LOMPAT JAUH : Pengertian, Sejarah, Lapangan, Gaya & Teknik Dasar

Melompat merupakan hal yang biasa dilakukan oleh manusia dan hewan. Kita mengenal kangguru dan kelinci. Keduanya termasuk dalam hewan yang melakukan pergerakan dengan loncatan untuk bergerak.

Manusia terkadang meloncat untuk bergerak. Bagaimana jika loncatan itu diukur dan bahkan dijadikan sebuah kompetisi? Ya, kompetisi itu disebut kompetisi lompat jauh.

Sejarah Lompat Jauh

Sejarah Lompat Jauh Sumber Ensiklopedia Britania
Sejarah Lompat Jauh Sumber Ensiklopedia Britania

Lompat jauh bermula pada abad ke 13. Saat Olimpiade Kuno Yunani pada 708 tahun masehi yang lalu olahraga lompat jauh pun dimulai. Sejarah pernah mencatat bahwa Sparta juga pernah melakukan olahraga lompat jauh ini dengan panjang lompatan 7,05 meter.

Tujuan awal diadakan Olimpiade Kuno yaitu untuk berlatih perang pada prajurit militer. Olahraga lompat jauh digunakan para prajurit perang untuk melatih ketangkasan dalam menerobos rintangan seperti jurang.

Teknik lompat jauh dahulu sangat berbeda dengan teknik lompat jauh pada saat ini. Pada zaman dahulu lompat jauh dibuat dalam bentuk yang jamak.

Selain itu peserta hanya diperkenankan untuk berlari dalam jarak yang pendek dengan membawa beban di kedua tangannya yang biasanya dikenal dengan sebutan halteres. Berat beban tersebut kurang lebih sekitar 1 sampai 4,5 kg.

Tahun 1896 adalah tahun dimana Olimpiade Modern pertama dilaksanakan. Dan olahraga lompat jauh juga baru dilombakan secara resmi pada tahun tersebut. Khusus untuk lompat jauh bagi para wanita baru mulai dilaksanakan pada tahun 1948.

Pengertian Lompat Jauh

Pengertian Lompat Jauh

Lompat jauh merupakan sebuah gerakan melompat dengan mengangkat kaki dari atas ke depan agar dapat membawa titik berat badan saat melayang di udara yang dilakukan dengan berjalan cepat dan melakukan tolakan pada tumpuan menggunakan salah satu kaki yang paling kuat guna mencapai jarak yang paling jauh. Ini adalah pengertian lompat jauh yang disampaikan oleh Syarifuddin.A tahun 1992.

Lompat menurut KBBI memiliki arti bergerak dengan mengangkat kaki ke depan (ke bawah, ke atas) dengan cepat menurunkannya lagi. Sedangkan jauh diartikan sebagai jarak atau antara yang panang.

Jadi, bergerak dengan mengangkat kaki ke depan dan dengan cepat menurunkannya lagi untuk mencapai jarak yang sejauh jauhnya, itulah pengertian lompat jauh menurut bahasa.

Lompat jauh mempunyai tujuan, yaitu untuk mencapai jarak lompatan yang paling jauh pada bak pasir sebagai tempat pendaratan. Jarak lompatan diukur dari papan tumpuan sampai pada letak titik pendaratan yang dihasilkan peserta.

Bernhard (1993) mengatakan bahwa ada faktor-faktor yang memperngaruhi hasil prestasi peserta yang maksimal, yaitu: Faktor kondisi tubuh lebih diutamakan dan Faktor tehnik persiapan

Bentuk Lapangan Lompat Jauh

Lapangan Lompat Jauh

Medan atau Lapangan lompat jauh terdiri atas tiga bagian. Bagian pertama adalah lintasan untuk awalan. Bagian kedua merupakan papan untuk meloncat, dan bagian ketiga adalah bak pasir.

Lintasan untuk awalan memiliki panjang sebelas meter. Panjang lintasan menentukan potensi meloncat jauh. Di lintasan ini peloncat berlari agar mendapatkan daya jangkau jauh.

Papan dalam arena ini adalah tempat para peloncat bertolak untuk mencapai target. Kesalahan berpijak dalam papan ini dapat menggagalkan hasil loncatan. Papan ini berukur setelapak kaki orang dewasa atau sekitar 30 centimeter.

Penempatan papan ini berada pada lintasan lari. Jarak papan dan bak pasir adalah satu meter. Penempatan papan ini berpengaruh juga terhadap cara pengukuran.

Bak pasir memiliki kedalaman minimal 80 centimeter. Panjang bak pasir 9 meter. Lebarnya 2,75 meter. Bak pasir ini sangat menentukan keselamatan para peloncat. Peloncat dapat mengalami cidera karena bak pasir tempat mendarat terlalu keras. Semakin keras isi bak pasir semakin menambah resiko cidera yang dialami.

Teknik Lompat Jauh

Teknik Lompat Jauh

Teknik lompat jauh sendiri ada empat jenis, yaitu :

1. Approach / Awalan

Approach adalah suatu gerakan lompat jauh yang dilakukan dengan cara lari secepatnya guna memperoleh kecepatan tinggi sebelum mencoba sebuah tolakan.

2. Take of / Tolakan

Take of adalah gerakan yang sangat penting untuk memperoleh hasil nilai lompatan yang sempurna. Untuk melakukan teknik ini peserta melakukan tolakan pada sebuah papan tumpuan dengan menggunakan kaki yang paling kuat.

Agar keseimbangan tubuh terjaga, gerakan mengayun lengan dapat membantu menjaga keseimbangan dan menambah ketinggian saat melakukan sebuah tolakan.

3. Flight / Sikap Badan di Udara

Flight atau sikap melayang dilakukan sesudah kaki meninggalkan papan tumpuan. Ada 2 cara saat melakukan teknik melayang, yaitu :

a. Sikap jongkok :

Pada sikap ini, posisi yang diterapkan yaitu mengayunkan kaki dan mengangkat lutut setingginya, kemudian dilanjut dengan kaki tumpu. Sebelum melakukan pendaratan, kedua kaki dibawa dan diarahkan ke depan.

b. Sikap menggantung :

Pada sikap ini, posisi yang diperlukan  yaitu kaki diayun dan tergantung lurus pada saat menumpu. Posisi tubuh yang tegak dilanjutkan dengan posisi lutut ditekuk dan pinggul condong kearah depan. Posisi tangan yaitu kedua lengan direntangkan ke atas

4. Landing / Pendaratan

Pada sikap ini posisi yang dilakukan peserta yaitu mendarat sebaik mungkin. Dan dapat diusahakan posisi badan atau lengan tidak terjatuh kebelakang.

Cara melakukan pendaratan yaitu diawali dengan posisi kedua kaki dan kedua tumit yang terletak saling berdekatan.

Gaya Lompat Jauh

Gaya Lompat Jauh. Sumber Espektasia

Lompat jauh memiliki tiga kategori gaya. Perbedaan mendasar dari ketiga gaya itu adalah posisi peloncat di udara. Ketiga gaya itu meliputi:

1. Gaya Jongkok (Tack Style/ Orthodox Style)

Gaya jongkok merupakan gaya lompat jauh yang tertua dan yang sering dimainkan karena gaya tersebut sangat mudah untuk dimainkan. Posisi yang diterapkan pada gaya tersebut adalah ketika peserta melayang di udara, peserta menekuk kedua kakinya seperti halnya seseorang sedang berjongkok.

2. Gaya Menggantung (Schnepper Style/Hang Style)

Gaya menggantung merupakan gaya yang memiliki posisi tubuh melayang selama mungkin di udara. Posisi tangan pada gaya ini adalah kedua tangan diangkat ke atas kepala.

Posisi tersebut layaknya sedang memegang tali saat berayun. Kemudian posisi peserta saat mendarat yaitu dengan posisi kedua kaki saling bersekatan dan tangan diayunkan kedepan.

3. Gaya Berjalan (Walking in The Air)

Awalan yang digunakan untuk gaya berjalan yaitu dengan melalukan lari cepat pada lintasan dengan jarak 40-45 meter. Kemudian peserta melakukan tolakan, pada saat posisi badan melayang ke udara peserta mengayunkan kaki sekuat tenaga dari bawah keatas.

Dan dilanjutkan dengan gerakan berjalan di udara. Saat melakukan pendaratan, peserta kembali meluruskan tangan dan kaki secara bersama-sama ke depan badan.

Posisi badan saat melakukan pendaratan yaitu badan condong kearah depan dan lutut harus cepat ditekut ketika tumit sudah menyentuh pasir.

Peraturan Lompat Jauh

Sistem penilaian dalam permainan olahraga lompat jauh yaitu dengan menggunakan mark.

Mark dapat diartikan dengan jarak yang terdekat yang dapat ditempuh oleh seorang peserta dan diukur mulai dari pertama kali peserta melakukan lompatan pada papan tumpuan dan pertama kali peserta mendarat pada bak pasir.

Fouls atau pelanggaran yang terjadi pada saat melakukan lompat jauh dapat dilihat ketika peserta melakukan tolakan saat melompat melebihi batas yang telah ditentukan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal:

  1. Melakukan jarak awalan 30-40 langkah dan hal tersebut dilakukan dengan secepat mungkin
  2. Menggunakan kaki yang kuat saat melakukan tumpuan atau tolakan
  3. Saat melakukan pendaratan diusahakan untuk tidak jatuh ke belakang melainkan jatuh ke depan.

Diskualifikasi:

  1. Dalam kurun waktu 3 menit dan belum melakukan tolakan atau melompat
  2. Menumpu menggunakan 1 kaki
  3. Melakukan kegiatan pengualangan (kembali ke arah tolakan) ketika sudah melompat
  4. Saat melakukan pendaratan tidak di dalam bak pasir
  5. Peserta dinyatakan gagal melompat ketika juri mengangkat bendera yang berwarna merah
  6. Jika bendera putih yang dikibarkan, maka peserta lolos dari diskualifikasi

Cara Mengukur Lompatan

Aturan Lompat Jauh

Lompatan diukur dari papan bertolak hingga titik jatuh. Titik jatuh ini ditentukan dari bagian tubuh yang menyentuh bak pasir tempat mendarat. Titik sentuh yang dihitung merupakan titik sentuh terdekat dengan papan lompat.

Jika seorang pelompat kehilangan keseimbangan dan menggerakkan salah satu kakinya ke belakang, maka jarak yang dihitung jarak pergerakan ke belakang itu. Lebih baik bagi seorang pelompat jatuh kedepan daripada jatuh kebelakang. Jatuh kebelakang akan sangat merugikan, karena mengurangi jarak loncatan.

Saat mendarat, kedua kaki harus bersamaan dan berdekatan. Selain karena aturan, posisi kaki ini berpengaruh pada tingkat resiko cidera. Pendaratan lebih aman jika dilakukan dengan kedua kaki.

Penggunaan satu kaki dalam mendarat sangat beresiko karena tubuh hanya bertumpu pada satu kaki. Tumpuan yang diterima satu kaki akan lebih besar karena gaya gravitasi.

Pertolongan Pertama Jika Terjadi Kecelakaan

Pertolongan Pertama

Kecelakaan sering terjadi pada olahraga altletik, terutama pada cabang olahraga lompat jauh ini. Oleh karena itu, perlu diketahui macam-macam cidera yang dapat terjadi dan penanganannya :

1. Luka Memar

Luka memar dapat disebabkan oleh gesekan ataupun luka dalam. Luka memar tersebut dapat terjadi apabila tubuh bergesekan dengan benda yang sangat keras contohnya kayu, batu ataupun bagian tubuh lainnya.

Ketika luka memar terjadi, hal yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan kompres pada luka tersebut dengan es batu. Kemudian jika rasa sakit pada luka memar atau luka memar bertambah parah maka penanganan lebih lanjut yaitu dengan membawa korban ke dokter atau rumah sakit terdekat.

2. Tertusuk Serpihan Benda Asing

Di dalam bak pasir, tanpa peserta ataupun orang lain ketahui ada benda-benda asing yang ternyata bercampur menjadi satu dalam bak tersebut. Dan serpihan benda asing tersebut dalam masuk dalam tubuh.

Tidak hanya serpihan benda asing saja yang dapat menusuk tubuh melainkan pasir juga dapat melukai. Jika korban sudah terlukai oleh tusukan dari serpihan benda asing maupun pasir tersebut, segeralah mengeluarkan serpihan benda tersebut dengan cara menggunakan jarum kecil atau pinset.

Setelah benda asing tersebut dikeluarkan segeralah mencuci bekas luka tersebut. Kemudian berilah obat antiseptik atau antibiotik agar tidak terjadi infeksi pada luka.

3. Terkilir dan Kram

Ketika otot mengalami cidera akan menimbulkan rasa nyeri. Penyebab hal tersebut ada dua, yaitu terkilir dan kram. Terkilir adalah regangan pada otot yang terjadi secara berlebihan atau terjadi robekan pada ligamen dan tendon. Sedangkan Kram adalah kontraksi oto secara kuat yang akan menimbulkan rasa sakit yan berlebihan.

Cara menanggulangi cidera ini yaitu dengan cara mengompresnya pada luka nyeri yang dirasakan. Pengompresan ini bertujuan mengurangi rasa sakit. Jika rasa sakit terus berlanjut, diperlukan penanganan medis secara khusus.

4. Patah dan retak pada Tulang

Patah dan retak pada tulang merupakan resiko yang paling berbahaya saat melakukan olahraga ini. Kecelakaan ini dapat terjadi pada saat berlari, melompat dan mendarat. Berikut ini langkah penanganan bila cidera tersebut terjadi:

  • Jangan bergerak kecuali diperlukan untuk mencegah cidera lebih parah
  • Jika terjadi pendarahan hentikan dengan membungkus daerah luka (balut luka tersebut jika pendarahan tidak berhenti dan bidai daerah yang patah agar tidak terjadi banyak pergerakan)
  • Jika terjadi pembengkakan kompreslah dengan es pada luka tersebut
  • Selanjutnya bawalah korban ke rumah sakit untuk segera diobati

Yang pasti, lompat jauh masuk dalam kategori olahraga dalam olimpiade. Dunia mengakui olahraga ini. Jadi jika kamu memang memiliki bakat lompat jauh, maka kembangkanlah.

2 Replies to “LOMPAT JAUH : Pengertian, Sejarah, Lapangan, Gaya & Teknik Dasar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *