Arti Pamali, Contoh dan Penjelasannya Lengkap

Kita tentu mengenal jelas istilah pamali. Pamali sendiri begitu mengakar secara turun temurun meskipun saat ini sudah memasuki masa modern. Memang pamali ini sendiri sering dikaitkan dengan hal-hal magis.

Misalnya tentang makhlus halus, nasib buruk, hingga hal lainnya yang sifatnya negatif. Secara keseluruhan, pamali sudah menjadi salah satu budaya yang mengakar dari nenek moyang sampai saat ini.

Memang istilah satu ini begitu lekat dengan larangan sesuatu. Sebenarnya larangan-larangan tersebut memiliki dasar sendiri. Hanya saja orang zaman dulu lebih menyederhanakan dasar atas larangan yang diberlakukannya.

Arti Pamali

Nah, bagi yang penasaran apa itu arti pamali beserta contoh dan penjelasan lengkapnya, berikut ulasannya untuk kita semua.

Arti Pamali

Istilah pamali begitu akrab di telinga kita. Seringkali istilah tersebut disangkutpautkan dengan hukum yang ada di sebuah lingkungan masyarakat.

Pamali adalah sebuah larangan karena alasan sesuatu yang diturun-temurunkan dari leluhur. Mulai dari pedesaan sampai perkotaan pun sangat lekat dengan istilah tersebut.

Dalam bahasa arab, pamali juga sama artinya dengan tathoyyur atau thiyarah. Istilah tersebut mengandung arti meyakini sesuatu akan membawa nasib buruk.

Menurut pandangan islam, percaya dengan thiyarah dianggap sebagai salah satu bentuk kesyirikan. Biasanya bentuk pamali berupa kesialan terhadap sesuatu yang dilakukan, diketahui, didengar, hingga dilihat.

Bentuk Pamali

Bentuk Pamali

Pamali bisa berbentuk berupa pantangan. Memang sebagian besar ada yang bisa dipecahkan dengan logika. Namun banyak juga bentuk pamali yang tidak memiliki penjelasan logika sehingga masyarakat mempercayainya secara sukarela.

Jika dilihat secara adat, pamali juga bermanfaat untuk mengatur perilaku seseorang. Misalnya dalam menjaga sopan santun hingga wibawa para tetua adat.

Selain itu, pamali juga bisa digunakan dalam menjaga kelestarian alam. Mendidik warga masyarakat agar bersifat hati-hati dan cermat juga menjadi salah satu dasar pamali diberlakukan.

Hampir di daerah Indonesia memiliki jenis pamali tersendiri. Namun sebagian besar ada yang dikenal dalam skala nasional. Secara jenis, pamali bisa dibedakan berdasarkan pamali yang masuk akal serta pamali yang tidak memiliki penjelasan logika. Berikut beberapa contoh dan penjelasan lengkap tentang pamali.

Contoh Pamali dan Penjelasan Lengkap

Contoh Pamali

1. Menyisir rambut tengah malam sambil bercermin

Menyisir rambut di tengah malam sembari bercermin begitu lekat dengan unsur magis. Sebagian besar orang percaya bahwa aktivitas tersebut akan menarik datangnya makhlus halus. Pamali satu ini masih begitu dipercaya bahkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Sebenarnya daripada harus menyisir rambut di tengah malam, ada baiknya istirahat atau tidur nyenyak dan bisa menyisir rambut di pagi harinya sebelum mandi.

2. Berfoto bersama dalam jumlah ganjil

Kita tentu sudah akrab dengan pamali satu ini. Berfoto dalam jumlah ganjil menurut sebagian besar orang adalah hal yang tabu. Mereka menganggap salah satu yang ada di foto tersebut akan cepat meninggal. Sebenarnya jika dipikirkan lagi, umur seseorang sudah ditentukan oleh Tuhan.

Bukan lagi salah satu yang kemungkinan akan meninggal. Namun semua orang yang ada dalam foto pun sudah memiliki takdirnya sendiri termasuk dalam hal meninggal dunia.

3. Memakai payung dalam rumah

Memakai payung di dalam rumah dianggap sebagai hal yang bisa menimbulkan celaka. Ada juga yang menganggap menggunakan payung di rumah akan menyebabkan seseorang mengalami masalah kulit kepala. Ekstrimnya lagi, perbuatan tersebut juga dianggap akan memanggil makhluk halus datang mengganggu.

Sebenarnya memakai payung di dalam rumah adalah hal yang tidak penting bahkan sangat mubazir. Bisa jadi orangtua dulu beranggapan memakai payung di rumah akan berdampak buruk karena takut jika rangka payung akan mengenai orang disekitarnya.

4. Duduk di depan pintu

Kita tentu sudah akrab dengan pamali satu ini. Hampir semua orangtua melarang anaknya duduk di depan pintu. Larangan tersebut juga begitu khusus untuk anak perempuan. Orangtua dulu menganggap duduk di depan pintu akan mempersulit datangnya jodoh dan rezeki.

Sebenarnya jika dipikirkan kembali, bukan jodoh atau rezeki yang sulit datang. Melainkan ketika duduk di depan pintu akan menghalangi jalan oranglain karena pintu memang dikhususkan sebagai akses untuk keluar dan masuk.

5. Makan tanpa sendok

Contoh pamali satu ini memang sedikit kontra dengan kebiasaan makan sebagian besar orang Indonesia. Bagi sebagian orang Indonesia, makan tanpa sendok dianggap akan membawa nasib buruk dan penderitaan.

Mungkin secara logika, makan tanpa sendok atau hanya dengan tangan sementara tangan dalam kondisi kotor, bakteri pada tangan akan masuk ke dalam tubuh.

Hal ini menjadi sumber munculnya berbagai penyakit yang oleh sebagian orang dianggap sebagai nasib buruk dan penderitaan.

6. Menggigit kuku akan bernasib buruk

Menggigit kuku juga dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Terlebih untuk kalangan orangtua. Orangtua menganggap kebiasaan menggigit kuku ini akan menyebabkan anaknya akan bernasib buruk. Padahal menggigit kuku adalah respon alami seseorang ketika gugup atau stress.

Secara logika, menggigit kuku akan menyebabkan bakteri di area tersebut masuk ke mulut. Mungkin orangtua zaman dulu lebih menyederhanakan dengan anggapan akan bernasib buruk dibandingkan dengan sakit karena menggigit kuku.

7. Mandi malam hari

Mandi malam hari dianggap sebagai penyebab utama rematik. Begitulah menurut sebagian besar orang Indonesia. Padahal secara medis, rematik tidak disebabkan oleh mandi di malam hari. Mungkin akan lebih masuk akal jika udara malam yang dingin akan membuat seseorang masuk angin dan kedinginan.

Jikalau ingin mandi malam hari, ada baiknya menggunakan air hangat agar tidak mengalai flu.

8. Pamali bersiul di malam hari

Siulan di malam hari dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Terutama di daerah pedesaan. Bersiul di malam hari dianggap sebagai upaya untuk memanggil makhlus halus. Siulan dipercaya sebagai pengganggu makhluk halus sehingga sangat tabu jika dilakukan di malam hari.

Sebenarnya secara etis, suara siulan di malam hari akan mengganggu orang-orang di sekitar. Terlebih malam adalah waktunya orang untuk istirahat.

9. Menggunting kuku di malam hari

Orang zaman dulu melarang anak-anaknya untuk menggunting kuku pada malam hari. Mereka beranggapan bahwa menggunting kuku di malam hari akan menyebabkan pelakunya mengalami sakit keras atau meninggal dunia. Di sebagian daerah di Indonesia juga percaya bahwa menggunting kuku pada malam hari akan memanggil makhluk halus.

Sebenarnya secara logika, pada malam hari cahaya tidak sebagus siang sehingga orang tua khawatir gunting kuku akan melukai jari.

10. Makan nasi dan rengginang akan susah rezeki

Makan nasi dan rengginang dianggap akan membuat seseorang susah rejeki. Pamali satu ini masih dipercaya di sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebenarnya nasi dan rengginang memiliki bahan dasar yang sama. Keduanya mengandung karbohidrat sehingga jika dikonsumsi terus menerus akan menyebabkan kegemukan.

Orang dulu pun menyederhanakannya menjadi susah mendapatkan rezeki.

11. Ibu hamil harus membawa gunting lipat kemana-mana

Membawa gunting lipat bagi ibu hamil diwajibkan bagi sebagian besar orang Indonesia. Tujuannya agar ibu hamil tidak mudah diganggu oleh makhluk halus. Sebenarnya gunting lipat bermanfaat untuk memudahkan ibu hamil dalam memotong sesuatu. Mungkin karena kondisi fisiknya yang tengah berbadan dua mengharuskan ibu hamil tidak boleh melakukan hal yang berat.

Gunting lipat bisa menjadi alat praktis untuk memudahkan kegiatan ibu hamil.

12. Berteriak dan mengucapkan kata-kata kotor di hutan

Bagi pecinta alam tentu paham benar larangan satu ini. Berteriak dan mengucapkan kata-kata kotor di hutang dianggap akan mengganggu makhluk halus penunggu hutan. Dikhawatirkan jika makhluk halus merasa terganggu, maka akan berdampak buruk bagi pelakunya.

Secara logika, dimanapun kita berada haruslah memangku sopan santun. Termasuk di area hutan.

13. Bangun tidur terlalu siang

Bangun terlalu siang akan menyebabkan rejeki dipatok ayam. Begitu yang sering dikatakan orangtua. Mungkin maksud rejeki dipatok ayam adalah ketika bangun siang maka kita akan memulai aktifitas lebih terlambat dari oranglain. Kesempatan yang harusnya bisa didapatkan di waktu lebih awal pun terlepas karena bangun yang terlalu siang.

14. Berlama-lama di kamar mandi

Berlama-lama di kamar mandi dianggap akan membuat seseorang cepat tua. Pamali satu ini sebenarnya cukup beralasan. Sebab ketika kita berlama-lama di kamar mandi, interaksi dengan air pun akan semakin lama. Semakin lama berinteraksi dengan air maka kulit akan terlihat mengeriput.

Secara medis pun kita tidak disarankan berlama-lama di kamar mandi. Sebab, kamar mandi adalah tempatnya bakteri dan memiliki suhu yang lembab. Menurut islam pun kamar mandi adalah tempatnya setan sehingga tidak disarankan berlama-lama didalamnya.

15. Keluar rumah di waktu maghrib

Keluar rumah di waktu maghrib dilarang bagi wanita dan anak-anak. Sebab waktu maghrib adalah momen dimana terjadi pergantian siang ke malam. Di waktu tersebut dipercaya sebagai saat dimana makhluk halus bermunculan.

Dikhawatirkan jika anak-anak atau wanita hamil keluar pada saat maghrib akan diganggu oleh makhluk halus. Memang hal tersebut juga diajarkan dalam agama islam.

Sebenarnya maghrib adalah waktu yang tepat untuk istirahat dan beribadah alih-alih harus keluar rumah. Selain itu sinar jingga yang muncul pada saat maghrib juga kurang begitu bagus untuk mata.

16. Berpindah tempat di waktu malam

Berpindah tempat di waktu malam dianggap tabu karena dipercaya seseorang akan mendapatkan ibu tiri. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi yang berpindah posisi ke tempat yang lebih bagus. Misalnya jika semula tempat makannya di lantai kemudian pindah ke meja makan.

Jika berpindah tempat di malam hari dilakukan dalam hal yang lebih baik, hal tersebut akan dipercaya sebagai pembawa keberuntungan.

17. Bersin sewaktu akan bepergian

Bersin sewaktu bepergian dianggap akan membawa celaka dalam perjalanan. Padahal secara logika, bersin adalah hal alamiah yang merupakan reaksi reflek seseorang.

Mungkin saja orang dulu ingin mengingatkan jika membawa kendaraan sementara pengendaranya bersin, dikhawatirkan akan mengganggu kosentrasi dan mengakibatkan kecelakaan di jalanan.

Orang dulu menyarankan jika ingin melakukan perjalanan, pastikan tidak langsung pergi setelah bersin. Namun tunggu beberapa menit setelah bersin.

18. Makan nanas muda ketika hamil

Makan nanas muda ketika hamil juga merupakan pamali yang sampai saat ini masih dipercaya orang-orang. Nanas muda dianggap menjadi penyebab keguguran. Sebenarnya dari segi medis, bukan makan nanasnya yang menjadi faktor penyebab keguguran. Melainkan efek setelah makan nanas muda.

Kebanyakan ibu hamil setelah makan nanas akan kekurangan cairan, diare dan pada akhirnya akan berdampak pada janinnya.

19. Tidur tengkurap menyebabkan orangtua meninggal

Tidur tengkurap juga menjadi hal tabu di sebagian besar masyarakat. Khususnya di daerah Jawa Barat. Tidur tengkurap dengan kaki ditekuk keatas dipercaya akan menyebabkan orangtua meninggal. Sebenarnya dari segi medis, tidur tengkurap memang tidak diperbolehkan.

Sebab posisi tersebut akan menyebabkan organ dalam tubuh terganggu sehingga orangtua dulu melarang anak-anaknya melakukan hal demikian.

20. Anak gadis tidak boleh menyapu setengah-setengah

Orangtua dulu sering menyuruh anak gadisnya untuk menyapu lantai rumah sampai tuntas. Mereka mengatakan jika anak gadis menyapu setengah-setengah dan diteruskan oleh oranglain, maka akan mengalami gagal jodoh.

Sebenarnya menuntaskan pekerjaan memang harus dilakukan oleh semua orang. Termasuk untuk urusan menyapu rumah agar senantiasa bersih.

Nah itu dia arti, contoh pamali dan penjelasan lengkapnya yang bisa kita ketahui. Percaya atau tidak kembali lagi kepada diri masing-masing. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.