Kebiasaan Orang Maluku, Karakter, Adat Istiadat dan Budayanya

Kebiasaan Orang Maluku – Memiliki bentang alam kepulauan, Maluku merupakan salah satu daerah di timur Indonesia yang memiliki banyak keunikan. Mulai dari kebiasaan, adat istiadat, budaya, sampai karakter masyarakatnya yang begitu khas.

Sebuah karakter hingga budaya terbentuk berdasarkan dari kebiasaan yang dijalankan sehari-hari. Kondisi bentang alam pun turut mempengaruhi sebuah kebudayaan.

Orang Maluku Sumber Gambar Wikipedia
Orang Maluku Sumber Gambar Wikipedia

Begitu pula yang dimiliki masyarakat Maluku. Daerahnya yang dikenal dengan lautan dan kepulauannya yang indah ini menyimpan banyak hal yang bisa kita ketahui.

Bahkan kita pun bisa meniru kebiasaan positif yang dimiliki masyarakat Maluku ini. Sampai saat ini, kebudayaan masyarakat Maluku pun masih diemban erat.

Karakter Orang Maluku

Daerah Maluku berbatasan dengan Timor di selatan, Papua di timur dan Palau di timur laut. Kita bisa mengenali karakter orang Maluku yang begitu khas, budaya, hingga adat-istiadatnya yang begitu indah. Dari ciri fisik, masyarakat Maluku pun begitu mudah dikenali.

Selain itu, dari segi makanan sampai tarian pun menarik untuk dikenal lebih lanjut. Nah, berikut ulasan selengkapnya untuk karakter orang Maluku.

1. Senyuman yang khas

Sifat dan Karakter Orang Maluku

Orang Maluku terkenal akan senyumnya yang khas. Mereka juga akrab dengan karakter murah senyum. Meskipun kerap dianggap memiliki tampang sangar, namun senyuman yang dimiliki mereka sungguh tulus dan manis.

Karakter tersebut dimiliki oleh kebanyakan masyarakan Maluku sehingga menjadi salah satu trademark tersendiri yang dimiliki oleh mereka.

2. Memiliki tubuh atletis

Postur tubuh orang Maluku

Postur tubuh orang Maluku umumnya ber-kulit gelap, rambut ikal, hingga kerangkat tulang yang kuat dan besar. Dengan ciri khas tersebut, secara fisik mereka lebih tegap dan atletis dibandingkan dengan suku lainnya di Indonesia.

Hal ini juga bisa saja dilatarbelakangi dari kondisi alam berupa kepulauan di Maluku. Mereka terbiasa melakukan aktifitas fisik seperti berenang dan berlayar sehingga makin menunjang bentuk tubuhnya.

3. Bersuara nyaring

orang maluku

Dari segi suara, orang Maluku begitu khas dengan suara nyaringnya. Ketika mendengar mereka mengobrol terdengar seperti berteriak. Padahal nyaringnya suara mereka adalah hal wajar yang kerap digunakan untuk berkomunikasi.

Memang suara mereka memiliki volume yang tinggi dan terdengar seperti sedang marah. Namun sebenarnya mereka tidak marah sedikitpun.

4. Tidak kenal takut

suku maluku

Orang Maluku juga dikenal sebagai karakter yang pemberani. Kita tentu sangat paham bagaimana keberanian Thomas Matulessy atau Pattimura dalam melawan penjajah.

Orang Maluku dikenal berani baik dalam sendiri maupun bersama-sama. Terlebih jika yang diperjuangkan adalah kebenaran, maka akan lebih total dalam menunjukan keberaniannya.

5. Memiliki rasa kasih sayang tinggi

Rasa kekeluargaan orang Maluku

Rasa kekeluargaan orang Maluku sangatlah tinggi. Mereka tak pandang asal seseorang untuk menyayangi. Meskipun berbeda daerah, mereka sangat mudah menyayangi orang lain yang dianggapnya dekat. Baik itu teman, saudara, sampai hubungan percintaan.

6. Memiliki kendali emosi bagus

maluku

Orang Maluku dikenal tidak langsung emosi ketika marah. Mereka akan memberikan ultimatum sebanyak 2x sebelum melampiaskan amarahnya. Kebiasaan tersebut berlaku untuk kalangan tua terhadap yang lebih muda hingga ke sesama kalangan muda.

Ketika seseorang melakukan kesalahan terhadap orang Maluku, kebanyakan orang Maluku akan langsung memaafkan. Namun jika terulang lagi sampai ketiga kalinya, mereka baru akan marah.

7. Solidaritas tinggi

bahasa orang maluku

Selain dikenal dengan rasa sayangnya yang tinggi, rasa solidaritas orang Maluku juga patut diacungi jempol terhadap sesama orang Maluku.

Mereka tak segan membantu saudara, rekan, teman, hingga orang terdekat lainnya ketika mengalami kesusahan. Hal ini pun berlaku jika mereka berteman dengan orang selain dari Maluku.

8. Senang berhumor

humor orang Maluku

Mudah membuat orang lain tertawa juga menjadi karakter khas orang Maluku. Mereka sangat pandai dalam melontarkan kata-kata homor. Bagi orang Maluku, hampir setiap hari tak ada yang terlewat tanpa tertawa.

Selain senang membuat tertawa, selera humor orang Maluku juga amat bagus. Bahkan mereka akan mudah tertawa meskipun untuk hal yang kurang lucu.

9. Pandai bernyanyi

bersuara emas.

Glenn Fredly merupakan contoh nyata bahwa orang Maluku memang rata-rata bersuara emas. Sebagian besar orang Maluku sangat pandai bernyanyi dengan suara yang merdu.

Memang orang dari Indonesia Timur begitu dikenal dengan suara bagusnya. Dan Maluku merupakan salah satunya. Selain Glenn Fredly, banyak lagi artis dari Maluku dan Indonesia Timur lainnya yang dikenal berkat suara emas mereka.

10. Gemar memasak

masakan maluku

Hampir semua orang Maluku memiliki hobi memasak. Memasak bagi mereka bukan sebatas tradisi. Melainkan dianggap sebagai keahlian istimewa yang wajib dimiliki.

Kepandaian memasak juga menjadi salah satu persyaratan lulus ujian menjadi istri dan menantu ideal. Uniknya lagi, calon suami atau mertua pun tak segan menantang adu skill memasak bagi perempuan.

Kebiasaan, Adat Istiadat, dan Budaya Orang Maluku

Kebiasaan, Adat Istiadat, dan Budaya Orang Maluku

Dari karakter orang maluku, kita juga bisa mengenal budaya, adat istiadat hingga kebiasaan orang maluku:

1. Budaya Kalwedo

Budaya Kalwedo merupakan sebuah bukti sah dari masyarakat adat di Maluku Barat Daya. Kalwedo sendiri begitu mengakar dalam kehidupan bahasa di adat Kepulauan Babar dan Maluku Barat Daya.

Nilai Kalwedo sendiri diterapkan ke dalam sapaan adat yakni inanara ama yali atau saudara perempuan dan laki-laki.

2. Budaya Hawear

Budaya Hawear atau Sasi merupakan sebuah budaya yang berlaku hingga tumbuh dalam masyarakat Kepulauan Kei. Dalam budaya Hawear ini, lagu rakyat, cerita rakyat, hingga berbagai dokumen tertulis guna melestarikan kekayaan budaya tersebut.

Menyisipkan janur kuning di kain seloi selama perjalanan juga menjadi Budaya Hawear yang masih dipangku hingga saat ini. Tujuannya agar tidak diganggu orang-orang tak dikenal selama perjalanan.

3. Pukul Sapu

Pukul Sapu merupakan tradisi yang kerap dilakukan penduduk Desa Mamala, Pulau Ambon. Kebiasaan tersebut dilakukan pada waktu satu minggu setelah Idulfitri oleh kaum pria. Kaum pria yang melakukan tradisi Pukul Sapu mengenakan celana pendek dan ikat kepala serta bertelanjang dada.

Mereka menjalankan atraksi pukul-memukul sapu lidi dari tulang daun pohon mayang atau pohon enau.

4. Makan Patita

Makan Patita biasanya dijalankan sebagai salah satu agenda hari besar. Misalnya pada HUT Kota, HUT Indonesia, dan hari besar lainnya. Makan Patita sendiri biasanya dilakukan secara bersama-sama dengan menu khas Maluku. Misalnya ikan asar, patatas rebus, singkong rebus, hingga kokohu.

Setiap rumah akan memasak menu tersebut dalam jumlah banyak. Kemudian hasil masakannya akan dibawa ke lokasi dan dimakan bersama-sama.

5. Malam Badendang

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, orang Maluku dikenal memiliki solidaritas tinggi. Dalam kebudayaannya pun ada Malam Badendang yang berarti malam untuk menari dan bergoyang. Kebudayaan tersebut ditujukan untuk membangun kebersamaan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Para peserta di Malam Badendang akan berdansa dan menari tarian orlapei dan katreji. Acara Malam Badendang ini dilakukan semalam suntuk dan biasanya akan dimeriahkan dengan musik karaoke serta makanan khas Maluku.

6. Makan pisang goreng dan minum teh manis

Orang Maluku sangat gemar makan pisang goreng didampingi teh manis. Bagi mereka, kebiasaan tersebut sudah mengakar sejak dulu. Kebiasaan tersebut dilakukan di setiap kesempatan.

Baik itu ketika bersantai, menyuguhi tamu, dll. Biasanya makan pisang goreng dengan teh manis dilakukan pada pagi dan sore hari.

7. Tidak bisa makan tanpa ikan laut

Dari kebiasaan makan pun mereka memiliki kebiasaan khas. Kebanyakan sangat gemar makan ikan. Bahkan selera makan orang Maluku akan hilang tanpa adanya ikan di hidangan makannya.

Selain tak bisa makan tanpa ikan laut, orang Maluku juga memiliki porsi makan lebih banyak dibandingkan suku lainnya di Indonesia. Kegiatan fisik yang begitu menguras tenaga mungkin saja membuat porsi makan orang Maluku lebih besar.

8. Upacara Fanglea Kidabela

Di Kepulauan Tinmbar, Maluku Tenggara Barat memiliki upacara Fangnea Kidabela yang bertujuan memperkokoh hubungan sosial di Tanimbar. Peraturan kehidupan sosial dan persaudaraannya ditempatkan dalam bentuk Duan Lolat dan Kidabela.

Duan Lolat mengatur hubungan sosial masyarakat secara luas. Sedangkan hubungan antar dua desa atau lebih diwujudkan dalam bentuk Kidabela.

9. Budaya Arumbae

Arumbae merupakan kebudayaan ebrlayar yang dimiliki masyarakat Maluku. Masyarakat Maluku memang begitu lekat dengan dunia kelautan. Dalam Budaya Arumbae disebutkan bahwa laut merupakan medan kehidupan yang mesti dihadapi.

Tak heran melalui kebudayaan ini, masyarakat Maluku juga menjadikan laut sebagai jembatan persaudaraan yang menghubungkan daerah satu dengan lainnya.

Budaya Arumbae pun terlihat dalam karya seni. Misalnya syair kata tujuh ya nona, ditambah tujuh, hingga sapuluh ampa ya nona dalang parao. Lagu daerah pun menyimbolkan budaya tersebut.

10. Sasahil dan Nekora

Sasahil dan Nekora merupakan tradisi masyarakat adat di Siri Sori Islam dan Siri Sori Kristen yang ada di Pulau Saparua. Sedangkan di desa Telalora, Nekora memiliki basis nilai tolong-menolong antar masyarakatnya.

Nilai tradisi ini terletak pada proses pelaksaannya. Budaya tersebut memiliki basis solidaritas yang sangat kuat serta mampu menciptakan relasi saling memberi dan menerima pertolongan antar warga.

Misalnya dalam pekerjaan berat untuk mendirikan rumah, dan pekerjaan berat lainnya. Kedua tradisi ini masih dipelihara dengan sangat baik sampai saat ini.

11. Hibua Lamo

Hibua Lamo merupakan rumah besar yang menjadi simbol adat di Halmahera Utara. Budaya tersebut juga menjadi simbol pemerintahan yang ada di kabupaten tersebut.

Meskipun memiliki sejumlah rumah adat, namun Hibua Lamo merupakan pemersatu semua etnis. Konstruksinya dari nilai-nilai hidup dalam masyarakat. Konsep Nanga Tau Mahirete atau rumah kita bersama begitu kuat diembannya.

Bentuk alam Maluku yang berupa kepulauan juga menjadi simbol yang ada pada rumah adat ini.

12. Batu Pamali

Batu Pamali termasuk mikrosmos yang dimiliki masyarakat adat Maluku. Bentuknya sendiri merupakan batu alas atau dasar yang menjadi basic berdirinya sebuah negeri adat.

Letaknya di samping rumah Baileo dan menjadi representasi kehadiran leluhur di kehidupan masyarakat. Batu Pamali juga dikenal sebagai bentuk penyatuan soa dalam negeri adat.

Penyatuan tersebut juga termasuk negeri adat dengan pemeluk agama yang berbeda-beda.

13. Bagea

Bagea merupakan makanan khas Maluku yang memiliki tiga jenis. Yaitu Bagea Kenari, Kelapa dan Gula. Makanan khas ini berbahan dasar berbeda-beda tergantung jenis yang akan dibuat.

Misalnya Bagea Gula terbuat dari tepung sagu yang dicampur gula merah. Bagea Kelapa terbuat dari adonan kelapa setengah matang dan tepung sagu. Sedangkan Bagea Kenari berbahan dasar tepung sagu dan buah kenari.

Selain sebagai kuliner khas, Bagea juga memiliki nilai historis yang sangat tinggi.

14. Sagu Tumbuh

Kuliner memang menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Maluku. Sagu Tumbuh merupakan kuliner khas yang memiliki cita rasa unik. Sumber bahan utamanya dari paduan tepung sagu kering, kenari dan gula merah.

Kemudian ketiganya diolah secara tradisional dan ditumbuk dalam lesung. Setelah matang, aroma Sagu Tumbuh pun begitu harum dengan rasa manis.

Itulah sejumlah ulasan mengenai ciri-ciri hingga budaya, adat istiadat dan kebiasaan orang Maluku yang bisa kita kenali. Walaupun memang tidak semua orang maluku demikian. Tiap individu adalah unik.

Kebiasaan Orang Maluku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *