Lempar Lembing: Pengertian, Sejarah, Lapangan, Gaya & Teknik Dasar

Lempar lembing masuk ke dalam cabang olahraga atletik yang sudah lama resmi dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan internasional. Cabang olahraga atletik ini sendiri merupakan olahraga yang terdiri atas awalan, kecepatan, dan sekumpulan tenaga saat melempar.

Melempar merupakan gerakan menolak atau mendorong seperti membuang sesuatu dengan tangan. Proses lemparan tersebut memerlukan aliran tenaga yang berawal dari tangan menuju media yang dipegang.

Dan dalam olahraga satu ini media yang dipegang adalah lembing. Agar bisa mendapatkan jarak maksimum, lempar lembing memerlukan paduan keseimbangan, kecepatan, teknik, dan kekuatan.

Pengertian Lempar Lembing

lempar lembing

Lempar lembing merupakan cabang olahraga pada bidang atletik yang menggunakan alat seperti tombak dengan nama lembing. Melempar lembing ini menggunakan teknik yang baik dan benar agar bisa memenangkan pertandingan.

Dalam pengertian lain juga berarti sebuah cabang olahraga atletik dalam nomor lempar. Lembing sendiri merupakan alat yang digunakan pada olahraga satu ini.

Alat tersebut memiliki bentuk seperti tombak dengan sudut tajam di salah satu ujungnya. Tujuan dari lempar lembing ini untuk memperoleh jarak lemparan sejauh mungkin.

Diperlukan kekuatan otot tangan, kaki, pinggul agar bisa mendapatkan lemparan yang jauh. Pada tahun 1908, cabang olahraga satu ini resmi dipertandingkan pada olimpiade. Kemudian berlanjut kembali setelah perang dunia pertama.

Dipercaya bahwa olahraga lempar lembing sudah ada sejak zaman purba dimana pada zaman tersebut sudah ditemukan alat seperti tombak untuk berburu. Berburu pada zaman purba memang menjadi hal wajib guna bertahan hidup.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut mulai dikompetisikan dan berkembang menjadi olahraga yang kita kenal sampai saat ini.

Pengertian Lepar Lembing Menurut Ahli

Sementara menurut para ahli dan beberapa sumber lain, lempar lembing memiliki pengertian sebagai berikut :

1. Yudha M. Syahputra

Lempar lembing merupakan keahlian manusia dalam melempar lembing sejauh-jauhnya.

2. Soenarjo Basoeki

Lempar lembing merupakan salah satu nomor perlombaan pada kelompok lempar di cabang atletik.

3. Wikipedia

Lempar lembing merupakan salah satu cabang atletik dimana prakteknya dengan melemparkan lembing pada jarak tertentu.

4. Jerver

Lempar lembing merupakan gaya sentuhan tangan dengan benda berbentuk panjang dengan dilempar sejauh-jauhnya.

5. Munafisah

Lempar lembing merupakan olahraga yang terdiri atas dua kata. Yakni lempar dan lembing. Lempar berarti upaya untuk membuang sesuatu sejauh-jauhnya. Sementara lembing adalah tombak yang memiliki ujung tajam.

6. PASI, 1988:43

Lempar lembing merupakan cabang olahraga atletik dengan alat bulat panjang berbentuk tombak dengan cara melempar sejauh-jauhnya.

7. Menurut KBBI

Lempar lembing menurut KBBI terdiri atas dua kata. Yakni Lempar da Lembing. Lempar berarti membuang jauh-jauh. sedangkan lembing adalah tombak tohok, tombak kayu yang memiliki ujung berlapis logam yang digunakan untuk olahraga.

Sejarah Lempar Lembing

Sejarah Lempar Lembing

Sejarah lempar lembing begitu identik dengan zaman purba. Pada zaman purba, manusia mencari makan dengan cara berburu. Jika dilihat, olahraga satu ini tampak seperti orang yang sedang berburu dengan menombak target buruannya. Maka dari itu, olahraga satu ini diyakini sudah ada sejak zaman dulu.

Pada zaman dulu, lembing merupakan alat berburu sederhana yang digunakan untuk menangkap berbagai hewan buruan. Sebelumnya berburu hanya menggunakan alat seperti pelempar batu atau alat-alat sederhana lainnya. Keberadaan lembing ini menunjukan perkembangan proses berpikir manusia di kala itu.

Semakin berkembangnya zaman, manusia tidak lagi menggunakan tombak untuk berburu saja. Melainkan sudah menggunakannya sebagai ajang kompetisi.

Dari sinilah diyakini bahwa ajang kompetisi menombak sudah ada sejak dulu dengan tujuan mendapatkan barang buruan jika menjadi pemenangnya.

