Kelincahan (Agility), Pengertian, Manfaat, Latihan dan Contohnya

Kelincahan atau agility merupakan kemampuan fisik yang diperlukan dalam berbagai cabang olahraga. Seorang atlet dapat bergerak kesana kemari begitu cepat tanpa terjatuh. Atlet dikatakan lincah jika dapat bergerak cepat dan mengubah arah gerakan secara seimbang. Dan semua itu dibutuhkan yang namanya kelincahan

Pengertian Kelincahan

Kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam mengubah arah gerak secara cepat tanpa kehilangan keseimbangan. Semakin bagus kemampuan agility seorang atlet, semakin bagus pula kemampuanya dalam mengolah fisik. Sebab kelincahan ini merupakan kemampuan dasar seorang atlet.

Beberapa ahli mendefinisikan kelincahan (agility) sebagai:

  1. Menurut Kirkendall dkk, 1980. Kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh yang lain secara cepat dan efisien.
  2. Menurut Suharno, 1992. Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk mengubah arah dan posisi tubuh sesuai dengan situasi yang dikehendaki dengan secepat mungkin.
  3. Menurut Harsono, 1993. Kelincahan adalah kemampuan yang dimiliki tubuh untuk mengubah posisi dan arah secara cepat dan tepat waktu tanpa kehilangan keseimbangan maupun kesadaran akan posisi tubuh.
  4. Menurut Sajoto, 1995. Kelincahan adalah kemampuan seseorang yang mampu mengubah posisi tubuh di area tertentu.
  5. Menurut Ngurah Nala, 1998. Kelincahan adalah kemampuan dalam mengubah posisi tubuh atau arah gerakan tubuh dengan cepat ketika sedang bergerak tanpa kehilangan keseimbangan.

Manfaat Kelincahan

Dari pengertian kelincahan yang diungkapkan beberapa ahli di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa kelincahan memiliki banyak sekali manfaat. Terutama untuk:

  • Mempurmudah dalam menguasai teknik-teknik sulit dalam setiap cabang olahraga yang digeluti. Sebab dengan kelincahan yang baik, seorang atlet memiliki keseimbangan tubuh yang baik pula.
  • Mempermudah orientasi terhadap lawan main. Di pasangkan dengan atlet manapun, jika atlet tersebut memiliki agility yang baik, maka ia akan dengan baik pula mengolahnya.
  • Mempermudah orientasi terhadap lingkungan sekitar. Tak hanya dengan lawan main, atlet dengan agility yang baik juga bisa dengan mudah menyesuaikan diri pada lingkungan sekitar.
  • Agility juga bermanfaat untuk mengkoordinasi gerakan ganda atau stimulasi.

Latihan dan Contoh Kelincahan

Pengertian Kelincahan

Karena banyaknya manfaat agility yang bakal didapat seorang atlet bila bisa menguasainya dengan baik, maka dibutuhkan latihan yang tepat dan teratur pula untuk mengasah kemampuan agility. Berikut beberapa latihan dan contoh kelincahan:

1. Lari Bolak-balik

Lari bolak-balik atau yang disebut pula dengan shutle run merupakan latihan dasar untuk memperoleh kemampuan kelincahan yang baik. Latihan ini paling mudah dilakukan dan tidak perlu menggunakan area yang luas. Cara melakukan lari bolak-balik cukup dengan:

  • Lari cepat atau sprint. Jarak yang digunakan sekitar 5 meter sampai 7 meter. Lakukan bolak-balik dengan interval 6-10 kali.
  • Jika sudah sampai pada titik batas, maka harus cepat mengubah arah dan langsung berlari kembali.
  • Jarak antara titik satu dengan titik yang lain tidak terlalu jauh.
  • Jumlah ulangan dapat ditambah apabila sudah cukup kuat dalam interval tertentu.
  • Dalam latihan ini fokusnya adalah melatih kemampuan dalam mengubah arah dengan cepat pada saat bergerak.

2. Lari Zig-zag

Lari zig-zag juga bisa menjadi menu latihan dan contoh agility yang baik. lari zig zag adalah latihan lari yang dilakukan ke arah samping. Umumnya latihan ini menggunakan cone untuk alat atau pembatas. Pelari harus berlari zig-zag melewati cone tersebut tanpa menyentuh ataupun menjatuhkannya.

Cara melakukan latihan kelincahan lari zig zag adalah dengan:

  • Lari secepat mungkin melewati cone yang telah ditentukan dengan interval 2-4 kali.
  • Cone diletakkan setiap 0,5 meter sampai 1 meter.

3. Gerakan Bereaksi

Berikutnya ada gerakan bereaksi yang dilakukan dengan aba-aba dari pelatih atau teman. Gerakan bereaksi merupakan berlari mengikuti isyarat dalam bentuk suara peluit atau gerakan tangan. Cara melakukan latihan gerak bereaksi ini diawali dengan:

  • Tubuh dalam posisi siap dan memperhatikan gerakan tangan pelatih.
  • Saat pelatih menujuk arah depan, itu artinya aba-aba untuk berlari mundur secepatnya.
  • Saat pelatih menunjuk arah belakang, itu artinya aba-aba untuk berlari maju secepatnya.
  • Saat pelatih menunjuk arah kiri, itu artinya aba-aba untuk berlari ke arah kiri secepatnya.
  • Saat pelatih menunjuk arah kanan, itu artinya aba-aba untuk berlari ke arah kanan secepatnya.
  • Pemberian isyarat dilakukan dengan gerakan yang realtif cepat agar pelari melakukan perubahan gerakan lari dengan cepat.

Lakukan latihan ini secara berkala dan tetap mengikuti gerakan tangan pelatih.

4. Jongkok Berdiri Lompat

Latihan dan contoh kemampuan berikutnya adalah dengan jongkok berdiri lompat. Maksudnya adalah dengan melakukan gerakan jongkok, lalu berdiri dan melompat. Latihanya bisa dilakukan dengan:

  • Posisi tubuh jongkok dengan posisi kedua telapak tangan menempel pada lantai.
  • Pandangan harus lurus kedepan.
  • Lemparkan kaki ke arah belakan, seperti akan melakukan push up.
  • Tarik kedua kaki ke arah depan dengan gerakan cepat, kemudian tarik ke posisi semula.
  • Saat dalam posisi jongkok badan dilemparkan atau lompat ke atas dengan badan dilengkungkan ke belakang.
  • Kemudian saat mendarat badan kembali ke posisi jongkok.

Lakukan latihan ini secara berulang-ulang.

5. Latihan Menggunakan Reaksi Beban Gerak pada Balon

Latihan ini dilakukan untuk menghasilkan reaksi kelincahan secara cepat. Cara ini dapat memperkuat serta membentuk otot tubuh secara keseluruhan. Selain itu latihan ini dipercaya melatih pernapasan yang sangat efektif. Dengan menggunakan bantuan balon berisi udara sebagai pengikat beban berat pada tubuh.

Cara melakukan latihan menggunakan raeksi beban gerak pada balon:

  • Posisi tubuh tegak lurus, ikat balon berisi udara di perut dengan kuat.
  • Berlari dengan balon tetap terikat pada perut.

Meskipun latihan ini cukup sulit karena melawan beban dan tarikan dari balon, usahakan tetap berada dalam track untuk hasil yang maksimal.

6. Latihan dengan Lompat Tangga

Latihan ini dilakukan untuk melatih tingkat reflek kaki yang baik. Selain akan memiliki kemampuan kelincahan yang baik, latihan ini juga memperlancar peredaran darah dalam tubuh serta fisik yang kuat. Dengan rutin melakukan latihan ini, tubuh tidak kaku lagi dan dapat lebih cepat menunjukkan reflek.

Cara melakukan latihan dengan lompat tangga:

  • Posisi tubuh tegak lurus, mulai gerakan lompatan tangga dengan salah satu kaki.
  • Lakukan lompat tangga beberapa kali banyaknya, sesuikan dengan batas stamina.
  • Lakukan gerak di atas secara bergantian untuk memiliki otot kaki yang lincah.

7. Latihan dengan Agility Balls

Latihan ini tidak hanya memberi ketangkasan fisik, namun juga ketangkasan otak. Cara melakukan latihan ini yaitu dengan melemparkan bola ke tembok. Menghadapi pantulan bola tersebut yang menjadi reflek atau kemampuan kelincahan yang ditunjukkan oleh tubuh.

Dengan rutin melakukan latihan ini, tubuh akan lebih lebih terbiasa melakukan gerak reflek dengan cepat saat menerima serangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.