Deklarasi Bangkok | Hasil, tujuan, Isi, Sejarah, Tokoh dan Penandatanganan

Deklarasi Bangkok

Deklarasi Bangkok adalah deklarasi utama yang menjadi landasan dibangunnya kerjasama antar negara-negara di Asia Tenggara. Deklarasi Bangkok menjadi tonggak sejarah atas kemajuan dari negara-negara anggota ASEAN yang menjadi negara jajahan selama ini.

Hasil Deklarasi Bangkok

Dengan disusunnya Deklarasi Bangkok, maka terciptalah berbagai kerjasama, baik bilateral maupun multilateral diantara anggota ASEAN.

Kerjasama yang dibangun ini membuat negara anggota yang mulanya hanya negara jajahan yang diremehkan menjadi semakin maju dan diperhitungkan di mata dunia.

Inilah hasil Deklarasi Bangkok yang sangat nyata bahkan hingga saat ini. hasil deklarasi Bangkok ini dituangkan dalam isi deklarasi Bangkok. Selain itu, hasil deklarasi bangkok juga tertuang dalam prinsip-prinsip ASEAN, yaitu:

  1. Saling menghargai atas kemerdekaan, kesetaraan, kekuasaan, integritas wilayah, serta identitas semua negara.
  2. Saling menghormati hak-hak setiap negara dan bebas dari tekanan, paksaan maupun segala bentuk kekerasan.
  3. Kesepakatan untuk tidak ikut campur urusan internal antar anggota ASEAN.
  4. Sepakat untuk segala bentuk gangguan, perbedaan, maupun pertentangan akan diselesaikan dengan cara yang aman dan damai.
  5. Sepakat untuk menolak dengan tegas segala bentuk ancaman dan pemaksaam menggunakan kekuatan.
  6. Kerja sama yang efektif antar anggota ASEAN.

Tujuan Deklarasi Bangkok

Deklarasi Bangkok memiliki 7 tujuan utama seperti di bawah ini:

  1. Mempercepat perkembangan dari kebudayaan dan kemajuan sosial tiap negara anggota
  2. Menjaga perdamaian antar sesama anggota ASEAN dengan saling menghormati dan menjunjung tinggi hukum yang berlaku
  3. Memberikan bantuan kepada negara ASEAN lain yang mengalami kesulitan dalam bidang kejuruan, pendidikan, dan administrasi
  4. Memperbanyak dan memperkuat kerjasama di berbagai bidang seperti bidang ekonomi, teknologi, sosial dan budaya, serta administrasi
  5. Bekerja sama dalam bidang pertanian dan industri perdagangan akan membantu meningkatkan taraf hidup warga negara masaing-masing.
  6. Meningkatkan jumlah studi yang membahas berbagai persoalan yang dihadapi negara anggota
  7. Meningkatkan kerjasama dengan negara di luar ASEAN sehingga negara anggita tidak akan mengalami ketertinggalan.

Isi deklarasi Bangkok

Deklarasi Bangkok terdiri dari 5 butir utama sebagai berikut:

  1. Membentuk wadah perkumpulan negara-negara di Asia Tenggara yang bernama ASEAN
  2. Mewujudkan 7 butir tujuan utama ASEAN, terdiri dari 1) Memperkuat pertumbuhan ekonomi, sosial dan kebudayaan; 2) mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional Asia Tenggara; 3) kolaborasi yang aktif dan kerja sama yang menguntungkan; 4) Memberikan bantuan terhadap sesama; 5) Kolaborasi yang lebih efektif untuk urusan industri dan pertanian; 6) Meningkatkan studi masalah yang ada di Asia Tenggara; dan 7) Menjaga dan mempererat kerja sama.   
  3. Menetapkan a) Pertemuan Tahunan para Menteri Luar Negeri; b) Komite berdiri; c) Komite Ad-Hoc dan Komite Permanen; dan d) Sekretariat Nasional di masing-masing negara anggota.  
  4. Menegaskan bahwa ASEAN selalu menerima negara di kawasan Asia Tenggara sebagai anggotanya dan juga negara di luar kawasan Asia Tenggara yang ingin bergabung sebagai anggota.
  5. ASEAN merupakan simbol dari persatuan dan kesatuan negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang menjadi simbol kehendak kolektif bagi negara-negara yang ada di kawasan Asia Tenggara dalam mempertahankan eksistensinya di mata dunia.

Sejarah Deklarasi Bangkok

Awal mula dibentuknya Deklarasi Bangkok adalah awal mula dari berdirinya ASEAN yakni pada tanggal 8 Agustus 1967. Pada saat itu, 5 wakil negara, termasuk Indonesia menandatangani Deklarasi Bangkok sebagai dasar dari terjalinnya kerjasama di berbagai bidang.

Deklarasi Bangkok inilah yang akan menjaga agar ASEAN dapat mencapai tujuan utamanya.

Tokoh deklarasi Bangkok

Tokoh yang mencetuskan Deklarasi Bangkok adalah 5 wakil negara pendiri, yakni:

  1. Adam Malik – Indonesia
  2. Tun Abdul Razak – Malaysia
  3. Narciso Ramos – Filipina
  4. S. Rakaratnam – Jakarta dan
  5. Thanat Khoman – Thailand

Penandatanganan Deklarasi Bangkok

Deklarasi Bangkok ditandatangani oleh kelima wakil negara anggota ASEAN tepat pada tanggal 8 Agustus 1967. Dengan ditandatanganinya Deklarasi Bangkok, maka secara otomatis setiap negara anggota wajib mematuhi segala isi deklarasi tersebut.

Meskipun pada awalnya Deklarasi Bangkok, ASEAN hanya memiliki 5 anggota negara, namun kini ASEAN telah memiliki banyak negara anggota baru. Tak hanya negara yang berada di kawasan Asia Tenggara saja, negara yang menjadi tetangga di kawasan Asia Tenggara juga dapat bergabung, seperti Bangladesh.

Itulah penjelasan singkat mengenai Deklarasi Bangkok yang menjadi bukti bahwa negara yang diremehkan sekalipun mampu untuk bangkit dengan saling bekerja sama.

One Reply to “Deklarasi Bangkok | Hasil, tujuan, Isi, Sejarah, Tokoh dan Penandatanganan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.