10 Pahlawan Revolusi Indonesia Beserta Nama, Gambar & Daerah Asal

Pahlawan Revolusi Indonesia

Gelar pahlawan revolusi diberikan kepada 10 perwira militer yang gugur atau dibunuh dalam tragedi pengkhianatan G30S/PKI. Tragedi G30S/PKI itu sendiri yaitu Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia yang terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada tahun 1965.

Terdapat 10 pahlawan yang diculik dan dibantai atau dibunuh dengan kejam lalu dibuang ke dalam sumur lubang buaya. Setelah pemberontakan berhasil dihentikan, negara memberi gelar pahlawan revolusi kepada 10 perwira militer yang dibunuh.

Hal ini berdasarkan Keppres No. 111/KOTI/1965, No. 114 dan juga No. 118. Selanjutnya, gelar pahlawan revolusi tersebut juga diakui dalam daftar nama pahlawan revolusi Indonesia sejak berlakunya Undang-undang No. 20 tahun 2009.

Peristiwa Sebelum Terjadinya G30S/PKI

Partai Komunis Indonesia saat itu menjadi partai terbesar di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Pada tahun 1965 anggota PKI sendiri mencapai 3,5 juta jiwa, itu belum termasuk 3 juta kader PKI di kalangan muda. Selain itu, PKI masih memiliki beberapa organisasi di bawahnya, antara lain:

  • Pergerakan Perserikatan Buruh dengan anggota sebanyak 3,5 juta jiwa
  • Barisan tani Indonesia dengan anggota sebanyak 9 juta jiwa
  • Gerakan Wanita Indonesia
  • Organisasi Penulis dan Artis
  • Pergerakan Sarjana

Secara keseluruhan, setidaknya ada sekitar 20 juta jiwa anggota yang termasuk ke dalam Partai komunis Indonesia atau PKI. PKI juga merupakan partai yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Soekarno sehingga kedudukannya sangat kuat.

Sayangnya, kondisi negara tidak berjalan mulus sehingga terjadilah G30S/PKI. Lebih lengkapnya, berikut beberapa peristiwa terkait sebelum terjadinya G30S/PKI:

1. Penerapan Sistem Demokrasi Terpimpin oleh Soekarno

Pada tahun 1959, Presiden Soekarno menerapkan Sistem Demokrasi Terpimpin dimana seluruh keputusan berpusat pada pimpinan negara. Hal ini dilakukan karena saat itu kondisi sosial tidak stabil, terjadi beberapa gerakan separatisme dan kondisi ekonomi melemah.

Namun, sistem demokrasi terpimpin tersebut tidak membuahkan hasil sehingga terjadi demonstrasi dimana-mana.

2. Terbentuknya Angkatan Kelima

Angkatan kelima ini terbentuk atas saran dari PKI dan terdiri dari kalangan petani dan buruh yang terlatih. Namun, ternyata angkatan kelima ini justru menuai banyak kontroversi karena beberapa kalangan mencurigai PKI akan memberontak atau kudeta.

3. Adanya Isu Tentang Sakitnya Soekarno

Sebelumnya, memang banyak isu yang tersebar tentang Presiden Soekarno sedang sakit parah sehingga masyarakat mulai resah. Rakyat diresahkan dengan pertanyaan siapa yang mampu menggantikan posisi Soekarno, padahal saat itu Beliau hanya sakit ringan.

4. Peristiwa Ganyang Malaysia

Alasan kedekatan Soekarno dengan PKI juga disebabkan karena konfrontasi Indonesia dengan Malaysia yang dianggap melanggar The Macapagal Plan, perjanjian tentang dekolonialisasi.

Saat itu Soekarno marah dan membentuk Dwi Komando Rakyat untuk memperhebat pertahanan negara, dalam hal ini PKI membantu. Pada akhirnya, aksi Ganyang Malaysia pun terjadi dan inilah salah satu latar belakang terjadinya G30S/PKI.