Olahraga lempar lembing mulai dipertandingkan di Eropa sekitar abad 18 M. Cara mulanya dengan melempar lembing sejauh mungkin dari tempat yang telah ditentukan. Dari Eropa kemudian perlombaan-perlombaan terus dilakukan sampai terkenal di seluruh dunia.

Di tahun 1908, lempar lembing pun resmi menjadi salah satu olahraga yang dipertandingkan di olimpiade dan masuk ke dalam cabang atletik.

Lempar lembing pada awalnya hanya untuk kaum laki-laki. Namun seiring waktu, kompetisi lempar lembing bagi wanita mulai dilakukan. Tepatnya pada tahun 1932. Banyak wanita yang semakin berminat dengan olahraga satu ini. Pada saat itu, partisipan dalam olahraga satu ini sebanyak 42 orang dari 11 negara.

Namun akibat perang dunia I, olimpiade selanjutnya dilakukan pada tahun 1920 di Antwerp dimana Jonny Myyra atlet Finlandia berhasil menjuarai cabang olahraga ini dengan lemparan 65,78 meter. Myyra pun berhasil memenangkan olimpiade selanjutnya di Paris pada 1924 dengan lemparan sejauh 62,96 meter.

Cabang olahraga lempar lembing diatur oleh IAAF (International Amateur Athletic Federation). Pusat IAAF ada di Monako dengan anggota 212 negara.

Lapangan Lempar Lembing

Sebagaimana aturan yang telah ditetapkan oleh IAAF, lapangan lempar lembing memiliki spesifikasi sebagai berikut:

  1. Untuk lintasan awal memiliki garis 5 cm dan terpisah 4 meter. Panjang lintasannya minimal 30 meter, maksimal 36,5 meter.
  2. Lengkungan lemparan terbuat dari kayu atau logam dengan cat putih selebar 7 cm. Lengkungan ini datar dengan tanah. Busur dari lingkaran memiliki jari-jari 8 meter dengan garis 1,5 meter. Letak jari-jari tersebut melilit titik pusat gravitasi lembing.
  3. Sudut lemparan dibentuk dari dua garis dengan titik pusat lengkung lemparan sebesar 29 derajat. Titik pusat lengkung memotong kedua ujung lengkung lemparan. Tebal garis sektornya sendiri sebesar 5 cm.
  4. Lebar awalannya 4 meter
  5. Panjang awalannya 40 meter
  6. BC atau burus jari-jari sebesar 8 meter
  7. Lebar garis lurus kanan dan kiri 1,5 meter
  8. Lebar garis lemparnya 7 meter
  9. Sudut lemparannya 30 derajat

Untuk lebih jelasnya, berikut gambar lapangan lempar lembing:

Gambar Lapangan Lempar Lembing

Aturan Lempar Lembing

Lempar lembing pun memiliki aturan melempar. Atlet berhak melempar hingga 3 kali. Lemparan dilakukan menggunakan satu tangan dan akan didiskualifikasi jika altlet melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Tidak memegang lembing pada pembalutnya
  • Tidak melempar setelah 2 menit tidak dipanggil
  • Menyentuh besi batas lemparan atas
  • Keluar garis sektor lemparan setelah melempar
  • Lembing jatuh di luar area garis sektor lempar
  • Ujung lembing tidak menimbulkan bekas pada tanah

Sementara aturan-aturan lainnya yang perlu diperhatikan dalam lempar lembing antara lain:

  • Lembing harus dipegang pada tempat pegangan
  • Lemparan sah jika mata lembing menancap atau menggores tanah di sektor lemparan
  • Lemparan tidak sah jika melempar atau garis 1,5 meter menyentuh tanah di area depan lengkungan lemparan
  • Sesaat setelah memulai melempar, tidak diperbolehkan melakukan putaran badan yang sepenuhnya membuat punggung menghadap ke arah belakang
  • Lembaran harus dilakukan diatas bahu
  • Jumlah lemparan sama seperti pada tolak peluru
  • Lemparan dilakukan sebanyak tiga kali. Penilaiannya diambil dari jarak terjauh.

Untuk lembingnya sendiri harus terbuat dari bambu dengan ujung runcing dari logam. Lembing terbagi atas tiga bagian. Yakni mata, badan, dan pegangan lembing.

Ukuran lembing untuk putra beratnya 800 gram dengan panjang 2,6-2,7 meter. Sedangkan lembing untuk putri seberat 600 gram dengan panjang 2,2-2,3 meter.

Gaya & Teknik Dasar Lempar Lembing

Gaya & Teknik Dasar Lempar Lembing

Terdapat tiga macam teknik dasar lempar lembing yang bisa kita ketahui. Antara lain sebagai berikut:

1. Teknik memegang lembing

Dalam teknik satu ini, terdapat tiga gaya yang kerap dilakukan para atlet. Yakni gaya Amerika, Finlandia, dan Tank.

  • Gaya Amerika, genggaman ada di belakang lilitan lembing. Jari melingkar pada badan lembing secara longgar. Sementara ibu jari menekan di permukaan dan telunjuk melingkar pada belakang lilitan.
  • Gaya Finlandia, pegang lembing pada bagian belakang lilitan lembing dengan jari tengah. Ibu hari, posisi telunjuk agak serong di batang lembing. Jari-jari lainnya melingkar di badan lembing namun tidak menggenggamnya secara ketat.
  • Gaya Tank, lembing dipegang dengan posisi jari telunjuk dan jari tengah menjepit lembing. Namun untuk gaya satu ini tidak begitu sering digunakan atlet. Namun bukan berarti tidak bagus untuk dilakukan.

2. Teknik membawa lembing

Ada tiga cara dalam membawa lembing yang kerap dilakukan para altlet. Antara lain sebagai berikut :

  • Lembing dibawa diatas bahu dengan mata lembing menghadap serong atas
  • Lembing di belakang badan sepanjang alur lengan. Mata lembing menghadap arah depan namun serong keatas
  • Lembing dibawa dengan mata mengarah serong ke bawah. Sementara badan lembing berada diatas bahu

3. Teknik melempar lembing

Terbagi tiga tahapan dalam melakukan teknik melempar. Mulai dari awalan, lemparan, serta akhiran. Berikut penjelasannya :

  • Awalan

Awalan dimulai dengan gerakan lari membawa lembing diatas kepala. Sikut ditekuk kemudian diarahkan ke depan dengan telapak tangan menghadap atas. Posisi lembingnya sejajar permukaan tanah dengan mendatar.

Pada bagian akhir dilakukan dengan langkah jingkat, langkah silang di depan, kemudian langkah silang di belakang.

Proses peralihan dilakukan ketika kaki diturunkan. Putar kedua bahu perlahan ke arah tangan utama. Kemudian lengan tangan utama mulai bergerak dan lurus ke belakang. Posisi tubuh condong ke belakang dengan pandangan tetap melihat lurus ke depan.

  • Lemparan

Teknik lemparan dilakukan dengan menarik bahu kanan dengan lengan lengan. Pada saat melakukan lemparan melewati inti bahu dengan kuat ke depan atas. Gerakkan badan melewati kaki depan kemudian lempar lembing.

  • Akhiran

Gerakan akhiran lempar lembing dengan melakukan lemparan kemudian langkahkan kaki di depan untuk menjaga keseimbangan gerak. Selain itu gerakan tersebut juga berfungsi agar badan tidak melampaui garis batas lemparan.

Latihan Dasar Lempar Lembing

Latihan Dasar Lempar Lembing

Untuk mendapatkan jarak lemparan yang jauh, kita juga bisa melakukan latihan dasarnya terlebih dulu. Latihan dasar ini juga kerap dilakukan oleh para atlet profesional. Antara lain sebagai berikut:

1. Melempar dari berdiri menghadap depan

Bentuk latihan satu ini dilakukan dengan menempatkan posisi berdiri menghadap depan dengan kaki terbuka selebar bahu. Kemudian lembing ditarik dan dipegang diatas kepala.

Posisi lembing menunjuk ke tanah. Kemudian lembing dilemparkan agar bisa menancap ke tanah hingga 3-4 meter di depannya.

2. Melempar berdiri menghadap samping

Pelempar berdiri dengan kaki terbuka selebar 60-90 cm dan menunjuk ke depan. Letakan berat badan pada bagian belakang dengan bertumpu pada kaki kanan. Posisikan kepala menghadap depan. Pinggang dan bahu menghadap ke samping.

Tarik lembing dengan posisi mata lembing dekat dengan mata pelempar sebelah kanan. Letakan telapak tangan kanan menghadap keatas, tepatnya dibagian atas garis bahu.

Mulai gerakan dengan mengangkat sedikit kaki dari tanah. Kemudian berat badan ditumpukan pada kaki kanan yang dibengkokan sedikit. Dorong kaki kanan dengan kuat.

Bertumpulan pada telapak kaki dan letakan kaki kiri di tanah dengan tumitnya terlebih dulu. Kemudian putar pinggang ke depan.

Bentuk punggung melengkung dengan lengan, bahu serta tangan yang mengikuti. Pertahankan siku agar selalu dekat lembing selama gerakan tersebut.

Ingat, bagi pemula latihan lempar lembing harus dibawah pengawasan guru atau yang profesional di bidangnya.

Sebagai cabang olahraga yang erat  kaitanya dengan sejarah umat manusia, lempar lembing tetap memiliki posisi di hati semua bangsa. Terbukti ia masuk dalam cabang olahraga di Olimpiade. Kini jika kamu memiliki potensi dalam olahraga lempar lembing, maka kembangkanlah.

One Reply to “Lempar Lembing: Pengertian, Sejarah, Lapangan, Gaya & Teknik Dasar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.