Belajar Bahasa Sunda Sehari-Hari dan Contoh kalimatnya

Belajar Bahasa Sunda – Sebagian besar penduduk di Jawa Barat menggunakan bahasa sunda dalam percakapan sehari-hari. Bahasa satu ini merupakan bahasa terbesar kedua di Indonesia setelah bahasa jawa.

Dalam tingkatannya, bahasanya masyarakat Sunda ini terbagi menjadi tiga tingkatan. Yakni halus, loma (biasa), dan kasar. Namun secara sederhana kita bisa membaginya menjadi bahasa formal dan informal.

Untuk kategori formal biasanya digunakan kepada orang yang lebih tua atau yang belum dikenal. Sedangkan bahasa informal bisa digunakan pada teman akrab.

Bahasa sunda pun termasuk jenis bahasa yang mudah dipelajari. Sebenarnya mempelajari bahasa sunda termasuk gampang. Kata-kata yang ada di dalamnya pun kebanyakan merupakan sumber serapan dari bahasa Indonesia.

belajar bahasa sunda sehari hari

Belajar Bahasa Sunda

Mempelajari bahasa sunda begitu penting sebab bahasa satu ini banyak yang menguasai. Bahkan orang Jawa Barat pun sudah tersebar hingga seluruh Indonesia sehingga dimanapun pasti bahasa sunda akan selalu digunakan.

Kita bisa memulai belajar dari mempelajari kosakata yang paling mudah baru yang paling sulit.

Dalam bahasa sunda pun tidak hanya tentang kosakata. Namun juga untuk kata-kata bijak, kata-kata guyonan, dan lain sebagainya. Nah, bagi yang ingin mengenal lebih dekat tentang bahasa sunda sehari-hari, berikut penjelasannya untuk anda.

Beda Kalimat Formal dan Informal Bahasa Sunda

Belajar Bahasa Sunda

  • Informal = Arek kamana? (Mau kemana?)
  • Formal = Bade kamana? (Mau kemana?)
  • Informal = Caina loba keneh = (Airnya masih banyak)
  • Formal = Caina seer keneh = (Airnya masih banyak)

Kalimat informal biasanya digunakan untuk berbicara dengan teman akrab. Sedangkan kalimat formal digunakan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, lebih dihormati, atau sesama namun belum terlalu akrab.

Penggunaan formal dan informal ini tentu tidak ditemukan dalam bahasa Jawa, apalagi bahasa Indonesia.

Kata Arek merupakan salah satu contoh kata informal, sedangkan formalnya Bade. Sementara Loba juga termasuk kata informal dan formalnya adalah Seer.

Kalimat Tanya Bahasa Sunda

kata tanya bahasa sunda sehari hari

Kalimat tanya dalam bahasa sunda memiliki beberapa bagian yang paling umum digunakan. Antara lain :

  • Iraha : Kapan
  • Naon : Apa
  • Mana : Mana
  • Di mana : Di mana
  • Saha : Siapa
  • Sabaraha : Berapa
  • Kumaha : Bagaimana
  • Kunaon : Kenapa

Berikut contoh penggunaan kalimat tanya bahasa sunda sehari-hari yang biasa digunakan:

  1. Sabaraha urang anu datang kamari? : Berapa orang yang mau datang kemari?
  2. Di mana bumina Kang? : Di mana rumahnya Kang?
  3. Iraha bade kadieu deui teh? : Kapan mau kesini lagi teh?
  4. Saha nu pupus teh? : Siapa yang meninggal teh?
  5. Deuk ulin kamana ayeuna? : Mau main kemana sekarang?
  6. Kumaha kabarna Kang, damang? : Gimana kabarnya Kang, sehat?
  7. Sabaraha harga sayurna? : Berapa harga sayurnya?
  8. Saha anu nembe ngalangkung teh? : Siapa yang barusan lewat?
  9. Iraha ulin deui? : Kapan main lagi?
  10. Naon eta anu bereum? : Apa itu yang berwarna merah?

Penyebutan Orang Dalam Bahasa Sunda

Penyebutan Orang Dalam Bahasa Sunda

Dalam bahasa jawa penyebutan orang umumnya menggunakan kata Mas dan Mbak. Dan di bahasa sunda, penyebutan Mas adalah Aa sedangkan Mbak adalah Teteh. Sebenarnya kata Aa dan Teteh biasa digunakan untuk panggilan seorang adik kepada kakaknya.

Namun pada praktekknya, kata sapaan tersebut digunakan untuk memanggil orang yang lebih tua atau yang dihormati. Berikut kata panggilan-panggilan lainnya dalam bahasa sunda:

  • Abah sebutan untuk ayah
  • Ema sebutan untuk ibu
  • Ambu sebutan lain untuk ibu
  • Uwa digunakan untuk memanggil kakak dari orangtua
  • Bibi digunakan untuk memanggil adik perempuan orangtua
  • Amang/Emang untuk adik laki-laki orangtua
  • Neneng/Neng panggilan untuk anak kecil perempuan
  • Ujang/Jang panggilan untuk anak kecil laki-laki
  • Akang digunakan untuk panggilan suami oleh istrinya

Contoh penggunaan kalimat sebutan orang dalam bahasa sunda sehari-hari yang biasa digunakan:

  1. Abah bade tuang sareng naon? (Bapak mau makan pakai apa?)
  2. Ulah kaditu Jang. Loba begal (Jangan kesitu Jang. Banyak begal)
  3. Andi bade ulin sareng Amang (Andi mau main sama Amang/Paman)

Namun para praktekknya, Neng dan Ujang juga bisa digunakan oleh orang yang lebih tua untuk memanggil orang yang lebih muda. Jadi meskipun umur kita sudah 20an tetap bisa dipanggil Neng atau Ujang.

Begitu pula untuk sebutan Kang. Sebutan Kang juga biasanya disematkan untuk panggilan seseorang yang lebih tua atau dihormati. Fungsinya sama seperti Aa. Banyak tokoh yang menyematkan nama Kang/Aa sebagai panggilan akrabnya. Misalnya Kang Ibing, Kang Emil, Kang Muslihat di film Preman Pensiun, hingga Aa Gym.

Dalam kebiasaan orang sunda, menyebut aku termasuk hal yang kurang umum. Bahkan untuk menyebut diri sendiri saja, orang sunda lebih memilih menggunakan kata ganti orang atau nama langsung. Bukan ‘aku’. Misalnya :

  • “Elis mah nteu hoyong eta, Ambu” (Eulis tidak mau yang itu, Bu)
  • “Abah, Jaka bade ulin ka rarompok uwa dinten ahad” (Ayah, Jaka mau main ke rumah paman hari minggu)
  • “Engkin Siti sampekeun acisnya sareng bibi” (Nanti Siti sampaikan uangnya sama bibi)

Penyebutan Angka Bahasa Sunda

Penyebutan Angka Bahasa Sunda

Angka atau bilangan dalam bahasa sunda sebenarnya tidak terlalu asing dari segi penyebutan. Mungkin kamu sudah sering mendengarnya di televisi. Nah berikut penyebutan bilangan dalam bahasa sunda:

  • Hiji : Satu
  • Dua : Dua
  • Tilu : Tiga
  • Opat : Empat
  • Lima : Lima
  • Genep : Enam
  • Tujuh : Tujuh
  • Dalapan : Delapan
  • Salapan : Sembilan
  • Sapuluh : Sepuluh
  • Sabelas : Sebelas
  • Duabelas : Duabelas
  • Tilu belas : Tigabelas
  • Opatbelas : empat belas
  • Lima belas : lima belas
  • Enam belas : enam belas
  • Tujuh belas : Tujuh belas
  • Dalapan belas : Delapan belas
  • Salapan belas : Sembilan belas
  • Duapuluh : Dua puluh
  • dua puluh hiji : Dua puluh satu
  • Dan seterusnya

Kita bisa mempelajari dan menghafal penyebutan bilangan 1-20 dulu. Sebab angka berikutnya pun sama teknik penyebutannya dalam bilangan bahasa Indonesia. Misalnya angka 22 dalam bahasa sunda jadi dua puluh dua, 23 menjadi dua puluh tilu dan seterusnya.

Contoh kalimat angka dalam bahasa sunda sehari-hari misalnya:

  1. Urang anu datang kamari ana tilu belas (orang yang mau datang kemari ada tiga belas)
  2. Harga sayurna sarebu (harga sayurnya seribu)

Penyebutan Bagian Tubuh dalam Bahasa Sunda

Penyebutan Bagian Tubuh dalam Bahasa Sunda

Bagi yang pertama kali belajar bahasa sunda, banyak kata-kata yang terdengar unik ketika membahas arti bagian tubuh dalam bahasa satu ini. Nah, berikut beberapa penyebutan untuk bagian tubuh manusia :

  • Hidung : Irung
  • Gigi : Huntu
  • Bokong : Bujur
  • Betis : Bitis
  • Perut : Beuteung
  • Lidah : Letah
  • Pusar : Bujal
  • Pundak : Tak-tak
  • Pinggang : Cangkeng
  • Rambut : Buuk
  • Bibir : Biwir
  • Kuping : Ceuli
  • Tangan : Leungeun
  • Alis : Halis
  • Kening : Tarang
  • Sikut : Siku
  • Kaki : Suku
  • Punggung : Tonggong
  • Tenggorokan : Tikoro
  • Kepala : Mistaka atau Sirah

Contoh penggunaan bahasa sunda sehari hari bagian tubuh pada kalimat misalnya:

  1. Budi teu asup ayeuna gawe, nyeri huntu (Budi ga masuk kerja sekarang, sakit gigi)
  2. Pang meserkeun obat nyeri cangkeng (Tolong belikan obat sakit pinggang)
  3. Eta halisna hideung teuing (Itu alisnya hitam sekali)
  4. Nyeri sirah obatna naon nya? (Sakit kepala obatnya apa ya?)
  5. Bade ka dokter mariksa beuteung nu nyeri (Mau ke dokter periksa perut yang sakit)

Penyebutan Warna dalam Bahasa Sunda

Warna dalam Bahasa Sunda

Beberapa warna ada yang memiliki penyebutan sama dengan bahasa Indonesia. Namun untuk warna-warna yang umumnya kita jumpai, terdapat penyebutannya sendiri. Berikut beberapa contohnya penyebutan warna dalam bahasa sunda:

  • Hitam : Hideung
  • Merah : Bereum
  • Putih : Bodas
  • Kuning : Koneng
  • Hijau : Hejo
  • Merah muda : Kayas

Contoh penggunaan kalimat warna dalam bahasa sunda sehari hari misalnya:

  1. Sayurna seger, hejo-hejo warnana (Sayurnya segar. Hijau-hijau warnanya)
  2. Pang ambilkeun sapatu anu bodas (Tolong ambilkan sepatu yang putih)
  3. Saha eta anu baju koneng? (Siapa itu yang berbaju kuning?)
  4. Badhe milih nu kayas atawa hideung? (Mau pilih yang merah muda atau hitam?)

Penyebutan Nama Nama Binatang dalam Bahasa Sunda

Binatang dalam Bahasa Sunda

Sama seperti warna, dalam bahasa sunda ada beberapa jenis binatang ada yang memiliki penyebutan sama dengan bahasa Indonesia namun ada yang memiliki kata tersendiri dalam bahasa sunda. Berikut beberapa kata tentang penyebutan nama-nama binatang dalam bahasa sunda:

  • Kura-kura : Kuya
  • Nyamuk : Reungit
  • Laron : Silaru
  • Belatung : Bilatung
  • Tikus : Beurit
  • Ular : Oray
  • Kucing : Ucing
  • Ayam : Hayam
  • Ulat: Hileud
  • Cicak : Cakcak
  • Semut : Sireum
  • Macan : Maung

Contoh penggunaan kata binatang pada bahasa sunda sehari hari misalnya:

  1. Saha maneh? “Aing Maung” (Siapa kamu? Aku macan)
  2. Eta ucingnya meuni bodas buluna (Itu kucingnya putih banget bulunya)
  3. Reungit meuni loba didieu (Nyamuk banyak banget disini)
  4. Kade! loba oray didieu (Hati-hati! Banyak ular disini)
  5. Bade ningali kuya nu warna hejo (Mau lihat kura-kura yang warnanya hijau)

Penyebutan Nama Nama Hari dalam Bahasa Sunda

Hari dalam Bahasa Sunda

Nama-nama hari dalam bahasa sunda juga memiliki beberapa kosakata yang khusus. Meskipun sebagian besar nama-nama hari tersebut memiliki arti yang sama dengan bahasa Indonesia. Berikut beberapa penyebutan nama-nama hari dalam bahasa sunda:

  • Senen : Senin
  • Salasa : Selasa
  • Rebu : Rabu
  • Kemis : Kamis
  • Jumuah : Jumat
  • Saptu : Sabtu
  • Ahad : Minggu

Dalam bahasa sunda, hari disebut dengan kata Dinten. Namun untuk penyebutan dalam bahasa informal menggunakan kata Poe. Untuk orangtua lebih baik menggunakan kata Dinten. Sementara penyebutan terhadap sesama atau teman akrab bisa menggunakan poe.

Misalnya :

  1. “Dinten naon ayeuna?” Nini tumaros. “Dinten Ahad,” Andi ngawaler. (Hari apa sekarang? Tanya nenek. Hari minggu. Jawab andi.)
  2. Arisan ibu-ibu PKK diundur dinten Jumuah nya ibu-ibu. (Arisan ibu-ibu PKK diundur hari Jumat ya ibu-ibu)
  3. Urang ulin rebu wae nya, pan tanggal beureum anu rebu. (Kita pergi hari rabu saja ya. Kan tanggal merah kalau rabu)

Istilah Jatuh dalam Bahasa Sunda

Jatuh dalam Bahasa Sunda

Uniknya dalam bahasa sunda, jatuh tidak hanya memiliki satu kosakata saja. Namun satu kata jatuh bisa diwakilkan dalam berbagai kata tergantung kondisi jatuhnya. Berikut beberapa istilah jatuh dalam bahasa sunda:

  • Tibuburanjat : kondisi seseorang yang jatuh tapi bangkit lagi. Biasanya kondisi jatuh tersebut disebabkan karena sangat terburu-buru.
  • Tigejlig : jatuh karena melewati satu anak tangga
  • Tigubrag : jatuh dari atas kasur
  • Tibabaranting : jatuh dalam kondisi sangat susah payah (biasanya digunakan untuk kalimat hiperbolis)
  • Tigebrus : Tigebrus bisa berarti jatuh ke dalam lobang atau ke dalam air namun kondisinya tidak menimbulkan bunyi apapun
  • Tigedebru : jatuh dalam kondisi seluruh badan dari atas sampai menimbulkan bunyi yang sangat keras
  • Tigorobas : jatuh pada media yang sifatnya lembek sehingga menimbulkan jejak. Misalnya jatuh pada tanah gembur
  • Tigorolong : jatuh meluncur ke bawah pada benda bulat atau lonjong
  • Tigulitik : jatuh berguling-guling pada bidang miring. Misalnya jatuh dari bukit, jalanan menurun, atau bidang miring lainnya
  • Tigurawil : Jatuh dari atas pohon namun masih sempat menggantungkan tangannya sehingga tidak jatuh sepenuhnya
  • Tigejebur : jatuh sampai menimbulkan suara bunyi di air

Contoh kalimat jatuh dalam bahasa sunda sehari hari misalnya:

  1. Urang mah kaget, kamari tigedebrus dina pengkeur imah. (Aku kaget, kemarin tigedebrus di belakang rumah)
  2. Eta anu naon nya anu suara tigejebur dina pengkeur? (Itu apa ya suara tigejebur di belakang rumah?)
  3. Lalaunan wae, kade tigejlig dina tangga (Pelan-pelan saja. Hati-hati tigejlig di tangga)
  4. Eta oray meni tigurawil kitu (Itu ularnya tigurawil seperti itu)
  5. Enggal poe mah gawe jiga tibaranting. (Setiap hari mah kerja seperti tibaranting)
  6. Kade, jalanna mah licin, seur nu tigulitik. (Hati-hati jalannya licin, banyak yang tigulitik)

Ucapan Selamat Ulang Tahun dalam Bahasa Sunda

Ucapan Selamat Ulang Tahun dalam Bahasa Sunda

Ucapan ulang tahun dalam bahasa sunda pun dibagi menjadi beberapa jenis tergantung kepada siapa kita memberikannya. Berikut beberapa contoh kalimat ucapan ulang tahun dalam bahasa sunda adalah:

1. Ucapan ulang tahun secara halus

Wilujeng tepang taunnya, Yuli aku geulis. Mugia dipanjangkeun sareng berkah yuswana, murah rezekina, enteng jodohna, cageur sareng waras sadayana. Mugia dipikahoyong tiasa kalaksanakeun tur di izabah ku Gusti Allah. Aamiin.

Artinya :

Selamat ulang tahun ya Yuli yang cantik. Semoga panjang umur. Murah rezeki, enteng jodoh, sehat selalu. Semoga apa yang diinginkan terlaksana dan diijabah oleh Allah. Aamiin.

Ucapan tersebut bisa digunakan untuk kakak atau saudara. Anda juga bisa menggunakannya untuk anak-anak atau teman yang belum terlalu akrab.

2. Ucapan ulang tahun untuk orang tua

Abah, hatur nuhun pisan parantos ngadidik abdi janten jalmi nu sholehah. Mugia yuswa 50 taun ieu, abah dipaparing kasehatan, kaberkahan, sareng sagala nu dipikahoyong dikabul ku Gusti Allah. Aamiin.

Artinya :

Ayah, terima kasih banyak sudah mendidik saya menjadi orang yang sholehah. Semoga di umur yang ke-50 ini, Ayah diberikan kesehatan, keberkahan, dan segala yang diinginkan dikabulkan oleh Allah. Aamiin.

3. Ucapan ulang tahun untuk teman (secara lucu)

Damar, rerencangan abdi anu bageur jeng sholeh, badhe ngarayakan tepang yuswa di Planet Pluto nya? Tong hilap ngondang abdi. Sangkan tiasa ngaraosan cai herang di ditu. Hehehe.

Artinya :

Damar, temanku yang baik dan sholeh, mau merayakan ulang tahun di Planet Pluto ya? Jangan lupa undang aku ya, biar bisa merasakan air putih di sana. Hehehe.

Contoh Dialog Bahasa Sunda dan Artinya

Contoh Dialog Bahasa Sunda dan Artinya

Contoh 1

Indah : Lis, salira liburan sakola kamana wae? (Lis, kamu liburan sekolah kemana?)
Lilis : Abdi mah ameng ka Taman Bunga Matahar Cibodas sareng kaluwargi. (Saya main ke Taman Bunga Matahari Cibodas sama keluarga.)

Contoh 2

Orang I : Punteun kang badhe naros, bumina Mang Ujang belah mana nya? (Permisi kang mau tanya, rumahnya Mang Ujang di sebelah mana ya?)
Orang II : Oh Mang Ujang mah kampung sabelah (Oh Mang Ujang itu di kampung sebelah)

Contoh 3

Asep : Aya sato naon wae di kebon binatang eta teh? (Ada apa aja di kebun binatang itu?)
Ujang : Nya seueur atuh. Aya gajah, monyet, oray, buaya, manuk, singa, macem-macem lah. (Ya banyak. Ada gajah, monyet, ular, buaya, burung, singa, macam-macam lah)

Contoh 4

Siti : Ari salira kamana wae liburan kamari teh? (Kamu kemana aja liburan kemari)
Sarah : Ah, abdi mah teu kamamana, ngan mantuan kolot di bumi (Aku mah tidak pergi kemana-mana. Aku bantu orang tua saja di rumah.
Siti : Wah, sae atuh mantuan naon wae? (Wah bagus dong. Bantu apa saja?)
Sarah : Nya pokokna mah mantuan ambu di bumi. Siga masak, nyapu, nyeseuh, beberes ( Ya pokoknya bantuan apa saja. Seperti masak, nyapu, nyuci, beres-beres)

Kata-kata Bijak dalam Bahasa Sunda

Kata-kata Bijak dalam Bahasa Sunda

Ada banyak kata-kata bijak yang dikenal dalam bahasa sunda. Jadi bukan hanya kata atau kalimat lucu saja yang sering diucapkan atau ditulis. Bagi yang ingin total dalam belajar bahasa sunda, anda bisa menggunakan kata-kata bijak untuk berbagai keperluan.

Misalnya untuk caption di media sosial, menghayati sesuatu, mengambil pelajaran dari kata-kata bijak tersebut, dan seterusnya. Berikut beberapa contoh kata-kata bijak yang bisa kita gunakan dalam bahasa sunda :

  1. Hirup teh kudu dimimitian ku kalawan du’a jeung ditutup ku rasa sukur. (Hidup harus dimulai dengan doa dan ditutup dengan rasa syukur)
  2. Urang miskin lain teu ngagadhan harta hungkul. Nanging sabot urang atos kaleungitan anu dipikacinta tina kaluargi (Orang yang disebut miskin tidak hanya yang tak memiliki harta. Namun juga orang yang telah kehilangan cinta keluarganya)
  3. Dina mikacinta lamun aya hiji perkawis anu lepat teh, mending dipilarian jalan anu sae kanggo ngaleskeunna. Tibatan sibuk milarian saha wae anu disalahkeun. (Di dalam percintaan jika ada satu masalah, sebaiknya cari jalan keluarganya daripada sibuk mencari siapa yang disalahkan)
  4. Ulah sieun mikacinta kusabab kantos ngarasa gagal. Sabab aya hiji jalmi diluaran ditu anu naros kumaha rasana dipikacinta ku salira (Jangan merasa takut mencintai karena pernah merasa gagal. Sebab di luar ada seseorang yang bertanya bagaimana rasanya dicintai oleh dirimu)
  5. Sakali salira nyarios teu tiasa, didinya oge salira keleungitan kasempetan kanggo tiasa (Sekali saja kamu mengatakan tidak bisa, maka disitulah kamu kehilangan kesempatan untuk bisa)
  6. Salira rumaos ngarasa leuwih hade, sanes sabot sadaya masalahna atos rengse. Sabot salira ngawatirkeun masalah salira (Jika merasa lebih baik bukan ketika masalah yang dihadapi selesai. Namun ketika berhenti mengkhawatirkan masalah itu sendiri)
  7. Napsu nyaeta hiji perkawis anu mipiboga sipat sementara nu leuwih langkung diresepan, tibatan perkawis-perkawis anu langgeng (Nafsu merupakan suatu hal yang sifatnya sementara yang lebih dulu disukai daripada hal-hal yang lebih abadi).
  8. Sateuacan masihan nasihat dina cariosan salira, pasihan maranehanana nasehat ku sikep salira (Sebelum memberi nasihat melalui ucapan, sebaiknya berilah nasihat melalui sikap baik kita)
  9. Rerencangan teh sapertos bulan unggal wengi anu poek cahayana angger we nyahayaan urang. Cacak manehna jarang dongkap, nanging manehna teras aya. (Sahabat bagaikan rembulan yang setiap gelap malam cahayanya tetap menerangi kita. Meskipun jarang datang menemui namun akan selalu ada untuk kita)
  10. Ulah ngarasa nalangsa kusabab ngarasa sorangan di dunya. Tingali we bulan. Anjeuna ge nyalira tapi angger we tiasa nembongan cahaya nu ageung. (Jangan pernah merasa sendirian di dunia. Lihatlah bulan. Diatas sana masih memperlihatkan cahayanya yang besar setiap saat).
  11. Pilih hiji perkawis anu saluyu kana hate salira, sanajan kaayaan henteu mihak ka salira. Yakin kaayaan tangtos tiasa robah, lamun salira tiasa ikhlas dina jero hate. (Pilihlah suatu hal yang sesuai dengan hati walaupun mungkin keadaan tidak berpihak. Yakinlah keadaan bisa berubah jika bisa bersikap ikhlas dari dalam hati).

Contoh Kata Kata Lucu dalam Bahasa Sunda

Contoh Kata Kata Lucu dalam Bahasa Sunda

Kata-kata lucu dalam bahasa sunda juga menarik untuk kita pelajari. Kita bisa menggunakannya sebagai pembuka percakapan, pencair suasana, bahkan bercakap-cakap ringan dengan orang dari Jawa Barat menggunakan kata-kata tersebut. Berikut beberapa contoh kata beserta penggunaan kalimatnya :

  1. Mun ningali kecengan jeung kabogohana sok hayang ngajorowok, cing putus da moal dikawin. (Kalau lihat orang yang kita sayang dengan pacarnya sepertinya ingin berteriak, semoga putus karna tidak dinikahi).
  2. Teu ngaruh lah rek mandi atawa henteu, angger we geus digegel ku reungit mah leungeun teh bentol (Ga akan ngaruh mau mandi atau tidak. Karena kalau digigit nyamuk pun tetap saja tangan bentol)
  3. Jangankan ganti-ganti pasangan, kolor sorangan pun tara diganti. (Jangankan gonta-ganti pasangan, celana dalam sendiri pun tidak pernah diganti)
  4. Satibra-tibrana sare ku mules hayang modol mah, angger weh hudang langsung lumpat ka cai (Senyenyak apapun tidur, saat ingin buang air besar tetap langsung bangun dan lari ke kamar mandi)
  5. Tinggalkanlah gebetanmu lamun bau badannya ngalahkeun kelek munding. (Tinggalkanlah gebetanmu ketika bau badannya mengalahkan ketika kerbau)
  6. Bagaikan pinang dibelah dua, tarangmu lenang kelek oge sarua. (Bagaikan pinang dibelah dua, jidatmu lengang ketika juga sama)
  7. Zaman ayeuna mah tong percaya teung kanu poto profil dina sosmed. Nu bisa dipercaya ngan foto KTP. (Zaman sekarang jangan percaya pada foto profil di sosial media. Kalau mau percaya lihat foto KTP)
  8. Pria hebat adalah yang tak pernah gentar diudag bagong. (Pria hebat adalah yang tak takut dikejar babi hutan)
  9. Cewek cantik adalah yang mukanya tak berkerut pas lagi ngaheujeun di jamban. (Perempuan cantik adalah yang mukanya tidak berkerut ketika mengejan di kamar mandi)

Kosakata Umum Lainnya yang Digunakan Sehari-hari

Kosakata Umum Lainnya yang Digunakan Sehari-hari

Untuk memaksimalkan pemahaman bahasa sunda sehari-hari, mari mengenal berbagai kosakata umum yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Berikut beberapa contohnya :

  • Imah, Bumi, Rorompok : Rumah
  • Cenah : Katanya
  • Hiji poe : Satu hari
  • Asup : Masuk
  • Aya-aya wae : Ada-ada saja
  • Ayeuna : Sekarang
  • Bade kamana? : Mau kemana?
  • Bogoh : Cinta
  • Ceurik : Menangis
  • Cicing atuh : Diam dong
  • Cobian heula weh : Coba dulu saja
  • Deui : Lagi
  • Duka/Teu terang : Tidak tahu
  • Enggal atuh/Burukeun : Cepat dong
  • Geuleuh : Jijik
  • Hanjakal pisan : Menyesal sekali
  • Hareup : Depan
  • Pengkeur : Belakang
  • Handap : Bawah
  • Hatur nuhun : Terima kasih
  • Hoyong : Ingin
  • Kadieu : Kesini
  • Kaditu : Kesana
  • Kamari : Kemarin
  • Kolot : Tua
  • Kumaha, damang? : Bagaimana, sehat?
  • Lamun : Bila
  • Lebet : Masuk
  • Lempeng : Lurus
  • Lieur : Pusing
  • Luhur : Atas
  • Meser : Beli
  • Moal : Tidak akan
  • Naon atuh : Apa dong?
  • Nganjuk : Pinjam

Contoh penggunaan dalam kalimat :

  1. Neng, bumina dimana? (Neng, rumahnya dimana?)
  2. Cenah Mang Ujang isukan asup gawena (Kata Mang Ujang, besok masuk kerjanya)
  3. Urang mah moal hayang nanaon lah. (Aku tidak akan minta apa-apa lah)
  4. Bu, bade meser beas saliter. (Bu, mau beli beras satu liter)
  5. Naon atuh, abdi mah tos lieur. (Apa dong, saya mah sudah pusing)
  6. Ulah ceurik deui nya geulis. (Jangan menangis lagi ya cantik)
  7. Saur kolot mah di cobian heula. (Kata orangtua sih dicoba dulu)
  8. Cicing atuh! Tong garaneng! (Diam dong! Jangan berisik!)
  9. Nuju naon Kang? (Sedang apa Kang?)
  10. Aya-aya wae mah budak ayeuna. (Ada-ada saja sekarang anak zaman sekarang)
  11. Hatur nuhun nya teh, abdi tos dibantuan. (Terima kasih ya teh, saya sudah dibantu)
  12. Kadieu atuh Jang! Loba jajan nu enak. (Kesini dong Jang! Banyak jajan yang enak)
  13. Bade kalebet atawa lempeng wae? (Mau masuk atau lurus terus?)
  14. Enggal atuh! Sakedap deui. (Cepat dong, sedikit lagi)
  15. Kumaha damang Kang? Tos lami nteu aya kabar. (Bagaimana kabarnya Kang? Lama tidak ada kabar)
  16. Hanjakal pisang urang nteu menang target. (Sayang sekali kita tidak dapat target)
  17. Badhe nganjuk acis sabaraha teh? (Mau pinjam uang seberapa teh?)
  18. Abdi bogoh ka anjeun. (Saya cinta sama kamu)
  19. Eta ucing aya nu handap meja. (Itu kucingnya ada di bawah meja)
  20. Moal ngaruh da! Ari bogoh mah tetep bogoh. (Ngga ngaruh lah, kalau cinta ya tetap cinta)
  21. Tong hilap nyimpang ka rarompok bibi nya. (Jangan lupa mampir ke rumah bibi ya)

Itu dia berbagai ulasan mengenai belajar bahasa sunda sehari-hari beserta contoh kalimatnya. Semoga membantu dan bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.