Kayang: Pengertian, Sejarah, Cara Kayang, Sikap dan Manfaatnya

Pernah mendengar nama Kayang? Kayang adalah salah satu cabang olahraga yang termasuk ke dalam jenis senam lantai. Kayang sendiri kerap dianggap sebagai olahraga yang cukup sulit. Terutama bagi kalangan pemula. Jika dilihat sekilas, posisi tubuh dalam sikap kayang memang sulit. Sebab tubuh diposisikan melengkung dengan dada menghadap ke atas.

Kemudian lengkungan tubuh tersebut haruslah ditumpu dengan telapak tangan dan kaki. Namun meskipun sulit, jika dilakukan dengan teknik tepat, sikap kayang perlahan-lahan akan mudah dicoba. Memang olahraga satu ini tidak diperlombakan di olimpiade. Akan tetapi bisa menjadi sarana berlatih untuk melatih kelenturan tubuh.

Nah, bagi yang penasaran apa saja pengertian, sejarah, cara, sikap, hingga manfaat kayang, berikut sejumlah ulasannya.

Pengertian Kayang

Pengertian Kayang

Kayang merupakan suatu bentuk sikap badan terlentang dan membusur dimana telapak kaki menjadi tumpuannya serta siku dan lutut lurus. Gerakan kayang sendiri terbilang mudah dilakukan jika memiliki kekuatan otot perut, punggung, serta paha.

Selain itu, kelenturan persendian bahu, ruas tulang belakang, dan persendian panggul juga diperlukan. Kekuatan lengan dan bahu untuk menopang juga penting agar sikap kayang sempurna.

Dalam pengertian yang lain, kayang adalah posisi dimana kaki bertumpu menggunakan empat titik dalam keadaan terbalik. Keadaan tersebut dilakukan dengan meregang serta mengangkat perut dan panggul. Penilaian gerakan kayang sendiri dengan menempatkan kaki lebih tinggi dan memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada bagian pinggang.

Kayang juga bisa diartikan sebagai gerakan senam lantai dengan kedua telapak tangan dan kedua kaki sebagai tumpuannya. Melakukan gerakan kayang sendiri menggunakan posisi terbalik dimana panggul meregang serta perut diangkat ke atas. Cara melakukannya diatas matras untuk meminimalisir risiko cedera.

Sikap kayang sendiri baik untuk melatih kelenturan tubuh. Terutama pada bagian bahu. Namun bagi pemula, jika ingin mahir dalam sikap kayang harus melakukan latihan bertahap untuk meminimalisir cedera. Cedera yang mungkin terjadi jika tanpa latihan yang tepat bisa berupa patah tulang atau cedera parah lainnya.

Berdasarkan berbagai paparan diatas bisa disimpulkan bahwa kayang bisa digunakan untuk melatih otot tangan, perut, kaki, pinggang, dan bahu. Maka dari itu kelenturan tubuh yang baik sangat diperlukan.

Sikap kayang sendiri hampir sama dengan sikap lilin dimana tujuannya sama-sama untuk melatih kelenturan tubuh. Namun sikap lilin dan kayang berbeda dalam hal tumpuan serta arah kaki yang digunakan.

Sejarah Kayang

Sejarah Kayang

Belum ada data valid mengenai sejarah dari sikap kayang sendiri. Namun kita bisa menelisik sejarahnya dari sejarah senam lantai. Memang kayang sendiri termasuk ke dalam olahraga senam lantai. Untuk senam lantai pun masih belum diketahui pasti sejarahnya. Sebab terdapat perbedaan dari berbagai sumber.

Di abad ke-20, senam mulai populer serta menyebar ke seluruh belahan dunia. Perkembangan olahraga satu ini begitu pesat sampai memiliki cabang lain. Dan senam lantai merupakan salah satunya. Sikap kayang tidak diperlombakan dalam kejuaraan. Sebab tujuan dari sikap kayang hanyalah untuk melatih kelenturan otot saja.

Bagi olahragawan, sangat penting untuk menguasai latihan satu ini. Sebab manfaatnya bagi kesehatan dan kekuatan tubuh begitu besar. Sikap kayang pun kerap menjadi materi dalam pelajaran olahraga di berbagai tingkatan sekolah. Sebab manfaatnya sendiri begitu bagus untuk kesehatan tubuh.

Cara Kayang

Cara Kayang

Untuk melakukan kayang, anda bisa mencobanya dengan beberapa macam cara atau teknik. Berikut ulasannya:

1. Melakukan kayang dari sikap berdiri

Untuk melakukan kayang dari sikap berdiri, anda perlu memperhatikan beberapa tekniknya sebagai berikut :

  • Awali dengan posisi badan berdiri tegak
  • Posisikan tangan didekat kaki
  • Tangan diayunkan ke belakang. Kepala menengadah. Sementara badan dilentingkan ke belakang.
  • Pada saat tangan menyentuh matras, kaki dan tangan langsung diluruskan.
  • Lemparkan tungkai ke depan dan diikuti tolakan tangan. Tumpuan tangan disamping paha dekat bokong. Badan condong ke depan.
  • Akhiri dengan posisi badan berdiri.

2. Melakukan kayang dari posisi tidur

Berikut cara melakukan kayang dari posisi tidur:

  • Awali dengan memposisikan badan berbaring terlentang di matras.
  • Tekuk kedua lutut dengan tumis merapat pada pinggul.
  • Tekuk kedua siku tangan. Telapak tangan melekat pada matras. Taruh telapak tangan dekat telinga.
  • Angkat badan keatas hingga kaki serta kedua tangan lurus.
  • Jika badan telah berada diatas, segera masukan kepala diantara kedua tangan.

3. Melakukan kayang dengan dinding

Melakukan kayang pun bisa menggunakan bantuan dinding. Berikut cara melakukan kayang dengan bantuan dinding:

  • Awali dengan berdiri membelakangi dinding. Beri jarak tubuh dengan dinding sebesar 1-2 langkah. Kemudian rentangkan telapak kaki selebar bahu.
  • Letakkan kedua telapak tangan pada bokong. Kemudian dorong panggul ke depan dan tarik bahu ke belakang.
  • Luruskan kedua lengan ke atas. Dongkakkan kepala dan lengkungkan punggung ke belakang hingga dinding terlihat.
  • Tempelkan kedua telapak tangan pada dinding. Luruskan siku sambil tetap mendongkakkan kepala. Otot leher pun sembari dipanjangkan. Tekan kedua telapak tangan pada dinding dan atur nafas secara baik.
  • Turunkan tubuh perlahan-lahan dan usahakan menyentuh jari kaki. Kemudian concongkan tubuh ke depan melalui pinggul. Turunkan tubuh secara perlahan untuk rileksasi.

4. Melakukan kayang dengan bantuan teman

Dengan bantuan teman, berikut beberapa cara melakukan kayang secara benar:

  • Teman berdiri di samping badan anda. Kemudian lingkarkan kedua lengan teman pada bagian pinggang anda. Turunkan badan anda secara perlahan.
  • Bantuan dapat dilakukan dengan 1-2 orang. Jika menggunakan dua orang bisa saling berpegangan. Pegangan diletakkan tepat pada bagian pinggang dan bawa perlahan ke bawah.
  • Sesudah posisi kayang berhasil, tahan selama beberapa detik dan kembalikan ke posisi berdiri. Dalam mengembalikan posisi berdiri, bantuan kedua telapak tangan orang lain diletakan pada bagian punggung secara perlahan.

5. Kesalahan yang terjadi pada saat melakukan gerakan kayang

Berikut beberapa kesalahan dalam kayang yang seharusnya dihindari:

  • Mematok jarak kedua tangan dan kaki yang terlalu jauh.
  • Siku-siku bengkok karena kekuatan persendian siku dan bahu.
  • Badan kurang membusur/melengkung karena kurang lemas /lentur pada bagian punggung. Hal ini juga bisa disebabkan karena kekakuan pada otot perut.
  • Sikap kepala selalu menengadah.
  • Kurangnya daya keseimbangan.

Tips Berlatih Kayang

Agar sikap kayang sempurna, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Bagi pemula sebaiknya jangan terlampau terburu-buru melakukan gerakan ini. Usahakan berlatih dengan alat bantu. Misalnya menggunakan dinding atau teman sebagai bantuan. Jika sudah terbiasa, barulah kayang bisa dilakukan sendiri.
  • Jika gerakan kayang menyebabkan pergelangan tangan, tubuh dan bahu sakit, istirahatlah sebentar. Kemudian lakukan kembali hingga rasa nyeri dan sakitnya menghilang.

Sikap Kayang

Sikap kayang sendiri haruslah sempurna membentuk lengkungan. Posisi badan terangkat dan menghadap ke atas menggunakan tumpuan kedua telapak tangan dan kaki. Posisi kepala berada diantara kedua tangan.

Tatapan lurus ke depan. Posisi kayang yang sempurna tidak akan membuat jarak kaki dan tangan yang terlalu jauh atau terlalu dekat.

Manfaat Kayang

Manfaat Kayang

Meskipun tidak diperlombakan, kayang tetap menjadi salah satu olahraga yang memiliki segudang manfaat. Berikut manfaat kayang yang bisa anda ketahui :

1. Membuat tulang punggung tetap sehat

Kayang atau wheel pose mampu membantu tulang punggung agar tetap kuat dan elastis. Sebab dalam latihan kayang, secara otomatis tulang punggung pun akan turut dilatih kelenturannya.

Latihan untuk menyehatkan tulang punggung amat penting. Sebab manfaatnya akan begitu terasa ketika nanti masuk ke usia senja.

2. Membentuk otot tubuh

Kayang pun mampu menguatkan beberapa bagian tubuh lainnya. Mulai dari kaki, bahu, dada, pergelangan tangan, hingga lengan. Bagian tubuh yang kuat tersebut akan membuat otot tubuhnya menjadi lebih terlatih.

Pembentukan otot di bagian-bagian tersebut pun lebih cepat jika olahraga kayang dilakukan secara rutin.

3. Membantu terapi bagi yang memiliki masalah pernafasan

Ketika posisi kayang dilakukan, secara otomatis akan ada pembukaan pada bagian rongga dada. Pembukaan rongga dada ini akan membuat penyaluran oksigen di paru-paru meningkat.

Jika latihan tersebut sering dilakukan, masalah pernafasan pun bisa diminimalisir. Hal ini pun sangat menguntungkan bagi yang menderita asma.

4. Meningkatkan fleksibilitas di beberapa organ tubuh

Beberapa bagian organ tubuh lainnya pun akan terlatih dengan melakukan sikap kayang. Organ tubuh lainnya seperti pinggul akan lebih fleksibel. Karena sering dilatih, otot akan terasa lebih lentur dan bisa lebih aktif dalam melakukan berbagai kegiatan.

5. Memberikan energi positif

Mungkin posisi kayang tampak biasa saja. Namun ternyata mampu memberi energi baik bagi tubuh. Energi positif tersebut bisa terserap secara fisik maupun mental. Dengan latihan secara rutin, kayang dipercaya bisa mengurangi kelelaan, menenangkan pikiran, dan membuat perasaan lebih bahagia.

6. Menenangkan pikiran

Ternyata latihan sikap kayang mampu membawa suasana hati menjadi lebih tenang. Sebab ketika terjadi pelengkungan tubuh ke belakang, bagian dada akan terbuka. Dalam olahraga yoga, ketika bagian dada terbuka, elemen-elemen positif ke dalam tubuh akan terserap.

Hal ini begitu bermanfaat untuk menenangkan pikiran dan menyehatkan secara fisik. Bagi yang sedang mengalami stress, anda bisa melakukan sikap kayang untuk meredam perasaan tersebut.

7. Menambah kekuatan lengan dan bahu

Tubuh ketika melakukan sikap kayang memerlukan tumpuan pada bagian tangan dan kaki. Jika dilakukan secara rutin, kekuatan lengan, bahu, dan kaki akan terus dilatih. Efeknya kekuatan pada bagian lengan, bahu dan kaki akan terus bertambah.

8. Terapi gangguan sekitar pinggang

Sakit pinggang bisa terjadi karena kesalahan gerak saat beraktifitas. Untung mengurangi ganggun di sekitar pinggang, kayang bisa menjadi olahraga yang menarik dilakukan.

Sebab dengan melakukan sikap kayang, terdapat peregangan otot di sekitar pinggang. Hal ini akan menyebabkan otot bagian pinggang menjadi lebih kuat.

9. Membantu membentuk tubuh

Membentuk otot tubuh bisa dilakukan dengan berbagai macam latihan. Kayang bisa menjadi olahraga yang bisa anda gunakan sebagai variasi latihan untuk membentuk tubuh. Lakukan secara teratur agar bagian otot-otot tubuh menjadi lebih terlatih dan terbentuk sempurna.

10. Membakar kalori

Bagi yang memiliki masalah ukuran perut, kayang bisa digunakan sebagai olahraga untuk mengatasi perut buncit. Sebab otot perut akan dilatih sedemikian rupa sehingga hasilnya akan lebih mengencangkan perut. Gerakan tersebut pun mampu membakar kalori dalam jumlah lebih banyak.

11. Menjaga kebugaran jasmani

Semua jenis olahraga pasti bermanfaat untuk menjaga kebugaran jasmani. Begitu pula dengan melakukan sikap kayang. Olahraga yang termasuk dalam senam lantai ini jika dilakukan secara rutin akan membuatntubuh lebih bugar.

12. Menambah kelenturan bahu, perut, dan ruas tulang belakang

Dalam melakukan sikap kayang, diperlukan kelenturan bahu, perut, hingga ruas tulang belakang. Mungkin awalnya akan mengalami kesulitan dalam melakukan sikap kayang. Hal ini disebabkan karena otot dan bagian tubuh tersebut masih kaku. Namun seiring latihan teratur, kelenturan bagian tubuh tersebut pun bisa anda peroleh.

Itu dia uraian tentang kayang secara lengkap. Semoga bermanfaat.

2 Replies to “Kayang: Pengertian, Sejarah, Cara Kayang, Sikap dan Manfaatnya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.