Lari Jarak Pendek: Pengertian, Sejarah, Gaya & Teknik Dasar

Lari jarak pendek juga bisa disebut dengan sprint. Olahraga ini masuk dalam cabang atletik yang dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan dunia. Tak terkecuali juga olimpiade. Sprint mesti didukung dengan kecepatan serta kekuatan tinggi. Sebab di jarak yang pendek tersebut diperlukan daya tahan serta kecepatan agar bisa secepatnya sampai garis finish.

Lari jarak pendek sendiri bisa dibedakan menjadi tiga jenis. Yakni lari jarak pendek 100 meter untuk putra dan putri, lari jarak 200 meter untuk putra dan putri, serta lari 400 meter untuk putra dan putri. Berikut uraian selengkapnya untuk pengertian, sejarah, gaya, dan teknik dasar lari jarak pendek.

Pengertian Lari Jarak Pendek

Pengertian Lari Jarak Pendek

Apa itu lari jarak pendek? Untuk menjawab kita bisa melihat dan mencermati sejumlah pengertian lari jarak pendek menurut para ahli sebagai berikut:

1. Syarifudin dan Muhadi

Lari jarak pendek merupakan cara lari dimana para atletnya mesti menempuh seluruh jarak menggunakan kecepatan semaksimal mungkin. Pelari mesti melakukan gerakan lari secepat-cepatnya dengan mengerahkan semua kekuatannya dari garis awal sampai melewati garis finish.

2. Yusuf Adisasmita

Lari jarak pendek merupakan seluruh nomor lari dengan melakukan sprint sepanjang jarak yang ditempuh.

3. Wikipedia

Menurut wikipedia, Lari Jarak Pendek atau Sprint merupakan lari dengan jarak tempuh 50 m sampai 400 meter.

4. Muhajir

Sprint merupakan kompetisi lari dimana para pelarinya diwajibkan berlari dengan kecepatan penuh dan harus menempuh jarak 100, 200, atau 400 meter.

5. Muhtar

Lari jarak pendek merupakan cara berlari dimana para atletnya mesti menempuh seluruh jarak menggunakan kecepatan semaksimal mungkin. Arti semaksimal mungkin merupakan lari secepat-cepatnya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya. Mulai dari awal sampai garis akhir.

Dari berbagai pengertian di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa lari jarak pendek merupakan salah satu cabang olahraga atletik dimana pesertanya dituntut untuk berlari secepat dan sekuat mungkin. Tujuannya agar bisa memenangkan suatu pertandingan dengan berbagai jarak tempuh. Yakni 100, 200, hingga 400 meter.

Nomor Lari jarak pendek memiliki tiga jenis. Yakni 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Ketiga nomor tersebut memiliki sejumlah perbedaan. Selain jaraknya, teknik mengatur energi juga harus dikuasai atlet agar bisa sampai garis finish secara cepat.

Pelari bisa memaksimalkan seluruh tenaganya untuk berlari pada jarak 100 meter. Sementara pada jarak lari yang lebih jauh, atlet harus tahu bagaimana cara mengatur kecepatannya. Misalnya berlari dengan kecepatan penuh di jarak 50 meter sebelum finish.

Menurut Bompa (1999), pelari jarak pendek harus mengetahui beberapa pengetahuan dasar sebagai berikut :

  • Ketika berlari, tubuh sedikit condong ke depan. Kedua lengan sedikit fleksi sebesar 90 derajat kemudian diayunkan searah dengan gerakan ketika berlari.
  • Otot-otot bagian depan serta kedua lengan mesti selalu dalam keadaan rileks.
  • Tungkai bawah pada tolakan haruslah dilakukan dengan kuat. Pengangkatan di depan harus diusahakan agar posisinya sejajar dengan tanah.
  • Posisikan pinggang tetap dalam posisi yang sama selama berlari
  • Ketika mencapai garis finish, badan harus dicondongkan dengan serentak ke depan. Tujuannya agar dada bisa menyentuh pita garis finish terlebih dulu.

Sejarah Lari Jarak Pendek

Sejarah Lari Jarak Pendek

Olahraga lari jarak pendek (sprint) ini sudah dipertandingkan sejak era Yunani Kuno atau sekitar abad ke-7 SM. Kemunculan pertandingan ini berawal dari seorang prajurit Yunani yang berlari dari Persia.

Prajurit tersebut membawa pesan atas kemenangan negaranya dalam berperang melawan Persia. Namun prajurit tersebut meninggal tak lama pasca memberikan pesan tersebut kepada raja.

Kemudian raja Yunani saat itu mengadakan perlombaan lari jarak pendek untuk mengenang kematian prajurit tersebut. Seiring berkembangnya waktu, perlombaan ini sudah banyak dijumpai di berbagai negara.

