Apa itu Black Friday? Pengertian, Sejarah dan Kapan Berlangsungnya

Apa itu Black Friday? Pengertian, Sejarah dan Kapan Berlangsungnya – Pernah mendengar kata Black Friday? Jikapun belum, jangan pernah sekali-kali memaknai Black Friday sebagai hari jum’at hitam (Black itu Hitam dan Friday berarti Jum’at). Black Friday bukanlah seperti itu. Black Friday hanyalah sebuah istilah yang begitu populer di dunia perbelanjaan AS sana.

Maklum, Black Friday sejak puluhan tahun lalu hingga sekarang menjadi moment paling ditunggu para konsumen untuk mendapatkan diskon besar-besaran hingga mencapai 80 persen. Lalu apa sebenarnya black Friday, sejarah dan kapan waktu berlangsungnya?

Apa Itu Black Friday?

Black Friday is a big discount. Tak mengherankan jika pada hari itu, para pembelanja di AS sampai rela mendirikan tenda dekat toko yang menjual barang impian mereka. Mereka ingin menjadi orang pertama yang masuk ke toko dan mendapatkan barang impian dengan harga paling murah.

Apa Itu Black Friday

Di hari itu juga, toko-toko baik online maupun offline mematok harga barang yang mereka jual dengan diskon yang super fantastis. Tujuanya sederhana, para toko di AS ingin menjual barang sebanyak mungkin pada hari Black Friday. Ada semacam motif untuk cuci gudang pada hari itu.

Berlangsungnya Black Friday ada di waktu mendekati akhir tahun dan hanya berlangsung sekali dalam setahun. Maka tak salah bila siapun pasti tak ingin melewatkan moment seru sekaligus menguntungkan ini.

Menyiapkan dana sebanyak mungkin untuk mendapatkan semua barang impian dengan harga paling murah. Penyelenggaraanya biasanya ditandai dengan dengan berbagai promo dan diskon yang telah diumumkan diberbagai media promosi. Tak terkecuali di media sosial.

Di Indonesia, media sosial seperti Twitter, Black Friday kerap kali masuk menjadi salah satu trending topik paling populer yang banyak dibicarakan oleh netizen. Apalagi memang Black Friday identik dengan dimulainya musim belanja Natal.

Demi melayani pelanggan, biasanya setiap hari Black Friday, toko-toko offline akan buka lebih lama ketimbang hari-hari biasanya. Mereka akan berlomba untuk memberikan penawaran diskon paling besar. Bisa jadi, hari itu juga digunakan sebagai hari cuci gudang. Dari sinilah kemudian istilah Black Friday yang kerap dikonotasikan dengan perubahan neraca pembukuan dari merah (rugi) menjadi hitam (untung) muncul.

Sejarah Munculnya Black Friday

Tidak ada catatan pasti soal kapan istilan Black Friday muncul pertama kali. Tetapi terhitung sejak 1952, perayaan Black Friday menjadi awal dimulainya belanja untuk menyambut hari Natal.

Sejarah Black Friday

Pada tahun tersebut dan seterusnya rentail-rentail di Amerika sana membuka tokonya lebih pagi dan memberikan diskon besar-besaran. Berbagai macam promosi juga diberikan. Apalagi sejak hari itu, yang hari kamis sebelum Black Friday adalah hari Thanksgiving, lalu Jumat (Black Friday), ditambah dua hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur.

Dengan jatah libur selama 4 hari, banyak pekerja non retail dan pelajar yang menghabiskan waktunya untuk berbelanja di rentail besar. Sehingga pada hari itu menjadi hari belanja tersibuk dibanding hari lain selama satu tahu.

Bahkan sejak itu, banyak orang yang rela berbaris mengantri untuk segera masuk ke toko. Banyak pula yang mendirikan tenda di dekat toko agar bisa jadi orang pertama yang masuk toko. Semua dilakukan demi mendapatkan barang impian dengan diskon terbesar.

Sejak saat itu, hari jum’at setelah hari Thanksgiving berubah menjadi hari Black Friday dan banyak toko memanfaatkanya untuk memberikan diskon besar-besaran. Bahkan belakangan, promosi penjualan acara Black Friday tidak hanya dilakukan pada hari jum’at saja. Melainkan telah melakukan promosi sejak hari, Thanksgiving. Bahkan ada pula yang sejak rabu.

Mengapa Bernama Black Friday

Yang menarik tentu saja soal penamaanya. Mengapa diberi nama Black Friday? Kenapa tidak yang lain saja. Ada banyak teori yang mencoba menjawab pertanyaan ini. Tetapi kemungkinan yang paling mendekati kebenaran adalah yang berkaitan dengan neraca pembukuan.

Mengapa Bernama Black Friday

Dalam neraca pembukuan, catatan yang diberi warna merah adalah catatan yang menunjukkan kerugian. Tapi setelah diadakanya Black Friday, catatanya tinta merah itu berganti menjadi tinta hitam yang berarti keuntungan.

Ya, karena pada Black Friday banyak toko mampu menjual banyak produk. Maka mereka mendapatkan banyak keuntungan dan mengubah warna catatan menjadi hitam. Sehingga menjadi Black Friday.

Black Friday Tahun 2000-an

Jika dahulu Black Friday hanya bisa dirasakan jika membeli barang secara offline – karena dulu belum ada toko online. Maka pada tahun 2000-an, Black Friday juga bisa dirasakan saat membeli belanja secara online.

Black Friday Tahun 2000-an

Menurut catatan sejarah, sejak tahun 2000-an pula, banyak toko yang buka sejak jam 4 atau 5 pagi. Bahkan di tahun 2001, banyak rentail yang sudah buka sejak tengah malam. Lalu pada 2012 beberapa retail besar sudah buka sejak jam 8 malam. Lalu pada akhir-akhir ini, Black Friday malah sudah disambut sejak beberapa hari sebelumnya.

Kapan Berlangsungnya Black Friday?

Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, bahwa Black Friday jatuh pada minggu keempat dibulan November pada hari jum’at. Tepatnya sehari setelah Thanksgiving di AS yang jatuh pada hari kamis minggu keempat bulan November tiap tahunya.

Tetapi akhir-akhir ini, Black Friday semakin berkembang dan tidak hanya dibuka pada hari jum’at di minggu keempat november saja. Tetapi sudah ada yang buka sejak beberapa hari sebelumnya.

Kalau di Indonesia, kita juga bisa merasakan Black Friday melalui belanja Online. selain itu, juga ada moment harbolnas sebagai hari belanja online nasional dimana biasanya toko online memberikan banyak diskon, dan itu terjadi pada tanggal 12, bulan 12 setiap tahunya.