KEBUGARAN JASMANI, Pengertian, Unsur, Manfaat, Komponen & Tujuan

Istilah kebugaran jasmani tentu sudah akrab di telinga kita. Kebugaran jasmani begitu erat kaitannya dengan olahraga. Di sekolah pun kita sudah diperkenalkan tentang pelajaran untuk melatih kebugaran jasmani.

Menarik untuk mengenali apa itu pengertian, unsur, manfaat, komponen, hingga tujuan dari kebugaran jasmani ini. Nah, berikut uraian selengkapnya yang bisa kita ketahui.

Pengertian Kebugaran Jasmani

Pengertian Kebugaran Jasmani

Pengertian kebugaran jasmani adalah kesanggupan tubuh dalam melakukan aktivitas tanpa kelelahan. Tanpa kelelahan berarti tubuh masih dalam kondisi memiliki cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lainnya.

Menurut organisasi kesehatan dunia atau WHO, kebugaran jasmani diartikan dalam dua klasifikasi, yaitu:

  • Sehat yang berarti terbebasnya tubuh dari segala penyakit baik itu mental maupun fisik.
  • Bugas yang berarti kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara maksimal. Setelah itu, tubuh masih memiliki cadangan tenaga tanpa mengalami kelelahan berlebih.

Hakikatnya, kebugaran jasmani merupakan hal yang berhak didapatkan oleh tubuh untuk memperoleh kebugaran. Misalnya jika mengantuk, maka mata berhak istirahat. Jika lapar, maka kita perlu makan dan begitu seterusnya.

Pengertian Kebugaran Jasmani Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang yang berkaitan mengemukakan berbagai pengertian kebugaran jasmani. Berikut beberapa diantaranya:

1. Rusli Hutan

Menurutnya, kebugaran jasmani merupakan kemampuan dalam menjalankan segala kegiatan fisik yang memerlukan fleksibilitas, daya tahan, hingga kekuatan.

2. Sudarno

Kebugaran jasmani merupakan kondisi ketika tubuh bisa menjalankan aktifitas sehari-hari secara baik dan efektif. Kemudian tubuh tidak mengalami kelelahan dalam arti masih memiliki cadangan energi untuk melaksanakan tugas lainnya.

3. Agus Munkholid, M.Pd

Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang bekerja serta beraktifitas tanpa kelelahan yang berlebihan.

4. Muhajir

Kemampuan untuk melakukan adaptasi terhadap berbagai aktifitas fisik tanpa menimbulkan rasa lelah berlebihan.

5. Joko Pekik Irianto

Kebugaran jasmani menurutnya adalah kemampuan seseorang dalam melakukan berbagai pekerjaan sehari-hari atau beraktifitas serta masih memiliki tenaga untuk menikmati waktu luangnya.

Unsur Kebugaran Jasmani

Unsur Kebugaran Jasmani

Dalam berbagai teori disebutkan bahwa setidaknya ada 10 unsur kebugaran jasmani sebagai berikut:

1. Kecepatan (Speed)

Kecepatan merupakan kemampuan dalam melakukan suatu gerak dalam periode singkat. Begitulah pengertian kecepatan menurut Mulyono Biyakto, seorang ahli kebugaran jasmani. Secara umum, kecepatan merupakan waktu yang diperlukan seseorang untuk melakukan gerakan berbeda serta berkesinambungan.

Makin sedikit waktu yang diperlukan, maka seseorang memiliki kecepatan yang bagus. Kemampuan tersebut bisa menjadi andalan dalam melakukan berbagai aktifitas termasuk olahraga.

Kecepatan sendiri terdiri atas tiga jenis. Antara lain: Kecepatan reaksi, bergerak, dan sprint. Adapun faktor yang mempengaruhi kecepatan antara lain:

  • Waktu reaksi
  • Keturunan
  • Kemampuan menahan tahanan luar
  • Teknik
  • Kosentrasi serta kemauan
  • Elastisitas otot

Dalam upaya melatih kecepatan, beberapa orang bisa melakukan beberapa hal, contohnya :

  • Lari multistage
  • Lari naik turun tangga dan bukit
  • Lari cepat 40-60 meter

2. Kekuatan (Strength)

Kekuatan sendiri memiliki arti kondisi tubuh dalam menggunakan otot untuk memaksimalkan tenaga dalam melakukan suatu aktifitas fisik. Dalam olahraga, kekuatan adalah faktor penting karena dapat mencegah cedera dan menjadi daya penggerak. Latihan dalam mengolah kekuatan antara lain:

  • Angkat beban untuk kekuatan otot lengan
  • Sit up untuk kekuatan otot perut
  • Back up untuk otot perut
  • Squat jump untuk kekuatan otot tungkai dan perut
  • Push up untuk kekuatan otot lengan

4. Daya tahan (Endurance)

Daya tahan merupakan kemampuan dalam menggerakan seluruh tubuhnya dalam waktu cukup lama serta tempo berbeda-beda. Kemampuan tersebut dilakukan secara efektif dan efisien tanpa merasakan sakit serta lelah yang berarti.

Anda bisa melatih daya tahan dengan melakukan olahraga seperti lari atau jogging minimal 30 menit setiap harinya.

5. Kelincahan (Agility)

Kelincahan merupakan kemampuan tubuh untuk menyesuaikan gerakan dari posisi satu ke posisi lainnya. Misalnya bergerak dari depan sampai belakang, kiri hingga kanan.

Cabang olahraga yang memerlukan kelincahan begitu banyak. Mulai dari bulu tangkis, sepak bola, voli, hingga senam indah.

6. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan merupakan kemampuan tubuh dalam mengendalikan organ serta saraf otot tubuh. Tujuannya agar gerakan tersebut bisa dikendalikan secara baik.

Unsur keseimbangan begitu diperlukan dalam olahraga senam serta loncat indah. Untuk latihan keseimbangan, anda bisa mencoba beberapa hal. Antara lain:

  • Sikap lilin
  • Berdiri dengan tangan sebagai tumpuan
  • Berjalan diatas balok kayu

7. Ketepatan (Accuracy)

Ketepatan bisa diartikan sebagai kemampuan tubuh dalam mengendalikan gerakan pada sasaran yang ingi dituju. Olahraga yang memerlukan ketepatan antara lain:

  • Memanah
  • Bowling
  • Biliard
  • Latihan menembak

Sementara latihan untuk mengolah kemampuan ketepatan antara lain:

  • Memasukan bola pada keranjang
  • Melempar satu botol dan disusun secara baris sejajar
  • Latihan membidik objek secara garis lurus

8. Koordinasi (Coordination)

Koordinasi bisa diartikan sebagai kemampuan tubuh dalam mengintregasikan berbagai gerakan secara cepat dan efektif. Contoh koordinasi salah satunya dengan melakukan gerakan juggling atau kontrol bola.

Gerakan tersebut memerlukan koordinasi antara bahu, kaki, kepala, hingga anggota tubuh lainnya.

9. Kelenturan (Flexibility)

Kelenturan sendiri bisa diartikan sebagai kesanggupan tubuh dalam menyesuaikan diri dengan berbagai macam gerakan. Gerakan-gerakan tersebut memerlukan penguluran tubuh. Bidang olahraga yang memerlukan kelenturan tubuh cukup banyak. Antara lain:

  • Renang
  • Yoga
  • Balet
  • Swan strecht untuk kelenturan otot bahu, dada, abs, punggung, hingga hip flexor
  • Standing thigh release untuk kelenturan otot perut, pinggul, hingga punggung

10. Reaksi (Reaction)

Reaksi merupakan kemampuan tubuh dalam memberikan tanggapan secara cepat pada rangsangan dari orang lain atau sebuah objek. Adapun jenis latihan yang memerlukan kemampuan reaksi antara lain:

  • Menghindar
  • Menyerang
  • Bertahan

Manfaat Kebugaran Jasmani

Manfaat Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani ternyata memiliki segudang manfaat. Baik untuk kesehatan fisik maupun psikis kita. Berikut beberapa manfaat kebugaran jasmani tersebut:

1. Mencegah obesitas

Rajin olahraga akan membuat metabolisme tubuh menjadi lebih baik. Metabolisme yang baik akan membuat kemampuan membakar lemak dalam tubuh lebih optimal.

Hasilnya, anda akan terhindar dari risiko obesitas. Jika obesitas dapat dicegah, risiko penyakit seperti kolesterol, serangan jantung, diabetes, dsb bisa diminimalisir.

2. Memperkecil risiko penyakit jantung

Penyakit jantung bisa dicegah jika kita menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya dengan melakukan olahraga untuk menjaga kebugaran jasmani. Sebab, latihan fisik bermanfaat untuk melatih jantung dalam memompa darah, membakar lemak, hingga memperlancar aliran darah.

3. Menurunkan kolesterol

Dengan latihan fisik secara teratur, maka kadar kolesterol jahat dalam darah akan terkikis. Aliran darah pun lebih lancar. Bayangkan jika pembuluh darah penuh dengan kolesterol.

Maka akan ada peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, atau kematian mendadak karena pembuluh darah yang pecah.

4. Meningkatkan suasana hati

Ternyata dibalik tubuh yang bugar, suasana hati pun akan turut membaik. Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa rutin melakukan kegiatan kebugaran akan meningkatkan suasana hati.

Anda bisa melakukan jogging tiap pagi atau olahraga bersama teman-teman untuk menambah semangat dan meredam stress.

5. Mencegah insomnia

Sulit tidur bisa disebabkan karena ada kinerja organ tubuh yang terganggu. Untuk mengembalikan kesehatan organ tubuh, diperlukan latihan-latihan fisik secara konsisten.

Misalnya dengan rutin lari pagi, senam, yoga, dll. Jika kinerja organ tubuh optimal, maka tubuh akan bugar serta mudah tidur pada malam hari.

6. Mencegah penuaan dini

Aktivitas fisik yang rutin kita lakukan akan membuat regenerasi kulit menjadi optimal. Tubuh akan berkeringat sehingga racun dalam tubuh akan keluar.

Efeknya, kulit semakin kencang, sel kulit mati terangkat, dan anda akan jauh lebih muda. Kita bisa melihat contohnya dari para atlet yang tetap tampak awet muda meskipun sudah mulai berumur.

7. Menghindari rasa cepat lelah

Memang aktifitas fisik memerlukan banyak tenaga. Namun efek jangka panjangnya akan membuat tubuh tidak mudah lelah.

Sebab dari latihan kebugaran rutin tersebut, tubuh akan di-setting secara optimal sehingga lebih toleran terhadap kelelahan. Kinerja organ tubuh pun lebih optimal dari latihan kebugaran rutin.

Komponen Kebugaran Jasmani

Komponen Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani memiliki sejumlah komponen yang mempengaruhinya. Beberapa komponen tersebut antara lain :

1. Makanan bergizi

Makanan bergizi berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh. Asupan makanan bergizi ini bermanfaat sebagai penentu tingkat kebugaran tubuh. Tanpa makanan bergizi, tubuh akan kesulitan dalam melakukan aktifitas fisik. Jumlah porsi makanan juga penting untuk diperhatikan untuk memenuhi peranan tersebut.

2. Pola hidup sehat

Pola hidup sehat sangat berpengaruh pada kebugaran jasmani. Kebiasaan-kebiasaan seperti menggosok gigi sebelum tidur, buang sampah pada tempatnya, hingga cuci tangan sebelum makan merupakan hal kecil yang bisa mempengaruhi kebugaran fisik seseorang.

3. Kebiasaan olahraga

Latihan tubuh dengan olahraga akan meningkatkan kebugaran jasmani. Jika tubuh tidak digerakan, maka yang terjadi adalah timbulnya kekakuan serta kerusakan tubuh secara perlahan.

Tidak harus melakukan olahraga berat. Asalkan rutin walaupun ringan jauh lebih bermanfaat. Misalnya jogging, sepeda santai, jalan sehat, dll.

4. Istirahat secukupnya

Rata-rata manusia dewasa memerlukan waktu tidur 5-6 jam dalam sehari. Kebutuhan tidur untuk setiap usia cenderung berbeda. Istirahat yang cukup akan membuat tubuh kian bugar. Selain itu, organ tubuh akan lebih sehat jika didukung waktu istirahat yang cukup.

Tujuan Kebugaran Jasmani

Tujuan Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani memiliki beberapa tujuan. Agar lebih mudah dipahami, tujuan kebugaran jasmani ini terbagi menjadi tiga golongan, yakni:

1. Berdasarkan pekerjaan

Masing-masing pekerjaan memerlukan kebugaran untuk keperluan tersendiri. Misalnya bagi pelajar, kebugaran jasmani diperlukan agar kosentrasi dan kemampuan belajar meningkat. Jika badan segar, maka semangat belajar akan meningkat.

Untuk para pekerja, kebugaran jasmani bertujuan meningkatkan hasil dan produktivitas dalam bekerja. Tubuh tidak akan cepat merasa pegal-pegal dan letih.

Bagi yang berada di bidang kemiliteran, kebugaran jasmani akan meningkatkan daya tahan serta daya tempur. Tubuh pun akan lebih siap menjalani berbagai aktivitas kemiliteran yang berat.

2. Berdasarkan keadaan

Secara keadaan, kebugaran jasmani juga memiliki tujuan khusus. Misalnya untuk orang-orang disabilitas sebagai salah satu upaya rehabilitasi. Proses penyembuhan pun diharapkan lebih cepat.

Untuk ibu hamil, kebugaran jasmani diperlukan untuk memberikan kekuatan dan agar tubuh lebih siap dalam menghadapi persalinan. Kebugaran jasmani juga akan membantu janin tumbuh dan berkembang secara lebih baik.

Selain itu, risiko cacat lahir pun mampu diminimalisir dengan tubuh ibu hamil yang tetap bugar.

3. Berdasarkan usia

Bagi anak-anak, latihan kebugaran bermanfaat untuk meningkatkan tumbuh kembangnya. Selain itu, kebugaran yang dilatih sejak dini juga akan mencegah penyakit skoliosis, lordosis, dan berbagai penyakit lainnya. Anak-anak pun akan lebih semangat dan lincah.

Bagi yang berusia produktif, kebugaran akan membantu dalam melakukan produktifitas hingga menyegarkan tubuh sehingga tidak mudah lelah pasca bekerja.

Sementara bagi orang tua, kebugaran jasmani memiliki tujuan agar kekuatan dan keseimbangan tubuh tetap dipertahankan. Stroke, diabates dan penyakit lainnya pun diharapkan dapat dicegah.

Faktor Yang Mempengaruhi Kebugaran Jasmani

Faktor Yang Mempengaruhi Kebugaran Jasmani

Setidaknya ada 4 faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani sebagai mana yang diungkapkan oleh Suharjana. Menurutnya kebugaran jasmani dipengaruhi oleh:

  • Umur, dimana Kebugaran jasmani paling maksimal terjadi di usia 25-30 tahun. Kemudian mengalami penurunan kapasitas fungsional dengan persentase sebesar 0,8 – 1 % setelah usia tersebut.
  • Jenis Kelamin, secara umum laki-laki memiliki kebugaran jasmani lebih baik dibanding perempuan
  • Makanan
  • Gen (Keturunan). Hal ini merujuk pada pada kapasitas organ paru-paru, postur tubuh, jantung, sel darah, obesitas dan serat atas.

Itu dia sejumlah uraian mengenai kebugaran jasmani yang bisa kita ketahui. Yang pasi kebugaran jasmani tidak hanya terkait dengan olahraga saja, melainkan juga sangat berkaitan dengan apa yang kita konsumsi dan kebiasaan hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.