Materi Kolonialisme dan Imperialisme: Pengertian, Perbedaan, Dampak

Seperti yang diketahui bersama bahwa Indonesia sempat mengalami masa kolonialisme yang sangat panjang hingga ratusan tahun lamanya. Kolonialisme yang terjadi di Indonesia merupakan bagian imperialisme yang dilakukan negara penjajah.

Nah tahukan kamu apa itu kolonialisme dan imperialisme? Inilah yang akan kita bahas dalam tulisan singkat ini.  

Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme

Antara kolonialisme dan imperialisme memiliki keterikatan.  Antara keduanya bahkan tidak bisa dipisahkan.

1. Pengertian Kolonialisme

Secara etimologi, kata koloni berasal dari kata colonus atau colonia, artinya tanah jajahan atau pemukiman. Kata koloni bisa diartikan sebagai pemukiman suatu negara (penjajah) di luar wilayah kenegaraan nya, yang dianggap/dicap sebagai bagian dari wilayahnya.

Kolonialisme adalah segala bentuk usaha untuk memperluas, menguasai serta mengembangkan suatu wilayah atau daerah di negara lain. Kolonialisme ini tentu saja dilakukan secara paksa untuk menguasai atau menduduki wilayah di suatu negara.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari segi materiel atau bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan negara pelaku kolonialisme.

2. Pengertian Imperialisme

Secara etimologi, kata imperialisme berasal dari bahasa latin yaitu imperare, artinya memerintah. Sedangkan hak untuk memerintah disebut dengan imperium dan orang yang berhak memerintah disebut dengan imperator.

Imperialisme adalah kegiatan politik yang digunakan untuk menguasai daerah/wilayah di negara lain. Caranya dengan menanamkan aturan/ideologi mereka untuk memperluas area kekuasaannya.

Macam-macam Bentuk Kolonialisme

Kolonialisme itu sendiri ada bermacam-macam bentuknya, berikut ini beberapa di antaranya, antara lain:

1. Kolonialisme Eksploitasi

Jenis atau bentuk kolonialisme eksploitasi adalah penguasaan suatu daerah atau wilayah yang memanfaatkan tenaga penduduknya secara paksa atau kerja rodi.

Selain menguras habis tenaga penduduk, penguasa juga menghabiskan sumber kekayaan alam di daerah tersebut. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kepentingan negara penguasa.

2. Kolonialisme Penduduk

Pengertian kolonialisme penduduk adalah perilaku penguasaan terhadap suatu wilayah atau daerah dengan cara mengusir penduduk aslinya atau yang disebut pribumi.

Kemudian wilayah tersebut akan dipenuhi pendatang yang berkuasa mengatur segala hal di wilayah tersebut dan membuat pribumi terabaikan hingga tersingkir.

3. Kolonialisme Deportasi

Berbeda dengan kolonialisme eksploitasi dan penduduk, bentuk kolonialisme deportasi adalah memanfaatkan suatu wilayah sebagai tempat pembuangan atau pengasingan para narapidana.

Narapidana buangan tersebut merupakan mereka yang mendapatkan hukuman seumur hidup dan harus mengabdi sebagai tenaga kerja tanpa bayaran hingga mati.

Macam-macam Imperialisme

Sedangkan macam-macam imperialisme ada dua macam, penjelasan lengkapnya seperti di bawah ini:

1. Imperialisme Berdasarkan Waktunya

Dilihat dari segi waktunya, imperialisme terbagi menjadi tiga jenis yaitu imperialisme kuno, modern dan ultramodern. Penjelasan singkatnya seperti berikut ini:

  • Imperialisme Kuno

Imperialisme kuno ini muncul pada masa sekitar 1500 masehi yaitu masa zaman kuno hingga pertengahan. Penganut imperialisme kuno ini memiliki tiga semboyan utama yaitu 3G (Gold, Glory dan Gospel). Gold melambangkan kekayaan, sedangkan Glory melambangkan kejayaan dan Gospel melambangkan keagamaan.

Maksud dari semboyan 3G adalah tujuan dari negara penjajah yaitu untuk mendapatkan kekayaan, kejayaan dan menyebarkan agama yang mereka percayai. Imperialisme kuno ini dipelopori oleh negara Portugal dan Spanyol.

  • Imperialisme Modern

Imperialisme modern terjadi kurang lebih pada masa revolusi industri yaitu sekitar 1500 masehi hingga akhir perang dunia II pada tahun 1942.

Revolusi industri inilah yang menyebabkan adanya imperialisme karena adanya kebutuhan bahan mentah yang banyak untuk mengembangkan perekonomian negara penjajah tersebut.

Oleh karena itu, negara penjajah pun mulai mencari daerah penghasil bahan mentah dan menjadikannya sebagai sumber penyedia bahan mentah. Selain itu, wilayah tersebut juga dijadikan sebagai pusat produksi dan penanaman modal capital. Sedangkan negara yang merupakan pelopor imperialisme modern adalah Inggris.

  • Imperialisme Ultramodern

Sedangkan jenis imperialisme ultramodern terjadi pada masa berakhirnya atau setelah perang dunia II hingga saat ini. Berbeda dengan jenis imperialisme sebelumnya, imperialisme ultramodern ini menguasai suatu wilayah dengan ideologi, psikologi dan mental masyarakat.

Inilah yang menjadikan imperialisme ini tidak terlalu terlihat siapa negara penjajah dan siapa yang dijajah, namun tetap bisa dirasakan.

2. Imperialisme Berdasarkan Tujuannya

Jenis imperialisme ini dilihat dari tujuannya yaitu untuk menguasai dan mendominasi dunia yang terorganisasi melalui politik. Dalam hal ini kekuasaan politik lebih mendominasi daripada kekuatan, selain itu juga imperium ataupun hegemoni yang memiliki dimensi continental.

Tujuan Kolonialisme dan Imperialisme

Tujuan suatu negara melakukan kolonialisme kepada negara lain adalah untuk dapat menguasai dominasi ekonomi perdagangan maupun sumber daya manusianya.

Umumnya, negara yang mendapatkan perlakuan kolonialisme dari negara lain adalah karena memiliki sumber bahan mentah yang melimpah. Bahan mentah tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan negara yang melakukan kolonialisme.

Di bawah ini terdapat beberapa tujuan dari kolonialisme, antara lain: 

  • Menguras habis sumber daya alam dan manusia di negara jajahan untuk kepentingan negara penjajah
  • Melakukan ekspansi budaya agar lebih terkenal
  • Melakukan perluasan wilayah penduduk dengan tujuan martabat negara

Sedangkan di bawah ini merupakan tujuan dari imperialisme, antara lain:

  • Memberikan pengaruh yang besar dan dominan dari kekuatan yang di lokalisasi
  • Mengembangkan kekuasaan negara penjajah yang terorganisasi secara politik
  • Menyebarkan ideologi, agama dan juga budaya yang dipercayai oleh negara penjajah kepada negara jajahan

Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme

Meski sama-sama memperebutkan kekuasaan dari suatu wilayah di negara lain, kolonialisme dan imperialisme merupakan dua hal yang berbeda. Di bawah ini terdapat beberapa perbedaan dari keduanya, antara lain:

1. Cara yang Digunakan untuk Menguasai

Perbedaan kolonialisme dengan imperialisme terlihat dari bagaimana cara keduanya dalam merebut dan memperluas kekuasaannya di suatu wilayah atau negara tertentu. Kolonialisme lebih mengacu pada kekuatan dengan penggunaan senjata atau ancaman militer dalam melancarkan serangannya.

Sedangkan imperialisme menggunakan cara lain seperti mempengaruhi masyarakatnya dari segi ekonomi, agama, ideologi, budaya dan lain sebagainya tanpa kekuatan senjata. Hal ini dilakukan untuk merebut hati masyarakat tanpa adanya paksaan atau kekerasan yang berlebihan.

2. Tujuan Khusus

Meski memiliki tujuan utama yang bisa dikatakan sama yaitu sama-sama menguasai wilayah negara jajahan, tujuan khususnya sedikit berbeda. Kolonialisme secara khusus memiliki tujuan untuk menguasai dan menguras habis sumber kekayaan alam negara yang mereka jajah/kuasai.

Sedangkan imperialisme memiliki tujuan yang lebih khusus yaitu untuk mempengaruhi seluruh bidang kehidupan di negara jajahan.

Persamaan Kolonialisme dan Imperialisme

Kolonialisme dan imperialisme merupakan dua hal yang berbeda, namun memiliki beberapa persamaan seperti di bawah ini, antara lain:

1. Tujuan Utamanya

Kolonialisme dan imperialisme memiliki tujuan utama yang sama yaitu untuk menguasai wilayah atau negara lain yang lebih lemah. Kemudian mereka akan manfaatkan negara jajahan untuk membuat negara penjajah semakin maju dan makmur.

2. Dampaknya

Selain itu, kolonialisme dan imperialisme juga memiliki dampak yang sama terhadap negara jajahan yaitu membuatnya semakin terpuruk dan menderita.

Keduanya sama-sama membuat negara jajahan tidak memiliki wewenang apapun atas kelangsungan hidup negaranya sendiri. Sedangkan negara penjajah atau pelaku kolonialisme dan imperialisme akan semakin makmur, maju dan berjaya.

Faktor Pendukung Munculnya Kolonialisme dan Imperialisme

Faktor yang mendukung munculnya serta berkembangnya kolonialisme dan imperialisme yaitu adanya ambisi 3G yaitu Gold, Glory dan Gospel. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa ambisi 3G adalah keinginan untuk memperoleh kekayaan, kejayaan dan menyebarkan agama Nasrani di negara lain.

Hal ini dijadikan sebagai alasan atau faktor yang kuat untuk menguasai wilayah/negara lain yang lebih lemah. Sebelumnya pada abad ke 15, di Eropa telah muncul teori yang menyatakan bahwa bumi itu bulat.

Hal ini juga menjadi salah satu faktor sebagai keinginan untuk menjelajah dan melihat apa saja yang tersembunyi di seluruh dunia. Namun, tujuannya berubah menjadi ambisi untuk menguasai wilayah yang mereka temukan.

Latar Belakang Kolonialisme dan Imperialisme

Terjadinya kolonialisme dan juga imperialisme yang dianut oleh beberapa negara pasti ada latar belakangnya. Nah, dalam hal ini latar belakangnya yaitu keinginan yang kuat untuk menjadi kaya dan berkuasa karena merasa memiliki kekuatan atau senjata modern.

Selain itu, adanya kolonialisme dan imperialisme juga dikarenakan rasa ingin membuktikan kekuasaan dan kehebatannya.

Beberapa negara yang sudah maju juga merasa istimewa dan merendahkan negara-negara kecil lainnya. Salah satunya yaitu Adolf Hitler dari Jerman yang menganggap negaranya paling hebat sehingga menggunakan kekuatan militer untuk menguasai wilayah/negara lain.

Latar belakang lainnya yaitu adanya hasrat yang kuat untuk menguasai wilayah yang strategis atau berhubungan dengan masalah perbatasan suatu negara. Selain itu, beberapa negara juga merasa ideologi, agama atau pandangan hidupnya paling benar sehingga melakukan penyebaran kepada negara lain.

Dampak Kolonialisme dan Imperialisme

Kolonialisme dan imperialisme memiliki dampak yang cukup besar di berbagai bidang, terutama di Indonesia yang pernah mengalami penjajahan cukup lama. Berikut ini dampak kolonialisme dan imperialisme yang dirasakan bangsa Indonesia, antara lain:

1. Dampak di Bidang Politik

Dari segi politik, kolonialisme dan imperialisme memberi pengaruh besar pada tatanan pemerintahan di Indonesia. Salah satu contohnya yaitu di daerah Jawa yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan dan terbagi atas wilayah prefecture.

Sedangkan jenis hukuman yang digunakan untuk menghukum pelanggar adalah hukum adat yang sudah dipengaruhi dan diubah menjadi hukum barat modern.

Daendels ataupun Raffle juga meletakkan dasar pemerintahan modern dan menjadikan Bupati sebagai pegawai negeri serta mendapatkan gaji dari mereka. Mereka menjadikan Bupati sebagai alat kekuasaan pemerintahan kolonial.

Padahal menurut adat posisi Bupati merupakan turun temurun dan mendapatkan upeti dari rakyat. Belanda dan Inggris juga melakukan intervensi pada peraturan kerajaan.

2. Dampak di Bidang Sosial

Wilayah yang terkepung/berbatasan dengan wilayah laut menjadikan penduduknya berkembang ke daerah pedalaman dan terjadi kemunduran di bidang perdagangan laut.  

Kondisi ini melahirkan budaya feodalisme yaitu pemaksaan terhadap penduduk pribumi untuk patuh kepada penjajah. Hal ini menimbulkan status sosial dari yang paling tinggi (Eropa), lalu Asia Timur Jauh dan kaum pribumi yang paling rendah.

3. Dampak di Bidang Ekonomi

Dampak di bidang ekonomi sangat dirasakan oleh Indonesia saat masa penjajahan Belanda, yaitu terjadinya eksploitasi dan monopoli perekonomian oleh VOC.

Hal ini menyebabkan perdagangan bangsa Indonesia mengalami kemunduran di kancah internasional. Penyebab utamanya adalah adanya penjajahan dari Belanda sehingga penduduk hanya dijadikan sebagai alat atau tenaga untuk memperkaya mereka.

Belanda berupaya membangun waduk, jalan raya, sistem irigasi, perkebunan, rel kereta api hingga pelabuhan demi mendukung penanaman modal di Indonesia.

Tujuannya tentu saja untuk memperlancar ekonomi perdagangan demi kekayaan mereka sendiri. Berbagai macam konstruksi dilakukan oleh Belanda dengan memanfaatkan tenaga kerja penduduk melalui kerja rodi atau pemaksaan.

4. Dampak di Bidang Budaya

Dampak yang satu ini cukup mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia, bahkan berlangsung hingga saat ini. Budaya barat yang dibawa oleh negara penjajah mulai dianut secara luas atau menyeluruh sehingga merusak patokan budaya tradisional asli Indonesia.

Selain itu, berkembangnya agama katolik dan protestan di Indonesia juga dipengaruhi oleh kaum penjajah. Dampak budaya ini juga masih terasa hingga sekarang.

Itulah pembahasan singkat kita soal kolonialisme dan imperialisme antara negara penjajah dan negara jajahan. Semoga bisa menambah wawasan.

Tinggalkan komentar