Kapak Persegi, Pengertian, Jenis, Kebudayaan, Fungsi dan Penemu

Peradaban manusia yang maju saat ini dimulai dari sebuah peradaban transisi dimana manusia mulai menggunakan akal dan pikirannya untuk memajukan kehidupan mereka.

Masa transisi ini disebut dengan zaman neolitikum. Pada masa itu, manusia mengalami revolusi kebudayaan ditandai dengan perubahan cara berburu dan berpindah-pindah demi memenuhi kebutuhan makanan serta minuman. Dan alat yang digunakan adalah kapak persegi.

Pengertian Kapak Persegi

Salah satu hasil peradaban dari zaman neolitikum adalah kapak persegi. Kapak persegi adalah batu yang dibentuk persegi dan digunakan sebagai peralatan penunjang kehidupan.

Orang yang pertama kali memberikan nama benda ini sebagai kapak persegi adalah Von Heine Gelderen, seorang arkeolog asal Austria.

Fungsi Kapak Persegi 

Kapak persegi memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia di zaman neolitikum. Fungsi kapak persegi bisa dilihat dari berbagai jenis bentuk kapak persegi. Ada yang digunakan untuk mencangkul, memotong, berburu, atau memahat.

Berikut ulasan lengkap fungsi kapak persegi:

1. Sebagai alat kegiatan sehari-hari

Dengan banyaknya fungsi kapak persegi, maka keberadaannya menjadi sangat penting dimana boleh dibilang bahwa setiap orang pada masa itu harus memiliki kapak persegi demi bisa menjalankan berbagai kegiatannya.

2. Sebagai alat barter

Tak hanya berguna sebagai perkakas dalam kehidupan sehari-hari, kapak persegi juga digunakan sebagai alat barter pada masa itu. Pentingnya memiliki kapak persegi membuat benda ini memiliki nilai lebih saat itu sehingga digunakan sebagai alat tukar.

Di zaman neolitikum, masyarakatnya masih memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan melakukan barter. Dan alat tukar yang digunakan saat itu adalah makanan serta benda berharga lainnya, termasuk perkakas seperti kapak persegi.

3. Gambaran status sosial

Bahkan saking pentingnya, kapak persegi juga digunakan untuk menggambarkan status sosial seseorang. Maka dari itu, kapak persegi menjadi salah satu benda yang ikut dikubur ketika seseorang meninggal.

Kapak persegi dianggap menjadi benda yang penting untuk dibawa di kehidupan selanjutnya setelah kematian. Seseorang dianggap miskin atau rendah kastanya jika ia meninggal tanpa membawa bekal seperti kapak persegi.

Kebudayaan Kapak Persegi  

Berdasarkan fungsinya, kebudayaan kapak persegi terbagi menjadi dua bagian, yakni:

1. Alat bercocok tanam

Zaman neolitikum merupakan masa transisi dari manusia purba yang hanya mengandalkan insting untuk bertahan hidup menuju manusia modern yang mengandalkan ilmu pengetahuan.

Perubahan pemikiran manusia di zaman ini menyebabkan manusia yang tadinya hidup nomaden kini sudah mulai menetap di suatu tempat dan berusaha mengelola tempat tersebut agar bermanfaat bagi kehidupan mereka.

Di saat inilah mereka mulai melakukan bercocok tanam dan beternak. Mereka mulai membudidayakan beberapa tanaman dan hewan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun kegiatan ini sangat sulit dilakukan dengan tangan kosong sehingga dibuatlah sebuah alat bantu yang sederhana yakni kapak persegi. Kapak persegi digunakan sebagai cangkul dan sekop yang membantu menggemburkan serta membuat lubang pada tanah untuk ditanami tanaman.

Begitu pula ketika panen tiba, kapak persegi juga digunakan untuk memotong tanaman. Sedangkan kapak persegi dengan ujung yang agak runcing digunakan sebagai pisau saat panen padi. Padi yang telah dipanen akan diketam menggunakan kapak persegi.

Berkat kemunculan kapak persegi, kegiatan bercocok tanam jadi lebih mudah dan cepat dilakukan. Manusia tidak perlu lagi bersusah payah menggali lubang untuk menanam tanaman dengan menggunakan tangan atau memotong tanaman yang telah dipanen dengan menggunakan gigi.

2. Alat pembangun rumah

Berubahnya cara hidup nomaden menjadi menetap membuat manusia mulai membangun tempat berlindung atau rumah. Pembangunan rumah juga menggunakan kapak persegi sebagai alat bantunya.

Kapak persegi digunakan untuk memotong sekaligus menumbuk kayu yang digunakan sebagai penopang bangunan. Sedangkan atapnya menggunakan daun-daunan yang juga dipotong menggunakan kapak persegi dan dibentuk bulat.

Desain rumah kala itu masih sangat sederhana dan merupakan bentuk rumah pertama yang pernah dibuat sehingga ide bangunan pun masih terinspirasi dari gua yang bentuknya juga beragam.

Jenis Kapak Persegi  

Adapun jenis kapak persegi yang banyak digunakan pada zaman neolitikum sesuai dengan fungsinya masing-masing adalah sebagai berikut:

1. Kapak tangga

Disebut dengan kapak tangga karena kapak persegi jenis ini dibuat dengan bentuk yang lebih rendah pada bagian atasnya dibandingkan bawahnya. Kapak ini dapat ditemukan di Cina, Taiwan, Hongkong, dan Sulawesi.

2. Kapak bahu sederhana

Selanjutnya adalah kapak bahu sederhana. Kapak bahu sederhana adalah kapak persegi dengan tangkai yang agak kasar. Kapak bahu sederhana banyak ditemukan di Cina dan Asia Timur lainnya. Sedangkan di Indonesia sendiri kapak bahu sederhana terdapat di Mamuju, Sulawesi Barat.

3. Kapak biola

Sama seperti namanya, kapak biola merupakan kapak persegi yang memiliki bentuk seperti biola. Bagian kanan dan kiri kapak tersebut tampak melengkung layaknya bagian badan biola. Kapak jenis ini dapat ditemukan di Jepang, Botel Tabago, dan Taiwan.

4. Kapak atap

Disebut kapak atap karena bentuknya mirip seperti atap yakni berbentuk trapesium. Kapak atap banyak ditemukan di Jawa Timur, Bali, dan Maluku.

5. Kapak penarah

Kapak persegi yang satu ini memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan kapak persegi jenis lain. Kapak penarah memiliki penampang berbentuk lintang atau hampir bundar. Kapak penarah dapat ditemukan di Selandia Baru, Bali, dan Jawa Timur.

Penyebaran Kebudayaan Kapak Persegi

Kebudayaan kapak persegi tersebar dalam beberapa wilayah tertentu. Menurut Von Heine, wilayah penyebaran kapak persegi biasanya melalui sungai sehingga penyebarannya cukup rata yakni dari hilir hingga bagian utara Asia Tenggara.

Berikut ini adalah 3 wilayah penyebaran kapak persegi di dunia yang perlu diketahui:

1. Kelompok Austronesia

Kelompok pertama yang melakukan penyebaran adalah kelompok Austronesia. Kelompok ini dikenal sebagai kelompok yang cerdas sehingga mampu membuat berbagai kapak persegi sesuai dengan versi mereka sendiri.

Kelompok Austronesia diperkirakan berawal di Taiwan yang kemudian berpusat di Tonkin. Tonkin merupakan daerah yang berada di Cina bagian selatan atau utara Vietnam.

Melalui sungai dan laut, bangsa Austronesia hidup berpindah-pindah sambil membawa kebudayaan mereka, kapak persegi. Penyebaran kapak persegi pun menyebar hingga ke bagian Malaysia Barat, kemudian ke Filipina, Jepang, dan negara Formosa.

2. Bangsa Austro-Asia

Selain kapak persegi, penyebaran kapak bahu juga ikut dibawa secara bersamaan. Bangsa lain yang melakukan penyebaran kapak persegi dan kapak bahu adalah bangsa Austro-Asia.

Bangsa ini berhasil menyebarkan kapak persegi dan kapak bahu dengan area yang jauh lebih luas dibandingkan penyebaran yang dilakukan oleh kelompok Austronesia.

Bangsa Austro-Asia yang berada di wilayah Asia Selatan melakukan penyebaran kapak persegi dari Myanmar, Bangladesh, India, dan negara sekitarnya.

Penyebaran kapak persegi dan kapak bahu yang dilakukan oleh bangsa ini membuat kapak persegi menjadi sangat popular. Hal ini menunjukkan betapa majunya peradaban yang dimiliki oleh bangsa Austro-Asia saat itu.

3. Kelompok pendukung

Kelompok pendukung yang berperan penting dalam penyebaran kapak persegi adalah kelompok Austronesia dan Austro-Asia. Kedua kelompok ini memainkan peran yang penting di zaman neolitikum. Keduanya memang dikenal sebagai bangsa yang paling maju dan mempunyai peradaban paling baik saat itu.

Kedua bangsa yang menempati wilayah kepulauan di seluruh dunia pada tahun 2000 SM ini memiliki ambisi yang kuat dalam bertahan dan menaklukan hidup.

Berbeda dengan bangsa lain yang pasrah dengan peninggalan nenek moyangnya, kedua bangsa ini justru melahirkan banyak peradaban baru yang mana salah satunya adalah kapak persegi.

Kebiasaan mereka yang selalu ingin mencari tahu membuat mereka selalu berkeliling dunia. Maka dari itu, keduanya memiliki beragam bahasa yang mungkin berbeda-beda di tiap wilayah meskipun berasal dari kelompok yang sama.

Pembuatan Kapak Persegi  

Kapak persegi dibuat dari batu api yang telah diasah hingga ujungnya menjadi tajam. Cara membuat kapak persegi sangat sederhana.

Pertama, batu api dipotong terlebih dahulu sesuai dengan ukuran dan bentuk yang diinginkan yakni persegi. Kemudian batu tersebut diasah dan dihaluskan agar ujungnya menjadi lebih tajam.

Pada mulanya, kapak ini masih digunakan dengan cara dipegang secara langsung, namun seiring dengan perkembangan jaman, kapak persegi dipasangkan pada sebuah tongkat yang telah diberi lubang.

Batu yang telah diasah tadi dimasukkan ke dalam lubang pada ujung tongkat kemudian diikat dengan ikatan siku.

Daerah Persebaran Kapak Persegi dan Kapak Lonjong

Kapak persegi dan kapak lonjong adalah dua benda bersejarah yang berasal dari zaman neolitikum yang penyebarannya cukup luas dibandingkan kapak jenis lain. Meskipun begitu, wilayah penyebaran kedua benda ini ternyata berbeda.

Daerah penyebaran kapak persegi dimulai dari wilayah Cina yang kemudian dibawa oleh mereka yang berpindah tempat melalui sungai Yunan di Cina Selatan.

Penyebarannya pun terus dibawa melalui sungai yang mengarah ke Asia Tenggara seperti Yang Tse Kiang, Mekong, Irrawady, Menam, dan Brahmaputra yang membawa peradaban ini masuk ke Malaysia, Filipina, India, Cina, Jepang, dan Taiwan.

Sedangkan di Indonesia sendiri, kapak persegi menyebar di wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.

Kapak lonjong banyak ditemukan di daerah bagian timur Indonesia. Kapak yang memiliki bentuk yang lonjong dan agak panjang ini banyak ditemukan di Gua Niah yang ada di daerah Serawak.

Ada pula kapak lonjong yang ditemukan di beberapa daerah lain seperti Maluku, Leti, Tanimbar, Sulawesi, Sangihe Talaud, Flores, dan Papua.

Namun menurut R.P. Soejono, penemuan tersebut tidak menutup kemungkinan merupakan pengaruh dari penyebaran kapak lonjong yang masih digunakan oleh beberapa suku di Papua hingga saat ini.

Meskipun begitu, penemuan kapak lonjong di Gua Niah cukup membuktikan keberadaan kapak ini di daerah timur Indonesia karena usia kapak yang ditemukan adalah sekitar 3000 tahun.

Penyebaran kapak lonjong di luar Indonesia ditemukan di Cina, Taiwan, Jepang, India, Myanmar, Manchuria, dan Filipina. Kapak lonjong diduga merupakan salah satu benda yang dibawa oleh orang Dravida jika dilihat dari daerah tersebarnya.

Penemu Kapak Lonjong dan Kapak Persegi di Indonesia  

Di Indonesia, penemu dari kapak persegi adalah sang pemberi nama itu sendiri yakni Von Heine Goldern. Ia berhasil menemukan kapak persegi pertama kali pada tahun 1920-an.

Adapun daerah tempat penemuan kapak persegi di Indonesia kala itu adalah Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan pada kapak lonjong, penemu benda prasasti ini di Indonesia adalah T. Harrison. Benda ini ditemukan di daerah Papua, Sulawesi, Sangihe Talaud, Flores, Maluku, Tanimbar, dan Leh.

Itulah penjelasan singkat mengenai kapak persegi yang berasal dari zaman neolitikum. Penemuan kapak persegi menjadi tolak ukur penting peradaban manusia kala itu. Penemuan ini menunjukkan bahwa manusia telah berhasil melalui sebuah seleksi kehidupan dengan mengandalkan akal dan pikiran sebagai senjata dalam menghadapi ganasnya alam.

Satu pemikiran pada “Kapak Persegi, Pengertian, Jenis, Kebudayaan, Fungsi dan Penemu”

Tinggalkan komentar