Pada akhirnya dibentuklah IAAF atau International Association of Athletics Federation di Monako di tahun 1912. Badan tersebut merupakan badan internasional untuk olahraga atletik dimana lari jarak pendek merupakan salah satunya. Sampai saat ini tercatat 21 negara yang menjadi anggota IAAF.

Gaya dan Teknik Dasar Lari Jarak Pendek

Gaya dan Teknik Dasar Lari Jarak Pendek

Berikut penjelasan mengenai teknik dasar serta gaya dari lari jarak pendek.

A) Teknik Start Lari Jarak Pendek

Start yang digunakan untuk lari jarak pendek adalah start jongkok. Start jongkok digunakan karena posisi tersebut akan memaksimalkan kecepatan lari ketika pistol dibunyikan.

Selain itu, posisi tersebut juga membuat para atlet nyaman dalam mempersiapkan ancang-ancang berlari. Start jongkok sendiri dibagi menjadi tiga macam pelaksanaannya sebagai berikut:

1. Start Pendek

Sikap permulaan

Start pendek diawali dengan berdiri tegak serta kedua kaki merapat. Lengan mesti di samping badan dengan pandangan lurus ke depan.

Cara melakukannya

  • Langkahkan kaki kiri ke depan dan jari-jari kaki lurus ke depan.
  • Letakan ujung jari kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan
  • Jarak kedua kaki satu kepalan tangan
  • Letakan kedua lengan lurus sejajar bahu. Jari-jari tangan rapat. Ibu jari membuka membentuk huruf V di belakang garis

2. Start Menengah

Sikap permulaan

Berdidi dengan tegak. Kedua kaki rapat. Posisikan lengan lurus di samping badan dan arahkan pandangan lurus ke depan.

Cara melakukan

  • Langkahkan kaki kiri ke depan. Jari-jari kaki pun lurus ke depan
  • Letakkan lutut kaki belakang secara sejajar dengan ujung jari kaki depan
  • Kedua kaki berjarak kira-kira satu kepalan tangan
  • Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu. Jari-jari tangan diposisikan rapat. Ibu jari membentuk huruf V terbalik dengan posisi di belakang garis start.

3. Start Panjang

Sikap permulaan

Berdirilah tegak dengan kedua kaki merapat. Lengan lurus di samping badan dengan pandangan yang juga lurus ke depan.

Cara melakukan

  • Langkahkan kaki kiri ke depan. Jari-jari kaki lurus ke depan
  • Letakan lutut kaki di belakang. Ujung kaki depan diposisikan sejajar dengan lutut kaki
  • Jarak kedua kaki sekitar satu kepalan tangan
  • Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu. Rapatkan jari-jari tangan. Ibu jari membentuk posisi huruf V terbalik di belakang garis

B) Aba-aba Lari Jarak Pendek

Aba-aba dalam start jongkok terdiri atas tiga tahap. Yakni:

1. Gerakan Start “Bersedia”

  • Letakkan tangan tepat di garis. Ibu jari serta jari lainnya membentuk posisi huruf V terbalik. Posisikan bahu condong ke depan. Lengan pun diposisikan dalam kondisi lurus.
  • Ketika aba-aba “Bersedia” sudah diteriakkan, posisikan badan agak maju ke depan. Tangan tetap lurus dan usahakan posisi kepala tetap rileks agar leher tidak tegang. Pandangan diarahkan kurang lebih dua meter ke depan.
  • Pikiran harus tetap dikonsentrasikan pada aba-aba tersebut.

2. Gerakan Start Aba-aba “Siap”

  • Angkat pinggul lebih tinggi dari bahu sehingga akan mencondongkan badan lebih ke depan.
  • Pandangan usahakan tetap lurus ke depan. Tangan pun demikian. Tetap posisikan lurus.
  • Ketika mengangkat panggul, ambil nafas dalam-dalam.
  • Fokuskan kosentrasi

3. Gerakan Start Aba-aba “Ya” atau ketika bunyi pistol terdengar

  • Ayunkan lengan kanan ke belakang serta lengan kiri ke depan secara kuat. Kaki kanan melangkah secepat mungkin. Kaki kiri menolak kuat-kuat agar kecepatan bertambah. Usahakan di langkah tersebut dilakukan sampai jarak 70 cm dari garis start.
  • Posisikan badan meluncur lurus ke depan dengan mempercepat langkah kaki.
  • Langkah kaki harus kian melebar agar mendapatkan kecepatan penuh. Pandangan tetap lurus ke depan dengan kosentrasi penuh sampai ke garis finish.

C) Teknik Mencapai Garis Finish

Ketika hampir sampai finish, pelari harus melakukan beberapa trik agar bisa memaksimalkan kecepatannya. Berikut beberapa tekniknya:

  • Tetap berlari tanpa mengurangi kecepatan
  • Condongkan dada ke depan atau kepala diposisikan lebih dulu di depan. Kedua tangan diayunkan ke bawah belakang seperti gerakan merobohkan diri.
  • Bahu sebelah maju. Teknik ini bisa dilakukan dengan memutar dada ke depan dengan atunan tangan ke depan atas. Jika bahu sebelah kanan yang maju, maka bagian kananlah yang harusnya diayunkan.

D) Teknik Gerakan Sprint

  • Kaki bertolak sekuat-kuatnya. Lutut diangkat setinggi panggul. Tangan mengayun bergantian agar badan tetap seimbang. Cara tersebut juga akan membuat langkah menjadi lebih cepat.
  • Pandangan tetap lurus ke depan agar tetap terkosentrasi sampai garis finish.
  • Badan condong dan rileks agar dapat mengatur gerakan ayunan tangan.
  • Gerakkan kaki setinggi mungkin agar langkah lebih lebar sehingga sampai garis finish lebih cepat.

E) Kesalahan-kesalahan dalam Start Jongkok

  • Pandangan terlalu jauh ke depan. Hal ini akan membuat leher menegang. Efek dari leher yang menegang akan memengaruhi laju kecepatan menjadi lebih berkurang.
  • Badan tidak seimbang. Hal ini bisa disebabkan karena ketika mengangkat panggul, gerakan menjadi terlalu cepat dan mendadak. Hal ini memperbesar risiko cedera atau terjatuh.
  • Mengangkat panggul terlalu tinggi. Hal tersebut akan menyebabkan badan tegak terlalu cepat. Efeknya kecepatan pada saat start akan berkurang.

Aturan Lari Jarak Pendek

Aturan Lari Jarak Pendek

Meskipun jarak lintasannya paling pendek 100 meter, perlombaan atletik ini tetap memiliki sejumlah peraturan. Peraturan perlombaan lari jarak pendek ini ditetapkan secara resmi oleh IAAF yang merupakan induk organisasi olahraga atletik dunia.

Untuk tingkat nasional sendiri induk organisasinya bernama PASI atau Persatuan Atletik Seluruh Indonesia. Berikut beberapa peraturan dalam lari jarak pendek.

  • Garus start serta finish dalam lintasan lari dibentuk dengan garis selebar 5 cm. Jarak perlombaan diukur dari tepi garis start ke tepi garis finish terdekat dengan garis start.
  • Aba-aba menggunakan tiga step. Mulai dari “Bersedia”, “Siap”, dan “Ya” atau menggunakan bunyi pistol.
  • Semua peserta mulai berlari ketika aba-aba bunyi pistol mulai ditembakkan ke udara.
  • Peserta yang membuat kesalahan ketika start diperingatkan maksimal tiga kali.
  • Lomba lari jarak pendek dilakukan dalam empat tahapan. Yakni babak pertama, kedua, semi final dan final.
  • Babak pertama diadakan jika jumlah peserta banyak. Pemenang I dan II tiap babak berhak maju ke babak selanjutnya.

Peserta lari jarak pendek pun bisa terkena diskualifikasi jika melakukan beberapa hal sebagai berikut :

  • Melakukan kesalahan start lebih dari tiga kali
  • Memasuki lintasan pelari lainnya
  • Mengganggu peserta lainnya
  • Keluar lintasan
  • Terbukti menggunakan dopping (Misalnya obat-obatan terlarang)

Juri dan petugas dalam lomba lari jarak pendek memiliki tugas dan namanya masing-masing. Yakni sebagai berikut:

  • Starter merupakan petugas yang ada di bagian start
  • Recall Starter merupakan petugas yang mengecek para pelari
  • Timer petugas pencatat waktu pelari
  • Pengawas lintasan merupakan petugas yang ada pada tempat tertentu dan mengawasi pelari jika melakukan kesalahan
  • Juri kedatangan merupakan petugas yang mencatat kedatangan pelari pertama yang sampai garis finish. Selain itu juri tersebut juga mencatat pelari yang terakhir sampai garis finish kemudian menentukan urutan kejuaraan
  • Juri pencatat hasil bertugas mencatat hasil setelah pelari memasuki garis finish.

Meskipun tanpa perlengkapan seperti lari estafet, lari jarak pendek juga memerlukan beberapa sarana dan prasarana sebagai berikut :

  • Start block atau tempat start
  • Sepatu lari dengan ketentuan telapak depan memiliki enam buah paku
  • Suara tembakan untuk melakukan aba-aba lari
  • Bendera
  • Lintasan lari
  • Stopwatch untuk menilai waktu lari peserta

Demikian uraian mengenai lari jarak pendek beserta pengertian sampai tekniknya. Semoga bermanfaat.

2 Replies to “Lari Jarak Pendek: Pengertian, Sejarah, Gaya & Teknik Dasar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.