Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka, Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh

Para pendiri bangsa menetapkan Pancasila sebagai Ideologi negara kesatuan Republik Indonesia tentu bukan tanpa alasan. Ada keyakinan dari para founding fathers bahwa Pancasila akan menjadi ideologi yang mampu mempersatukan bangsa ditengah perbedaan.

Pancasila juga diyakini mampu terus menyesuaikan dan memberi harapan di tengah perkembangan dunia. Hal itu lantaran pancasila adalah ideologi yang bersifat terbuka.

Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka   

Apa itu pancasila sebagai ideologi terbuka? Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu harus terlebih dahulu dipahami apa itu ideologi terbuka dan apa bedanya dengan ideologi tertutup. Silakan baca tulisan: Ideologi Terbuka Dan Tertutup.

Sebagai bagian dari ideologi terbuka, pancasila diyakini memegang peranan penting dalam mengatur pandangan masyarakat Indonesia terhadap perkembangan zaman. Pancasila mampu menghadapi dan bergerak dalam menghadapi keterbukaan dan era globalisasi.

Ideologi Pancasila akan membuat semua masyarakat Indonesia memiliki terikat dan bersatu sebagai kesatuan bangsa dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Artinya pengertian pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila yang terus berinteraksi mengikuti perkembangan zaman tapi tetap dalam koridor NKRI. Pancasila sebagai ideologi terbuka juga sudah memenuhi beberapa persyaratan, yaitu:

  1. Pancasila mampu mengikuti dan bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman tapi nilai-nilai dasar Pancasila tetap bertahan.
  2. Pancasila bisa berkembang mengikuti dinamika dan perubahan kehidupan bangsa Indonesia dengan tetap memegang teguh makna dan nilai dasar Pancasila.
  3. Pancasila menjadi panduan bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi era globalisasi dan keterbukaan. Pada era ini, semua bangsa saling terhubung dan saling membutuhkan kerjasama dalam berbagai bidang.

Mengapa Pancasila Dikatakan Sebagai Ideologi Terbuka   

Pancasila menganut dua jenis ideologi sekaligus. Menyatukan ideologi terbuka dan tertutup. Tentu ada beberapa alasan mengapa kita bisa memandang pancasila sebagai ideologi terbuka. Terutama karena pancasila mengandung nilai-nilai sebagai berikut:

1. Pancasila Memiliki Nilai Dasar

Nilai dasar Pancasila berarti bahwa Pancasila sudah diterima sebagai dasar negara secara mutlak oleh bangsa dan budaya Indonesia. Nilai ini berasal dari sumber kebudayaan bangsa Indonesia seperti yang sudah diatur dalam UUD 1945 yang memiliki nilai budaya.

Bukti nilai ini sudah tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945, yang diwujudkan dalam sila pertama sampai sila kelima Pancasila. Nilai-nilai dasar ini mengandung keterbukaan.  

2. Pancasila Memiliki Nilai Instrumen

Nilai instrumen pancasila adalah wujud dari nilai dasar Pancasila. Wujud ini dilaksanakan dalam normal sosial dan norma hukum. Kemudian dibentuk menjadi lembaga-lembaga kenegaraan sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia.

Jika dilihat lagi nilai instrumen memang memiliki kedudukan dibawah nilai dasar, namun nilai instrumen bisa terlihat dari wujud nyata (lembaga yang terbentuk) yang juga mengikuti perkembangan zaman. Karena itu aturan ini juga tertulis dalam UUD 1945, PP (Peraturan Perundang-undangan), dan Kepres.

3. Pancasila Memiliki Nilai Praktis

Nilai praktis adalah nilai yang diterapkan oleh bangsa Indonesia dalam berkehidupan. Dari sini membuktikan bahwa nilai dasar Pancasila dan nilai instrumen Pancasila hidup dalam kemasyarakatan. Nilai praktis yang bisa kita lihat dalam kehidupan dan ciri masyarakat Indonesia adalah kerukunan dan sifat gotong royong.

Ciri-Ciri Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka   

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa sebuah ideologi bisa dikatakan terbuka jika mengikuti arah perkembangan zaman. Dalam hal ini sila-sila dalam Pancasila tidak akan berubah namun inti dari pelaksanaan sila-sila tersebut bisa mengikuti perkembangan zaman. Hal ini mencerminkan beberapa ciri pancasila sebagai ideologi terbuka. Diantaranya:

  1. Pancasila diterapkan sebagai ideologi bangsa Indonesia yang menganut sistem negara demokratis.
  2. Pancasila memiliki sifat tidak untuk melegitimasi kekuasaan perorangan atau kelompok, tidak memiliki sifat inklusif dan tidak bersifat totaliter.
  3. Pancasila juga sudah mengandung nilai dan cita-cita bangsa Indonesia sesuai moral dan budaya masyarakat Indonesia.
  4. Pancasila menjadi cita-cita yang harus dicapai bersama oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia secara demokratis.

Selain ciri-ciri pancasila sebagai ideologi yang tercermin pada jalanya praktik kenegaraan dan berbangsa di Indonesia, ciri lainya juga tercermin pada peran pancasila dalam berkehidupan, yaitu:

  1. Pancasila mengikuti perkembangan zaman sesuai situasi dan kondisi dengan dasar sila dalam Pancasila.
  2. Pancasila memiliki nilai-nilai yang berkembang sesuai dengan dinamika dan gejolak kehidupan berbangsa dan bernegara.
  3. Pancasila akan berkembang sesuai perkembangan zaman dalam koridor kebutuhan masyarakat Indonesia.
  4. Pancasila siap untuk memberikan batas dan orientasi kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam menghadapi perubahan zaman di era keterbukaan dan globalisasi.
  5. Pancasila akan tetap hidup dan bertahan sebagai jiwa dan budaya masyarakat Indonesia dan bersatu dalam NKRI.

Contoh Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka   

Ada beberapa contoh pancasila sebagai ideologi terbuka yang sangat kentara. Bahkan biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menyambut perkembangan era digital

Sekarang ini perkembangan digital telah masuk ke semua bangsa, termasuk Indonesia. Dalam hal ini Pancasila menjadi dasar untuk tetap mempertahankan jiwa dan budaya bangsa Indonesia.

Tapi Pancasila tidak melarang untuk mengikuti perkembangan era digital. Seperti munculnya beberapa produk digital karya anak negeri, pasar digital yang berkembang untuk mewujudkan sila Persatuan Indonesia dan Keadilan Sosial. Langkah ini juga mendukung ekonomi bangsa Indonesia.

2. Pancasila mampu mempertahankan budaya lokal

Adanya perkembangan era keterbukaan juga bisa mempengaruhi budaya sebuah negara. Tapi dengan adanya Pancasila, kita tetap memiliki budaya dan jiwa bangsa Indonesia meskipun dimasuki oleh perkenalan budaya asing.

Kita bisa menyukai K-POP, C-POP, atau musik barat. Tapi kita budaya dan kesenian bangsa Indonesia tidak tergantikan dan tetap dilestarikan.

Nilai Positif Ideologi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

1. Nilai positif sesuai dengan sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa

Sebagai ideologi yang terbuka masyarakat Indonesia melaksanakan keyakinan dan kewajiban sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

Masyarakat juga melaksanakan kehidupan dengan penuh toleransi, tidak saling memaksakan kehendak dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan saling tolong menolong antar umat beragama.

2. Nilai positif sesuai sila nilai-nilai Kemanusiaan

Yaitu perilaku saling menghormati antar umat manusia, mengakui persamaan derajat antar manusia tanpa harus membeda-bedakan suku, agama, ras, kedudukan dan jenis kelamin. Juga sikap saling tenggang rasa dan saling tolong menolong.

3. Nilai positif Persatuan Indonesia

Yaitu sebuah sikap siap dan rela berkorban untuk persatuan bangsa Indonesia, dan sikap berbangga serta cinta kepada tanah air.

4. Nilai positif dalam Permusyawaratan / Perwakilan

Yaitu sebuah sikap untuk mencapai musyawar mufakat, tidak memaksakan kehendak, menjunjung tinggi hak dan kewajiban semua orang dan rasa kepercayaan kepada wakil rakyat yang akan menjalankan tugas di dewan perwakilan serta lembaga negara.

5. Nilai positif Keadilan Sosial

Hal ini diwujudkan dalam beberapa contoh sikap seperti saling gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, tidak merusak kepentingan umum, dan iktu meratakan keadilan sosial dalam berbagai bidang kesejahteraan dan perekonomian.

Itulah alasan mengapa Pancasila disebut sebagai ideologi terbuka. Yang paling penting, makna keterbukaan yang dimiliki oleh ideologi Pancasila tidak dimaknai sebagai kebebasan yang mutlak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *