Arti Jazakallah Khair, Jazakallah Khairan Katsiran dan Cara Menjawabnya

Sering kali kita mendengar ucapan “Jazakallah Khair” dan “Jazakallah Khairan Katsiran” dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat ini biasa diucapkan oleh beberapa saudara muslim kita setelah kita memberikan sesuatu kepadanya. Tetapi sebenarnya, apa sih arti kedua kalimat tersebut dan bagaimana cara menjawabnya?

Tidak ada dalil khusus yang membahas mengenai ucapan Jazakallah maupun Syukron dan variasi yang biasanya dikaitkan, seperti jazakillah (bila ditujukan pada perempuan), jazakumullah, jazakumullahu khoiron, serta syukron katsir.

Arti Jazakallah Khair, Jazakallah Khairan Katsiran dan Cara Menjawabnya

Tetapi setidaknya ada beberapa dalil yang bisa digunakan sebagai dasar mengapa ucapan tersebut bisa lahir.

Anjuran Mengucap Jazakallah Khair, Jazakallah Khairan Katsiran

Pada dasarnya ketika seseorang telah menolong kita maka sebaiknya kita mensyukuri hal tersebut dan membalas dengan doa yang baik. Berterima kasih atas bantuan dan pemberian orang lain merupakan salah satu bentuk bersyukur kepada Allah SWT.

Dalam hadits dari Abu Hurairah R.A. yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan dishahihkan oleh Albani dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah 1 nomor 702. Disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

Yang Artinya :

Abu Hurairah R.A. berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Tidak bersyukur kepada Allah SWT seseorang yang tidak bersyukur kepada manusia (atas kebaikan yang diberikan).

Selain itu, kebiasaan bersyukur juga dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Khaththaby R.A. yang tertera dalam kitab Sunah Abu Daud dengan Syarah Al Khaththaby 5 nomor 157-158:

Hadits di atas ditafsirkan ke dalam dua makna:

  • Pertama: “Barangsiapa tabiat dan kebiasaannya kufur pada nikmat (kebaikan) dari orang lain dan tidak bersyukur atas kebaikan yang mereka berikan, maka niscaya kebiasaan mereka adalah kufur terhadap nikmat yang Allah SWT berikan dan tidak bersyukur kepada-Nya.”
  • Kedua: “Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menerima syukurnya seorang hamba, jika seorang hamba tersebut tidak bersyukur kepada kebaikan orang lain dan kufur terhadap kebaikan mereka (orang yang berbuat kebaikan).” 

Dari kedua hadits di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa rasa terima kasih terhadap sesama muslim yang telah berbuat baik juga menunjukkan rasa syukur kita terhadap nikmat Allah SWT.

Dalam pelaksanaan di kehidupan sehari-hari, rasa syukur yang dimaksud bisa berupa dalam beberapa cara. Bisa dalam bentuk perbuatan bisa dalam bentuk ucapa. Beberapa diantyaranya bisa dengan cara di bawah ini:

1. Mengucapkan Jazakallahu Khairan kepada orang tersebut

Anjuran mengenai mengucapkan Jazakallah Khairan dapat dilihat pada kitab Faidh Al Qadir 1 nomor 526 yang artinya: Jika seorang mengatakan kepada saudaranya yang telah berbuat kebaikan kepadanya: jazakallah khairan. Maka berarti ia telah mendoakan kepada Allah: semoga Allah memberikan kebaikan itu untukmu dan memberikan pahala atasnya.

Dengan mendoakan, sama artinya ia yang telah berbuat lebih dibanding sekadar pujian dan telah mengerahkan usahanya di dalam pembalasannya dengan kebaikan dan doa untuknya dari Allah Ta’ala berupa pahala yang besar.

Di dalam kitab tersebut juga dijelaskan bahwa doa yang disebutkan berupa ucapan jazakallah khairan sebagaimana yang terteran di dalam hadis hanya untuk diberikan kapada seorang muslim. Adapun kalau ada seorang kafir berbuat kebaikan kepada seorang muslim maka ia mendoakannya agar mendapatkan harta, anak, kesehatan dan ‘afiyah.

2. Membalas pemberian orang tersebut

Rasa syukur atas kebaikan yang diberikan Allah melalui seseorang juga bisa diungkapkan dengan membalas pemberian orang tersebut. Hal ini diperkuat oleh hadits yang sanadnya datang dari Jabir bin Abdullah RA. Disampaikan bawah Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

Yang artinya:

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang diberikan sebuah hadiah, lalu ia mendapati kecukupan (rezekinya), maka hendaknya ia membalasnya, jika ia tidak mendapati maka pujilah ia, barangsiapa yang memujinya, maka sungguh ia telah bersyukur kepadanya, barangsiapa menyembunyikannya sungguh ia telah kufur.”

Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah nomor 617.

3. Memuji kebaikan orang tersebut

Cara bersyukur atas kebaikan dari seseorang juga bisa dilakukan dengan jalan memuji seseorang yang memberikan kebaikan tersebut. Bagaimanapun memberikan pujian kepada seseorang atas kebaikanya termasuk juga kebaikan itu sendiri.

Hal ini juga didasari oleh hadits yang sanadnya datang dari oleh Jabir bin Abdullah RA dan diriwayatkan oleh Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah nomor 617 di atas.

4. Mendoakan orang tersebut

Kita juga bisa membalas kebaikan seseorang dengan cara mendoakan tersebut. Bagaimanapun doa adalah sesuatu yang sangat berharga. Semakin banyak seseorag mendapat doa dari orang lain, semakin besar pula Allah SWT mengabulkanya.

Cara membalas kebaikan seseorang dengan jalan mendoakanya, bisa dilihat dari hadits yang datang dari Abdullah bin Umar bahwa Rosululloh SAW pernah bersabda:

Yang artinya :

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa yang meminta perlindungan dengan menyebut nama Allah maka lindunglah ia, barangsiapa yang meminta dengan menyebut nama Allah maka berilah ia, barangsiapa yang mengundang kalian maka hadirilah (undangannya), dan barangsiapa yang berbuat kepada kalian kebaikan maka balaslah, jika ia tidak mendapati sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah ia, sampai kalian melihat bahwa kalian sudah membalasnya.’ (HR. Abu Daud).

Arti Jazakallah Khair dan Jazakallah Khairan Katsiran

Jazakallah Khair adalah kalimat dalam bahasa Arab. Bila diartikan kata perkata, maka arti Jazakallah Khair memiliki arti Jazakallah berarti ‘semoga Allah membalasmu’, dan Khair berarti ‘kebaikan’.

Maka bila digabung Jazakallah Khair memiliki arti “Semoga Allah Membalasmu dengan Kebaikan”.

Nah, disini dapat kita tarik bahwa seruan Jazakallah Khair dimaksudkan sebagai ucapan terima kasih seorang muslim terhadap sesamanya yang telah melakukan suatu kebaikan.

Beberapa juga menyebutkan Jazakallah Khairan Katsiran dimana Katsir dalam kalimat ini berarti banyak, sehingga dapat ditarik kesimpulan arti Jazakallah Khairan Katsiran adalah Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak.

Kalimat seruan Jazakallah Khair bisa dibaca dengan Jazakallahu Khairan atau Jazakumullahu Khairan memiliki arti yang sama dan tidak bisa dipisahkan perkata. Misalnya menjadi Jazakallah saja atau Khairan saja. Jadi, dalam penggunaannya kalimat ini harus dibaca lengkap menjadi suatu doa sesuai dengan yang dicontohkan.

Lalu apa perbedaan Jazakallah Khairan dengan Syukron Katsir? Sebenarnya, dalam bahasa Arab syukron memiliki arti terima kasih. Sedangkan katsir memiliki artian banyak.

Syukron Katsir biasa diucapkan sebagai ungkapan rasa ‘terima kasih banyak’ atas bantuan kebaikan yang telah dilakukan oleh sesama umat muslim.

Penggunaan Jazakallah Khair sendiri termuat dalam hadits yang disampaikan oleh Usamah bin Zaid R.A. dimana Nabi Muhammad SAW bersabda:

Artinya:

Usamah bin Zaid R.A. berkata: ‘Rasulullah SAW telah bersbda : Barang siapa yang dibuatkan kepadanya kebaikan, maka ia mengatakan kepala pelakunya “Jazakallah Khairan” (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh (ia) telah benar-benar meninggikan pujian.”

Hadits di atas diriwayatkan oleh Tirmizi, Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Al-BAzzar dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Kitab Shahih Al Jami’ Nomor 6368.

Dari hadits di atas, tidak ada salahnya bila mengucapkan terima kasih dengan menggunakan kalimat Syukron Katsir dan menyambungnya dengan Jazakallah khairan.

Menurut beberapa ulama, mengucap terima kasih dengan ucapan Syukron Katsir merupakan suatu muamalah atau hal yang berkaitan dengan hubungan sosial, tidak ada anjuran tertentu pun tidak ada salahnya jika dilakukan.

Tak hanya mengucapkan terima kasih, akan lebih baik bila mengikuti apa yang dicontohkan Rasululloh SAW. Lebih baik bila rasa terimakasih juga kita ikuti dengan mendoakan sesama umat muslim atas bantuan yang telah mereka lakukan. Berharap Allah SWT dapat membalas kebaikan dengan kebaikan yang lain merupakan cara lain yang baik.

Ucapan Jazakallah Khairan bisa disesuaikan dengan siapa yang sedang kita ajak bicara. Kalau untuk ucapan terima kasih yang kita sampaikan kepada muslim laki-laki, kita gunakan Jazakallahu Khairan. Sedangkan bila pengucapan terima kasih ditujukan kepada muslimah perempuan, kita gunakan Jazakillahu Khairan.

Berbeda lagi dengan ucapan terima kasih yang ditujukan kepada orang banyak dalam satu waktu dimana kita menggunakan Jazakumullahu Khairan.

Cara Menjawab Jazakallah Khair, Jazakallah Khairan Katsiran

Dalam bahasa Indonesia, kita biasa menjawab kalimat ‘terima kasih’ dengan ucapan ‘sama-sama’. Lalu, bagaimana dengan kalimat terimakaih yang diucapkan dalam bahasa Arab berupa: Jazakallah Khairan atau Jazakallah Khairan Katsiran?

Tidak ada dalil atau hadits yang menjelaskan bagaimana cara menjawab ucapan Jazakallah Khairan. Namun beberapa ulama menyampaikan bahwa ada beberapa jawaban yang bisa kita ucapkan untuk membalas Jazakallah Khairan atau Jazakallah Khairan Katsiran.

  • Pertama dengan ucapan “aamiin” yang artinya Semoga Allah mengabulkan atau kabulkanlah.
  • Kedua bisa dengan ucapan “waiyyakum” yang artinya ‘dan kamu sekalian (jamak) juga.

Jawaban tersebut pun memiliki variasi sesuai dengan siapa kita berbicara. Pada muslim laki-laki, kita gunakan ”waiyyaka”, sedangkan pada muslimah perempuan kita gunakan “waiyyaki”.

Lain halnya dengan beberapa ulama lain yang berpendapat pendapat ulama sebelumnya termasuk bid’ah karena tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Pendapat lain mengungkapkan bahwa bila orang lain mendoakan kita, maka balaslah dengan doa yang baik pula. Hingga dianjurkan mengucapkan kembali doa yang sama yaitu Jazakallah Khairan.

Fatwa Ulama mengenai Ucapan Jazakallah Khairan

Beberapa pernyataan ditujukan oleh ulama melalui sejumlah fatwa ulama berkaitan dengan ucapan Jazakallah Khairan melalui berbagai pertanyaaan:

1. Seperti halnya sebuah salam yang terlontar, apalah suatu keharusan membalas ucapan Jazakallah Khairan setiap saat?

Syeikh Muhammad ‘Umar Baazmool asal Universitas Ummul Quraa Mekah menjawab bahwa ada banyak sekali riwayat dari para sahabat dan Nabi Muhammad SAW, banyak pula riwayat yang menjelaskan tindakan ulama.

Dalam riwayat tersebut, tidak ada yang menyebutkan apakah secara khusus harus membalas dengan perkataan “waiyyakum”. Oleh karena itu, ketika mereka berpegang dengan ucapan balasan waiyyakum setelah doa apapun dan tidak menggunakan Jazakallahu Khairan, maka mereka telah jatuh pada suatu yang baru, yang telah ditambahkan (untuk agama).

2. Apakah terdapat dalil bahwa kita seharusnya membalas Jazakallahu Khairan dengan ucapan waiyyakum?

Syeikh Al-Muhaddits Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahullah menjawab bahwa tidak ada dalil khusus mengenai hal tersebut. Namun, sudah sepantasnya bila kita mendapat doa berbentuk ucapan Jazakallahu Khairan maka kita mendoakan sebagaimana ia berdoa.

Walaupun perkataan “waiyyakum” sebagai athaf (kalimat yang mengikuti) ucapan Jazakallahu Khairan memiliki arti semoga kalian pun begitu, namun mengucapkan Jazakallahu Khairan maka sama saja ia membaca tersebut doa secara nash. Artinya, tidak ada keraguan lagi, bahkan hal ini bersifat lebih utama (afdhal).

3. Bagaimana hukumnya mengucapkan syukron yang berarti terima kasih bagi seseorang yang telah membantu kita?

Syeikh Ahmad bin Yahya An-Najmi menjawab bahwa seseorang yang melakukan hal tersebut sama saja dengan meninggalkan perkara yang lebih utaa (afdhal), yaitu dengan mengucapkan Jazakallahu Khairan(semoga Allah membalas kebaikanmu). Dan sebenarnya, pada Allah-lah terdapat kemenangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *