Rangkuman Materi Pencak Silat

Pencak silat merupakan cabang dari seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Pencak silat cukup populer untuk dipelajari di banyak daerah di Asia Tenggara. Seni bela diri ini banyak dipengaruhi oleh budaya Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam.

Biasanya, setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas aliran silat sendiri. Dari semua aliran silat yang ada, semuanya memiliki ciri khas yang sama, yaitu terlihat seperti tarian dalam pertarungannya. Kini, cabang bela diri ini sudah terkenal sampai ke Eropa, Amerika, dan Australia.

Pengertian Pencak Silat

Pencak Silat

Seperti yang telah disebutkan bahwa pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga seni bela diri yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri ini adalah warisan dari nenek moyang bangsa yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Oleh karena lahir dan berkembang di Indonesia, maka warisan bela diri ini juga dipengaruhi oleh selera, watak, dan bakat yang dimiliki oleh masyarakat setepat.

Selain itu kondisi alam juga menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi perkembangan bela diri ini. Kondisi alam yang dimaksud seperti iklim, tempat, lingkungan sosial, dan sebagainya. Hal ini juga sekaligus menentukan gerakan yang digunakan dalam pencak silat.

Pencak silat juga sering diartikan sebagai salah satu cara bela diri dengan menggunakan akal secara penuh. Mengapa disebut demikian? Karena akal manusia jauh lebih sempurna dibanding makhluh lainnya. Sehingga dengan kemampuan akal tersebut, maka sangat memungkinkan jika manusia mampu menguasai berbagai jenis ilmu yang ada di dunia.

  • Secara epistimologi pencak silat berasal dari dua kata yaitu pencak dan silat. Pencak merupakan gerak dasar bela diri dan terikat dengan peraturan, sedangkan silat merupakan gerak bela diri sempurna yang bersumber dari kerohanian.
  • Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pencak silat adalah permainan atau keahlian menangkis, menyerang, serta membela diri menggunakan ataupun tanpa senjata.
  • Sementara itu Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) mengartikan seni bela diri ini sebagai hasil budaya manusia di Indonesia untuk membela, lalu mempertahankan eksistensi (kemandiriannya), serta integritasnya (manunggal) untuk lingkungan hidup sekitarnya guna mencapai keselarasan hidup dalam meningkatkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME).

Seiring perkembangannya pengertian dari pencak lebih mengutamakan unsur seni dalam penampilan keindahan gerakan, sedangkan silat adalah inti dari ajaran bela diri yang dilakukan pada pertarungan.

Sejarah Pencak Silat

sejarah pencak silat

Jika melihat kembali mengenai sejarah pencak silat, maka secara umum sejarahnya dapat dibagi menjadi empat periode. Hal ini disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan sosial pada masa tersebut. Adapun pembagian tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1. Zaman Kerajaan

Seni bela diri ini sudah sangat lama dikenal dan dilakukan oleh para pendahulu bangsa Indonesia. Bahkan ketika Indonesia masih berpisah-pisah dengan berbagai kerajaan, silat sudah dikenal. Meskipun istilah yang digunakan berbeda-beda untuk setiap daerah. Pada masa itu seni bela diri ini dimanfaatkan untuk memperluas wilayah suatu kerajaan ketika melawan kerajaan lain serta sebagai bentuk upaya pertahanan.

Pada zaman ini, di Indonesia terdapat banyak kerajaan seperti Kutai, Singasari, Mataram, Tarumanegara, Kediri, Sriwijaya, hingga Majapahit. Semua kerajaan ini telah membekalkan para prajurit mereka dengan ilmu  silat demi mempertahankan wilayah kekuasaan. Meskipun begitu istilah pencak silat belum digunakan pada zaman tersebut.

Selanjutnya pada tahun 1019 sampai 1041 tepatnya di zaman  pemerintahan Kerajaan Kahuripan yang dipimpin oleh Prabu Erlangga. Sang Prabu yang berasal dari wilayah Sidoarjo ini, kerajaan sudah mengenal pencak silat sebagai “Eh Hok Hik” yang berarti maju selangkah memukul.

2. Zaman Penjajahan Belanda

Ketika masa penjajahan Belanda di Indonesia, perkembangan pencak silat menjadi terhambat. Hal dikarenakan pemerintah Belanda tidak membiarkan seni bela diri ini tumbuh dan berkembang. Penyebabnya tentu saja karena mereka menganggap bela diri ini dapat membahayakan kelangsungan penjajahannya.

Meskipun dilarang masyarakat tidak putus asa. Mereka berlatih dan melakukan silat secara sembunyi-sembunyi. Itupun hanya dapat dilakukan dalam bentuk kelompok-kelompok dengan anggota yang berjumlah kecil.

Selain itu pada masa ini juga masyarakat hanya diberi kesempatan untuk mengembangkan kesenian yang diterapkan hanya di beberapa daerah saja. Dan bentuk pengembangannya hanya sebatas bentuk pertunjukan atau upacara. Secara keseluruhan pemerintah Belanda sangat menekan seni bela diri ini, sehingga cukup mempengaruhi perkembangan selanjutnya.

3. Zaman Pendudukan Jepang

Berbeda dengan pemerintah Belanda, ketika Jepang menduduki Indonesia silat justru mengalami perkembangan signifikan. Hal ini didorong oleh keinginan Jepang untuk memanfaatkannya demi kepentingan pribadi. Adapun iming-iming yang diberikan adalah semangat pertahanan untuk menghadapi sekutu.

Selain itu dengan anjuran Shimitsu, pemusatan tenaga bela diri ini menjadi cukup banyak. Misalnya di seluruh wilayah Jawa mereka mendirikan pelatihan pencak silat berdasarkan aturan pemerintah Jepang.

Meskipun Jepang hanya memanfaatkan pencak silat demi kepentingan pribadi, setidaknya seni bela diri ini memiliki kesempatan untuk berkembang pada masa itu. Selain itu masyarakat juga menjadi sadar bahwa ilmu bela diri ini seharusnya ditempatkan sesuai posisinya. Tidak hanya itu masyarakat juga mulai mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

4. Zaman Kemerdekaan

Pada tanggal 18 Mei 1948 beberapa pendekar berkumpul di Surakarta dan mendirikan organisasi bernama Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia atau IPSSI yang diketuai Mr. Wongsonegoro. Kemudian berubah menjadi Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI yang kini tecatat sebagai organisasi silat paling tua di dunia.

Selanjutnya pada tanggal 11 Mei 1980 Eddie M. Nalapraya yang menjabat ketua IPSI memprakarsai berdirinya Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat). Pada waktu itu dihadiri oleh Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Bersama Indonesia ketiga negara tersebut menjadi pendiri Persilat.

Teknik Dasar Pencak Silat

teknik dasar pencak silat

1. Teknik kuda-kuda

Teknik kuda-kuda merupakan teknik dasar pencak silat yang sebaiknya dipelajari pertama kali. Teknik ini dilakukan dengan cara menapakkan kaki agar tubuh menjadi seimbang saat menyerang maupun bertahan. Ada enam jenis kuda-kuda dalam pencak silat, yaitu kuda-kuda depan, kuda-kuda tengah, kuda-kuda belakang, kuda-kuda samping, kuda-kuda silang, serta kuda-kuda depan dan belakang.

2. Teknik sikap pasang

Sikap pasang merupakan teknik dasar pencak silat yang sebaiknya dikuasai selanjutnya setelah menguasai teknik kuda-kuda. Sikap pasang merupakan posisi tubuh kombinasi antara kuda-kuda dengan pergerakan yang berubah mengikuti posisi lawan. Ada beberapa jenis pasang dalam silat, diantaranya pasang satu, pasang dua, pasang tiga, maupun pasang empat.

3. Teknik arah

Teknik arah dalam pencak silat merupakan teknik yang berhubungan dengan arah melangkah pemain saat posisi menyerang maupun saat posisi bertahan. Teknik ini juga dikenal dengan delapan penjuru mata angin. Langkah dengan arah tertentu dilakukan sesuai dengan posisi masing-masing pemain dan juga keperluannya.

