√ Menhir adalah – Pengertian, Ciri Ciri, Gambar, Konsep, dan Fungsi

Menhir merupakan salah satu peninggalan zaman Megalitikum bersama dengan peninggalan lainnya seperti sarkofagus, dolmen dan lain-lain. Meski begitu, pembuatan menhir telah dikenal sejak masa Neolitikum pada 6000 tahun sebelum masehi.

Menariknya, meski telah ada sejak zaman Neolitikum, kebudayaan menhir masih berkembang hingga abad ke 20.

Pengertian Menhir

Menhir adalah sebuah batu tunggal berukuran besar dan ditatah seperlunya membentuk seperti tugu diletakkan dalam posisi berdiri di atas tanah. Benda wujud kebudayaan ini dapat berdiri secara tunggal atau berkelompok sejajar di atas hamparan tanah.

Ada juga pada beberapa tradisi menhir yang diletakkan dalam posisi telentang. Beberapa menhir juga memiliki hiasan/ukiran khas berbentuk pola tertentu pada permukaannya.

Secara etimologi, menhir berasal dari bahasa Keltik atau Indo-Eropa yaitu ‘men’ yang artinya batu dan ‘hir’ yang artinya panjang. Dengan begitu, menhir dapat diartikan sebagai batu panjang.

Fungsi Menhir

Menhir digunakan sebagai monumen atau tugu yang ada pada masa prasejarah sebelum masehi. Menurut arkeolog, fungsi menhir di Nusantara lebih ke arah religius dan memiliki makna simbolis atau sarana penyembahan arwah enek moyang.

Lebih detailnya lagi, berikut beberapa fungsi menhir:

  • Berfungsi sebagai tempat peti mati atau penguburan mayat
  • Menhir digunakan dalam upacara adat atau pemujaan roh nenek moyang
  • Berfungsi sebagai monumen yang bersifat religius atau profan

Ciri-ciri Menhir

Menhir itu sendiri bentuk dan modelnya sangat beragam. Berikut ini beberapa ciri-ciri menhir yang diketahui, yaitu:

  • Bentuknya seperti patung atau tiang dan digunakan sebagai tempat pemujaan roh atau arwah nenek moyang/leluhur yang sudah lama meninggal
  • Menhir juga berupa peti mayat/keranda dari batu menyerupai lesung atau palung dan dijadikan sebagai penanda adanya kepercayaan pada masa itu
  • Selain sebagai tempat pemujaan roh atau arwah nenek moyang, menhir juga difungsikan sebagai tempat kediaman mayat
  • Menhir secara umum modelnya seperti kuburan batu dengan bentuk kubus atau bulat
  • Untuk kepala suku lebih istimewa, bentuknya lebih megah dan terdapat benda-benda yang ikut dikubur seperti perhiasan, periuk dan lainnya
  • Menhir merupakan peninggalan pada masa megalitikum yang bentuknya seperti bangunan atau candi namun lebih sederhana, menyerupai susunan batu
  • Juga bisa berbentuk patung yang menyerupai manusia atau binatang dengan makna sejarah tertentu sesuai kepercayaan pada masa itu

Lokasi Penemuan Menhir

Penemuan menhir tercatat di banyak lokasi di dalam maupun luar negeri. Lokasinya antara lain di Eropa, Timur Tengah, India, Afrika Barat, Korea Selatan dan Nusantara atau Indonesia. Penemuan menhir di Nusantara juga banyak, antara lain:

  • Playen atau daerah Gunung Kidul
  • Kosala, Leles, Karang Muara, Lebak Sibedug, Ciaruteun, Cisolok dan Bogor, Jawa Barat
  • Pekauman Bondowoso, Jawa Timur
  • Bada Besoha dan Toraja, Sulawesi
  • Pasemah, Sumatera Selatan
  • Pugungharjo, Lampung
  • Kalimantan
  • Trunyan dan Sembiran, Bali
  • Belu, Timor

Penemu Menhir

Menhir pertama kalinya ditemukan oleh Dr. Van Der Hoop dan Van Heine Geldern, mereka menyelidiki adanya penemuan menhir di Pasemah. Selain itu, menhir juga banyak ditemukan di daerah lain tersebar di banyak daerah di Indonesia.

Contoh Gambar Menhir

Menhir itu sendiri dada dua tipe yaitu yang posisinya berdiri dan ada pula yang telentang. Di Indonesia, keduanya ditemukan di tempat yang berbeda dan akan dijelaskan di bawah ini.

1. Menhir Berdiri

Menhir berdiri dan berjajar banyak di temukan di Bori Kalimbung, Toraja Utara. Menhir tersebut dipahat untuk menghormati kepala suku atau pemuka adat dan keluarga bangsawan yang telah meninggal.

2. Menhir Telentang

Sedangkan menhir dalam posisi telentang ditemukan di area pemakaman Dusun Sokolima II, Gunung Kidul. Perkiraannya menhir tersebut memiliki panjang 4 meter dengan diameter 1 meter dan saat itu ditemukan dalam posisi terpendam.

Konsep Kepercayaan Menhir

Orang-orang zaman dahulu memiliki kepercayaan terhadap roh atau arwah leluhur/nenek moyang. Roh atau arwah tersebut dianggap memiliki kekuatan alam dan dianggap suci.

Nah, di sinilah peranan menhir sebagai sarana pemujaan roh. Mereka menganggap bahwa manusia yang sudah mati sebenarnya masih tetap hidup namun berada di alam yang berbeda.

Oleh karena itu, banyak ditemukan benda-benda yang ikut dikubur bersama mayat di dalam menhir atau peti mati dari batu. Menhir itu sendiri secara umum adalah sebuah batu berukuran besar yang diletakkan di atas tanah.

Dari banyak masa yang dilalui oleh manusia purba prasejarah, ada banyak sekali jenis benda serupa menhir dengan bentuk dan model yang beragam, antara lain:

  1. Menhir, merupakan batu berukuran besar yang diletakkan dalam posisi berdiri atau telentang sebagai tempat pemujaan roh orang mati
  2. Dolmen, semacam meja batu berukuran besar untuk meletakkan sesajen dan di bawahnya terdapat peti mati atau penguburan
  3. Sarkofagus, berupa peti mati yang terbuat dari batu dan biasanya diletakkan di atas tanah dan diukir atau dipahat
  4. Kuburan (Peti Batu), merupakan peti mati untuk mengubur orang yang sudah meninggal dan terbuat dari batu yang pipih
  5. Waruga, kuburan batu yang memiliki dua bagian, bagian bawah berbentuk kubus/bulat untuk meletakkan mayat, bagian atas seperti bubungan rumah
  6. Punden Berundak, semacam bangunan yang dibuat berundak-undak untuk pemujaan roh nenek moyang
  7. Arca atau Patung, batu yang diukir menyerupai manusia, hewan atau perwujudan dewa dan digunakan sebagai pemujaan

Menhir menjadi bukti bagaimana konsep kepercayaan di masa lalu berjalan. Alat ini juga menjadi bukti bagaimana sebuah kebudayaan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

Tinggalkan komentar