Nilai Nilai Pancasila Sila 1, 2, 3, 4, 5 [ulasan lengkap]

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, tentu kita tidak hanya harus hafal bunyi dari Pancasila, namun juga menerapkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini penting agar apapun yang kita lakukan bisa selaras dengan tujuan bersama yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila. Berikut adalah uraian lebih lengkap megnenai nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila dalam Pancasila.

Bunyi Pancasila

Sesuai dengan namanya, Pancasila terdiri dari lima sila. Berikut adalah bunyi dari kelima sila Pancasila:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dan Permusyawaratan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sejarah Singkat Pancasila

Kata Pancasila diambil dari dua kata dalam bahasa Sanskerta, yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asas. Pancasila memiliki arti sebagai rumusan lima prinsip atau asas yang digunakan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara untuk seluruh rakyat Indonesia. Kelima sila Pancasila ini tercantum pada paragraf keempat Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Rumusan dari Pancasila mulai dipikirkan sejak adanya pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dipimpin oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat pada tanggal 1 Maret 1945. Dalam pidatonya, terdapat pertanyaan bagi anggota sidang mengenai apa dasar negara Indonesia yang akan dibentuk. 

Setelah adanya pertanyaan tersebut, beberapa orang mengajukan usulan pribadi yang dikemukakan dalam sidang BPUPKI. Diantaranya adalah Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, Panca Sila oleh Soekarno. Adanya Panca Sila yang dikemukakan di pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 menjadi awal dari lahirnya Pancasila. Sehingga, tanggal 1 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Untuk merumuskan kembali Pancasila dari pidato Soekarno dan menjadikan dokumen tersebut untuk teks proklamasi Indonesia merdeka, dibentuklah panitia kecil yang dikenal dengan nama Panitia Sembilan. Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan menghasilkan dokumen yang diberi nama Piagam Jakarta.

Nilai-nilai yang Terkandung Dalam Pancasila

Nilai adalah sesuatu yang dianggap berharga bagi manusia. Nilai bisa dianggap sebagai petunjuk umum bagi manusia yang berlangsung untuk cukup lama. Adanya nilai bisa menjadi panduan bagi sesuatu yang dianggap pantas, diinginkan, atau berharga bagi manusia.

Sebagai dasar negara Indonesia, Pancasila tentu memiliki banyak nilai-nilai bagi rakyat Indonesia. Nilai-nilai ini diharapkan bisa menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Segala keputusan dan tindakan pemerintah juga harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan kata lain, Pancasila juga bisa menjadi petunjuk agar negara Indonesia tetap berjalan sesuai dengan arah yang diinginkan.

Berikut adalah uraian mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila.

1. Sila Pertama Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa)

Sila pertama Pancasila memiliki lambang bintang emas bersudut lima serta latarnya berwarna hitam. Bintang emas ini menggambarkan bahwa rakyat Indonesia yakin mengenai adanya Tuhan Yang Maha Esa. Warna emas menggambarkan bahwa sumber cahaya ini sangat penting bagi kehidupan manusia. Warna hitam sebagai latar belakang untuk bintang memiliki arti bahwa rakyat Indonesia yakin bahwa berkat adanya Tuhan yang menjadi sumber dari segala sesuatu yang ada di dunia.

Sila pertama Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” memiliki nilai-nilai sebagai berikut:

  • Rakyat Indonesia memiliki kebebasan untuk menganut dan menjalankan ibadah berdasarkan agama dan kepercayaannya masing-masing
  • Adanya keyakinan bahwa Tuhan itu ada
  • Adanya keyakinan bahwa Tuhan memiliki sifat yang sempurna
  • Beribadah dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa
  • Menjalani aturan agama dengan melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya
  • Adanya toleransi dan sikap saling menghormati antar umat beragama di Indonesia

2. Sila Kedua Pancasila (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)

Sila kedua Pancasila memiliki lambang rantai emas dengan latar belakang merah. Rantai emas ini memiliki dua mata rantai yang berbeda, yaitu yang berbentuk persegi dan lingkaran secara bergantinan. Mata rantai yang berbentuk persegi melambangkan laki-laki Indonesia, sedangkan mata rantai yang berbentuk lingkaran menggambarkan perempuan Indonesia. Dua mata rantai berbeda yang saling tergabung ini menggambarkan hubungan sesama warga Indonesia yang erat seperti rantai serta memiliki kedudukan yang setara. 

Sila kedua Pancasila yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” memiliki nilai-nilai sebagai berikut:

  • Seluruh rakyat Indonesia berhak menerima perlakuan sesuai martabatnya sebagai manusia ciptaan Tuhan
  • Setiap manusia memiliki hak dan martabat yang sejajar
  • Rakyat Indonesia merupakan manusia yang termasuk makhluk sosial
  • Rakyat Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta berlaku adil kepada sesama

3. Sila Ketiga Pancasila (Persatuan Indonesia)

Sila ketiga Pancasila memiliki lambang pohon beringin dengan latar belakang putih. Pohon beringin yang besar dan kokoh ini menggambarkan bangsa Indonesia yang besar dan bisa menjadi tempat berteduh bagi rakyatnya. Akar tunjang pohon beringin menggambarkan persatuan bangsa Indonesia yang kokoh dan dalam sampai ke bawah tanah. Pohon beringin ini juga menggambarkan negara Indonesia sebagai negara Kesatuan.

Sila ketiga Pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia” memiliki nilai-nilai sebagai berikut:

  • Adanya tekad kuat untuk memiliki satu tujuan demi terwujudnya persatuan Indonesia
  • Menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan diri sendiri dan golongan 
  • Memiliki rasa cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa
  • Mengakui keragaman yang ada di Indonesia dan tetap menjunjung nilai persatuan

4. Sila Keempat Pancasila (Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan)

Sila keempat Pancasila memiliki lambang kepala banteng berwarna hitam putih dengan latar belakang berwarna merah menyala. Banteng dipilih karena banteng merupakan binatang sosial yang kuat dan terbiasa untuk hidup secara berkelompok. 

Sila keempat Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan” memiliki nilai-nilai sebagai berikut:

  • Keputusan bersama harus didasarkan pada asas musyawarah agar bisa meraih kesepakatan bersama
  • Pemerintahan Indonesia dilaksanakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat
  • Seluruh rakyat Indonesia memiliki hak, kewajiban, serta kedudukan yang sama
  • Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan diri sendiri dan kepentingan golongan
  • Melakukan musyawarah untuk mengambil keputusan yang bisa berpengaruh kepada banyak orang

5. Sila Kelima Pancasila (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)

Sila kelima Pancasila memiliki lambang kapas berwarna hijau serta padi berwarna kuning dengan latar belakang yang berwarna putih. Kapas dan padi merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Kapas melambangkan pakaian atau sandang dan padi sebagai makanan pokok. Hal ini menggambarkan bahwa setiap rakyat Indonesia meiliki persamaan sosial.

Sila kelima Pancasila yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” memiliki nilai-nilai sebagai berikut:

  • Adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban warga negara
  • Menghormati hak-hak yang dimiliki oleh orang lain
  • Bersikap adil dan senang membantu orang lain
  • Setiap rakyat Indonesia memiliki kedudukan dan derajat yang sama di mata hukum
  • Segala jenis pembangunan dilakukan demi kemajuan bangsa Indonesia
  • Selalu bersikap adil dan bijaksana dalam segala tindakan di kehidupan sehari-hari

Contoh Penerapan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Dari nilai-nilai Pancasila yang telah disebutkan pada penjelasan sebelumnnya, sebaiknya selalu diterapkan di kehidupan sehari-hari. Pancasila memang dibuat sebagai petunjuk arah untuk rakyat Indonesia agar segala tindakannya selalu selaras dengan Pancasila.

Berikut adalah contoh dari penerapan nilai-nilai dari masing-masing sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari:

1. Sila Pertama Pancasila (Nilai Ketuhanan)

  • Menganut satu agama yang didasarkan pada ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Menjalankan aturan agama dengan cara selalu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya
  • Menghargai penganut agama lain dengan cara tidak mengganggu ibadah penganut agama lain serta menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat
  • Saling bekerja sama untuk kepentingan bersama, misalnya kerja bakti 
  • Tidak memaksa orang lain untuk ikut menganut ke agama tertentu karena setiap orang memiliki hak untuk memilih dan memeluk agama sesuai dengan kehendaknya masing-masing
  • Tidak bersikap rasis terhadap pemeluk agama lain

2. Sila Kedua Pancasila (Nilai Kemanusiaan)

  • Menghargai keragaman masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan adat istiadat
  • Mengembangkan sikap tenggang rasa terhadap orang lain
  • Gemar mengikuti kegiatan kemanusiaan
  • Berani untuk selalu membela kebenaran dan keadilan
  • Tidak mengolok-olok orang yang berasal dari golongan yang berbeda
  • Selalu berlaku sopan, lembut, dan menjunjung kebaikan budi pekerti dalam sikap dan perkataan sehari-hari
  • Tidak melakukan tindakan diskriminasi terhadap siapa pun
  • Memperlakukan orang lain secara adil tanpa mengungkit perbedaan tingkat pendidikan, taraf ekonomi, suku, agama, dan lain sebagainya
  • Berani menegur kesalahan orang lain dan menyampaikan kebenaran apabila ada tindakan yang menyalahi nilai kemanusiaan

3. Sila Ketiga Pancasila (Nilai Persatuan)

  • Senantiasa cinta pada tanah air Indonesia
  • Bangga menjadi rakyat Indonesia
  • Rela berkorban untuk kepentingan bersama sebagai bangsa Indonesia
  • Menggunakan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia
  • Menggunakan dan mencintai produk-produk buatan lokal atau dalam negeri untuk mendukung kemajuan perekonomian Indonesia
  • Mengutamakan kepentingan negara agar terwujudnya pembangunan nasional
  • Menghasilkan prestasi yang bisa menaikkan derajat bangsa Indonesia, baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional
  • Mewujudkan kreativitas dan inovasi untuk diri sendiri dan untuk pembangunan bersama
  • Bergaul dengan orang lain yang berasal dari berbagai daerah atau dari berbagai golongan

4. Sila Keempat Pancasila (Nilai Kerakyatan)

  • Mengambil keputusan dengan cara musyawarah agar bisa mencapai mufakat
  • Menjalankan musyawarah dengan akal sehat dan hati yang luhur
  • Keputusan hasil musyawarah harus bisa dipertanggungjawabkan secara nilai-nilai dan secara moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Ikut serta dalam kegiatan pemilihan umum dengan cara menggunakan hak pilih dan mengajak orang lain untuk turut serta menggunakan hak pilihnya
  • Mencalonkan diri sendiri atau orang lain untuk jabatan tertentu yang sesuai dengan kemampuannya dan untuk mewujudkan demokrasi
  • Tidak memaksa orang lain untuk menuruti kehendak kita meskipun bertentangan
  • Menghormati hasil keputusan musyawarah meskipun berbeda dengan pendapat pribadi
  • Tetap melaksanakan hasil keputusan musyawarah dengan sepenuh hati
  • Ikut mengawasi jalannya pemerintahan agar tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

5. Sila Kelima Pancasila (Nilai Keadilan)

  • Selalu aktif membantu orang lain yang sedang berada dalam kesulitan
  • Mengikuti kegiatan sosial seperti bakti sosial, kerja bakti, konser amal, donor darah, dan lain-lain
  • Selalu bersikap adil dan memperlakukan orang lain dengan sama
  • Tidak mengganggu ketertiban umum
  • Menegur orang lain yang merusak ketertiban bersama
  • Menghargai karya yang dibuat oleh orang lain dan diri sendiri
  • Memperjuangkan hak diri sendiri maupun orang lain agar keadilan bisa terwujud
  • Senantiasa bekerja keras
  • Berhemat dalam mengatur keuangan dan tidak boros
  • Tidak melakukan pemerasan terhadap orang lain dan mengambil apa yang bukan haknya
  • Tidak melakukan perbuatan yang bisa merugikan kepentingan umum atau bersama

Nilai-nilai Pancasila memang bisa terlihat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dalam menjalankan kegiatan, pastikan selalu selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Semoga bermanfaat.

One Reply to “Nilai Nilai Pancasila Sila 1, 2, 3, 4, 5 [ulasan…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.