Latar Belakang Terjadinya G30S/PKI

Peristiwa G30S/PKI terjadi pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober tahun 1965. Peristiwa pembunuhan dan pembantaian tersebut dilakukan karena para perwira tinggi angkatan darat dan beberapa orang lainnya dituduh melakukan kudeta terhadap Soekarno.

Dan yang menjadikan peristiwa ini semakin sadis adalah karena sebelum akhirnya dibunuh, para pahlawan revolusi tersebut diculik, disiksa dan dibantai. Selain itu, setelah terbunuh mayat dari para perwira tersebut dibuang ke sumur yang disebut lubang buaya.

Nah, inilah beberapa latar belakang terjadinya peristiwa G30S/PKI selengkapnya:

1. Isu Dewan Jenderal Hendak Melakukan Kudeta

Jauh sebelum terjadinya peristiwa G30S/PKI, sudah beredar isu bahwa ada dewan jenderal angkatan darat yang ingin melakukan kudeta terhadap Presiden.

Kabarnya, Presiden Soekarno pun telah memerintahkan pasukan pegawai istana dipimpin Letkol untuk menangkap dan mengadili para petinggi angkatan darat.

Namun, ternyata ada oknum-oknum yang telah mendahului penangkapan tersebut. Oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut melakukan penculikan kemudian menyiksa dan membunuh para jenderal kemudian dimasukkan ke dalam lubang buaya.

2. Isu Adanya Keterlibatan Soeharto Sebagai Dalang G30S/PKI

Saat itu, Soeharto yang menjadi Pangkostrad dikabarkan sebenarnya telah mengetahui akan adanya G30S/PKI tersebut. Namun, terdapat isu bahwa Soeharto sengaja diam saja atas kepentingan pribadinya.

Meski tidak ada bukti yang menyatakan keterlibatan Soeharto atas terjadinya G30S/PKI, banyak jurnal ilmiah yang membahas keterlibatannya pasca peristiwa tersebut.

3. Isu Tentang Dokumen Gilchrist

Isu tentang dokumen yang dimiliki oleh dubes Inggris Andreas Gilchrist ini beredar hampir bersamaan dengan isu dewan jenderal. Isi dari dokumen tersebut menyatakan bahwa para perwira angkatan darat telah dibeli oleh pihak asing.

Padahal, pada kenyataannya dokumen tersebut sudah dipalsukan oleh Intelejen Ceko.

Daftar Nama Pahlawan Revolusi Indonesia

Dari peristiwa G30S/PKI para pahlawan dibantai, dan merekalah yang kemudian disebut pahlawan revolusi Indonesia. Berikut daftar 10 nama pahlawan revolusi Indonesia beserta deskripsi lengkapnya:

1. Jenderal Ahmad Yani

Jenderal Ahmad Yani dibunuh dan dibantai karena beliau sangat menentang paham komunisme. Beliau sendiri merupakan seorang komandan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Beliau mendapat gelar pahlawan revolusi pada tanggal 5 Oktober 1965 berdasarkan Keppres No. 111/KOTI/1965. Berikut ini biodata lengkapnya:

  • Tanggal Lahir          : 19 Juni 1922
  • Daerah Asal            : Purworejo, Jawa Tengah
  • Tanggal Wafat        : Jakarta, 1 Oktober 1965, yaitu pada usia 43 tahun
  • Dinas / Cabang       : TNI Angkatan Darat
  • Pangkat                 : Jenderal TNI Anumerta
  • Masa Dinas             : 1943 – 1965

2. Letnan Jenderal Suprapto

Sebelumnya, Letnan Jenderal Suprapto pernah meredam berbagai pemberontakan PKI di beberapa daerah seperti Medan dan Semarang. Beliau diberi atau dianugerahi gelar anumerta karena juga dibantai dan dibuang ke lubang buaya.

Lubang ini merupakan sebuah sumur yang sudah dipersiapkan untuk para korban pembantaian G30S/PKI. Inilah biodata lengkapnya:

  • Tanggal Lahir          : 20 Juni 1920
  • Daerah Asal            : Purworejo, Jawa Tengah
  • Tanggal Wafat        : Jakarta, 1 Oktober 1965, yaitu pada usia 45 tahun
  • Dinas / Cabang       : TNI Angkatan Darat
  • Pangkat                 : Letnan Jenderal TNI Anumerta
  • Masa Dinas             : 1945 – 1965

3. Letnan Jenderal MT Haryono

Mas Tirtodarmo Haryono merupakan Letnan Jenderal TNI Angkatan Darat dan Beliau dikenal menguasai 3 bahasa asing. MT Haryono diberi gelar pahlawan revolusi pada tanggal 5 Oktober 1965 berdasarkan Keppres No. 111/KOTI/1965. Biodata lengkapnya, yaitu:

  • Tanggal Lahir          : 20 Januari 1924
  • Daerah Asal            : Surabaya, Jawa Timur
  • Tanggal Wafat        : Jakarta, 1 Oktober 1965, yaitu pada usia 41 tahun
  • Dinas / Cabang       : TNI Angkatan Darat
  • Pangkat                 : Letnan Jenderal TNI Anumerta
  • Masa Dinas             : 1945 – 1965

4. Letnan Jenderal Siswondo Parman

Letnan Jenderal S. Parman merupakan salah satu perwira intelegen yang sebenarnya cukup dekat dengan Partai Komunis Indonesia. Namun, saat ditawari untuk masuk ke dalam Partai Komunis Indonesia, Beliau menolak.

Pada akhirnya, Letnan Jenderal Siswondo Parman juga gugur dalam pembantaian G30S/PKI dan mendapat gelar anumerta. Otak dari pembantaian tersebut sebenarnya merupakan kakak kandungnya sendiri, Ir. Sakirman.

Berikut ini biodata nya, yaitu:

  • Tanggal Lahir          : 4 Agustus 1918
  • Daerah Asal            : Wonosobo, Jawa Tengah
  • Tanggal Wafat        : Jakarta, 1 Oktober 1965, yaitu pada usia 47 tahun
  • Dinas / Cabang       : TNI Angkatan Darat
  • Pangkat                 : Letnan Jenderal TNI Anumerta
  • Masa Dinas             : 1945 – 1965

5. Mayor Jenderal Pandjaitan

Mayor Jenderal Pandjaitan merupakan salah satu dari pemuda yang berhasil membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Cikal bakal dari Tentara nasional Indonesia. Beliau dibunuh di kediamannya saat masih memakai seragam lengkap.

Sebelumnya, Beliau sudah mengetahui kedatangan sekelompok anggota OKI ke kediamannya yang telah membunuh pelayan dan ajudannya. Beliau juga sempat menantang dan melawan, namun akhirnya terbunuh karena dihujani oleh tembakan peluru ke dadanya.

Setelah itu, mayat Mayor Jenderal Pandjaitan dibawa ke lubang buaya. Mayatnya ditemukan pada tanggal 3 Oktober dan ditetapkan sebagai pahlawan revolusi pada tanggal 5 Oktober. Inilah biodata nya Pandjaitan, antara lain:

  • Tanggal Lahir          : 9 Juni 1925
  • Daerah Asal            : Balige, Sumatera Utara
  • Tanggal Wafat        : Jakarta, 1 Oktober 1965, yaitu pada usia 40 tahun
  • Dinas / Cabang       : TNI Angkatan Darat
  • Pangkat                 : Mayor Jenderal TNI Anumerta
  • Masa Dinas             : 1945 – 1965

6. Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo diculik dengan cara dibohongi bahwa Beliau dipanggil oleh Presiden. Namun, pada kenyataannya Beliau dibawa ke lubang buaya dan dibantai, kemudian mayatnya baru ditemukan pada tanggal 3 Oktober 1965.

Berikut ini biodata lengkapnya, antara lain:

  • Tanggal Lahir          : 28 Agustus 1922
  • Daerah Asal            : Kebumen, Jawa Tengah
  • Tanggal Wafat        : Jakarta, 1 Oktober 1965, yaitu pada usia 43 tahun
  • Dinas / Cabang       : TNI Angkatan Darat
  • Pangkat                 : Mayor Jenderal TNI Anumerta
  • Masa Dinas             : 1945 – 1965

7. Kapten Pierre Tendean

Kapten Pierre Andreas Tendean diberikan gelar anumerta karena keberaniannya mengaku sebagai AH Nasution dan akhirnya ikut dibawa dan dibantai di lubang buaya.

AH Nasution merupakan atasan Kapten Pierre Tendean dan berhasil selamat karena keberaniannya. Namun, putri dari AH Nasution juga ikut gugur Ade Irma Suryani Nasution. Inilah biodata lengkapnya, yaitu:

  • Tanggal Lahir          : 21 Juni 1939
  • Daerah Asal            : Jakarta
  • Tanggal Wafat        : Jakarta, 1 Oktober 1965, yaitu pada usia 26 tahun
  • Dinas / Cabang       : TNI Angkatan Darat
  • Pangkat                 : Kapten Anumerta
  • Masa Dinas             : 1962 – 1965

8. AIP Karel Satsuit Tubun

Ajun Inspektur Polisi Dua Satsuit Tubun adalah satu-satunya korban G30S/PKI yang bukan dari anggota TNI Angkatan Darat. Beliau bukan merupakan target PKI, namun ikut terbunuh saat menjalankan tugas sebagai ajudan menteri.

Saat itu, Beliau bertugas sebagai ajudan Johanes Leimena yang merupakan menteri dari kabinet Soekarno. Johaner Leimena ini ternyata merupakan tetangga dari Abdul Haris Nasution, perwira TNI target PKI.

Nah, saat terjadi keributan penculikan, KS Tubun berhasil menenangkan keadaan dengan melepaskan tembakan. Namun karena anggota PKI lebih banyak Beliau pun ikut gugur tertembak dalam peristiwa tersebut. Inilah biodata lengkapnya, antara lain:

  • Tanggal Lahir          : 14 Oktober 1928
  • Daerah Asal            : Maluku Tenggara
  • Tanggal Wafat        : Jakarta, 1 Oktober 1965, yaitu pada usia 36 tahun
  • Dinas / Cabang       : Kepolisian Negara Republik Indonesia
  • Pangkat                 : Ajudan Inspektur Polisi Dua Anumerta
  • Masa Dinas             : 1945 – 1965

9. Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo

Saat hari pemberontakan, Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo sedang bertugas di Jogjakarta. Beliau diculik dan dipukuli dengan mortar motor, lalu mayatnya dibuang juga ke lubang buaya.

Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di wilayah Kentungan. Inilah biodata nya, antara lain:

  • Tanggal Lahir          : 5 Februari 1923
  • Daerah Asal            : Sragen, Jawa Tengah
  • Tanggal Wafat        : Yogyakarta, 1 Oktober 1965, yaitu pada usia 42 tahun
  • Dinas / Cabang       : TNI Angkatan Darat
  • Pangkat                 : Brigadir Jenderal TNI Anumerta
  • Masa Dinas             : 1945 – 1965

10. Kolonel Sugiono

Kolonel Sugiono meninghal bersama Jenderal Katamso dan mayatnya baru ditemukan 20 hari kemudian pada tanggal 19 Oktober 1965. Keduanya merupakan pahlawan revolusi yang menjadi korban kekejaman PKI di daerah Yogyakarta. Berikut ini biodata lengkapnya:

  • Tanggal Lahir          : 12 Agustus 1926
  • Daerah Asal            : Purworejo, Jawa Tengah
  • Tanggal Wafat        : Yogyakarta, 1 Oktober 1965, yaitu pada usia 39 tahun
  • Dinas / Cabang       : TNI Angkatan Darat
  • Pangkat                 : Kolonel Inf. Anumerta
  • Masa Dinas             : 1945 – 1965

Itulah daftar 10 nama pahlawan revolusi Indonesia. Setelah peristiwa G30S/PKI tersebut, Partai Komunis Indonesia pun dinyatakan sebagai partai terlarang. Kemudian setiap tanggal 30 September diperingati sebagai hari peringatan peristiwa G30S/PKI dan 1 Oktober sebagai hari kesaktian Pancasila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *