangnya.

A. Gempa Bumi Berdasarkan Penyebabnya

Berikut adalah jenis-jenis gempa bumi berdasarkan penyebabnya:

1. Gempa Bumi Vulkanik

Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang diakibatkan oleh aktivitas magma dalam gunung berapi. Contohnya adalah gempa yang diakibatkan oleh letusan Gunung Krakatau.

2. Gempa Bumi Tektonik

Gempa bumi tektonik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas pergeseran lempeng bumi. Gempa bumi jenis ini banyak terjadi di daerah dengan lempeng yang aktif, contohnya di Indonesia.

3. Gempa Runtuhan atau Terban

Gempa bumi runtuhan atau terban adalah gempa bumi yang disebabkan oleh adanya runtuhan tanah seperti akibat tanah longsor, runtuhnya terowongan bawah tanah, atau runtuhnya terowongan gua.

4. Gempa Bumi Tumbukan

Gempa bumi tumbukan adalah gempa bumi yang diakibatkan oleh adanya tumbukan benda lain dengan permukaan bumi.

Misalnya adalah jatuhnya meteor berukuran cukup besar ke permukaan bumi yang terjadi secara cepat dan tiba-tiba. Meteor yang jatuh biasanya akan ditahan dan terbakar di atmosfer.

Namun meteor yang berukuran terlalu besar tidak terbakar habis dan sebagian sisanya bisa jatuh ke permukaan tanah. Proses ini dapat menimbulkan getaran yang terasa di wilayah sekitarnya.

5. Gempa Bumi Buatan

Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, misalnya penggunaan bahan peledak atau injeksi cairan ke bawah permukaan bumi.

B. Gempa Bumi Berdasarkan Kedalamanya

Gempa bumi memiliki pusat gempa atau hiposentrum yang berbeda-beda. Pusat gempa ini dapat berada dekat atau jauh dengan permukaan tanah. Dalamnya pusat gempa dapat mempengaruhi besar dan dampak yang diakibatkan oleh gempa bumi.

Berikut adalah penjelasan jenis gempa bumi berdasarkan kedalamannya:

1. Gempa Bumi Dalam

Gempa bumi dalam memiliki pusat gempa yang berada jauh di bawah permukaan bumi. Gempa bumi dalam memiliki dampak yang paling sedikit terhadap kehidupan manusia.

Dalamnya pusat gempa dapat mencapai 300 km di bawah permukaan bumi. Dalamnya pusat gempa ini menyebabkan getaran gempa terasa kecil di permukaan atau hanya bisa dideteksi oleh sedikit manusia.

2. Gempa Bumi Menengah

Gempa bumi menengah merupakan gempa bumi dengan kedalaman pusat gempa sekitar 300 hingga 60 km di bawah permukaan bumi.

Kerusakan yang diakibatkan gempa bumi menengah umumnya ringan dan tidak terlalu membahayakan, meskipun getarannya lebih terasa dibandingkan dengan getaran akibat gempa bumi dalam.

3. Gempa Bumi Dangkal

Gempa bumi dangkal adalah gempa dengan kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km di bawah permukaan bumi. Umumnya gempa ini menyebabkan kerusakan yang cukup besar dan getarannya dapat dirasakan oleh sebagian besar manusia di sekitarnya.

C. Gempa Bumi Berdasarkan Tipe Gelombang

Gelombang terdiri dari dua jenis, yaitu gelombang longitudinal dan gelombang transversal. Getaran akibat gempa bumi ini menyebabkan adanya gelombang.

Berikut jenis-jenis gempa bumi berdasarkan tipe gelombangnya:

1. Gempa bumi akibat gelombang primer

Gelombang primer disebut juga dengan gelombang longitudinal. Gelombang ini merambat di permukaan bumi. Gelombang longitudinal memiliki arah getaran yang sama dengan arah rambatannya.

Kecepatan gempa akibat rambatan gelombang primer cukup besar, yaitu sekitar 7 hingga 14 km per detik.

2. Gempa bumi akibat gelombang sekunder

Gelombang sekunder disebut juga dengan gelombang transversal. Gelombang ini juga merambat di permukaan bumi, namun tidak bisa merambat pada bagian bumi yang cair.

Gelombang transversal memiliki arah rambatan yang tegak lurus terhadap arah getarannya. Kecepatan rambat gelombang sekunder ini lebih rendah daripada kecepatan rambat gelombang longitudinal.

Dampak Akibat Terjadinya Gempa Bumi

Dampak Akibat Terjadinya Gempa Bumi

Sebagai bencana alam, gempa bumi sangat berdampak bagi kehidupan manusia. Dampak dari adanya gempa bumi ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu dampak fisik dan dampak sosial.

1. Dampak fisik akibat adanya gempa bumi

Dampak fisik akibat adanya gempa bumi dapat langsung dilihat setelah terjadi gempa bumi. Misalnya ada jalanan retak, bangunan yang retak atau runtuh, pepohonan tumbang, dan lain-lain.

Gempa bumi juga dapat menimbulkan bencana alam lain berupa tanah longsor. Guncangan pada permukaan bumi menyebabkan struktur tanah yang tidak kuat bisa berjatuhan dan longsor.

Gempa bumi dapat menimbulkan korban manusia, baik korban luka ringan sampai berat dan korban meninggal. Gempa bumi terjadi dengan cepat sehingga apabila ada bangunan atau pohon yang roboh, terkadang manusia tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan diri. Gempa bumi dapat menyebabkan manusia tertimpa atau terkubur oleh puing-puing bangunan yang runtuh.

Bencana lain yang dapat ditimbulkan oleh gempa bumi yaitu banjir. Hal ini dapat terjadi apabila di daerah yang terjadi gempa bumi terdapat tanggul yang menampung air. Tanggul ini dapat retak atau rusak akibat guncangan. Jika tanggul retak, air bisa meluap dan menyebabkan banjir.

Dampak fisik lain yang cukup berdampak besar pada manusia yaitu gempa bumi dapat mengakibatkan terjadinya tsunami. Tsunami adalah gelombang air sangat besar oleh perubahan permukaan laut.

Perubahan ini terutama diakibatkan oleh gempa bumi tektonik yang terjadi di lempeng bawah laut. Akibat getaran ini, air laut menjadi terguncang dan menimbulkan gelombang sangat besar.

Gelombang air ini dapat bergerak dengan sangat cepat ke permukaan tanah dan menghancurkan segala sesuatu yang dilewatinya.

2. Dampak sosial akibat adanya gempa bumi

Selain dampak fisik, gempa bumi juga dapat mengakibatkan dampak sosial bagi kehidupan manusia. Setelah terjadi gempa bumi, permukaan bumi menjadi hancur.

Hancurnya berbagai fasilitas dapat menyebabkan kerugian sosial berupa menimbulkan kemiskinan, kelaparan, trauma bagi korban selamat, atau bahkan wabah penyakit.

Jika gempa bumi yang terjadi cukup besar bahkan dapat mengganggu kegiatan ekonomi dan politik setempat.

Proses Terjadinya Gempa Bumi

Proses Terjadinya Gempa Bumi

Proses terjadinya gempa bumi berbeda-beda tergantung kepada penyebabnya. Umumnya proses terjadinya gempa bumi dibagi menjadi dua, yaitu proses terjadinya gempa bumi tektonik dan proses terjadinya gempa bumi vulkanik.

Gempa bumi tektonik diakibatkan oleh bergesernya lempeng bumi. Kerak bumi disusun oleh lempeng-lempeng baik yang tidak bergerak maupun yang aktif bergerak. Lempeng ini berukuran sangat besar sehingga pergerakannya dapat mempengaruhi permukaan bumi.

Aktivitas lempeng yang dapat menyebabkan gempa tektonik diantaranya pergeseran lempeng, bertumbuknya dua atau lebih lempeng, dan dua atau lebih lempeng yang saling menjauh.

Lempeng yang bergerak dapat melepaskan tekanan yang menimbulkan getaran di permukaan bumi. Kekuatan getaran ini dipengaruhi oleh kedalaman lempeng atau pusat gempa. Semakin dangkal pusat gempa dari permukaan tanah maka getaran gempa akan terasa semakin kuat.

Gempa bumi vulkanik diakibatkan oleh aktivitas gunung berapi. Gunung berapi yang aktif sewaktu-waktu dapat meletus dan magma serta bebatuan dari dalam tanah.

Gesekan antara magma atau bebatuan dengan perut bumi ini dapat mengakibatkan getaran yang terasa sebagai gempa. Gempa bumi di sekitar gunung berapi memang dapat dijadikan tanda bahwa gunung tersebut memang dapat meletus sewaktu-waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *