Kapak Penetak, Penjelasan, Sejarah Dan Fungsi Lengkap

Masa pra-aksara meninggalkan banyak sekali kebudayaan, meski dalam bentuk yang sangat sederhana. Termasuk juga pada masa kebudayaan zaman batu tua atau palaeolithikum yang meninggalkan kapak penetak.

Pengertian Kapak Penetak

Kapak penetak disebut juga dengan kapak perimbas atau chopping tool. Alat ini menjadi salah satu peninggalan peradaban paling tua yang pernah ditemukan. Kapak penetak ditemukan pada zaman palaeolithikum yang merupakan zaman batu paling tua.

Meskipun tampak sangat sederhana karena bentuknya masih berupa batu kasar yang digenggam, namun kapak penetak memainkan peran penting dalam kehidupan manusia saat itu.

Bahkan keberadaan kapak penetak menjadi cikal bakal dari munculnya beberapa kapak lain di zaman selanjutnya, seperti kapak persegi,kapak lonjong, dan kapak corong.

Fungsi Kapak Penetak

Kemunculan kapak penetak memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan manusia berkat berbagai fungsinya. Jika sebelumnya manusia harus menggunakan kuku dan gigi untuk memotong sesuatu, berkat kapak penetak pekerjaan jadi lebih mudah dan cepat dilakukan.

Berikut beberapa fungsi kapak penetak yang pada masa palaeolithikum:

1. Memotong dan menumbuk

Pada masa itu, kapak penetak digunakan sebagai alat pemotong atau pisau. Baik daging hasil buruan atau tanaman dipotong dengan menggunakan bagian yang runcing pada kapak penetak.

Sedangkan pada bagian kasarnya digunakan sebagai alat untuk menumbuk. Tanaman yang akan dimakan ditumbuk hingga halus menggunakan kapak penetak sehingga lebih mudah ditelan. Serat kayu juga ditumbuk dengan alat ini untuk dijadikan sebagai pakaian.

2. Alat berburu

Kapak penetak dengan ujung yang runcing tak hanya digunakan sebagai alat pemotong. Manusia purba pada jaman dahulu juga menggunakan kapak penetak untuk berburu.

Mereka biasanya akan mengikatkan kapak penetak pada sebuah tongkat dengan ujung yang runcing menghadap ke atas kemudian digunakan untuk menombak hewan buruan.

3. Menguliti binatang

Hewan hasil buruan dapat dibersihkan juga menggunakan kapak penetak. Kulit hewan buruan dikuliti menggunakan bagian yang runcing pada kapak penetak.

Ciri-Ciri Kapak Penetak

Kapak penetak merupakan kapak yang paling awal dibuat dalam sejarah manusia. Kapak ini memiliki ciri berupa batu  berukuran genggaman tangan manusia dengan ujung yang agak runcing.

Biasanya bagian yang runcing hanya terdapat pada satu sisi saja, sedangkan sisi lain masih berupa permukaan batu yang kasar. Kapak penetak tidak dibuat dari batu tertentu.

Semua batu dapat dijadikan sebagai kapak penetak. Cukup pilih batu yang akan dibuat menjadi kapak penetak. Biasanya ukuran batu yang dipilih hanya sebesar kepalan tangan saja.

Kemudian salah satu sisi batu diasah hingga menjadi runcing agar dapat digunakan sebagai mata pisau. Sedangkan sisi lainnya dibiarkan kasar karena digunakan untuk menumbuk.

Kemudahan dalam membuat kapak penetak inilah yang membuat benda ini sangat mudah ditemukan di berbagai belahan dunia.

Sejarah Kapak Penetak

Kapak penetak yang ditemukan pada zaman palaeolithikum telah berhasil mendampingi manusia dalam menghadapi alam selama ratusan tahun. Yang paling tua ditemukan memiliki umur sekitar 2,5 juta tahun.

Kapak ini ditemukan di kawasan Asia yang mana masih satu zaman dengan kapak genggam. Sejarah munculnya kapak penetak diasumsikan berasal dari banyaknya pecahan batu pada zaman itu.

Kemudian manusia mulai berpikir untuk menggunakan pecahan batu tersebut sebagai alat pemotong daging buruan mereka. Meskipun kapak penetak memiliki bentuk yang sama dengan batu biasa, namun kita bisa mengetahui apakah benda tersebut kapak penetak atau batu biasa dengan melihat ujungnya.

Jika ujungnya tampak runcing berarti batu tersebut sudah pernah terpakai. Lebih jelas lagi kalau batu tersebut menjadi agak tumpul dan halus, maka batu tersebut adalah kapak penetak.

Manusia Pendukung Kapak Penetak

Kapak penetak digunakan pada zaman palaetikum yang mana merupakan masa kehidupan manusia Homo Wajakensis, Meganthropus paleojavanicus, Homo Erectus dan Homo Soliensis.

Manusia pendukung kapak penetak merupakan manusia yang masih hidup dengan cara nomaden dan biasanya terbentuk dalam kelompok kecil. Dengan hidup dalam kelompok kecil, mereka lebih mudah untuk berpindah-pindah.

Manusia pada zaman ini juga sangat bergantung pada hasil alam. Mereka masih mengandalkan apa yang telah disediakan oleh alam dan belum mampu untuk mengolahnya sendiri. Namun dengan penemuan kapak penetak, banyak hal menjadi lebih mudah dilakukan oleh manusia saat itu.

Daerah Ditemukannya Kapak Penetak

Sebenarnya kapak penetak merupakan kapak yang paling banyak digunakan pada zaman palaetikum hingga awal zaman neolitikum sehingga daerah penyebarannya ada di seluruh dunia.

Kemudahan dalam menemukan batu yang runcing untuk dijadikan alat pemotong membuat kapak penetak dapat digunakan oleh siapa saja dan dimana saja.

Seperti di Afrika, yang mana kapak penetak ditemukan di Tanzania, Ethiopiad, Mesir, Kenya, dan Afrika Selatan. Sedangkan di Eropa, kapak penetak ditemukan di Inggris, Spanyol Jerman, Italia, Bulgaria, Prancis, Hungaria, Rusia, Portugal, Swedia, Georgia, dan Ceko.

Di Asia, kapak penetak terdapat di Cina, Myanmar, Israel, Iran, Pakistan, Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, kapak penetak pertama kali ditemukan pada tahun 1935 oleh Koenigsswald di Punung (Pacitan), Kali Basoko.

Selanjutnya penemuan di daerah lain juga menemukan kapak penetak dengan bentuk yang hampir sama di Sumatra Selatan, Lampung, NTT, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumbawa, Flores, dan Kefanmanu. Itulah penjelasan singkat tentang kapak penetak yang menjadi alat perkakas paling tua dalam sejarah manusia. Meskipun sangat sederhana, namun kapak penetak memiliki nilai historial yang penting. Tanpa adanya kapak penetak, mungkin tidak akan ada peradaban selanjutnya yang lebih maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.