PENGERTIAN PBB : Sejarah, Tugas & Tujuan, Asas, Latar belakang

Kita tentu masih ingat bagaimana Palestina berjuang untuk diakui menjadi anggota PBB. Meski secara defacto, syarat-syarat Palestina sebagai negara telah lengkap. Tetapi keanggotaanya di PBB masih dipertentangkan. Terutama oleh Amerika Srikat dan Israil.

Lantas seberapa pentingkah keanggotaan sebuah negara di PBB? Mari kita bahas sekilas tentang PBB terlebih dahulu.

Pengertian PBB

PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dalam bahasa Inggris disebut United Nations atau disingkat UN adalah sebuah organisasi yang memiliki anggota berbagai negara di seluruh dunia.

Bahasa Resmi Inggris, Mandarin, Perancis, Rusia, Arab, dan Spanyol
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon (dari 1 Januari 2007)
Dibentuk 24 Oktober 1945
Anggota PBB 192
Markas PBB New York City, New York, Amerika Serikat
Situs resmi http://www.un.org/

PBB menjadi wadah bagi setiap negara yang menjadi anggotanya untuk berkumpul, bermusyawarah, dan saling bekerja sama dalam berbagai bidang dan permasalahan yang terjadi di dunia.

Organisasi multilateral ini dianggap sebagai media yang menghubungkan setiap negara di dunia. Berbagai persoalan, isu-isu dunia, serta keterlibatan antar negara terjadi di PBB. Kontrol antar negara juga bisa terjadi di PBB. Karena itulah, keanggotaan negara di PBB menjadi amat sangat penting.

Pendiri PBB

Sebelum menjadi sebuah organisasi yang besar seperti saat ini, PBB pada awalnya hanya diisi oleh beberapa negara pendirinya saja. Berikut ini adalah tokoh besar yang menjadi pendiri PBB saat itu:

1. Franklin Delano Roosevelt

Presiden Amerika Serikat, Franklin Delano Roosevelt merupakan pencetus ide lahirnya organisasi PBB. Ia bahkan terpilih hingga empat kali memegang masa jabatan tertinggi di PBB.

Roosevelt dikenal sebagai presiden yang berhasil membangkitkan Amerika dari masa suramnya yang disebut ‘Depresi Hebat’. Melihat adanya kesemena-menaan yang dilakukan Nazi Jerman, Roosevelt berusaha mengubah Amerika menjadi senjata demokrasi yang akan melawan Hitler.

Meskipun gagasan ini tidak berjalan dengan mulus, namun akhirnya dapat ia wujudkan dalam League of Nations hingga saat ini.

2. Josef Stalin

Josef Stalin adalah pemimpin Uni Soviet yang dikenal dengan nama Manusia Baja. Kekejamannya sudah tidak perlu ditanyakan lagi karena ia bertanggung jawab atas pembunuhan 30 juta orang Rusia dan negara di sekitarnya.

Ia bergabung dengan Roosevelt dalam membentuk PBB karena adanya kesepekatan untuk berperang melawan Hitler yang juga musuhnya. Setelah Perang Dunia ke-2 selesai, ia kembali memasang Tirai Besi sebagai pembatas antara negara Uni Soviet dan sekutu barat.

3. Winston Churchill

Winston Churchill adalah tokoh politik asal Inggris yang juga merupakan keturunan bangsawan. Ia dikenal dengan rasa kemanusiaannya yang tinggi lewat berbagai tulisannya.

Pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris membuat Churchill menjadi salah satu penggagas dalam tebentuknya PBB.

Sejarah Berdirinya PBB

Pada awalnya, PBB dibentuk dari sebuah liga. Di tahun 1915, Amerika Serikat berniat untuk membentuk sebuah organisasi atau liga yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan kedamaian dunia.

Konsep perkumpulan beberapa negara dalam satu tujuan ini diwujudkan oleh Woodrow Wilson pada tanggal 10 Januari 1920. Liga yang dibentuk oleh presiden Amerika Serikat ini disebut dengan League of Nations atau Liga Bangsa-Bangsa.

Woodrow Wilson berharap melalui League of Nations yang ia bentuk mampu menjaga dan mempertahankan keamanan dan kedamaian di seluruh dunia.

Namun sayang, tujuan utama dibentuknya liga ini tidak tercapai. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya Perang Dunia ke-2 yang mana memakan banyak korban jiwa. Perang yang melibatkan antara Hitler dan Musolini ini menjadi pukulan telak bagi liga tersebut.

Tugas League of Nations juga semakin berat setelah adanya perluasan wilayah oleh Jepang yang dilakukan dengan cara berperang atau menjajah.

Melihat gagalnya fungsi dari liga ini, Roosevelt dan Churchill mengadalan Piagam Atlantik yang mengeluarkan beberapa poin penting seperti di bawah ini:

  1. Setiap negara tidak mengadakan perluasan wilayah dengan sesuka hatinya
  2. Memberikan kebebasan dan hak pada setiap negara untuk menjalankan dan memilih bentuk pemerintahannya sendiri
  3. Mengakui hak negara lain untuk berperan serta dalam perdagangan internasional
  4. Turut serta dalam menjaga kedamaian dunia dengan membebaskan negara lain dari rasa takut dan kemiskinan
  5. Selalu berusaha untuk melakukan penyelesaian masalah dengan cara diplomasi

Tujuan Berdirinya PBB

PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki beberapa tujuan seperti di bawah ini:

  1. Menjadi jembatan bagi setiap negara anggota dalam menjaga perdamaian internasional
  2. Menjadi media bagi seluruh negara anggota untuk saling bersahabat dan menjalin hubungan yang baik
  3. Mengurangi angka kemiskinan di seluruh dunia
  4. Membantu setiap negara mencapai kemakmurannya
  5. Membantu seluruh dunia terbebas dari wabah penyakit

Tugas PBB

Untuk mencapai tujuan di atas, PBB memiliki beberapa tugas yang harus dilakukan. Berikut tugas PBB yang akan mewujudkan tujuan di atas:

  1. Membantu seluruh negara di dunia untuk melakukan kerjasama dengan negara lain
  2. Menghindari dan menyelesaikan konflik yang dapat menimbulkan peperangan
  3. Memberikan berbagai jenis bantuan pada negara yang mendapatkan musibah, seperti tsunami, banjir, gempa bumi, dan lain-lain
  4. Memberikan kemudahan fasilitas bagi setiap negara dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya
  5. Membantu setiap negara anggotanuya dalam menjaga kedamaian baik di dalam maupun luar negara

Asas PBB

PBB didirikan berdasarkan asas PBB yang mendasari keberlangsungan organisasi ini. Berikut asas PBB dalam menjalankan peran dan tugasnya:

  1. Setiap anggota negara PBB memiliki persamaan kedudukan dan kedaulatan
  2. Tiap negara anggota wajib menjalankan kewajibannya dengan penuh keihlasan sesuai dengan yang disebutkan dalam Piagam PBB
  3. Setiap perselisihan yang terjadi pada negara anggota harus diselesaikan dengan cara damai atau melalui jalan diplomasi
  4. Setiap negara dilarang untuk melakukan kekerasan atau tindakan ancaman lainnya dalam berhubungan degan negara lain
  5. Setiap negara wajib membantu PBB dalam mencapai tujuannya yang berdasarkan Piagam PBB
  6. PBB selalu berusaha untuk melindungi negara yang bukan anggotanya untuk dapat menjalankan asas-asas PBB yang telah dibentuk
  7. PBB tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam masalah dalam negeri atau internal negara anggota

Latar Belakang Berdirinya PBB

Sebagaimana kita ketahui sebelumnya, cikal bakal dari PBB adalah League of Nations atau Liga Bangsa-Bangsa. Namun kegagalan dari liga inilah yang menyebabkan munculnya Perserikatan Bangsa-Bangsa. Banyak hal yang menyebabkan Liga Bangsa-Bangsa ini tidak berhasil, diantaranya:

  • Aturan yang berlaku di Liga Bangsa-Bangsa tidak mengikat.
  • Tidak adanya kekuatan yang nyata dalam mengambil tindakan bagi negara yang membuat pelanggaran, terutama pada negara besar
  • Menjadi alat politik bagi negara besar yang juga anggota di dalamnya
  • Tujuan dari Liga Bangsa-Bangsa yang berubah dari perdamaian internasional justru menjadi politik internasional

Kegagalan ini menyebabkan Liga Bangsa-Bangsa dibubarkan pada tanggal 24 Oktober 1945. Melihat kegagalan ini, akhirnya diambil beberapa langkah dalam mempertahankan kedamaian dunia seperti di bawah ini:

  1. Ditandatanganinya Piagam Atlantik pada tanggal 14 Agustus 1941 oleh Winston Churchill, Perdana Menteri Inggrsi, dan Franklin D. Roosevelt, Presiden Amerika Serikat.
  2. Dikeluarkannya Declaration of the United Nations pada tanggal 1 Januari 1942 yang isinya setuju pada isi Piagam Atlantik
  3. Adanya maklumat Moscow yang menyatakan diperlukannya organisasi yang menjaga perdamaian dunia pada tanggal 30 Oktober 1943
  4. Dumberston Oaks membuat kerangka asas PBB dan segala perangkat yag dibutuhkan pada tanggal 7 Oktober 1944
  5. Konferensi Yalta yang diadakan pada Februari 1945 dimana dibicarakan hak suara dalam Dewan Keamanan PBB
  6. Ditandatanganinya Piagam PBB pada tanggal 25 April hingga 26 Juni 1945 oleh 51 negara anggota PBB. Penandatanganan ini dilakukan di Konferensi San Fransisco
  7. Diadakannya ratifikasi Piagam PBB di tanggal 24 Oktober 1945 oleh lima anggota tetap PBB

Masuknya Indonesia Jadi Anggota PBB

Adam Malik di PBB

Setelah memproklamirkan kemerdekaannya, Indonesia pun melihat PBB sebagai salah satu jalan keluar dari kekuatan dan kebebasan yang baru saja dirasakan Indonesia.

Pada tanggal 28 September 1950, Indonesia berhasil masuk menjadi anggota PBB  yang ke 60. Sejak masuk sebagai negara anggota PBB, Indonesia berhasil meraih pengakuan dari 59 negara anggota lainnya atas kemerdekaan yang baru saja diraih.

Berbagai kerjasama pun berhasil dilakukan dengan negara lain. Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun hubungan yang baik di dunia internasional.

Namun pada tanggal 20 Januari 1965 menyatakan keluar dari PBB. Keputusan Indonesia untuk keluar dari PBB ini merupakan aksi protes akibat terpilihnya Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. 

Malaysia saat itu dianggap sebagai sebuah ancaman bagi Indonesia. Dibentuknya Federasi Malaysia membuat Indonesia merasa harus lebih waspada akan bentuk kolonialisme barat yang lain.

Selain karena PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, keluarnya Indonesia dari PBB juga diakibatkan adanya kecondongan PBB pada negara barat. Akibatnya PBB tidak dapat bersikap netral pada negara yang mengalami konflik.

Setelah lama keluar dari PBB, Indonesia pun merasakan bahwa ruang gerak untuk memenuhi kepentingan nasional jadi terhambat. Pada tanggal 3 Juni 1966, beberapa anggota DPR menyarankan agar Indonesia kembali masuk ke PBB.

Menanggapi saran ini, maka keinginan tersebut pun segera disampaikan pada Sekretaris Jenderal PBB dan ternyata mendapatkan sambutan hangat. Permintaan ini disampaikan pada tanggal 19 September 1966.

Akhirnya pada sidang ke-21, Indonesia mengirimkan 5 perwakilannya yang menyatakan kembalinya Indonesia dalam PBB. Adapun 5 perwakilan Indonesia tersebut adalah:

  • Adam Malik
  • Ruslan Abdulgani
  • Laksamana Udara Rusmin Nuryadin
  • M. Yusur, dan
  • L.N. Palar.

Sambutan baik dari PBB sendiri terlihat dari terpilihnya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB di tahun 1971. Setelah kembali masuk dalam PBB, hubungan Indonesia dengan negara lain yang sempat macet kembali lancar dan berjalan dengan baik.

Peran Indonesia Dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa

Sebagai anggota negara PBB, Indonesia memainkan beberapa peran penting di dalamnya.

  1. Indonesia berhasil mengadakan Konferensi Asia Afrika yang telah menghasilkan Dasasila Bandung
  2. Indonesia berhasil menjadi penggagas dibentuknya ZOFTAN dan SEANWFZ
  3. Indonesia berhasil menjadi pencetus dari didirikannya ASEAN dan gerakan Non Blok
  4. Indonesia berhasil mengirim beberapa pasukan dalam misi perdamaian ke berbagai negara konflik, seperti Lebanon, Kongo, Israel, dan Bosnia
  5. Berhasil menjadi Ketua Majelis Umum di tahun 1971 melalui Adam Malik
  6. Indonesia berhasil menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB hingga tiga kali yakni pada tahun 1974-1975, 1995-1996, dan 2007-2008
  7. Indonesia berhasil terpilih hingga 11 kali menjadi anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, 2 kali menjadi pimpinan dari Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, dan 3 kali wakil pimpinan Dewan Ekonomi dan Sosial
  8. Indonesia berhasil menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia hingga 3 kali
  9. Indonesia berhasil mengirimkan bantuan beras ke Ethiopia melalui FAO pada tahun 1984
  10. Indonesia berhasil menampunbg pengungsi Vietnam di pulau Galang pada tahun 1995
  11. Indonesia berhasil menyelesaikan konflik di Kamboja pada tahun 1989
  12. Indonesia berhasil menyelesaikan konflik antara Filipina dan Moro National Front Liberation

PBB menjadi organisasi multilateral tertinggi di dunia, dimana semua negara ikut terlibat di dalamnya. Berbagai kerjasama dan bantuan bisa terjalin lewat PBB. Meski demikian, jiika ada masalah internal tentu sebuah negara tidak ingin sampai ke PBB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.