Contoh Autobiografi Diri Sendiri dan Tokoh (Singkat, Padat, Jelas)

Contoh Autobiografi – Ketika kamu hendak mengirim lamaran kerja, salah satu syarat yang biasanya diminta adalah mendiskripsikan diri sendiri atau menulis autobiografi. Percaya atau tidak, kemampuan kamu mendiskripsikan diri kamu dengan baik menjadi salah satu kunci lamaran kamu berujung interview.

Kalau kamu berlum pernah menulis autobiografi diri sendiri, kini saatnya kita belajar. Saya telah buatkan contoh autobiografi diri sendiri dan juga tokoh terkenal, singkat, padat dan jelas. Tapi sebelumnya kenali dulu apa itu autobiografi.

Pengertian Autobiografi

Contoh Autobiografi Diri Sendiri

Autobiografi adalah sebuah tulisan yang memuat tentang perjalanan seseorang, dari mulai riwayat hidup, pengalaman, dan dikemas menggunakan sudut pandang orang pertama. Jadi, autobiografi adalah tulisan perjalananan hidup seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri.

Autobiografi ditulis dengan gaya narasi dan berisi tentang perjalanan hidup seseorang dari mulai melewati masa sulit, kecewa, gagal, berhasil, bahagia, sedih, sampai dengan keadaanya sekarang.

Ditulis dengan sudut pandang orang pertama yaitu (aku, saya), bebeda dengan biografi yang menggunakan sudut pandang orang ketiga.

Perbedaan Penulisan Autobiografi dan Biografi

Penulisan Autobiografi menggunakan sudut pandang orang pertama, contohnya:

Aku adalah Raisa, lahir di Jakarta pada tanggal 11 Januari 2000. Sewaktu kecil, aku tinggal bersama ayah dan ibuku di sebuah rumah kecil disudut Kota Jakarta.

Penulisan Biografi menggunakan sudut pandang orang ke ketiga, contohnya:

Dia adalah Raisa, lahir di Jakarta pada tanggal 11 Januari 2000. Sewaktu kecil, dia tinggal bersama ayah dan ibunya di sebuah rumah kecil disudut Kota Jakarta.

Selain berbeda sudut pandang penulisanya, penulisnya juga berbeda. Autobiografi ditulis oleh diri sendiri. Artinya penulis sebagai tokoh utama. Sedang biografi ditulis oleh orang lain.

Tujuan Menulis Autobiografi

Nah, sebenarnya apa tujuan kita menulis autobiografi? Jadi, ada beberapa tujuan mengapa seseorang menulis autobiografi untuk dirinya sendiri:

  1. Sebagai salah satu cara dalam memperkenalkan diri kita ke orang lain secara lebih detail
  2. Autobiografi bisa juga menjadi media untuk “pencitraan”
  3. Media untuk memberikan informasi terkait pengalaman atau pelajaran dari kisah-kisah inspiratif seseorang yang sukses dalam bidangnya.

Isi AutoBiografi

Pada umumnya sebuah autobiografi bеrіѕі:

  1. Asal-usul seorang tоkоh seperti kelahiran, dаеrаh аѕаl dаn riwayat kеluаrgа.
  2. Riwayat Pеndіdіkаn tоkоh baik itu fоrmаl ataupun nоnfоrmаl.
  3. Deskripsi perjalanan hidup tokoh.
  4. Perjuangan tokoh untuk mеnсараі tujuan hіduрnya.
  5. Narasi kеgіаtаn serta рrеѕtаѕі-рrеѕtаѕі yang diperoleh oleh tokoh yang istimewa.
  6. Gagasan, pendapat, dаn pemikiran hidup tоkоh tersebut.
  7. Hаl-hаl уаng dapat menjadi contoh tеlаdаn dаrі seorang tokoh.

Cara Menulis Autobiografi

Autobiografi yang baik memiliki struktur yang jelas, runtut dan lengkap. Nah biar autobiografi yang kamu buat ngena di hati pembaca sesuai dengan tujuan kamu membuatnya, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan:

1. Tentukanlаh Gаrіѕ Bеѕаr dari Cerita yаng akan Kamu Tulis

Yang pertama kamu harus menetukan garis besar cerita yang akan kamu tulis, agar nantinya lebih mudah dalam mengembangkannya.

2. Ingat Peristiwa Penting dan Catat

Catat tentang peristiwa apapun yang kalian ingat dan menurut kalian penting di dalam hidup kalian. Tulis semuanya termasuk waktu, tempat, atau seseorang yang terlibat di dalamnya secara detail. Kalian bisa catat peristiwa masa kecil, tentang keluarga, atau orang-orang terdekat kalian.

Kemudian kalian bisa melanjutkan untuk mencatat peristiwa ketika kalian mulai dewasa, entah tentang pendidikan, pekerjaan, pecintaan, dan kejadian penting lainnya.

3. Tulis Karakter Tokoh

Disetiap peristiwa pasti akan ada beberapa tokoh yang terlibat, untuk itu jangan lupa mencantumkan mereka beserta karakternya. Hal ini penting untuk mengenalkan dan menjelaskan secara detail terkait orang terdekat yang berpegaruh dalam hidup kalian.

4. Buat Kerangka Karangan

Sebelum mulai menulis autobiografi, kalian bisa membuat kerangka karangan terlebih dahulu. Hal-hal yang sudah kalian catat dalam poin 1 dan 2 disusun sedemikian rupa supaya bisa menghasilkan cerita yang runtut dan rapi.

Dalam membuat autobiografi yang baik dan mudah dipahami, kalian harus bisa membangun cerita dengan meletakkan konflik, klimaks, dan solusi permasalahan yang muncul. Halini penting supaya pembaca dapat memahami dan betah berlama-lama membaca tulisan kalian.

5. Mulai Menulis

Saat kalian mulai menulis autobiografi, tulislah dengan gaya atau ciri khas kalian sendiri. Entah ditulis dengan gaya humoris, dramatis, serius, atau mungkin kaku. Namun, adapun hal yang cukup penting yaitu menulislah dengan jujur.

Pada dasarnya autobiografi adalah kisah nyata tentang kalian sendiri yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi si penulis dengan didukung data-data yang cukup jelas.

Untuk mempermudah kamu dalam menulis autobiografi saya akan memberikan beberapa pertanyaan yang bisa kamu jawab, Jawablah pertanyaan berikut ini dengan detail dan isi jawaban dengan cerita memakai gaya, bahasa dan kata-kata kamu sendiri.

Berikut pеrtаnуааnnуа:

  • Siapakah kamu?
  • Darimana аѕаl-uѕul kamu?
  • Dіmаnа dan kapan kamu dilаhіrkаn?
  • Bagaimana mаѕа kаnаk-kаnаk kamu apakah bahagia?
  • Dimana kamu bersekolah?
  • Sіара saja ѕаhаbаt ѕеjаtіmu?
  • Bаgаіmаnа perjalanan hidupmu saat remaja?
  • Kamu mеmpunyai cinta? kаlаu punya, dіmаnа сіntа tersebut?
  • Berapa dan bаgаіmаnа anak-anakmu?
  • Aра pekerjaan kamu?
  • Aра hidupmu bеnаr-bеnаr dіmulаі saat uѕіа 40, 50, 60 tahun?
  • Aра saja уаng tеrjаdі di Dunіа ini?
  • Ceritakan реrаѕааnmu setelah tuа?

Struktur Autobiografi

Untuk membuat autobigrafi, ada baiknya kamu ikuti struktur autobiografi. Struktur tersebut dimulai dari:

  1. Latar belakang Keluarga, yang bisa berisi kedua orang tua, tempat tinggal, tanggal lahir, anak yang ke berapa, saudara dan lainya.
  2. Latar belakang Pendidikan, ceritakan soal pendidikan kamu, dari jenjang sekolah dasar hingga terakhir.
  3. Latar belakang Prestasi, berisi soal prestasi yang kamu capai dari yang kecil hingga yang paling hebat.
  4. Latar belakang Pekerjaan, jika masih pelajar tak usah cantumkan pekerjaan kamu.
  5. Latar belakang Hasil Karya, khusus untuk kamu yang bekerja dan punya karya.

Contoh Autobiografi

Contoh Autobiografi Diri Sendiri 1

Namaku Raisa Putri, lahir di Semarang, 20 Maret 1998. Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara, ayahku bernama Muhamad Andi dan ibuku bernama Dewi Susanti. Keluargaku biasa memanggilku Raisa, pun teman-temanku. Aku sangat besyukur diberi nama Raisa, karena mirip dengan nama penyanyi idolaku, Raisa Andriana.

Aku terlahir dari keluarga yang cukup mampu. Ayahku adalah seorang pengacara, sedangkan ibuku adalah seorang pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kota Semarang. Sejak kecil, aku sudah dididik kedua orang tuaku untuk selalu bersikap jujur, rajin beribadah, dan menjadi orang baik.

Aku mulai masuk sekolah dasar pada saat umurku 6 tahun. Aku bersekolah di SDN 1 Semarang yang tak jauh dari rumahku. Kemudian setelah lulus SD, aku melanjutkan pendidikan di SMPN 3 Semarang di tahun 2010.

Semenjak SMP, aku selalu berusaha belajar dengan giat karena aku ingin masuk ke SMA favorit yang ada di Kota Semarang. Ternyata usahaku tidak sia-sia, setelah lulus SMP aku diterima di SMAN 3 Semarang. Salah satu SMA impianku.

Sejak duduk dibangku SMA, aku mulai suka dengan dunia jurnalistik. Aku suka menulis dan berbicara juga bertemu dengan orang baru. Lalu, aku mengikuti ekskul jurnalistik untuk belajar lebih dalam tentang dunia kejurnalistikan. Membuat majalah, mading, dan buletin sudah menjadi kegiatan yang selalu aku ikuti. Aku merasa banyak belajar dengan adanya ekskul tersebut. Aku berharap suatu saat nanti aku bisa menjadi seorang wartawan sungguhan di sebuah media besar.

Semenjak bergabung di ekskul jurnalistik, aku dan teman-teman seorganisasi sering mengikuti lomba membuat majalah atau buletin di Kota Semarang. Beberapa kali gagal, namun pernah satu kali menang. Bagiku menang atau kalah bukanlah masalah. Ada hal yang lebih penting dari itu, dimana kita bisa belajar banyak dari mengikuti lomba-lomba tersebut.

Setelah lulus SMA, aku melanjutkan kuliah di salah satu universitas terbaik di Yogyakarta atau bahkan di Indonesia, yaitu Universitas Gajah Mada (UGM), aku mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Dikarenakan aku memilih kuliah di luar kota, otomatis aku harus siap untuk hidup sendiri dan menjadi anak kos-kosan.

Diawal, menjadi anak kost merupakan hal yang cukup berat, karena aku harus mengerjakan semuanya sendiri. Dari mulai makan, mencuci, membersihkan kosan dan yang lainnya. Aku juga harus pintar membagi waktu dan juga uang jatah bulananku. Tapi semenjak itu, aku mulai belajar mandiri dan mengerti tentang hidup.

Saat ini, aku masih menjadi mahasiswa di UGM tapi mahasiswa tingkat akhir yang berharap wisuda tepat waktu. Sembari mengerjakan skripsi terkadang aku mencari kesibukan lain yang memberikan manfaat bagiku. Seperti bergabung di organisasi sosial dan lainnya.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri/Pribadi II

Namaku Inayati, aku lahir dan tinggal di Kota Tegal. Aku adalah salah satu siswi kelas VIII, SMP N 1 Tegal. Aku lahir di Tegal pada tanggal 17 September 2002.Sejak kecil aku hanya tinggal bersama ibu, nenek, dan kakek. Ayahku telah meninggal saat aku masih dalam kandungan ibu. Oleh karena itu, aku belum pernah merasakan kasih sayang seorang ayah.

Namun, aku tetap bahagia karena masih memiliki keluarga yang sangat sayang denganku. Kakekku sering menceritakan pengalamannya saat dirinya melewati masa penjajahan dulu. Nenekku juga sering mengajakku untuk merajut. Ibu juga sering mengajakku kepasar dan mengajariku memasak. Rumah terasa sangat hangat dan nyaman ketika mereka ada untukku.

Walaupun aku belum pernah merasakan kasih saying seorang ayah kandung, tapi aku tetap bersyukur karena sudah diberi orang-orang yang selalu mendukung dan saying sama aku. Oleh karena itu, aku selalu berusaha untuk tidak mengecewakan mereka. Selalu belajar dengan giat, jujur, dan baik dengan orang lain.

Ibuku hanyalah seorang wiraswasta, ia selalu mengajariku untuk hidup sederhana. Setiap hari, aku selalu berusaha untuk tidak menghabiskan uang jajanku dan menyisihkannya sebagai tabungan.

Bulan kemarin nenekku meninggal dunia karena sakit. Sekarang, dirumah hanya tinggal aku, ibu, dan kakek. Sempat merasa sedih karena nenek belum melihat aku menjadi seseorang yang membanggakan untuk keluarga. Namun, aku selalu mendoakan yang terbaik. Hidup harus tetap berlanjut, karena semua yang sudah ditetapkan oleh Tuhan pastilah yang terbik  buat kita.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri III

Namaku adalah Marcell Sanjaya atau biasa dipanggil Marcell oleh teman-temanku. Hobiku adalah menggambar dan bermain sepak bola. Aku lahir di Pati, Jawa Tengah pada tanggal 28 Januari 1999 dari pasangan Doni Sanjaya dan Dian Febriani. Ku memiliki dua orang kakak yang bernama Putri Sanjaya dan Nimas Sanjaya.

Kakak pertamaku sudah menikah dan tinggal diluar kota bersama suaminya, sedangkan kakak keduaku masih kuliah di Universitas Diponegoro dan menjadi anak rantau di Kota Semarang. Jadi, aku hanya tinggal bersama ibu dan ayahku saja dirumah. Kakakku Nimas hanya pulang kerumah saat libur semester atau terkadang dua bulan sekali.

Sedangkan kakakku yang sudah menikah hanya pulang saat lebaran atau saat dia rindu dengan ayah dan ibu, karena dia memiliki dan mengelola sebuah restoran. Jadi tak heran jika kakakku yang pertama sangat sibuk dan jarang menengk rumah beserta ayah dan ibu.

Sekarang aku duduk di bangku SMA di salah satu SMA negeri didekat rumahku. Menjadi anak terakhir membuatku harus belajar lebih giat, supaya dapat menjadi orang sukses seperti kakak-kakakku. Setelah lulus SMA, aku juga ingin melanjutkan kuliah di universitas terbaik. Untuk itu, aku selalu berusaha untuk belajar lebih giat namun tetap rendah hati.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri IV

Perkenalkan nama saya Naura Putri Marina, lahir di Batang 18 Maret 1997. Sekarang, saya sedang merantau di Kota Semarang untuk melanjutkan kuliah di salah satu universitas negeri. Saya mengambil jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, karena saya ingin fasih dalam berbahasa Inggris dan semoga suatu saat nanti saya dapat melanjutkan pendidikan saya di luar negeri.

Hobi saya adalah menyanyi dan bermain musik. Tapi saya tidak mempunyai cukup keberanian untuk menyanyi ataupun bermain music di depan banyak orang. Kata teman-teman dekatku, suaraku lumayan bagus dan mereka beberapa kali mengajakku untk mengikuti perlombaan menyanyi yang diadakan oleh kampus.

Hingga suatu hari, saya memberanikan diri untuk mengikuti kontes manyanyi yang diadakan oleh kampus setiap tahunnya. Saya membawakan lagu dari salah satu penanyi idola saya yaitu Justin Bieber. Namun, saya tidak mendapatkan juara pada saat itu, hanya sampai di lima besar saja.

Tapi saya tidak menyesal, setidaknya saya sudah pernah mencoba dan berani untuk tampil di depan banyak orang. Perkara menang atau kalah, itu bukanlah hal penting, yang terpenting kita sudah mampu melampaui keterbatasan kita dan menunjukkan bahwa kita juga bisa.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri Panjang Dari Lahir Sampai SMA

Perkenalkan namaku Muhammad Raditya Prakarsa. Aku lahir di Kota Udang Cirebon. Pada tanggal 15 September 2002. Kedua orang tuaku berprofesi sebagai Pegawai Negri Sipil. Ayahku bernama Ir Sukarna saat ini bekerja di Dinas Tata Kota Cirebon.

Ibuku Maryani SE saat ini bekerja di Kantor Pemda Kabupaten Cirebon. Ayah dan Ibuku dikarunia tiga orang anak. Pertama adalah Nurul Fitria yang saat ini sedang berkuliah di Universitas Gadjah Mada.

Aku adalah anak kedua dan yang ketiga adalah Ahmad Sallah yang saat ini masih kelas 8 di SMP 5 Cirebon.

Sebagai keluarga PNS kami terbiasa hidup dalam kesederhanaan. Kedua orang tuaku mengajarkan untuk mengelola keuangan dengan baik. Hal ini mulai diajarkan sejak kami duduk di bangku Sekolah Dasar.

Kami lebih banyak berlibur dengan liburan yang sederhana. Namun dalam kesederhanaan ini tidak mengurangi perhatian mereka pada kami.

Aku bersekolah di SD 1 Sumber. Saat SD aku bukanlah murid yang menonjol. Dalam hal pelajaran sekolah dapat dikatakan biasa-biasa saja. Begitulah saat aku mulai lanjut ke Sekolah Menengah Tingkat Pertama di SMP 5 Sumber.

Memang diriku merasa tidak terlalu menyukai pelajaran. Namun saat SMP aku menemukan ketertarikan pada Bahasa Inggris. Aku mulai mengikuti kursus untuk memperbaiki bahasa inggrisku.

Saat SMP pun aku pernah mewakili sekolah dalam lomba debat Bahasa Inggris. Walaupun saat itu aku tidak meraih juara. Namun menjadi pengalaman yang sangat berkesan.

Lanjut saat SMU di SMA 1 Cirebon. Aku mulai lebih serius lagi mempelajari bahasa inggris. Menurutku memang seseorang akan terlihat keren ketika bisa bahasa inggris.

Saat SMA akupun mengikuti perlombaan debat dalam bahasa inggris. Kali ini atas izin Allah aku berhasil menjadi juara ketiga. Sungguh aku sangat bahagia.

Karena hasil pembelajaranku selama ini ada hasilnya. Setelah perlombaan itu aku di tunjuk untuk mengikuti lomba debat di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Sekali lagi atas izin Allah SWT gelar juara kedua aku dapatkan. Bersaing bersama anak-anak dari daerah lain dari Jawa Barat.

Perjalanan lomba debatku berlanjut di Kampus Universitas Indonesia. Dalam lomba debat yang diikuti seluruh siswa dari Indonesia. Awalnya ada perasaan grogi dalam diriku.

Namun mengingat dukungan kedua orang tua. Membuat semangatku bangkit, aku ingin meraih juara. Walaupun hanya juara ketiga. Karena dengan menjadi juara terbuka tiket beasiswa untuk kuliah di UI.

Ternyata Allah SWT mengabulkan doaku. Hebatnya aku menjadi juara pertama disini. Perjuangan dan doaku terkabul. Bahagia rasanya hati ini dan kedua orang tuaku ikut bangga.

Apalagi aku bisa masuk ke salah satu universitas favorit di Indonesia. Saat ini aku masih kelas 12, namun rasanya sudah tidak sabar untuk bisa menggunakan jaket kuning.

Aku memilih jurusan Hubungan Internasional. Dengan kemampuan Bahasa Inggrisku dan kemampuan debat.

Besar harapanku dapat mewakili Indonesia dalam konfrensi Internasional. Semoga Allah SWT mengabulkan doaku menjadi seorang Diplomat.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri Dari Lahir Sampai SMA Singkat

Namaku Anita Anggraeni Putri. Dilahirkan di Bandung 10 Oktober 2001. Ayahku berprofesi sebagai seorang Notaris. Sementara Ibuku merupakan Ibu Rumah Tangga.

Aku merupakan anak tunggal sehingga kadang kala merasa kesepian. Namun karena nenek dan kakek tinggal bersama kami. Menjadikan kesepian itu hilang.

Saat SD aku bersekolah di SD Al-Azhar Bandung. Bersama dengan teman-teman yang secara ekonomi cukup mapan. Maka kebiasaan kami adalah sering pergi ke mall setelah pulang sekolah.

Ternyata kedua orang tuaku menginginkan kembali bersekolah di Al-Azhar saat SMP. Kebetulan banyak teman-teman dari SD yang melanjutkan ke SMP pula.

Jadi aku merasa senang karena mendapat teman-teman yang sudah dikenal. Kami pun semakin sering pergi bersama. Apalagi di kota Bandung kehidupan anak muda sangatlah nikmat.

Banyak tempat-tempat yang bisa dikunjungi. Tak terasa waktu tiga tahun berlalu dengan cepat. Hingga aku harus masuk ke SMU. Ayahku menginginkan aku masuk SMU Boarding School di Jakarta. Hingga aku harus berpisah dengan kedua orang tua.

Pengalaman hidup yang berkesan mulai kurasakan saat ini. Karena di asrama aku harus terbiasa hidup mandiri. Tidak ada pembantu yang melayani. Tidak bisa pergi ke mall pulang sekolah.

Serta kedua orang tua ku hanya diizinkan menjenguk sebulan sekali. Disini aku digembleng agar dapat masuk perguruan tinggi negri. Semoga harapan ini dapat tercapai.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri Bahasa Inggris

Introduce my name Muhammad Raditya Prakarsa. I was born in the City of Shrimp Cirebon. On September 15, 2002. Both of my parents worked as Civil Servants.

My father named Ir Sukarna currently works at the Cirebon City Planning Office. My mother Maryani SE currently works in the Cirebon District Government Office.

My father and mother have three children. First is Nurul Fitria who is currently studying at Gadjah Mada University. I am the second child and the third is Ahmad Sallah who is currently in grade 8 in SMP 5 Cirebon.

As a civil servant family, we are used to living in simplicity. Both of my parents taught me to manage my finances well. This began to be taught since we were in elementary school. We vacation more with simple vacations.

But in this simplicity does not reduce their attention to us. I went to SD 1 Sumber. When I was in elementary school I was not a prominent student. In terms of school lessons can be said to be mediocre.

That’s when I started to go to junior high school at Sumber 5 Middle School. Indeed, I feel not too fond of lessons. But when I was in middle school I found an interest in English. I started to take courses to improve my English.

When I was in middle school, I represented the school in an English debate competition. Even though at that time I didn’t win. But it was a very memorable experience.

Continue when high school in SMA 1 Cirebon. I began to be more serious about learning English. I think someone will look cool when they speak English.

When I was in high school, I joined a debate competition in English. This time with the permission of Allah I managed to become the third champion. Really I am very happy. Because the results of my learning so far have had results.

After the race I was appointed to take part in the debate competition at the level of West Java Province. Once again with the permission of Allah SWT I got the second champion title. Compete with children from other regions of West Java.

My debate competition journey continues on the University of Indonesia Campus. In the debate competition that was followed by all students from Indonesia.

At first there was a nervous feeling in me. But given the support of both parents. Make my spirit rise, I want to win. Although only third place. Because by becoming an open champion scholarship tickets to study at UI.

It turned out that Allah SWT granted my prayer. Amazingly I became the first champion here. My struggle and prayers were answered. This heart feels happy and my parents are proud too.

Moreover, I was able to enter one of my favorite universities in Indonesia. Right now I’m still in 12th grade, but I can’t wait to get the yellow jacket.

I chose International Relations. With my English skills and debate skills. I hope to be able to represent Indonesia at an international conference. May Allah SWT grant my prayer to be a Diplomat.

Contoh Autobiografi Panjang

Perkenalkan nama saya Suprapto. Lahir di Tegal 10 April 1972. Di lahirkan ditengah keluarga petani di Tegal, Jawa Tengah. Ayah dan Ibu saya memang seorang petani.

Ayah saya bernama Kirno dan Ibu saya bernama Suprapti. Kedua orang tua saya di karuniai 5 orang anak. Surtini, Aminah, Suparno, Saya dan Budori. Walaupun hanya petani kelima anak ayah saya dapat sekolah sampai Sarjana.

Sebagai seorang keluarga petani saya harus bekerja disawah. Sepulang sekolah SD di SD 01 Bumiayu. Maka saya akan pergi ke sawah membantu ayah bersama kakak laki-laki.

Sawah kami memang tidak terlalu luas. Namun hasilnya cukup untuk kebutuhan keluarga. Hal yang sama dilakukan saat SMP. Saya bersekolah di SMP 2 Bumiayu.

Saat SMU pun kegiatan membantu ke sawah terus dilakukan. Dimana saat itu saya bersekolah di SMU 1 Bumiayu. Walaupun memiliki keterbatasan namun niat saya untuk belajar tidaklah luntur.

Justru ini memacu saya untuk sekolah sampai perguruan tinggi. Prestasi akademik yang bagus di SMU menjadikan saya berpeluang mendapatkan undangan dari Universitas Negri.

Seperti banyak kakak kelas saya yang kuliah di Universitas Diponegoro. Dan atas izin Allah SWT saya mendapatkan beasiswa masuk Undip tanpa tes. Saya mengambil Jurusan Planologi. Hal yang membuat saya tertarik karena kota Tegal pada saat itu cukup semrawut.

Semoga dengan ilmu yang saya miliki dapat membantu menata Tegal. Itulah harapan saya ketika diterima kuliah. Alhamdulillah prestasi akademik saya sangat bagus.

Saya lulus hanya dalam waktu empat tahun dan mendapat gelar cumlaude. Orang tua saya sangat bangga atas prei yang saya dapatkan.

Setelah lulus saya banyak mendapat tawaran untuk melanjutkan studi S2. Namun saya memikirkan biaya yang harus ditanggung. Apalagi saat itu saya belum bekerja ataupun memiliki usaha.

Hingga akhirnya atas saran dosen pembimbing saya mengambil beasiswa ke Australia. Dimana beasiswa dalam beasiswa itu kita juga mendapatkan biaya hidup selama disana. Alhamdulillah saya pun mendapatkan beasiswa itu.

Pada bulan Desember tahun 1995 saya berangkat ke Australia dengan doa orang tua. Perjuangan disana tidaklah mudah. Saya harus bekerja paruh waktu untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Bangun dini hari untuk belajar agar saya dapat lulus sesuai target selama dua tahun.

Perjuangan yang berakhir kebahagiaan karena saya dapat lulus sesuai target. Bahkan setelah lulus saya langsung mendapat pekerjaan di Australia.

Orang tua saya sangat bangga dan mereka pun saya ajak berlibur ke Australia di Februari tahun 2000. Sebagai bentuk rasa syukur saya atas doa dan dukungan mereka. Setelah sebelumnya ditahun 1999 mereka berdua saya berangkatkan haji.

Contoh Autobiografi Singkat

Perkenalkan nama saya Andi Arief. Saya merupakan putra minang. Lahir di Bukit Tinggi 12 Januari 1975. Keluarga saya seperti masyarakat minang lainnya yakni sebagai pedagang.

Ayah dan Ibu saya merantau menuju Jakarta pada tahun 1985. Tepat saat saya berusia 10 tahun. Ayah saya bernama Syaeful Bahri dan Ibu bernama Mieke Mulizia. Saya memiliki seorang kakak laki-laki Syamsul namanya. Lebih tua tiga tahun dari saya.

Pendidikan saya di awali dari SD Muhammadiyah di Bukit Tinggi. Sebelum tamat orang tua saya sudah merantau terlebih dahulu di Jakarta.

Hingga akhirnya saya tidak meneruskan sekolah. Sampai di Jakarta saya membantu orang tua saya. Mereka berjualan nasi padang di daerah Melawai Kebayoran Baru.

Perjalanan usaha kedua orang tua saya cukup berliku. Tiga belas tahun berdagang kami harus pindah. Setelah kerusuhan melanda ditahun 1998 kami merintis kembali usaha ini.

Entah mengapa tempat kami menjadi korban pembakaran. Padahal masyarakat sudah mengetahui bahwa kami orang minang.

Usaha kami pun berpindah ke daerah Blok M. Saat itu ayah sudah mulai sakit-sakitan, saya terpaksa menjadi tulang punggung. Karena abang saya dia sudah memiliki usaha sendiri di Bekasi.

Dengan semangat berbakti saya berdagang untuk mengobati ayah. Sampai akhirnya di tahun 2002 ayah saya meninggal.

Sedih memang rasanya ditinggal orang tua sendiri. Namun saya sadar bahwa inilah takdir, harus diterima dengan lapang dada. Kembali bersemangat mengejar impian ibu saya untuk bisa menunaikan ibadah haji.

Contoh Autobiografi Dari Lahir

Namaku Putri Rahmawati anak ke kedua dari dua bersaudara. Lahir di Jakarta 15 Desember 1999. Ayahku merupakan seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Sedangkan Ibuku seorang Dokter Spesialis Kandungan.

Sebagai seorang keluarga dokter. Ayah dan Ibu tidak memaksa kami menjadi dokter. Walaupun pada akhirnya kakakku Irfan Putra menjadi dokter juga.

Saat SD aku belajar di sekolah Al-Azhar Kebayoran Baru. Kedua orang tuaku memang menginginkan aku belajar agama. Sehingga aku dan kakakku disekolahkan disekolah Islam.

Selama di bangku Sekolah Dasar aku bukanlah murid yang pintar. Prestasiku hanya biasa-biasa saja. Namun hal ini tidak merisaukan orang tuaku.

Ketika sudah menginjak SMP, akupun bersekolah di tempat yang sama. Lagi-lagi prestasiku di sekolah tidaklah istimewa. Hanya saat SMP aku mulai memiliki ketertarikan pada pelajaran Biologi.

Aku senang mencari informasi mengenai metode-metode pengobatan. Namun karena kurang konsisten akhirnya ketertarikan itu tidak berlangsung lama.

Mulai menginjak SMU dan dilokasi yang sama. Aku mulai berfikir akan menjadi apa nanti. Akhirnya aku putuskan untuk mengikuti jalur ayah dan ibuku.

Mulai fokus untuk bagaimana caranya bisa masuk Fakultas Kedokteran. Sejak kelas 10 sudah mulai mengikuti bimbingan belajar.

Harapannya adalah dapat masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tak terasa waktu tiga tahun segera berlalu. Aku harus bertarung meraih impianku.

Alhamdulilah setelah pengumuman kelulusan aku berhasil masuk ke Fakultas Kedokteran UI. Bahagia dan Senang rasanya akhirnya bisa mencapai yang kita impikan.

Contoh Autobiografi Anak SMA

Namaku adalah Febri Satrio. Anak dari pasangan Kunarso dan Musniyah. Lahir pada tanggal 17 April 1999 di Kudus. Kedua orang tuaku memiliki empat orang anak. Dimana kesemuanya adalah lelaki. Aku merupakan anak nomor tiga.

Perjalanan pendidikanku diawali dari SD 01 Kudus. Ketika SD aku termasuk murid yang disayangi guru. Sehingga nilai-nilaiku bagus padahal aku bukan anak yang pintar.

Saat memasuki SMP aku disekolahkan di SMP Negri 2 Kudus. Prestasi akademikku mulai membaik di SMP ditandai dengan nilai-nilai yang stabil baik.

Saat SMP aku sangat menggemari olahraga Taekondo. Kebetulan disekolah kami ada extra kulikuler ini. Aku meminta izin kepada kedua orang tua. Mereka mengizinkan tanpa ada bantahan.

Tujuanku mengikuti Taekondo agar bisa membela diri. Berlanjut aku melanjutkan sekolah ke tingkat SMU. SMU 2 Kudus menjadi pilahanku. Aku masuk disekolah yang merupakan salah satu sekolah favorit.

Selain itu di sekolah ini juga terdapat ekstra kulikuler Taekondo. Saya rutin mengikuti latihan. Seminggu tiga kali saya jalankan. Sampai akhirnya saya sering mengikuti perlombaan.

Perlombaan mulai dari tingkat Kabupaten sampai pada tingkat Provinsi. Torehan prestasi saya bisa dikatakan baik. Saya menjuarai kompetisi Taekondo di Kabupaten. Sementara di tingkat provinsi saya hanya kebagian juara tiga.

Namun karena hal ini saya sempat ditawarkan mengikuti seleksi pelatnas taekondo. Ternyata untuk menjadi seorang atlit. Kedua orang tuaku belumlah mengizinkan. Dan aku pun mulai mengurangi porsi latihan taekondo. Untuk fokus pada pelajaran di sekolah.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri Yang Menarik

Nama saya Tika Rosida. Lahir di Semarang 15 Juli 1986. Lahir sebagai anak tunggal dari pasangan Suryono dan Delianis. Sebagai anak tunggal saya memang sedikit dimanjakan.

Apapun keinginanku akan dituruti selama masih mampu. Kami tinggal di daerah Ngaliyan. Untungnya dirumahku banyak anak-anak sebayaku. Sehingga aku memiliki banyak teman bermain.

Saat umur tujuh tahun aku bersekolah di SD Negri 2. Walaupun berada di SD negri tak menyurutkan niatku belajar. Apalagi aku sangat tertarik dengan seni tari.

Kedua orang tuaku mengizinkan aku kursus menari. Sejak SD pun aku sudah mulai mengikuti lomba tari di tingkat RW. Pernah aku menjadi juara 1 lomba Agustusan.

Setelah lulus SD aku melanjutkan ke SMP Negri 4 Semarang. Disini bakat menariku kembali terasah. Karena memang ada ekstra kulikuler menari.

Akupun aktif mengikuti lomba menari di tingkat provinsi. Hingga puncaknya aku menjadi juara satu lomba tari memperebutkan piala Gubernur.

Karir menariku berlanjut hingga SMU. Bahkan aku sering mewakili Jawa Tengah untuk menari hingga ke Istana Presiden. Dengan bakat menari ini pula akhirnya aku mendapatkan beasiswa.

Untuk melanjutkan kuliah di Universitas Diponegoro. Aku mengambil jurusan Ekonomi. Karena aku ingin bisa menari ke luar negri bersama rombongan perdagangan Indonesia.

Demikian tulisan singkat mengenai contoh autobiografi diri sendiri dan tokoh beserta dengan cara penulisannya.

2 pemikiran pada “Contoh Autobiografi Diri Sendiri dan Tokoh (Singkat, Padat, Jelas)”

Tinggalkan komentar