Ideologi Terbuka Dan Ideologi Tertutup: Pengertian, Perbedaan (Ciri-Cirinya)

Ideologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu idein yang berarti cara pandang, ide atau gagasan, dan logos yang berarti ilmu. Ada banyak ahli yang merumuskan pengertian ideologi berdasarkan pemahaman mereka. Salah satunya bapak Komunisme dunia, Karl Marx.

Marx mengatakan bahwa ideologi adalah pandangan hidup yang dikembangkan berdasarkan kepentingan golongan atau kelas sosial. Biasanya, pandangan hidup ini menyangkut urusan politik atau sosial ekonomi. Sifatnya lebih sebagai dasar pijakan hidup bermasyarakat. Secara garis besar berdasarkan sifatnya, ideologi dibagi menjadi dua: ideologi terbuka dan ideologi tertutup.

Pengertian Ideologi Terbuka

Amerika serikat dikenal sebagai negara dengan Ideologi terbuka

Apa itu ideologi terbuka? Kata ‘ideologi terbuka’ sebenarnya tidak lengkap. Yang lebih lengkap adalah ideologi bersifat terbuka. Sifat ideologi yang semacam ini banyak diterapkan di dunia

Macam Ideologi yang masuk dalam kelompok ini adalah ideologi yang memiliki ciri nilai dan tujuan yang terkandung padanya dibuat tidak berdasarkan paksaan dari luar. Ideologi semacam ini merupakan saripati yang diambil dari unsur kerohanian, moral, budaya, dan etika masyarakat sehingga dalam penerapannya menciptakan suatu kepatuhan yang tulus.

Karena sifatnya yang lebih go on with the flow, ideologi ini memiliki fleksibilitas yang tinggi terhadap perubahan zaman. Ideologi tipe ini biasanya tak lekang oleh waktu dan berpengaruh besar dalam percaturan dunia.

Salah satu ideologi di dunia yang merupakan contoh ideologi terbuka adalah Pancasila. Sebagaimana tercantum dalam Penjelasan UUD 1945, Pancasila dibentuk karena Indonesia pada saat itu adalah negara baru, masih muda, sehingga Indonesia harus memprioritaskan pada pembentukan hukum dasar—hukum dan prinsip yang tak lekang zaman.

Ciri-ciri Ideologi Terbuka

Ada beberapa ciri yang menjadikan suatu ideologi bersifat terbuka.

1. Bersumber dari Masyarakat

Ia adalah nilai yang telah ada dan bersumber dari masyarakat. Misalnya pada ideologi Pancasila, semangat kegotongroyongan adalah nilai yang kuat di masyarakat Indonesia. Walaupun pada saat itu semangat kedaerahannya masih kental.

Poin “Persatuan Indonesia” menjadi modal. Semangat persatuan atas dasar daerah berubah menjadi semangat yang harus dikembangkan menjadi semangat persaudaraan atas dasar keindonesiaan.

2. Pengerucutan Nilai-Nilai yang Berlaku

Karena ada banyak nilai yang berlaku di masyarakat, ideologi adalah pengerucutan yang mencakup keseluruhannya—dan Ia dirumuskan melalui musyawarah dan konsensus masyarakat. Hal ini disebabkan ideologi juga menjadi identitas bagi suatu kelompok yang membedakannya dengan kelompok lain.

3. Tidak Bersifat Taktis

Karena merupakan himpunan nilai-nilai, sifat ideologi ini tidak operasional sehingga untuk hal teknis dibutuhkan penurunan lagi. Hal ini memungkinkan ideologi terbuka memiliki ciri keempat.

4. Bersifat Dinamis dan Reformatif

Sifatnya yang dinamis, reformatif, dan terbuka dengan hal-hal baru. Sewaktu-waktu hal teknis dapat berubah, namun hal fundamental tetap seperti semula.

Ideologi ini akan berjalan efektif pada masyarakat dewasa yang mengerti pluralitas dan masyarakat yang terus bergerak maju, sebagai akibat dari semangat berideologi yang jelas dan tinggi.

Pengertian Ideologi Tertutup

Korea utara dikenal sebagai negara dengan Ideologi tertutup

Berkebalikan dari ideologi terbuka yang mengutamakan fleksibilitas dan penghargaan terhadap pluralitas orang yang akan menjalankannya adalah ideologi tertutup. Ideologi ini cenderung menuntut loyalitas yang tinggi terhadap dasar pemikiran ini sekalipun merupakan hasil pemikiran dari satu golongan atau satu orang saja.

Keuntungan dari adanya ideologi tertutup adalah memungkinkan terbentuknya suatu sistem masyarakat yang kokoh dengan masyarakat yang loyal. Syaratnya masyarakat paham kenapa suatu ideologi tersebut terbentuk beserta kelebihan dan kekurangannya.

Bagaimanapun loyalitas akan terbentuk dari pemahaman yang baik. selain itu, ideologi tertutup dari segi praktek juga memudahkan pemimpin untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Menggerakkan sebuah bangsa dengan ideologi ini lebih mudah.

Akan tetapi, penerapan ideologi ini juga tentu saja beresiko. Apalagi jika suatu negara dipimpin oleh kepala negara yang bersifat otoriter atau diktator. Ideologi yang ada dapat menjadi sarana untuk “memperbudak” rakyat. Rakyat tidak punya alasan untuk menolak perintah negara apapun alasannya.

Seorang diktator bisa memanfaatkan hal tersebut dengan menyalahgunakan kekuasaannya. Walau beberapa negara berhasil meningkatkan kekayaannya, namun kesejahteraan rakyat di dalamnya kurang bahkan tidak terjamin.

Ciri-Ciri Ideologi Tertutup

Jika dirinci, ada beberapa hal yang mengindikasikan suatu ideologi tergolong tertutup.

1. Bersumber dari Golongan

Sumber dari ideologi ini bukan keseluruhan masyarakat melainkan suatu kelompok penggerak, namun ideologi ini harus diterapkan secara totaliter. Untuk meningkatkan keefektifan penyebaran ideologi ini, umumnya aspek informasi dan pendidikan yang dapat digunakan sebagai kanal doktrinisasi tentu saja dengan cepat diakuisisi.

2. Minim Pluralisme dan Fleksibilitas

Minimnya pluralisme dan fleksibilitas, karena kebenaran dalam ideologi ini sudah bersifat mutlak dan tidak boleh ada pendapat sendiri-sendiri dalam menafsirkannya. Pancasila pernah mengalami hal ini, yakni pada masa Orde Baru, saat P4 diimplementasikan.

Masyarakat memang memiliki tuntunan tertulis yang jelas tentang penerapan Pancasila, akan tetapi fleksibilitas Pancasila jadi berkurang.

3. Loyalitas Bersifat Dogmatis

Tuntutan loyalitas yang tinggi pada ideologi yang bersifat dogmatis. Oleh karena itu, ideologi ini sebaiknya digunakan oleh pemimpin yang bijak. Yang memberi apresiasi atas loyalitas rakyat yang telah bergerak bersamanya.

Perbedaan Ideologi Terbuka dan Tertutup

Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa ideologi terbuka dan tertutup memiliki banyak sekali perbedaan dimana keduanya saling berkebalikan:

  1. Sistem dan cara berpikir. Cara berpikir pada ideologi terbuka bersifat lebih terbuka dan fleksibel daripada ideologi tertutup.
  2. Kadar loyalitas masyarakat dalam mengikutinya. Ideologi tertutup menuntut loyalitas tinggi sedangkan ideologi terbuka membebaskan pengikutnya untuk mengambil interpretasi dari dasar yang telah ditetapkan.
  3. Siapa yang membentuknya. Ideologi tertutup dibentuk hanya oleh sekelompok penggerak.

Perlu disadari bahwa kebanyakan ideologi adalah hasil daya cipta akal manusia. Maka dari itu, sebagai anggota kelompok atau warga negara yang baik, penting untuk memahami seluk beluk suatu ideologi yang diterapkan dalam suatu kelompok atau negara.

One Reply to “Ideologi Terbuka Dan Ideologi Tertutup: Pengertian, Perbedaan (Ciri-Cirinya)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.