4. Teknik langkah

Teknik langkah dalam pencak silat merupakan gabungan dari gerakan kuda-kuda dengan langkah kaki. Teknik ini dilakukan dengan pemahaman arah yang benar agar tidak salah langkah. Supaya gerakan tidak mudah ditebak oleh lawan, pola langkah dilakukan dengan perubahan injakan kaki dari suatu sudut ke tempat lainnya.

Ada banyak jenis langkah dalam pencak silat, yaitu diantaranya pola langkah lurus, pola langkah zig zag, pola langkah ladam atau huruf U, pola langkah segi tiga, pola langkah huruf S, dan pola langkah segi empat.

5. Teknik Tendangan

Teknik tendangan pada pencak silat merupakan salah satu teknik dasar yang cukup penting. Teknik ini dilakukan untuk kondisi menyerang maupun bertahan. Tendangan ini bisa dilakukan menggunakan bagian punggung kaki, telapak kaki, ujung kaki, atau tumit.

Ada empat jenis tendangan dalam pencak silat, yaitu tendangan samping atau C, tendangan lurus ke depan atau A, tendangan T, dan tendangan melingkar.

  • Tendangan samping atau C yaitu teknik menendang menggunakan bagian punggung kaki
  • Tendangan lurus ke depan atau A yaitu tendangan dengan cara menghentakkan telapak kaki sejajar dengan bahu
  • Tendangan T yaitu tendangan samping yang dilakukan menggunakan hentakan kaki
  • Tendangan melingkar yaitu tendangan yang dilakukan dengan menghentakkan punggung kaki secara melingkar

6. Teknik pukulan

Teknik pukulan merupakan salah satu teknik dasar yang cukup penting dalam pencak silat. Gerakan ini bisa dilakukan baik dalam kondisi menyerang maupun saat bertahan. Ada empat jenis pukulan pada pencak silat, yaitu pukulan lurus, pukulan tegak, pukulan bandul, dan pukulan melingkar.

  • Pukulan lurus dilakukan dengan salah satu tangan untuk memukul ke arah depan dengan sasarah bagian dada lawan.
  • Pukulan tegak dilakukan dengan sasaran bagian bahu atau sendi bahu lawan
  • Pukulan bandul dilakukan dengan mengayunkan salah satu tangan yang berbentuk kepalan ke lawan dengan sasaran ulu hati.
  • Pukulan melingkar dilakukan dengan gerakan melingkar dan sasarannya adalah bagian pinggang lawan

7. Teknik Tangkisan

Teknik tangkisan merupakan suatu teknik dalam pencak silat yang dilakukan untuk bertahan dari serangan lawan. Ada empat jenis teknik tangkisan yaitu tangkisan dalam, tangkisan luar, tangkisan atas, dan tangkisan bawah.

  • Tangkisan dalam dilakukan dengan bagian tangan bergerak dari luar ke dalam sejajar dengan bahu
  • Tangkisan luar dilakukan dengan bagian tangan bergerak dari dalam ke luar sejajar dengan bahu
  • Tangkisan atas bertujuan untuk melindungi kepala dari serangan lawan menggunakan tangan atau siku
  • Tangkisan bawah dilakukan dengan posisi tangan seperti huruf X untuk menangkis serangan lawan dan melindungi bagian kemaluan

8. Teknik Kuncian

Sesuai dengan namanya, teknik kuncian pada pencak silat diartikan sebagai gerakan yang dilakukan untuk mengunci pergerakan lawan. Teknik ini biasanya dilakukan dengan menyasar bagian vital dari tubuh, misalnya leher, pergelangan tangan, atau dagu lawan. Hal ini dilakukan agar lawan tidak berdaya atau tidak bisa bergerak.

9. Teknik Guntingan

Teknik guntingan merupakan salah satu teknik dalam pencak silat yang dilakukan seperti gerakan menggunting. Tujuan dari gerakan ini yaitu untuk menjatuhkan lawan dengan cara menyerang kuda-kuda lawan. Guntingan dilakukan dengan menggabungkan tendangan dan jepitan agar lawan terkunci dan bisa jatuh.

10. Teknik Hindaran atau Elakan

Teknik hindaran atau elakan pada pencak silat merupakan teknik yang dilakukan dengan cara melangkahkan satu kaki di tempat atau berpindah menggunakan kedua kaki. Teknik ini dilakukan dalam posisi bertahan untuk menghindar atau mengelak dari gerakan serangan lawan.

11. Sikap Berbaring

Sikap berbaring dilakukan biasanya saat petarung berada dalam kondisi bertahan dari serangan lawan dan cukup terpojok. Hal ini dilakukan sebagai usaha untuk membalikkan keadaan. Ada tiga jenis sikap berbaring, yaitu sikap miring, sikap telentang, dan sikap telungkup.

Teknik sikap miring dilakukan dengan posisi tubuh miring dan satu kaki menopang badan. Sikap telentang dilakukan dengan tiduran telentang sambil menekuk satu kaki dan meluruskan kaki lainnya. Sikap telungkup dilakukan sambil telungkup dengan pandangan lurus. Kedua kaki diluruskan dengan tangan menyentuk lantai dan siku dibengkokkan.

12. Teknik Kembangan

Teknik kembangan merupakan gerakan tangan dan sikap tubuh pemain pencak silat. Gerakan ini bertujuan agar petarung bisa memperhatikan dan mewaspadai gerakan lawan. Teknik kembangan juga bisa dilakukan agar petarung bisa mencari celah dari pertahanan lawan.

Peraturan Pertandingan Pencak Silat

PERATURAN PERTANDINGAN PENCAK SILAT

Kategori Pertandingan

Meskipun merupakan ilmu bela diri, namun dalam pertandingan pencak silat dilakukan berdasarkan persaudaraan dan jiwa kesatria. Atlet pencak silat juga diwajibkan menjunjung tinggi Prasetya Pesilat Indonesia. Dalam pelaksanaannya, pertandingan dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

  • Kategori Tanding: menampilkan 2 Pesilat dari kubu yang berbeda, yang saling berhadapan menggunakan unsur pembelaan dan serangan serta menggunakan taktik dan teknik bertanding.
  • Kategori Tunggal: menampilkan 1 Pesilat yang memperagakan kemahirannya dalam Jurus Tunggal Baku Pencak Silat
  • Kategori Ganda: menampilkan 2 Pesilat dari regu yang sama yang memperagakan kemahiran dan kekayaan teknik jurus serang bela Pencak Silat
  • Kategori REGU: menampilkan 3 Pesilat dari regu yang sama yang mempergerakkan kemahirannya dalam Jurus Regu Baku Pencak Silat.

Selain 4 kategori tersebut, pertandingan pencak silat juga digolongkan berdasarkan umur dan berat badan.

Perlengkapan bertanding

  • Pakaian: berupa pakaian standar pencak silat berwarna hitam dengan sabuk putih. Badge IPSI di dada sebelah kiri, dan nama daerah di bagian punggung. Dilarang menggunakan asesoris apapun.
  • Pelindung badan: berwarna hitam dengan kualitas standar PB. IPSI. Sabuk/ bengkuang merah dan biru berukuran 10 cm dari bahan yang tidak mudah dilipat, sebagai tanda pengenal sudut. Pelindung kemaluan digunakan Pesilat putra, dari bahan plastik. Sedangkan Pesilat putri menggunakan pembalut. Pelindung sendi satu lapis dan tipis.

Aturan Bertanding

Berikut ini aturan pertandingan untuk kategori tanding:

  1. Dilakukan oleh 2 pesilat yang berhadapan. Bisa melakukan:
    • Pembelaan, misalnya hindaran, elakan, atau tangkisan
    • Serangan, berupa serangan tangan dan kaki
    • Menjatuhkan lawan main.
    • Mengunci lawan main.
  2. Memiliki 3 babak pertandingan, masing-masing 2 menit. Antar babak diselingi istirahat selama 1 menit.
  3. Ketentuan Pertandingan:
    • Setiap gerakan, baik pembelaan maupun serangan harus berpola, dimulai dari sikap awal dan kembali ke sikap awal.
    • Serangan beruntun tersusun teratur dan berangkai, maksimal 4 jenis serangan.
  4. Mematuhi ketentuan tentang sasaran, larangan, juga kaidah pencak silat serta ketentuan perwasitan secara umum
  5. Memiliki 1 Wasit dan 5 juri dalam pertandingan.

Aba-aba pertandingan

Terdapat beberapa aba-aba dalam pertandingan pencak silat yang perlu anda diketahui, yaitu:

  1. Aba-aba Bersedia: peringatan bagi pesilat dan aparat pertandingan yang sedang bersiap, bahwa pertandingan akan segera dimulai
  2. Aba-aba Mulai: saat pertandingan dimulai atau dilanjutkan
  3. Aba-aba Berhenti: menghentikan pertandingan
  4. Aba-aba Pasang dan Silat: untuk pembinaan
  5. Pemukulan gol dilakukan untuk menandai awal dan akhir setiap babak pertandingan pencak silat

Sasaran

  • Yang dapat dijadikan sasaran sah dan bernilai adalah ”togok” yaitu bagian tubuh kecuali leher ke atas dan dari pusat ke kemaluan, yaitu: Dada, Perut (pusat ke atas), Rusuk kiri dan rusuk kanan
  • Punggung atau belakang badan Bagian tungkai dan lengan dapat dijadikan sasaran serangan antara dalam usaha menjatuhkan tetapi tidak mempunyai nilai sebagai sasaran perkenaan

Ketentuan Kemenangan

Ketentuan – kentuan kemenangan yang dimuat dalam peraturan pencak silat adalah sebagai berikut:

  1. Menang angka: Ketika juri memenangkan salah satu pesilat yang memiliki jumlah angka terbanyak, setelah menyelesaikan 3 babak pertandingan.
  2. Menang teknik: Ketika lawan main tidak bisa melanjutkan pertandingan. Penyebabnya:
    • Lawan menyatakan tidak dapat meneruskan pertandingan
    • Keputusan dokter pertandingan, misalkan karena akan membahayakan atlet.
    • Permintaan dari pelatih
  3. Menang mutlak: Ketika lawan main jatuh dan tidak sadar hingga hitungan 10 dari wasit, akibat serangan sah yang dilakukan.
  4. Menang diskualifikasi, ketika:
    • Lawan main mendapat peringatan kemnali setelah mendapat peringatan ke-2
    • Lawan main melakukan pelanggaran berat, yang menyebabkan hukuman diskualifikasi.
    • Lawan main melakukan pelanggaran tingkat pertama yang menyebabkan lawan cedera dan menurut keputusan dokter pertandingantidak dapat melanjutkan pertandingan.
  5. Menang sebab pertandingan tidak seimbang
  6. Menang sebab lawan tidak hadir atau mengundurkan diri dalam pertandingan.

Hukuman

Terdapat tahapan dan bentuk hukuman kepada pemain dalam pertandingan pencak silat, yaitu:

  1. Teguran: untuk pelanggaran ringan.
    • Teguran I: nilai – 1
    • Teguran II: nilai -2
  2. Peringatan I: ketika mendapat teguran ke-3 dalam satu babak. Nilai -5
  3. Peringatan II: ketika melakukan pelanggaran kembali setelah Peringatan I. Nilai -10
  4. Diskualifikasi, ketika:
  • Mendapat peringatan kembali setelah mendapat peringatan II
  • Melakukan pelanggaran berat yang dilakukan dengan sengaja dan bertentangan dengan norma keolahragaan.
  • Melakukan pelanggaran tingkat pertama yang menyebabkan lawan cedera dan menurut keputusan dokter pertandingantidak dapat melanjutkan pertandingan.

Penilaian

Berikut ketentuan penilaian menurut peraturan pertandingan pencak silat:

  1. Nilai 1, ketika:
    • Berhasil melakukan tangkisan yang disusul dengan serangan yang tepat sasaran, atau teknik jatuhan yang berhasil dilakukan.
    • Berhasil melancarkan serangan tangan yang tepat sasaran
  2. Nilai 2, ketika berhasil melancarkan serangan kaki yang tepat sasaran
  3. Nilai 3, ketika berhasil menjatuhkan lawan main
  4. Nilai 4, ketika berhasil mengunci lawan main
  5. Nilai kerapian teknik: penilaian atas kaidah-kaidah permainan. Nilai terendah 2 (dua) dan nilai tertinggi 5 (lima) pada setiap babak.

Istilah-Istilah dalam Pencak Silat

Istilah-Istilah dalam Pencak Silat

Pecak silat memiliki beberapa kata tertentu. Berikut beberapa istilah dalam pecak silat:

  • Kuda-kuda adalah posisi awal dalam pecak silat, posisi ini dilakukan dengan menapak kaki untuk memperkukuh posisi tubuh. Semakin kuat kuda-kuda pesilat, semakin bagus posisi tubuh agar tidak mudah dijatuhkan.
  • Sikap dan Gerak adalah tindakan yang terdiri dari sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan) seorang pesilat.
  • Langkah adalah tindakah yang dilakukan dalam serangkaian pecak silat.
  • Kembangan adalah gerakan tangan dan sikap tubuh yang dilakukan pesilat sambil memperhatikan maupun mewaspadai gerak-gerik musuh sekaligus untuk mencari celah pertahanan musuh.
  • Buah adalah semacam teknik bertahan dan menyerang. Semakin banyak buah, semakin banyak tekniknya.
  • Jurus adalah rangkaian gerakan dasar yang ditujukan pesilat menggunakan tubuh bagian atas dan bawah untuk membentuk panduan tertentu. Bisa dilakukan secara tunggal atau berpasangan.
  • Sapuan dan Guntingan adalah salah satu jenis teknik (buah) yang digunakan untuk menjatuhkan musuh dengan cara menyerang kuda-kuda lawan. Caranya dengan menendang atau menyapu atau menjepit (menggunting) kaki musuh agar lawan kehilangan keseimbangan dan jatuh.
  • Kuncian adalah teknik yang digunakan untuk melumpuhkan lawan. Tujuanya agar lawan agar tidak berdaya atau tidak dapat bergerak lagi.

Unsur/Aspek Pencak Silat

Unsur Aspek Pencak Silat

Pencak Silat berada dalam naungan IPSI. IPSI kemudian mendefinisikan Pencak Silat dengan suatu kesatuan dari 4 unsur yang terdiri dari:

  1. Unsur seni. Untuk mempresentasikan bahwa pecak silat merupakan wujud budaya dalam kaidah gerak dan irama dimana pecak silat tunduk pada keseimbangan, keselarasan dan keserasian.
  2. Unsur olahraga. Yang melambangkan bahwa pecak silat sebagai bagian dari kegiatan jasmani demi untuk meningkatkan kebugaran, ketangkasan maupun prestasi olahraga.
  3. Unsur bela diri. Yang menyebutkan bahwa pecak silat bisa untuk memperkuat naluri manusia untuk membela diri dari berbagai ancaman maupun bahaya dengan teknik dan taktik yang efektif.
  4. Unsur olahbatin. Pecak silat juga punya unsur olahbatin, yang berarti pecak silat mampu membentuk sikap dan kepribadian luhur para pesilat dengan menghayati dan mengamalkan berbagai nilai dan norma yang terkandung dalam sopan santun sebagai etika kalangan pendekar.

Senjata dalam Pencak Silat

Senjata dalam Pencak Silat

Dalam pecak silat, seorang pendekar biasanya menggunakan senjata tertentu. Berikut macam-macam senjata yang biasa digunakan dalam pencak silat di Indonesia :

  • Keris
  • Kujang
  • Samping/Linso
  • Toya/Galah
  • Kerambit/Kuku Machan
  • Celurit
  • Sundang
  • Rencong
  • Gada
  • Tombak
  • Parang
  • Trisula atau trishula atau serampang

Tingkat Kemahiran Pencak silat

Tingkat kemahiran Pencak silat

Setiap pesilat dalam pecak silat memiliki tingkat kemahiran yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan untuk menentukan lawan yang tepat. Berikut tingkatan tersebut:

  • Pemula atau tahap awal. Pada tahap ini, pesilat akan diajari dasar-dasar silat seperti kuda-kuda, tangkisan, elakan, teknik tendangan, pukulan, tangkapan, olah tubuh, bantingan, jurus dasar perguruan dan jurus standar IPSI
  • Menengah atau lanjutan dari tahap pemula. Pada tahap ini, pesilat akan fokus pada aplikasi semua gerakan dasar, variasi, pemahaman, dan dari sini pula terlihat minat dan bakat pesilat.
  • Pelatih adalah tingkatan pesilat yang lebih mahir dari menengah. Pada tahap ini sudah mampu mengaplikasikan semua kemampuan dasar dan menengah untuk masuk ke tahap selanjutnya. Mereka akan diberikan teknik-teknik beladiri perguruan.
  • Pendekar inilah tingkatan pesila yang sudah diakui oleh para sesepuh perguruan. Para pendekar akan menerima warisan ilmu-ilmu rahasia tingkat tinggi.

Manfaat Pencak Silat

Selain sebagai seni, pecak silat juga bagian dari olahraga. Karena itu, pecak silat memiliki banyak sekali manfaat. Termasuk juga manfaat dari segi kesehatan. Berikut beberapa diantaranya:

  • Melatih tubuh secara total
  • Meningkatkan kepercayaan diri, konsentrasi, dan moral
  • Meningkatkan kesehatan jantung
  • Menurunkan berat badan
  • Meningkatkan refleks
  • Terlatih untuk fokus dan tenang
  • Meningkatkan kekuatan otot
  • Meningkatkan mood

Dan masih banyak lagi manfaat lainya tergantung dari sudut mana kita melihatnya.

Pecak Silat Dimata Dunia

Olahraga ini berkembang pesat sejak abad ke-20, terbukti dengan banyaknya kompetisi di bawah penguasaan dan peraturan Persilat dunia. Termasuk hadirnya The International Pencak Silat Federation sebagai induk olahraga pecak silat dunia.

Sampai dengan saat ini, pecak silat juga terus dipromosikan di seluruh benua, tujuannya agar olahraga ini menjadi olahraga Olimpiade. Caranya adalah dengan menggelar berbagai kompetisi olahraga internasional. Di Eropa juga telah ada Federasi Pencak Silat Eropa.

Untuk pertama kali, Kejuaraan Dunia Pencak Silat pada 1986 digelar di luar Asia, tepatnya di Wina, Austria. Pada Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) ke-14, Pecak Silat pertama kali diperlombakan pada tahun 1987 di Jakarta. Hingga saat ini, pecak silat rutin dipertandingkan. Dan pada Asian Games beberapa waktu yang lalu, pecak silat banyak menyumbang mendali untuk Indonesia.

Organisasi Pencak Silat Indonesia Dan Dunia

Untuk membuat olahraga pecak silat semakin berkembang di dunia, banyak organisasi didirikan. Diantaranya:

  • PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa)
  • FP2STI (Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia)
  • IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)
  • PERSISI (Persekutuan Silat Singapore)
  • PESAKA Malaysia (Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia)
  • EPSF (European Pencak Silat Federation)

Aliran dan Perguruan Pencak Silat di indonesia

Aliran dan perguruan Pencak Silat di indonesia

Banyak aliran dan perguruan pacak silat yang ada di Indonesia. Mereka memiliki jurus rahasia yang berbeda-beda. Berikut beberapa diantaranya:

  • Silek Harimau Minangkabau
  • Cimande
  • Merpati Putih
  • Bakti Negara
  • Perguruan Silat Nasional Asad (Persinas ASAD)
  • Himpunan Anggota Silat Dasar Indonesia (HASDI)
  • Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
  • Silat Perisai Diri
  • Silat Riksa Budi Kiwari
  • Silat Tunggal Hati Seminari- Tunggal Hati Maria
  • Pencak Silat Siwah

Selain itu juga masih ada banyak lagi aliran lainya. Semoga dengan begitu, pecak silat semakin lestari dan semakin banyak yang mencintai olahraga asli Indonesia ini.

2 Replies to “Rangkuman Materi Pencak Silat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.